Followers

Showing posts with label PELATIHAN MENULIS. Show all posts
Showing posts with label PELATIHAN MENULIS. Show all posts

Friday, April 9, 2021

DASAR MENULIS

 





Narasumber :  Rita Wati,S.Kom.

Dimulai pada masa pandemi beliau menjadi senang menulis, memanfaatkan waktu bisa bergabung dengan grup menulis.  Membuat buku dengan gendre yang berbeda menjadikannya banyak belajar tentang kepenulisan. Menjadi kulator 3 buku antalogi menjadikannya lebih paham tentang keunkan dari masing-masing penulis. 


Ada beberapa hal yang menjadikan seseorang susah menulis diantaranya : 

1. Susah ide.
2. Miskin kosa kata.
3. Sulit merangkai kata.
4. Susah memulai.
5. Bingung mau menulis apa.
6. Tidak percaya diri.
7. Merasa tulisannya jelek.
8. Merasa tulisan tidak layak untuk di baca.

Apabila hal tersebut timbul dalam diri kita, maka hilangkan saja. Pokoknya Menulis... Menulis.. Menulis

A. Unsur Dasar Kepenulisan

Unsur dasar kepenulisan adalah 5W + 1 H  yaitu What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa), Why (mengapa), How (bagaimana).

1. What : Peristiwa apa yang sedang terjadi? Apa dampaknya? apakah peristiwa tersebut menimbulkan  kerugian?
 
2. Who dalam 5W1H memfasilitasi untuk memberikan informasi seputar orang-orang yang terlibat dalam cerita yang yang tulis

3. When :Kapan kejadian dari peristiwa yang diceritakan

4. Where :Dimana kejadian/ peristiwa yang diceritakan

5.  Why : Suatu peristiwa pasti terjadi bukan tanpa alasan

6.  How atau bagaimana : Penggunaan unsur how ini akan membantu pembaca memahami alur cerita

Dengan menerapkan dasar kepenulisan tersebut, maka tulisan akan lebih mudah dibaca dan dipahami.

B. Kesalahan Penulis Pemula

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis pemula diantaranya  menulis panjang- panjang,  tanda baca yang keliru, penggunaan kata yang masih salah atau tidak menggunakan kata baku, dan dittemukan kata yang tidak efektif.

C. Tips Tulisan Enak Dibaca

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan supaya tulisan kita enak dibaca yaitu :
1. Untuk menambah pembendaaraan kita dan menemukan ide maka kita harus banyak membaca.
2.  Selalu berlatih menulis setiap hari karena dengan banyak berlatih maka menjadi terlatih, tetapi              selalu memperhatikan tanda baca, pemenggalan paragraf dan penggunaan kata baku.
3. Buat opening dan closing yang menarik sehingga tulisan kita  membuat orang lain penasaran ingin        membaca tulisan kita.
4. Ingat pedoman PUEBI  ( Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) 
5.  Susunan kalimat diperhatikan
6.Setelah menulis bacalah secara beeulang. Apabila ada kalimat yang janggal maka buang dan                  perbaiki.
7.  Menulis  dalam media on line atau buku memiliki perbedaan. Dalam media on line gunakan paragraf yang pendek-pendek.

D. Hal yang Perlu diperhatikan Penulis Pemula

Penulis pemula terkadang jarang memperhatikan penggunaan PUEBI. Misalnya penggunaan hurup kapital,penggunaan kata depan, penggunaan imbuhan.


Tetapi penulis pemula jika masih banyak belum mengetahui tentang kaidah penulisan jangan takut. Teruslah menulis, tuangkan semua ide yang ada dalam tulisan jangan pernah takut salah selesaikan tulisan ketika ide datang.




The Law of Repetition


Narasumber : Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H

Guru PPKn SMP Negeri 2 Nekamese, Kabupaten Kupang – NTT

Biasa di sapa Bunda Lilis Sutikno.


Dalam menulis, sebenarnya kunci sukses seorang penulis adalah rajin membaca. Dengan membaca maka akan banyak ide, gagasan serta bertambahnya kosa kata untuk penulis itu sendiri.  

Sabda Nabi shalallahu 'alaihi wassalam, 

وَاعْلَمُوا أَنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ 

“Dan ketahuilah bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Muslim 2818)

Hal yang paling mendasar dalam menulis adalah bagaimana kita terus-menerus mengungkapkan kalimat dalam bentuk tulisan. 

Ingat hukum pengulangan  "The Law of Repetition"

Dengan perubahan kecil 1% menghasilkan perbedaan besar.

Sering kali kita meyakinkan diri bahwa kesuksesan yang besar menuntut aksi yang besar pula. Kita memberi diri sendiri  beban berat untuk membuat perubahan seakan akan mengguncang bumi atau membuat terkenal.

Perbaikan 1% sesuatu tak terasa -kadang malah tak terlihat-, perbaikan 1% dilakukan secara berlanjut dalam waktu lama bisa sangat dahsyat menentukan perubahan. 

Matematikanya begini, jika kita bisa 1% lebih baik setiap hari dalam setahun, akhirnya kita akan 37 kali lebih baik pada penghujung tahun. Sebaliknya, jika kita 1% lebih buruk setiap hari dalam setahun, kita akan memburuk hampir menjadi nol. 

Perbaikan 1% menjadi kebiasaan

Dan jadikan kebiasaan dari waktu ke waktu

Kebiasaan adalah bunga majemuk dalam perbaikan diri. Pengaruh kebiasaan menjadi berlipat-lipat sewaktu diulang-ulang kebiasaan itu, ingat hukum pengulangan (the law of repetition).

Perubahan yang dihasilkan pada suatu hari tertentu mungkin terkesan kecil, tapi dampak yang terjadi setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun bisa dahsyat.

Apa yang terjadi hari ini terhadap diri kita adalah akumulasi kebiasaan berulang selama dua, lima atau sepuluh tahun yang lalu.

Sehinga penting memilih yang 1% lebih baik atau 1% lebih buruk setiap hari, karena dalam rentang waktu yang akan datang pilihan tersebut menentukan perbedaan antara siapa kita sekarang dan siapa kita nanti. 

Sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari, bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup. Dengan menulis sedikit demisedikit lama-lama akan menjadi bukit dan menghasilkan banyak buku.

Kelas WA bisa dijadikan ajang untuk bersilaturahmi dengan para penulis lainnya, bisa saling memotivasi untuk senantiasa selalu menulis. Dengan semangat juang 45 dan  semangat juang R.A. Kartini pelopor wanita di Indonesia.  Beliau yang baru bisa menulis 1 buku dan dalam waktu 3 bulan Buku yang tercetak seribu buku itu habis terjual. Akhirnya bisa memberikan motivasi kepada rekan-rekannya untuk bisa menulis buku yang ber ISBN. Selain membuat buku tunggal juga memberikan motivas untuk membuat buku antalogi.

Melibatkan banyak orang dalam menulis buku hingga menjadi endoremen buku serta menjadi editor buku. Beliau sebagai penulis dari AGUPENA NTT dan besar bersama PGRI Pusat Om Jay. Terima kasih Om  Banyak yang meragukan ketrampilan menulis belum paham betul sudah menjadi editor buku, tetapi saya terus kawal untuk sahabat literasi menjadi penulis handal dan professional.

Terkadang memulai menulis menjadi kendala, tapi banyak tpik yang bisa diambil dalam menulis misalnya kisah inspiratif karena menurut beliau menulis itu semudah ceplok telor. Jadi tergantung kita mau menulis apa. Belajar menulis semudah ceplok telur adalah Quote beliau kepada penulis pemula.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebut, pengetahuan merupakan jalan untuk menemukan Tuhan. Karena itu kata Viktor, harus ada restorasi dalam dunia pendidikan agar dapat menghasilkan manusia-manusia NTT yang berkualitas. Hal itu disampaikan Viktor, saat memberikan sambutan pada acara Hari Ulang Tahun ke-9 SMPN 6 Nekamese dan Peluncuran Buku Karya Murid dan Para Guru di Halaman SMPN 6 Nekamese, Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang, Sabtu (15/8/2020).

