Blog ini saya buatkan untuk media pembelajaran dan berbagi agar kita selalu senang belajar.
Followers
Friday, April 9, 2021
DASAR MENULIS
The Law of Repetition
Narasumber : Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H
Guru PPKn SMP Negeri 2 Nekamese, Kabupaten Kupang – NTT
Biasa di sapa Bunda Lilis Sutikno.
Dalam menulis, sebenarnya kunci sukses seorang penulis adalah rajin membaca. Dengan membaca maka akan banyak ide, gagasan serta bertambahnya kosa kata untuk penulis itu sendiri.
Sabda Nabi shalallahu 'alaihi wassalam,
وَاعْلَمُوا أَنَّ أَحَبَّ الْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ
“Dan ketahuilah bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Muslim 2818)
Hal yang paling mendasar dalam menulis adalah bagaimana kita terus-menerus mengungkapkan kalimat dalam bentuk tulisan.
Ingat hukum pengulangan "The Law of Repetition"
Dengan perubahan kecil 1% menghasilkan perbedaan besar.
Sering kali kita meyakinkan diri bahwa kesuksesan yang besar menuntut aksi yang besar pula. Kita memberi diri sendiri beban berat untuk membuat perubahan seakan akan mengguncang bumi atau membuat terkenal.
Perbaikan 1% sesuatu tak terasa -kadang malah tak terlihat-, perbaikan 1% dilakukan secara berlanjut dalam waktu lama bisa sangat dahsyat menentukan perubahan.
Matematikanya begini, jika kita bisa 1% lebih baik setiap hari dalam setahun, akhirnya kita akan 37 kali lebih baik pada penghujung tahun. Sebaliknya, jika kita 1% lebih buruk setiap hari dalam setahun, kita akan memburuk hampir menjadi nol.
Perbaikan 1% menjadi kebiasaan
Dan jadikan kebiasaan dari waktu ke waktu
Kebiasaan adalah bunga majemuk dalam perbaikan diri. Pengaruh kebiasaan menjadi berlipat-lipat sewaktu diulang-ulang kebiasaan itu, ingat hukum pengulangan (the law of repetition).
Perubahan yang dihasilkan pada suatu hari tertentu mungkin terkesan kecil, tapi dampak yang terjadi setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun bisa dahsyat.
Apa yang terjadi hari ini terhadap diri kita adalah akumulasi kebiasaan berulang selama dua, lima atau sepuluh tahun yang lalu.
Sehinga penting memilih yang 1% lebih baik atau 1% lebih buruk setiap hari, karena dalam rentang waktu yang akan datang pilihan tersebut menentukan perbedaan antara siapa kita sekarang dan siapa kita nanti.
Sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari, bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup. Dengan menulis sedikit demisedikit lama-lama akan menjadi bukit dan menghasilkan banyak buku.
Kelas WA bisa dijadikan ajang untuk bersilaturahmi dengan para penulis lainnya, bisa saling memotivasi untuk senantiasa selalu menulis. Dengan semangat juang 45 dan semangat juang R.A. Kartini pelopor wanita di Indonesia. Beliau yang baru bisa menulis 1 buku dan dalam waktu 3 bulan Buku yang tercetak seribu buku itu habis terjual. Akhirnya bisa memberikan motivasi kepada rekan-rekannya untuk bisa menulis buku yang ber ISBN. Selain membuat buku tunggal juga memberikan motivas untuk membuat buku antalogi.
Melibatkan banyak orang dalam menulis buku hingga menjadi endoremen buku serta menjadi editor buku. Beliau sebagai penulis dari AGUPENA NTT dan besar bersama PGRI Pusat Om Jay. Terima kasih Om Banyak yang meragukan ketrampilan menulis belum paham betul sudah menjadi editor buku, tetapi saya terus kawal untuk sahabat literasi menjadi penulis handal dan professional.
Terkadang memulai menulis menjadi kendala, tapi banyak tpik yang bisa diambil dalam menulis misalnya kisah inspiratif karena menurut beliau menulis itu semudah ceplok telor. Jadi tergantung kita mau menulis apa. Belajar menulis semudah ceplok telur adalah Quote beliau kepada penulis pemula.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebut, pengetahuan merupakan jalan untuk menemukan Tuhan. Karena itu kata Viktor, harus ada restorasi dalam dunia pendidikan agar dapat menghasilkan manusia-manusia NTT yang berkualitas. Hal itu disampaikan Viktor, saat memberikan sambutan pada acara Hari Ulang Tahun ke-9 SMPN 6 Nekamese dan Peluncuran Buku Karya Murid dan Para Guru di Halaman SMPN 6 Nekamese, Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang, Sabtu (15/8/2020).