“Pengetahuan adalah hal paling penting. Bahkan itulah inti dari hidup. Orang tanpa pengetahuan, sesungguhnya dia tidak pernah hidup. Karena Allah adalah sumber pengetahuan, awal dan akhir pengetahuan. Jadi yang namanya pendidikan adalah satu-satunya jalan supaya menemukan Allah,"tandasnya. Menurut Viktor, orang yang punya iman teguh pasti mencintai pengetahuan dan rajin membaca. Dengan pengetahuan sebut Viktor, manusia mampu membangun imajinasi yang membuatnya jadi orang hebat dan berkualitas. Viktor mengatakan, ada empat hal yang menentukan kesuksesan hidup yakni spritualitas atau keyakinan teguh, pengetahuan, punya jaringan atau networking serta kesehatan yang prima.

Pendidikan lanjutnya, punya peranan penting dalam membentuk keempat hal tersebut. “Karena itu saya sangat serius, paksa dan dorong agar orang mengikuti pendidikan. Pendidikan harus dibangun dalam semangat restorasi. Mengembalikan cara berpikir manusia supaya tidak hanya tahu (know) tapi juga mengerti,"ujar Viktor. "Mengapa sesuatu itu begini dan bukan begitu, itulah pendidikan yang hakiki. Pendidikan harus bisa antar peserta didik untuk buktikan kebenaran dari sesuatu atau aspek epistemogis dan nilai kegunaan atau aksiologisnya. Dalam berpengetahuan, kita harus sampai pada level itu,” sambungnya.

Langkah seribu diawali dari langkah pertama



Tuesday, March 30, 2021

KUNCI SUKSES MENULIS

 



Narasumber adalah Bapak Ngainun Naim, seorang dosen IAIN Tanjungagung yang memiliki banyak prestasi dan Tulisan. Tulisan nasional dan tulisan internasional yang telah beliau tulis di  Aplikasi google scooler sehingga dengan mudah dapat di download dan baca. Ada 78 tulisan yang sudah beliau buatkan. 

Mengikuti kegiatan dalam menulis merupakan hal yang penting. Anggaplah bahwa mengikuti kegiatan dalam menulis  sebagai Kunci atau  Sebagai alat ia berfungsi untuk membuka "pintu". Kunci sebagai alat kunci ini bisa berupa pengetahuan, tapi kuncinya sebatas kunci. Tapi aspek yang penting adalah kuncinya digunakan untuk menulis. Jadi setelah pengetahuan didapatkan dan juga harus dipraktekkan. 

Sukses itu yaitu memperaktekkan menulis.


Menulis itu dibingkai dalam 6 kunci. 
1. Motivasi
    Motivasi yang bersifat internal dan motivasi bersifat eksternal. Motivasi yang paling kokoh yaitu            motivasi internal atau berasal dari diri sendiri. 

2. Meyakini bahwa bisa menulis itu anugerah
    Kelangkaan orang bisa menulis adalah suatu anugerah. Hal ini bisa dilakukan mengenai hal-hal yang      ada di sekitar kita atau yang terjadi dalam diri.

3. Menulis memberi banyak keajaiban dalam hidup
    Keajaiban ini menjadi suatu hal yang tak terduga, misalnya beliau bisa pergi ke luar daerah dan luar negeri.  Jika kita memiliki tradisi menulis, urusan karir akan lancar. 
Pada bulan Desember 2019, beliau  mendapatkan kesempatan studi selama 12 hari di Brunei Darussalam. Gratis. itulah yang namaya anugerah. 

4.  Tidak mudah menyerah

Banyak orang yang menyerah akan menulis. Setelah mencoba menulis setelah mentok maka menyerah menulis. Maka bagi mereka yang tak mudah menulis akan berhasil. Butuh komitmen didalamnya untuk menulis. 

Forum bimbingan teknis sangat penting, tapi itu hanya bersifat ekternal. Terus menulis sedikit apapun dan sederhana apapun maka apabila penuh komitmen maka buku demi buku akan dihasilkan. TErus berjuang untuk dapat menulis.

5. Berjejaring

Dengan sesama penulis.,  penerbit, orang yang berkompeten dalam kepenulisan. Lewat komunikasi, lewat silaturrahim, ada banyak hal yang kadang tidak terduga .Merawat jaringan karena dengan banyaknya jaringan maka dunia menulis tidak akan sepi gagasan

6. Menulis Sebanyak-banyaknya

Dalam teori motivasi Hukum 10.000 jam. Orang yang sudah melaksanakan aktifitas secara biasa akan lebih ringan dari menulis. Semakin banyak menulis peluang sukses akan lebih banyak.

Mari kita gaungkan literasi di masa pandemi, jadilah guru mulia karena karya.


KESEMPATAN KEDUA

 


Narasumber yaitu Suharto, S.Ag.,M.Pd. Dengan nama panggilan: Harto/Cing Ato/Cang Ato, bersuku  Betawi Cakung. Bertugas sebagai  ASN Kementerian Agama (MTsN 5 Jakarta) dan mengampu mata pelajaran Fikih (PAI). Akun Medsos yang dimiliki Facebook/Instragram (suharto.cingato.cing) Blog (suharto13.blogspot.com. suharto69.blogspot.com. suharto13.wordpress.com)
 Email suharto130469@gmail.com


Bermula dari rasa penasaran dengan istilah literasi yang banyak diperbincangkan dan rasa ingin tahu apa itu literasi. Dengan rasa penasaran beliau mulai mencari informas-informasi yang berkaitan dengan literasi di internet. Yang akhirnya menemukan pelatihan literasi dan dimulai dengan mengikuti pelatihan menulis PTK. 

Dari tahun 2015  s.d. 016   mengikuti berbagai pelatihan di antaranya, yaitu: penulisan PTK, public speaking, dan writing Camp bath 6.  Setiap liburan sekolah selalu mencari pelatihan walaupun berbayar dan jauh dari rumah serta harus meninggalkan keluarga berhari-hari

Hasil dari pelatihan membuat PTK  dan buku Antologi.


Ini buku antalogi perdana

Desember 2017 mengikuti pelatihan Madia Guru di daerah Cipanas. Dari pelatihan ini  menghasilkan buku solo perdana" Mengejar Azan" buku cerita perjalanan hidup dalam menuntut ilmu.
Saking bangganya hingga seorang teman pelukis meminta melukis buku ini.

Buku perdana solo bersejarah bagi baginya , dan di pajang di ruang tamu. Namun untung tak dapat diraih, tetiba badai  Tornado memporak porandakan kebahagiaan epatnya tgl 19 Juli 2018 Seluruh badannya lumpuh tak bisa bergerak bahkan napaspun tak bisa.

Satu tahun tubuhnya lunglai, tidak bergerak sama sekali. pulang dari rumah sakitpun masih dalam kondisi sakit dan masih memakai oksigen. Dengan kepasrahan dan kesabaran istri dan keluarga, akhirnya mulailah tangan kiri bergerak diikuti tangan kanan. Butuh waktu 6 bln tangan bisa menyentuh wajah, sementara jari jemari masih kaku.

Beliau memiliki penyakit langka yaitu  penyakit  GBS ( Guillain Barre Syndrome) penyakit yang mematikan seluruh syaraf dan dalam bernapaspun harus dibantu oleh  mesin ventilator dan oksigen. Menunggu keajaiban yang akan menghampirinya karena tidak dapat berbuat apa-apa dan tidak mengetahui bagaimana perkembangan di dunia luar. 

Dalam sakitnya, akhirnya beliau menemukan jalan untuk bisa berkomunikasi dengan dunia luar yaitu dengan memanfaatkan hp nya untuk menemukan faceebook nya dan melacak nya. Sehingga ia memposting sakitnya hingga akhirnya sahabat dan muridnya mengetahui sakit yang sedang dialami beliau.  Dengan adanya komunikasi dengan dunia luar akhirnya sahabat, murid dan yang lainnya mengetahui kondisinya sekarang dan banyak yang berdatangan untuk mengetahui keadaannya.

Mulai dalam benak beliau berpikir bagaimana supaya hidupnya lebih bermanfaat walaupun dalam keadaan yang serba terbatas atau sakit. Akhirnya beliau menulis pengalamannya dalam bentuk buku. Setiap hari menulisakn apa yang dirasakan disela-sela rasa sakitnya. Akhirnya banyak  follower yang menghampiri. Kemudian mengisi hari-hari yang kosong  dengan  menulis artikel dengan satu tema, yaitu motivasi.

Kegiatan menulis ini dilakukan pada pukul 07.00. Terkadang ketika mau tidur hingga tidak bisa tidur sebelum punya ide buat menulis. Apabila kehabisan ide maka yang dilakukan adalah melihat televisi, YouTube, tulisan orang lain, ikut dengerin pak Mario Teguh, pak Ari Ginanjar bahkan mendengarkan  topeng, lenong, lagu Betawi karena kebetulan lagi nulis cerita Betawi.

Tulisannya di share ke  Facebook dan blog.  Inilah karya dikala keterbatasan. Lelah, letih, pusing tidak menghambat untuk menulis setiap hari Menulis itu mengalir begitu saja. Hingga 

Sekarang sedang menulis buku ke 4, 5, dan 6. yang  ke-4 sedang diusulkan di YTPD. Yang ke 5 sedang diedit sementara yang ke-6 sedang berjalan sudah bagian ke 28 (novel Betawi)  yaitu:  Belajar Tak Bertepi ( kisah berguru dengan para pakar + resume yg belum dibukukan), Kisah-kisah inspiratif mendidik diri, dan sebuah novel Betawi "Aisyeh Menunggu Cinte"


Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi.
Turunan dari kalimat sakti om Jay terbukti ampuh. Gara-gara menulis  dalam kondisi serba keterbatasan  para youtuber menghampiri. Mereka tertarik dan katanya apa yang saya lakukan sangat menginspiratif.

Dengan menulis beliau lupa akan kondisi yang sedang sakit. Sehingga mengalami perubahan yang membahagiakan.

Dari pengalamannya. beliau memberikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk dapat menulis untuk pemula, yaitu :

1. Tulis apa yang kita bisa dan kuasai 
    Dalam menulis carilah apa yang mudah kita pahami dan kita kuasia, karena dengan menulis yang kita pahami maka menulis akan lebuh mudah. Gunakan bahasa yang sederhana yang terpenting adalah bisa dipahami dan dimengerti banyak orang. Tulisan tidak perlu terlalu panjang sehingga apa yang kita sampaikan dapat dipahami oleh yang membacanya.
   
2. Mulailah dari apa yang  pernah kita alami.
        Menulis apa yang pernah kita alami aikan lebih memudahkan kita untuk mencerutakan apa yang terjadi dalam diri kita. Sehingga tidak perlu mengeluarkan energi yang kuat untuk memikirkannya, karena ini berdasarkan apa yang dilalui. Tetapi tentu saja dengan struktur yang baik dalam urutan peristiwanya. 

3. Buat tema agar focus dalam tulisan.
     Fokuslah kedalam satu tema karena dengan fokus ke tema yang akan kita buat maka buku kita akan selesai. Seperti  mengambil dari pernyataan pak Akbar Zaenudin, menulis kudu buat tema terlebih dahulu hingga   seluruh isi buku temanya sama.  Bisa saja dengan menyicil tulisan kita di blok dengan tema yang sama sehingga nantinya apabila sudah beres  maka akan dijadikan buku.

4. Buat target dalam menulis.
Target itu penting supaya kita termotivasi dengan waktu yang akan kita selesaikan dalam menulis. 

Kesempatan kedua ini menjadikan beliau lebih produktif dalam menulis.





Tuesday, March 23, 2021

BELAJAR DARI KEGAGALAN

 


Narasumber adalah Bapak Sigit Suryono, S.Pd, M.Pd
SMP N 1 Wonosari, Gunungkidul, DIY, Indonesia
Lahir di Sleman, 20 Nopember 1976 Beliau adalah Ketua MGMP IPA SMP Kabupaten Gunungkidul dan Duta Rumah Belajar Kemdikbud

Pada tanggal 20 Nopember 2020, Bapak Sigit Suryono,S.Pd, M.Pd termasuk 5 besar guru inovatif yang diselenggarakan oleh Kemdikbud.  Merupakan  anugrah terindah di hari ulang tahunnya dan ini  merupakan ultah ke dua mendapatkan apresiasi dari kemdikbud. untuk yang pertama saat menjadi Guru berprestasi menjadi juara 1 tingkat nasional.  

Beliau mengungkapkan sebenarnya keberhasilan yang diperoleh saat ini tidak terlepas dari kegagalan yang dilaluinya di masa lalu. Beliau mengatakan bahwa masa lalu nya penuh dengan kegagalan, terpinggirkan, dan juga bukanlan orang yang menonjol.

Orang tuanya berprofesi sebagai guru SD . Bapak dan ibunya sangat disiplin dalam membimbing dan mengawasiku untuk belajar. Rangking satu selalu ke raih saat SD, namun bertolak belakang saat SMP maksimal rangking 24 dari 44 siswa dalam satu kelas, bahkan pernah di 43, 41, dan 39.... masa yang sulit. Namun persahabatan di SMP sampai saat ini masih membekas tidak mengenal rangking, dan status sosial. Saat SMA rangkingku pun jauh dari asa.... maksimal pernah rangking 8 yang lainnya diatas 20.....

 Di Kampuspun bahkan aku hampir DO saat kuliah S1 Pendidikan Fisika di UNY dan lulus 7 tahun, pernah dapat IPK 1,28  malu juga kalau lihat saat belajar jadi siswa. setelah selesai S1. Kemudian langsung melanjutkan ke S2 mengambil jurusan TP mungkin inilah era merasakan jadi orang hebat saat bisa menyelesaikan dengan waktu 33 bulan dengan IPK 3,8 dengan hasil cumlaude yang merubah cara pikir dan pandangannya.

" Orang akan sukses jika dia fokus dan senang dengan apa yang dikerjakannya"

"Orang akan sukses jika bisa fokus pada bidang yang dia bisa ditekuni dan dilakukan inovasi terus menerus...."

Pengalaman gagal saat dimasa sekolah sapmai kuliah di S1 benar-benar membekas dan itu mempengaruhi cara mengajarku pada anak-anak. Beliau termasuk orang yang tidak  membeda-bedakan anak karena prestasi akademiknya. Malah cenderung sebagai motivator bagi mereka karena pengalam hidupnya saat SMP jadi juara 3 dari belakang

Saat saya menjadi guru SMP Negeri 1 Wonosari tahun 2005 ,  saat itu baru menempus S2 dan hampir selesai saya lulus S2 tahun 2006, dan setelah lulus S2 fokus pada pekerjaan di SMP Negeri 1 Wonosari sebagai guru IPA dan Guru TIK.

Dengan mengajar menjadikan sering  melakukan kolaborasi dengan siswa untuk melakukan riset tentang pembuatan media, maupun tentang berbagai model pembelajaran sehingga pengalaman dalam membuat media menjadi lebih terlatih. Tahun 2006 saat pertama kali memiliki kenangan saat ikut kompetisi Simposium tingkat Propinsi DIY yang isinya orang-orang hebat semua mereka Pengurus MGMP disemua mapel, sementara beliau guru baru, yang mendapat sampur untuk ikut kegiatan tersebut dikarenakan menggantikan guru disekolahku yang mengundurkan diri.

Bertemu dengan orang-orang hebat menjadikannya banyak belajar. Dengan menyimak orang-orang heb at maka membuatlah catatan kecil bagaimana orang berbicara, presentasi, dan menyampaikan ide dan pemikiran dan gagasan ilmiah dalam kegiatan tersebut. Dalam simposium ini beliau masuk peringkat terakhir dari semua peserta lomba untuk mapel IPA.

Dengan berbekal pengalaman lomba itu, maka tahun berikutnya  menjadi langganan untuk mengikuti berbagai lomba tingkat nasional ada 7 kali lomba yang saya ikut sebelum gupres tahun 2015 yang tentu bisa di tebak hasilnya adalah "gagal" dan "kalah".

Setiap even lomba tersebut "gagal" baik dari sisi presentasi, fokus presentasi, cara presentasi, membuat presentasi yang efektif, dan seterusnya. Setelah  tahun 2015 sampai tahun 2020 setiap even lomba yang diikut bisa meraih hasil sesuai dengan harapan.

Tahun 2011 bertemu dengan Omjay, dan  mas Agus Sampurna di Even Evaluasi pelaksanaan Rumah belajar di Bogor. Saat itu adalah saat belum tau omjay itu seperti apa. Bercakap banyak dengan omjay dan omjay memberi hadian sebuah buku yang judulnya "Menjagi Guru Tangguh Berhati Cahaya"  saat itu  belum banyak catatan portofolio yang tersusun rapi namun memiliki banyak blog karena memang sejak tahun 2005 mengajar blog ke siswa SMP.

Dari pertemuan itu muncul  keingian memiliki web yang digunakan untuk mencatan seluruh aktifitas yang bisa dijadikan portofolio perjalan sebagai pendidik, peneliti, pengembang media pembelajaran, dan sebgainya. Tahun 2012  akhirnya memiliki seluruh catatan aktifitas ilmiah yang dicatat di web  yaitu http://www.ciget.info

Web inilah yang mengantarkannya bisa meraih mimpi menjadi juara 1 Guru Prestasi di tahun 2015, kemudian menjadi Duta Rumah Berlajar terinteraktif tahun 2018, Duta Sains PPPPTKIPA, Sarjana Adi Manggala Bidang Pendidikan dari UNY dan terakhir adalah menjadi Guru Inovatis SMP Tahun 2020.

Beberapa Faktor supaya berhasil adalah 

 1. Fokus,

 2. Senang meneliti, 

3. Mencatat semua aktifitas ilmiah di Blog

Sains agar bisa dicintai oleh siswa adalah dengan cara membelajarkan dari lingkungan di sekitar anak, dan sering melakukan pembelajaran dengan beraneka model, kadang pretikum, kadang menggunakan MPI, kadang menggunaan android, dan yang jelas pembelajaran tidak boleh monoton..

 " Pelajarilah kenapa kita gagal" , Cacatlah sumber kegagalah, dan Perbaikilah di masa yang akan datang. pasti suatu saat akan sukses dan akan bisa jitu saat mengikuti setiap event kompetisi yang kita hadapi".

MEMBANGKITKAN MOTIVASI MENULIS



Senin, 22 Maret 2021 telah di buka kelas menulis dengan narasumber nya yaitu bapak Suparno Muhammad dari  Magetan Jawa Timur. Dan moderatornya adalah ibu AAM Nurhasanah dari lebak Banten.

Bapak Suparno adalah seorang kepala sekolah berprestasi sukses dalam  memajukan geliat literasi. Beliau lahir  di Magetan,  25 Juli 1966.  Alumni  D3 IKIP Surabaya,  S1 Wima Madiun, S2 Unipa  Surabaya .Sebagai  PNS sejak 1992,  diangkat  KS tahun 2016 hingga  sekarang. 

Banyak prestasi yang telah beliau raih diantaranya Guru Prestasi  juara 2 tingkat  Kabupaten dan menjadi narasumber  Nasional  guru  pembelajar th 2016 s.d 2018 .
Karya-karyanya sudah banyak, diantaranya : Modul BK tahun 1996, Buku Excel  tahun 1997,  Buku Panduan Pranatacara,  Autobiografi Perjuangan Hidupku 2018, Masalah Bk di SEKOLAH 2019, Antologi  puisi Adiwiyata 2019, Catatan harian seorang  Kepala  Sekolah 2020, Catatan seorang  Kepala  Sekolah 2020, Langkah jitu  menjadi  penulis hebat 2020,  Haru biru hijrah meraih berkah (Antologi),   Lulus  Corona (proses  cetak). Selain itu beliau juga menulis di  Pemred Majalah Tramedia  th 2004 sd 2010 dan  Pemred Majalah Pena Mageti 2018 sd. 2020.

Selalu menulis setiap  hari  yaitu  sejak ikut  GWA  menulis,  motivasi  akan  melejit  pesat,  menulis  menjadikan  suatu  kegiatan  yang menyenangkan, yang menghibur dan menulis bisa meningkatkan  kecerdasan  seseorang.

Salah satu cara untuk mengasah otak untuk kecerdasan kita yaitu dengan menulis setiap hari. Menulis  bisa membuat  orang terkenal. Menulis bisa mendatangkan uang, menulis  bisa merubah  masa  depan Dengan menulis bisa mendapatkan  pahala , misal tulisan  yang memotivasi  orang-orang  untuk  beribadah,  Membaca  Al Qur'an, berinfaq, sodaqoh,  beraklaq mulia  dan sebagainya. Dengan menulis  nama kita akan dikenang  banyak orang  ketika  kita sudah tiada

Banyak hal yang dapat kita tulis, diantaranya menulis motivasi,  motivasi  belajar,  motivasi bekerja, motivasi menulis,  motivasi  beribadah,  motivasi  tegar  dalam menjalani  hidup ini,  menulis  catatan perjalanan, Catatan  suatu  kejadian  atau peristiwa. Yang berada disekitar kita itu yang ditulis.

Semangat menulis itu bisa dibangkitkan apabila kita 

1. Bergabung  dengan grup  penulis .

2. Berguru  kepada penulis hebat 

3. Berteman  dengan penulis

4. Membaca  tulisan  penulis hebat .

5. Membaca tulisan  teman.



Sebagai kepala sekolah beliau selalu membangkitkan motivasi kepada para guru agar selalu menulis. Cara membangkitkan agar guru  tumbuh keinginannya  menulis yaitgu beliau membeli  bukunya guru  5 eksemplar untuk  disimpan di perpustakaan,  diberi  motivasi menulis,  diadakan  diklat  menulis,  dapat sertifikat,  bermanfaat  untuk  mengisi SKP. 
Bukunya  dipamerkan  saat event  hardiknas,  pameran  hari jadi  dan lain-lainnya.


Agenda yang dilakukan yaitu menjalin kekompakan  dengan seluruh  warga sekolah, memberikan  motivasi agar semangat.  Semangat  kerja, semangat  belajar,  semangat  ibadah dan semangat  menulis.  Banyak  guru kami yang juga penulis. Membuat  dan melaksanakan brand sekolah.  Sekolah kami brandnya, SMP1 Takeran  sekolah berbasis  IT, Agamis,  kearifan lokal  dan berbudaya  lingkungan.

Siswa berprestasi  dibina  untuk  ikut  berbagai  lomba,  yang  tidak  berprestasi  dibina  agar meningkat semangat  belajarnya yang bermasalah  diberikan  bimbingan  agar terentaskan  masalahnya. Intinya bagaimana kita dapat membangkitkan motivasi menulis untuk guru dan siswa. 




Friday, March 19, 2021

JANGAN LELAH UNTUK MENULIS

 


Malam ini Om Jay dan Ibu Kanjeng guru kami dalam menulis on line sedang sakit. Kami peserta  selalu mendo'aka beliau supaya bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Tetapi dalam sakitnya mereka tetap memotivasi kami untuk terus menulis, bahkan luar biasanya Om Jay meluncurkan buku dengan judul "Agar PJJ tak Membosankan".

Moderator yang selalu menemani kami belajar yaitu  bu Aam Nurhasanah,  seperti  biasa memperkenalkan narasumber yang akan membagikan pengalamannya dalam menulis. Dengan penuh antusias dan semangat beliau memaparkan siapa narasumber hebat yang akan menemani kami malam ini.

Narasumber yaitu Ibu Rita Wati, S.Kom. Beliau adalah salah satu alumni grup belajar menulis gelombang 10. Beliau mengajar di SMP Negeri 2 Mendoyo. Kab.Jembrana Provinsi Bali. Selain menjadi pengajar, beliau juga sebagai operator, whiter, korator serta bloger.

Motonya yaitu " Setelah kesulitan pasti ada kemudahan dan Belajar Sepanjang hayat."  Seperti yang tercantum dalam surah Al Insyirah ayat 5 

                                                        فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً- إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

 " Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". 

Belajar sepanjang hayat " LIfe Long Education" . Moto yang sangat menarik dengan terus belajar, seseorang tidak akan ketinggalan zaman dan dapat memperbarui pengetahuannya, 

Keinginan narasumber sebenarnya sudah sejak lama yaitu pada tahun 2001 tetapi masih tidak mengetahui mulai dari mana untuk menulis. Kemudian muncul kembali tahun 2005, karena menjaga stand bazar buku, di tahun yang sama mencoba membuat blog. Tetapi karena harus ke warnet untuk menulis blog maka menulispun tak ada jejaknya lagi. Selanjutnya tahun 2011 kembali lagi membuat blog. Seperti keinginan semula ingin memiliki jejak digital. Bulan pertama saya bisa memposting 6 tulisan, bulan berikutnya semakin berkurang 3 tulisan semakin lama kembali blog saya abaikan.

Awal prestasi diraih narasumber saat kegalauan beliau di tahun 2013 dengan mata pelajaran TIK yang dihapuskan, sehingga narasumber mengikuti lomba  English Essay  di UNDIKSHA dengan tema kurikulum 2013, dengan mengungkapkan kegalauannya sebagai guru mata peajaranl TIK yang dihilangkan akibatnya siswa akan mengalami buta teknologi. Jika pun ada yang mampu menggunakan secara otodidak jumlahnya hanya terbatas.  Dalam lomba tersebut narasumber  menjadi finalis, dimana hampir semua peserta dari guru Bhs Inggris. 



Motivasi setiap penulis berbeda-beda.  Berikut ada 4 motivasi mengapa harus menulis : 

1. Orientasi pada Profit
    Penulis dari awal berniat menulis untuk mencari keuntungan, menambah income atau sebagai sumber mata pencaharian. Hal ini wajar, yang terpenting penulis harus mengikuti trend pasar dan keinginan penerbit. Jika penulis menulis sesuai seleranya maka tidak akan sulit mendapatkan profit.

2. Nirlaba atau tidak mencari keuntungan 
    Penulis  hanya sekadar  mengapresiasikan hobinya. Menuliskan peristiwa atau kejadian secara singkat misalnya peristiwa alam atau biogarafi, Jika tulisannya seperti ini maka akan sulit diterima oleh penerbit mayor. sehingga tulisan seperti ini bisa dicetak sendiri, dibaca sendiri atau  ditawarkan kepada teman-temannya.

3. Branding atau Promosi
        Motivasi berikutnya yaitu sebagai branding untuk menaikan pamor seseorang apabila sudah memiliki karya. Sehingga terkesal lebih profesional.

4. Memenuhi regulasi akreditasi
            Peraturan baru yang mengatur kenaikan pangkat jabatan fungsional guru ( guru dan kepala sekolah) telah terbit, yakni Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi.  Birokrasi (Permen PANRB) No.16 Tahun 2009 tanggal 10 November 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, dan peraturan bersama Mendiknas dan Kepala BKN Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tanggal 6 mei 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnya. Kenaikan pangkat ini yang mewajibkan seseorang untuk menulis.

       Setiap   orang pasti memiliki motivasi yang berbeda-beda. Yang paling penting bagaimana memperhatikan tujuan yang akan dicapai oleh penulis. Apalagi dengan kelayakan dari penerbitan mayor.

Terdapat beberapa kriteria dalam penulisan. Tapi sebagian penerbit memiliki kriteria yang sama diantaranya:

- Editorial , memiliki pengaruh 10%  jadi untuk penulis pemula jangan merasa minder untuk menerbitkan buku.

- Peluang potensi pasar yang kuat. Jika trend nya bagus maka penerbit tidak akan sungkan untuk menerima naskah dari kita.

- Penulis harus memiliki keilmuan dan referensi yang jelas tentang tema yang akan ditulis.

- Reputasi penulis 10%. Sebenarnya sekarang kita bisa menggunakan media sosial untuk mempromosikan buku kita. Misalkan dengan mempublikasikan di Instagram, Facebook, Twiter, atau yang lainnya.

Jika ingin menjadi penulis lepas, maka penulis bisa menerbitkannya ke penerfbit indie.


MENJADI GURU INOVATIF

 MENJADI GURU INOVATIF


Apabila mendengar kata inovatif, maka yang ada dalam benak  adalah  bagaimana cara berfikir kita dalam mendapatkan solusi dan kreatifitas.  

Narasumber yaitu Sigit Suryono,S.Pd,M.Pd. Beliau seorang guru inovatif yang membagikan pegalamannya bagaimana menjadi guru Inovatif. 

Bagaikan film doraemon, film ysng memberikan insfitasi bahwa setiap permasalahan akan ada solusinya yaitu dengan memunculkannya alat-alat ajaib.

Setiap permasalah yang muncul akan bisa menjadi triger, pemicu bagi kita semua untuk bisa memecahkannya salah satunya adalah dengan melakukan inovasi.

Ilmu dasar yang digunakan dalam melalukan sebuah inovasi yaiut dengan ilmu yang diperoleh dari saat kita kecil sampai dewasa. Begitu juga dengan kehidupan kita, maka orang akan melakukan inovasi sesuai dengan masalahnya masing-masing. Setiap masalah tersebut akan menjadikan kita untuk belajar bagimana cara menghadapinya. Permasalahan akan bisa diatasi apabila kita memiliki ilmunya.

Oleh sebab itu ilmu itu sangat penting bagi kita semua untuk bisa melalukan inovasi.

Kunci  dari Inovasi

1. BELAJAR

Kunci dari seorang inovator  adalah "Belajar, belajar, dan belajar"

Darimana saja kita bisa belajar ? 

-  Hal pertama yang  dapat kita dapatkan  adalah  dari semua yang ada di dunia ini, Pertama yaitu dari        keluarga dari ayah bunda   yang menanamkan pendidikan sejak kita kecil, pengalaman berharga              pasti akan kita dapatkan dari   mereka.

-  Berkolaborasi dan saling menghargai akan kita dapatkan belajar dari  teman, masyarakat, dan                 lingkungan sekitar.  semua karya cipta dari mereka akan memunculkan ilmu dan problem solving           pada diri kita.

-  Saat sudah mulai sekolah kita akan mendapatkan banyak ilmu dari guru kita, dosen kita, dan tentu          sahabat sahabat kita. Mereka tempat kita menggali ilmu, tempat kita berdebat dan berdiskusi dengan      berbagai permasalahan, tempat mencurahkan isi hati, dan ilmu kita dalam menghadapi persoalan di        ruang kelas, maupun di ruang sosial kemasyarakatan.

-  Dunia kerja dan lingkungan kerja kita akan memunculkan inovasi-inovasi baru bagi diri kita karena        permasalahan yang ada. Saat kita berkerja dituntut untuk menyelesaikan berbagai masalah pekerjaan     kita, sebagai guru inovasi yang bisa kita munculkan ada di sekitar kita. Ada siswa, ada rekan guru,         ada kepala sekolah, ada pengawas, ada dinas pendidikan, ada peraturan pemerintah, ada lomba, ada       peningkatan kompetensi kepribadian, ada peningkatan kompetensi sosial, ada kompetensi pedagogik,     ada kompetensi profesional yang itu semua adalah ladang inovasi bagi kita.

Dunia kerja adalah tempat  kita bisa berkolaborasi,  masalah-masalah sering muncul sehingga kita perlu berinovasi untuk menggali ide lebih upaya pekerjaan kita menjadi nyaman, nenjadi lebih bermanfaat dan dapat dirasakan oleh banyak orang.

2. BERKOLABORASI 

Kunci berikutnya untuk menjadi seorang yang inovatif   adalah berkolaborasi.

Kolaborasi" penting sekali untuk mempercepat suatu proses inovasi. Dengan kolaborasi dengan rekan sejawat, guru-guru inovator yang lainnya apalagi dalam kumpulan teman-teman penulis sebuah karya akan bisa diselesaikan dengan lebih cepat daripada diselesaikan sendiri. Dengan kolorasi kita bisa saling mengingatkan, saling membantu dikala ada masalah, saling berbagi ide pemecahan masalah, saling menguatkan di kala susah, dan tentu saling menginspirasi untuk berinovasi.

3. BERBAGI 

Dengan berbagi  dengan orang lain, maka kita akam mendapatkan masukkan, bisa juga kritikkan hal ini dapat menjadikan kita bisa memperbaiki kualitas hasil inovasi yang sudah kita lakukan. Sehingga bisa memunculkan masalah  yang bisa kita pikirkan ide inovasi selanjutnya. itu, dengan berbagi kita bisa berbagi ilmu pengetahuan hasil inovasi yang sudah kita lakukan, dan semoga bisa bermanfaat bagi orang lain.

4. MENGINSFIRASI

Setelah belajar, berkolaborasi, dan berbagai maka Menginspirasi adalah satu kata multi makna.

Menginsfirasi artinya adalah kita mendapatkan surga di dunia. Dengan kita bisa menginsfirasi orang maka akan ada inovasi-inovasi berikutnya.

“Barang siapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barang siapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia celaka.” Dan “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.

Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemari maka dia orang yang beruntung dan ini adalah“Inovasi”. Kata kuncinya adalah orang yang lebih baik dari waktu sebelumnya. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, (inilah yang disebut dengan “inspirasi”).


Friday, December 4, 2020

TRIK MEMBUAT PERJALANAN PENUH MAKNA




Setiap orang pasti pernah melakukan perjalanan, baik perjalanan domestik ataupun perjalanan internasional. Perjalanan ini bisa bermakna apabila ditulis dan bissa dijadikan buku.

Trik ini disampaikan oleh narasumber kelas menulis on line. Narasumber bernama Bapak Taufik Hidayat, S.E, S.Si, M.Si. Beliau adalah seorang dosen dan penulis buku yang sudah keliling 70 negara dan 5 benua. Nama pena nya Taufik Uteks.

Kisah perjalanan bisa dijadikan tulisan yang menarik berbentuk artikel atau buku. Seperti yang dilakukan narasumber, beliau membagikan kisah  perjalanannya  dalam bentuk blog, majalah intisari, majalah garuda dan  juga menjadikannya sebuah buku.

                                                         beberapa buku karangan Taufik Uteks

Perjalanan yang sudah narasumber bukukan diantaranya Mengenbara ke masjid -masjid di pelosok dunia .. peniti media th 2015, 1001 Masjid di 5 benua  Mizan 2016,  Jejak langkah menuju Baitullah jilid 1-3. Thn 2020, Tanasya ke Masa Depan Jikid 1-2 serta artikel masjid niujie di Beijing dalam buku jejak langkah menuju Baitullah jilid ke 3.

Ada beberapa trik supaya perjalanan penuh makna, dengan membuat tulisan, Hal yang harus dilakukan adalah : 

1. Mengamati 

     Hal yang pertama yang dilakukan adalah mengamati perjalanan yang dilakukan. Ketahui sedikit banyaknya mengenai buday, bahasa, kebiasaa, dan sejarah tempat yang akan dikunjungi.

2. Membuat foto

 Dengan membuat foto, kita  bisa bercerita  yang ada . Bisa dengan memperhatikan secara detail keadaan ruangan arsitektur bangunan, siapa yang ada disana, suasana sekitar, cuaca dan sebagainya 

3. Diskusi wawancara

Melakukan diskusi wawancara akan menambah wawasan tentang negara atau daerah yang kita kunjungi. Bisa dilakukan kepada pemandu wisata atau orang-orang yang ada di daerah tersebut. 

4 .mencari informasi tambahan 

Informasi tentang suatu daerah bisa kita lakukan dengan cara membaca buku atau mencari bahan di internet. Informasi tambahan bisa juga dilakukan pada saat melakukan perjalanan tersebut. 

5. Mencari keunikan 

 Tiap daerah atau negara pasti memiliki keunikan. Apa yang menjadi keunikan tersebut kita jadikan bahan tulisan.

6 . Merangkum dalam tulisan

Setelah langkah-langkah diikuti, saatnya merangkum apa yang dilakukan dan dikerjakan kedalam bentuk tulisan. 

Gunakan  bahasa yang sederhana , sinpel namun menarik. Bisa juga dengan menambahkan percakapan atau dialog-dialog ringan supaya tulisan lebih menarik.

Perjalanan yang dibukukan bisa diambil dari tema apa yang akan  kita lakukan. Misalnya mengenai perjalanan ke masjid masjid . Satu demo satu artikel mengenai masjid dikumpulkan dan kalau sudah banyak bisa menjadi buku.

Motivasikan diri sendiri bahwa kita mampu untuk lebih baik dari sebelumnya dan selalu berpikir positif supaya lebih maju. Membuat perjalanan penuh makna yaitu dengan membuat tulisan perjalanan yang sudah dilakukan.

 

Wednesday, December 2, 2020

PENGALAMAN WARTAWAN SENIOR

 


Kegiatan kelas menulis on line kali ini memang berbeda, setidaknya untuk penulis. Tapi yang pasti keingian tetap menulis masih bergejolak. Kelas menulis kali ini menghadirkan narasumber Bapak Nur Aliem Halvaima,SH,MH seorang wartawan yang sangat luar biasa. Anak Bugis Makasar. dengan berbagai pengalaman serta prestasi yang diraihnya. 

Moderator yang tetap semangat memandu kegiatan kelas ini, yaitu bu Aam Nurhasanah. Selalu penuh semangat untuk mengantarkan peserta untuk mengikuti kegiatan ini. 

Narasumber malam ini yaitu Pa Nur Beliau aalah seseorang yang berprofesi sebagai wartawan  di Makasar. Kemudian menjadi korespondem Harian Terbit  (Pos Kota Grup) di Sulawesi Selatan. Di tahun 1984, beliau hijrah ke Jakarta bergabung menjadi redaktur media online www.possore.com.

Pengalamannya menjadi jurnalis sudah pasti banyak. Beliau juga memegang kartu wartawan utama dari dewan pers-PWI pusat yang diandalkan, menjadi wartawan Pempred Telescope versi majalah  dan on line 2020. Redaktur eksekutif possore 2015 s.d. sekarang. Editor surat kabar Harian Terbit (Pos Kota Group) 1981-2014. Pemred Vonis Tipikor versi majalah dan online 2014-2017. Pemred Corong versi majalah dan online 2019-2020. Serta menjadi redaktur Admin tamu sejumlahn media on line, majalah , tabloit 2014 sampai sekarang.

Pengalaman narasumber sebagai wartawan banyak memotivasi untuk lebih banyak mengenal dunia tulisan. Terdapat berbagai jenis tulisan, setiap tulisan berbeda pola penulisannya, baik menulis artikel bebas, menulis karangan ilmiah, skripsi, tesis atau disertasi.

Seorang wartawan media, tidak boleh memasukkan opini itu sudah format khusus atau standar bakunya. Media massa juga memperbolehkan selain wartawan untuk menulis dalam korannya, yaitu dalam rublik opini atau pembaca sesuai  sesuai kehalian dan bidang yang dikuasainya.

Setiap tulisan yang disampaikan kepada redaksi media, mendapatkan honorarium. Apalagi mereka yang ahli atau merupakan pakar dalam bidang tulisan tertentu. Bahkan ada yang menjadi penulis tetap dalam media tersebut. Media massa memiliki strandar masing-masing dalam memberi honorarium tergantung majalah apa yang menerbitkannya dan honornya sesuai standar yang telah ditetapkan oleh media tersebut.

Pada zaman digitalisasi seperti sekarang, banyak media cetak yang gulung tikar. Ini karena adanya teknologi yang semakin berkembang, sehingga bahan bacaan dialihkan ke digitalisasi sehingga pembaca lebih mudah  mengakses informasi di media elektronik. 

Kebiasaan narasumber membaca buku, dilatarbelakangi ayahnya yang bertanggung jawab untuk membagikan buku-buku ke sekolah, terutama Dikdas, pendidikan dasar daerah. Misalnya  buku impres dari berbagai jenis  buku bacaan, pelajaran, dongeng, cerita petualangan. 

Banyak didapatkan dengan banyak membaca diantaranya : 

1. Memperkaya perbendaharaan kata

2. Belajar EYD

3. Menambah wawasan, terutama bgmn format menulis: belajar nyusun pragfraf, huruf sambung dan         lain-lain, Yang lebih terasa lagi, dengan banyak membaca tulisan orang lain,.kita belajar style (gaya)     penulisan orang.

Dengan banyak membaca tulisan orang lain maka kita juga yang akan menulis memiliki gaya tersendiri untuk menulis. Yang pasti kita tidak boleh meng copy paste tulisan orang lain, sehingga tidak disebut sebagai plagiat. 

Temuka style kita sendiri dalam menulis, selama kita sering menulis maka kita akan menemukan sendiri gaya kita dalam kepenulisan. Seringlah berlatih menulis, jangan lelah untuk menulis. 

Ide menulispun bukan hanya dengan membaca saja tetapi bisa juga dengan menonton Tv, mendengarkan radio, atau membaca apa yang terjadi disekitar kita, sehingga ide dengan sendiri nya akan muncul. 

Kunci menulis versi narasumber adalah :

1. 3 D = ( Dialami, Disukai, Dikuasai) 

 2. PDLS = Peka Dengan Lingkungan Sekitar (KEPO)

 3. TBTO = Terus Belajar atau Baca (dari) Tulisan Orang

 4. TLMM = Terus Latihan Menulis di Media (Medsos)

5. TILM = Terus Ikut Lomba Menulis, sebagai uji coba sejauh mana kualitas tulisan kita

Semakin banyak hal yang kita pelajari dari narasumber hebat, semakin tertarik penulis mempelajari kepenulisan. Dengan berbagai kata kunci yang disampaikan, semoga selalu memotivasi untuk terus terampil menulis. 

Terima kasih

Tuesday, October 27, 2020

SOLUSI PENERBITAN BUKU

 


 Oktober 2020

Kelas pelatihan belajar menulis angkatan 16 sudah ke pertemuan 10. Semakin banyak hal yang di share di group kelas ini.

Bergabung di komunitas menulis, memang memaksakan saya untuk mencoba mengikuti histeria dari rekan se komunitas. Memotivasi diri untuk bisa menyelesaikan setiap resume yang diberikan di sela kesibukan, jadi teringat narasumber sebelumnya bu Nora yang mengatakan menulis diwaktu senggang itu biasa tapi menulis disela kesibukan itu istimewa. 

Malam ini kelas belajar menulis, ditemani moderator bu Aam Nurhasanah, dan narasumber  Raimundus Brian Prasetyawan,S.Pd. atau lebih di kenal dengan mas Brian. Anak muda yang sudah memiliki banyak karya.

Narasumber membagikan tips bagaimana kita harus mempersiapkan kumpulan resume untuk menjadi naskah buku.

Proses dari kelanjutan penerbitan buku apabila sudah menyelesaikan 20 resume.

Narasumber berbagi pengalaman tentang proses kepenulisan yang alaminya. Beliau sudah ngeblog sejak 2009. Namun keinginan untuk membuat buku baru muncul pada akhir 2013. Hal ini  beliau tuangkan dalam tulisannya. Yang dapat dibaca di link berikut:


Mentor merupakan pembimbing yang membimbing kita untuk bisa menulis. Mauk komunitas menulis merupaka solusi untuk bisa tetap eksis dalam menulis buku.  Narasumber mengatakan pada awalnya beliau vakum dalam kepenulisan karena terkendala oleh biaya penerbitan buku, apalagi saat itu masih kuliah dan tidak tau tempat untuk menerbitkan buku secara self publishing.

Namun akhirnya pada 2019 beliau mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. Matanya terbuka bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan dengan adanya penerbit indie. 

Diakhir oktober 2020, beliau mengirimkan naskah buku pertamanya ke salah satu penerbit Indie dan akhir tahun 2020 buku pertamanya terbit.
i



Bergabung dengan komunitas guru yang mempunyai hobi yang sama yaitu menulis, merupakan suatu kegembiraan. Apalagi ditambah pelatihan-pelatihan belajar menulis yang akan menambah pengalaman dalam bidang kepenulisan.

 Cara menerbitkan buku hasil kelas menulis diantarnya :
 
1. 20 tulisan resume digabung dalam satu file microsoft word. 
2. Settingan file microsoft word  disesuaikan dengan format penerbit
      a. Ukuran kertas A5 (14x20cm)
      b.Huruf times new roman, ukuran 12
      c.Spasi 1,5
      d. Margin 2 cm semua
      e.Paragraf rata kiri-kanan (justify)

 Kemudian masukkan juga kelengkapan naskah dalam file naskah kumpulan resume, kelengkapan naskah yaitu:

cover ( judul buku dan nama penulis saja), kata pengantar, daftar isi (tanpa nomor halaman), profil penulis, sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)

Urutannya:
Cover
Kata Pengantar
Daftar Isi
Isi naskah
Profil Penulis
Sinopsis
Jadi semuanya dalam satu file. Tidak dipisah-pisah menjadi beberpa file.

Fasilitas penulis mendapat fasilitas penerbitan denga penerbitan indie yaitu : desain cover, ISBN,layout,
edit ringan, 2 Buku bukti terbit dan E-Sertifikat.

Simpulan

Saat ini  menerbitkan buku semakin mudah. Tulisan apapun bisa diterbitkan. Bergabung dengan komunitas menulis akan menjadi kan kita lebih terarah dalam kepenulisan.

Semoga akan ada buku-buku yang bisa saya terbitkan kedepannya. Semangat menulis dan berbagi dengan yang lain.

Terima kasih

Monday, October 26, 2020

RAHASIA SUKSES TULISAN DIMUAT DI KORAN

 



Oktober 2020
 Resume pematihan Belajar menulis



Pertemuan Kelas On line belajar menulis bersama Om jay, sudah memasuki pertemuan yang ke-9.  Beriringan dengan waktu itu pula ternyata semakin tahu bahwa banyak penulis-penulis hebat yang bergabung di kelas menulis ini. 

Malam ini ditemani oleh moderator dari Aceh yaitu Ibu Fatimah, Serta dengan narasumber yang luar biasa karena beliau  memiliki segudang prestasi diantaranya  Juara Tingkat Nasional Guru Berprestasi Juara I, Guru Penerima penghargaan Internasional dari Thailand mewakili bangsa Indonesia tahun 2017, serta orang yang banyak pengalaman dalam tulis menulis di koran sehingga sudah 500 artikel dimuat dan 150 kartun. Beliau bernama Pa Encon Rahman.

Awal Karier Menulis 

Diawali dengan cerita awal mula beliau memulai tulisannya. Awal mula senang dengan dunia tulis menulis yaitu sejak SMP suka menempelkan tulisan-tulisannya di majalah dinding sekolah, hingga berlanjut ke tingkat SPG. 

Makin banyak karya yang ditempelkan di majalah dinding. Potensi ini dilihat oleh gurunya sehingga menyarankan untuk menulis di koran. Dimulai dari hal-hal yang sederhana maka beliau mengirimkan tulisannya ke koran Mitra Desa, salah satu koran yang  bernaung di bawah koran Pikiran rakyat. 

Apabila ingin menulis di media massa atau koran, maka alangkah baiknya bila diawali dengan mencari majalah atau koran lokal yang tidak memiliki saingan yang banyak setelah sudah sering baru mencoba ke majalah bertarap nasional. Untuk memotivasi sebaiknya dimulai dengan tulisan yang ringan.

Tulisan yang sudah dimuat di koran beliau simpan dengan rapih bahkan di klipingkan sebagai dokumentasi pribadinya, bahkan mesin tik yang menemaninya pun masih ada sebagai bukti sejarahnya dalam tulis menulis.

Pemenuhan kebutuhan finansial dapat terpenuhi, terbukti bahwa honornya sebagai penulis bisa membiayai kuliahnya sampai tamat tampa mengandalkan orang tua. Jarang ada anak muda yang begitu mandiri, sampai membiayai kuliahnya sendiri. 

Beliau kuliah di perguruan tinggu swasta UNPAS mengambil jurusan Bahasa Indonesia. Diawali dari motivasi yang disampaikan temannya  bahwa tidak ada artinya tulisan kita selalu dimuat di surat kabar jika tidak diimbangi dengan pendidikan karena semua itu tidak akan ada artinya. 

Akhirnya memutuskan untuk berkuliah untuk meningkatkan kwalitas penulisannya. Semakin banyak komunitas menulis yang beliau ikuti, sehingga dengan bergaulnya di komunitas menulis maka timbullah motivasi, kemampuan menulis yang meningkat, menambah ilmu serta semangat. maka ketika kita memiliki keinginan menulis, hobi menulis  maka carilah komunitas yang saling mendukung apa yang disukai. dengan bergabung dengan komunitas menulis maka akan timbulnya motivasi untuk menulis.

Tips Menulis di Koran 

1. Ketika bisa menulis punya keterampilan ini lanjutkan dan kembangkan

    Setiap orang memiliki keterampilan dalam menulis, untuk itu perlu diasah keterampilan tersebut. Terus menulis adalah salah satu cara untuk mengembangkan tulisan. 

2. Menulis di koran menghasilkan finansial yang cepat

Apabila ingin menghasilkan finansial yang cepat, maka menuliskah di koran. Karena dengan menulis di koran akan cepat untuk mendapatkan honor apabila tulisannya sudah dimuat.

3. Tahan banting untuk menulis di koran, Apabila tulisan belum dimuat maka jangan gampang menyerah karena mungkin ada beberapa hal yang belum sesuai. Oleh karena itu sebelum dikirimkan  harus intropeksi judul, tema yang diusung atau kesuaian gaya kepenulisan koran tersebut.

4. Istiqomah dalam menulis

Terkadang penulis pemula hanya mengirimkan satu kali tulisan ke koran, dan menunggu untuk diterbitkan. Padahal apabila ingin menulis maka seringlah menulis jangan menunggu. tulisan harus sering dikirim, setiap hari kirim dari banyak yang dikirim kita akan tembus ke koran. ketika kita mengkliping koran maka kita bisa mengambil tematik karya-karya orang lain. 

Koran itu industri tidak semudah menulis di blog, penulis  harus mengetahui dulu tekniknya. Keiginan-keinginan yang diinginkan oleh penerbit koran terssebut, sehingga dalam penulisan dalam koran ada seleksi terlebih dahulu sebelum penerbitannya. Gaya koran memiliki perbedaan. Model antara media massa yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda. Hal ini berkaitan dengan ruang yang disediakan oleh media massa tersebut.

Materi bimtek menulis artikel populer untuk surat kabar dan majalah agar bisa dimuat Panduan menulis artikel, Diantaranya terdiri dari :

- Materir kenalan :  awal pengertian artikel dan media massa

- Menyampaikan bagaimana cara menulis judul artikel yang menarik?

- Apa saja  syarat dan ketentuan penulisan judul artikel untuk koran dan majalah?

- Bagaimana Anatomi tulisan artikel dan jenis-jenis artikel untuk surat kabar dan majalah

- Apa saja sifat tulisan artikel yang dibutuhkan surat kabar dan majalah?

- Bagaimana caranya menggali ide tulisan artikel? 

- Bagaimana cara menguji ide untuk tulisan artikel agar dimuat pada koran dan majalah?

- Bagaimana cara mengumpulkan referensi untuk artikel?

- Bagaimana cara mulai menulis artikel untuk koran dan majalah?

- Bagaimana kiat praktis menulis intro artikel agar menarik?

- Bagaimana cara mengirim tulisan artikel ke koran dan majalah agar dimuat?

- Bagaimana tata krama cara mengirim artikel pada koran dan surat kabar?

- Apa saja identitas yang harus kita siapkan pada saat kita mengirim tulisan artikel pada koran dan majalah?

-Berapa jumlah kata dalam artikel untuk koran dan majalah agar dimuat

- Bagaimana caranya mengambil honor tulisan yang sudah dimuat di koran dan majalah?

-Bagaimana caranya mengetahui tulisan artikel kita dimuat atau tidak pada koran dan majalah

-Bagaimana etika mengirim artikel kepada tiga media yang sejenis?

-Bagaimana kiatnya agar artikel yang kita kirim selalu dimuat oleh redaksi surat kabar dan majalah

-Bagaimana caranya mengajukan artikel untuk angka kredit atau kenaikan tingkat

- Daftar alamat dan email surat kabar lokal dan nasional. 

- Praktik cara menulis artikel, bimbingan, revisi dan saran-saran cara menulis artikel yang layak muat untuk surat kabar dan majalah

Memang sangat menarik apa yang disampaikan oleh narasumber apalagi dalam kepenulisan artikel yang dimuat dalam koran memiliki nilai angka kredit. Apabila artikel dimuat di media massa tingkat nasional angka kreditnya 2. Sedangkan jika dimuat di media massa tingkat provinsi angka kreditnya 1,5. (Sumber buku 4 kemendikbud) 

Menurut narasumber dalam menulis terdapat beberapa level keterampilan menulis  diantaranya ada level rendah, sedang, tinggi. Menambah semangat tulisan level terendah itu menulis di blog, cara membuat buku antalogi, Menulis buku buku karya bersama buku solo, level tertinggi termasuk level solo, sedang buku karya bersama termasuk level sedang. Sedangkan di koran termasuk level sedang, karena menulis koran mudah tetapi yang sulit dimuatnya karena harus menyesuaikan diri dengan korannya,

Beberapa Tips supaya tulisan kita dimuat di koran diantaranya :

1. menguasai cara menulis judul artikel

2. menulis intro

3. menulis pembahasan dan menutup artikel 

4. ketika ada mentor melakukan langsung terjun langsung. perbaikan sengaja untuk mengetahui kelemahan supaya direkomendasikan untuk muat ke koran.

5. mengamati, mengaji, memperhatikan, dan tulisan -tulisan how to... bagaimana, mengikuti apa yang diinginkan oleh koran tersebut.

Beberapa hal yang harus dihindari dalam mengirimkan tulisan ke koran  yaitu mengirimkan satu tulisan dikirim ke beberapa majalah/ koran.

Ketika ingin terjun dalam penulis produktif karena niat ibadah karena Allah, amal zariah, mudah-mudahan tulisan kita lebih panjang dari usia kita.  penolong kita dari hal-hal yang belum kita lakukan dengan baik

Apapun pilihannya menulis di koran, buku atau yang lainnya menurut penulis yang terpenting adalah bagaimana kita menulis dengan penuh kesenangan.  Jangan jadikan menulis sebagai beban. Maka menulislah sesuai apa yang kalian sukai.

Terima kasih


Wednesday, October 21, 2020

MENGATASI KENDALA DALAM MENULIS

 

Rabu, 21 Oktober 2020



Gemericik hujan di kota Bandung, menemani kelas belajar menulis ku malam ini. seperti biasa diawali oleh Om Jay yang tetap memotivasi peserta untuk tetap semangat menulis, dengan moderator Mr.Bams yang memandu dengan santai dan terstruktur dan tentu saja menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidang menulis yaitu  Ibu Nora Purwa Yunita  yang memiliki banyak karya di tengah pandemi covid 19.

Dengan berbagai kesibukannya beliau masih sempat menulis dan membuat karya yang berupa buku dan juga beberapa artikel yang terbit di media cetak.

Buku solo berjudul kiat menulis modul berbasis riset hasil dari pengubahan tesis menjadi buku. Sangat menarik bisa mengubah tesisnya menjadi buku sehingga banyak hal yang harus disiapkan dalam menggali informasi dari tesisnya. 

Buku kedua yang beliau terbitkan yaitu seri ekoji academy kolaborasi dengan prof Eko berjudul Gamifikasi, belajar menyenangkan seasyik bermain game. Memang pencapaian yang luar biasa bisa diterbitkan di penerbit mayor. Basic yang dimiliki bu Nora sebagai guru kimia dimanfaatkan sangat baik oleh beliau, sehingga dapat melakukan percobaan-percobaan dengan siswanya sehingga siswa dapat belajar dengan menyenangkan.

Tak hanya itu beliau juga mengajak siswanya untuk dapat membuat karya, terbukti sedang digarapnya buku antalogi dengan siswanya yang berjudul aku dan corona. 

KENDALA  MENULIS DAN CARA MENGATASINYA

Tak dapat dipungkiri, memang masa pandemi mengganggu segala aktifitas yang biasa dilakukan. Beliau tidak memungkiri bahwa tantangan dalam menulis pasti ada diantaranya : 

1. Malas dan jenuh, tetapi semuanya bisa diatasi dengan melakukan refresing terlebih dahulu misalnya menonton tv atau membaca novel. Kemalasan dalam menulis jangan didiamkan berlarut-larut, karena nanti akan menimbulkan kemalasan. 

2. Krisis ide juga menjadi kendala untuk menulis, cara mengatasinya yaitu kita apapun yang kita rasakan dan pikirkan, dapat diubah menjadi sebuah tulisan, tidak ada yang  tidak bisa menulis, karena menulis  sama dengan berbicara. Bedanya hanya dituangkan lewat tulisan.

Beberapa contoh tulisan Bu Nora ketika menerapkan jurus pak Akbar Zainuddin

https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/eksotika-pantai-bandengan-jepara.html

https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/memahami-dunia-anak-lewat-tontonan.html

https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/06/menjadi-orang-tua-kedua.html

3. Perbendaharaan Diksi. Apabila dalam pemilihan diksi mengalami kesulitan, maka hal yang bisa dilakukan adalah dengan membaca artikel orang lain, membaca novel atau karya apa saja yang bisa memperkaya diksi.

4. Takut salah menulis. Untuk masalah EYD biasanya memang menjadi kendala dalam penulisan, tetapi kita bisa mengatasinya yaitu dengan cara menulis terus sampai selesai setelahnya selesai baru lakukan proses editing untuk memilih kaidah kebahasaan yang benar dan baik. Dengan demikian maka tulisan akan terwujud dengan bahasa yang baik.

Kesibukan jangan menjadi kendala untuk menulis, karena memanfaatkan waktu sebaik mungkin bisa kita lakukan apabila dalam diri kita ada  niat untuk menulis, tetentunya harus dipaksakan  setelah ada niat, paksaan baru  kemauan yang kuat untuk dapat menyelesaikan tulisan. 

Berkarya ketika waktu luang itu biasa, namun berkarya di tengah kesibukan yang luar biasa, itu baru istimewa.

Teringat sejenak pada peristiwa saya mengajak siswa untuk membuat antalogi buku. Memang tidak mudah, tetapi allhamdulilah dengan kemauan yang kuat akhirnya buku antalogi  bisa terwujud.  Semoga akan ada karya-karya berikutnya. 

Terima kasih


Perwakilan siswa dengan bunda literasi 


Berawal dari mimpi untuk bisa mewujudkan semua ini