“Pengetahuan adalah hal paling penting. Bahkan itulah inti dari hidup. Orang tanpa pengetahuan, sesungguhnya dia tidak pernah hidup. Karena Allah adalah sumber pengetahuan, awal dan akhir pengetahuan. Jadi yang namanya pendidikan adalah satu-satunya jalan supaya menemukan Allah,"tandasnya. Menurut Viktor, orang yang punya iman teguh pasti mencintai pengetahuan dan rajin membaca. Dengan pengetahuan sebut Viktor, manusia mampu membangun imajinasi yang membuatnya jadi orang hebat dan berkualitas. Viktor mengatakan, ada empat hal yang menentukan kesuksesan hidup yakni spritualitas atau keyakinan teguh, pengetahuan, punya jaringan atau networking serta kesehatan yang prima.
Pendidikan lanjutnya, punya peranan penting dalam membentuk keempat hal tersebut. “Karena itu saya sangat serius, paksa dan dorong agar orang mengikuti pendidikan. Pendidikan harus dibangun dalam semangat restorasi. Mengembalikan cara berpikir manusia supaya tidak hanya tahu (know) tapi juga mengerti,"ujar Viktor. "Mengapa sesuatu itu begini dan bukan begitu, itulah pendidikan yang hakiki. Pendidikan harus bisa antar peserta didik untuk buktikan kebenaran dari sesuatu atau aspek epistemogis dan nilai kegunaan atau aksiologisnya. Dalam berpengetahuan, kita harus sampai pada level itu,” sambungnya.
Langkah seribu diawali dari langkah pertama
Tuesday, March 30, 2021
KUNCI SUKSES MENULIS
4. Tidak mudah menyerah
Banyak orang yang menyerah akan menulis. Setelah mencoba menulis setelah mentok maka menyerah menulis. Maka bagi mereka yang tak mudah menulis akan berhasil. Butuh komitmen didalamnya untuk menulis.
Forum bimbingan teknis sangat penting, tapi itu hanya bersifat ekternal. Terus menulis sedikit apapun dan sederhana apapun maka apabila penuh komitmen maka buku demi buku akan dihasilkan. TErus berjuang untuk dapat menulis.
5. Berjejaring
Dengan sesama penulis., penerbit, orang yang berkompeten dalam kepenulisan. Lewat komunikasi, lewat silaturrahim, ada banyak hal yang kadang tidak terduga .Merawat jaringan karena dengan banyaknya jaringan maka dunia menulis tidak akan sepi gagasan
6. Menulis Sebanyak-banyaknya
Dalam teori motivasi Hukum 10.000 jam. Orang yang sudah melaksanakan aktifitas secara biasa akan lebih ringan dari menulis. Semakin banyak menulis peluang sukses akan lebih banyak.
Mari kita gaungkan literasi di masa pandemi, jadilah guru mulia karena karya.
KESEMPATAN KEDUA
Tuesday, March 23, 2021
BELAJAR DARI KEGAGALAN
Pada tanggal 20 Nopember 2020, Bapak Sigit Suryono,S.Pd, M.Pd termasuk 5 besar guru inovatif yang diselenggarakan oleh Kemdikbud. Merupakan anugrah terindah di hari ulang tahunnya dan ini merupakan ultah ke dua mendapatkan apresiasi dari kemdikbud. untuk yang pertama saat menjadi Guru berprestasi menjadi juara 1 tingkat nasional.
Beliau mengungkapkan sebenarnya keberhasilan yang diperoleh saat ini tidak terlepas dari kegagalan yang dilaluinya di masa lalu. Beliau mengatakan bahwa masa lalu nya penuh dengan kegagalan, terpinggirkan, dan juga bukanlan orang yang menonjol.
Orang tuanya berprofesi sebagai guru SD . Bapak dan ibunya sangat disiplin dalam membimbing dan mengawasiku untuk belajar. Rangking satu selalu ke raih saat SD, namun bertolak belakang saat SMP maksimal rangking 24 dari 44 siswa dalam satu kelas, bahkan pernah di 43, 41, dan 39.... masa yang sulit. Namun persahabatan di SMP sampai saat ini masih membekas tidak mengenal rangking, dan status sosial. Saat SMA rangkingku pun jauh dari asa.... maksimal pernah rangking 8 yang lainnya diatas 20.....
Di Kampuspun bahkan aku hampir DO saat kuliah S1 Pendidikan Fisika di UNY dan lulus 7 tahun, pernah dapat IPK 1,28 malu juga kalau lihat saat belajar jadi siswa. setelah selesai S1. Kemudian langsung melanjutkan ke S2 mengambil jurusan TP mungkin inilah era merasakan jadi orang hebat saat bisa menyelesaikan dengan waktu 33 bulan dengan IPK 3,8 dengan hasil cumlaude yang merubah cara pikir dan pandangannya.
" Orang akan sukses jika dia fokus dan senang dengan apa yang dikerjakannya"
"Orang akan sukses jika bisa fokus pada bidang yang dia bisa ditekuni dan dilakukan inovasi terus menerus...."
Pengalaman gagal saat dimasa sekolah sapmai kuliah di S1 benar-benar membekas dan itu mempengaruhi cara mengajarku pada anak-anak. Beliau termasuk orang yang tidak membeda-bedakan anak karena prestasi akademiknya. Malah cenderung sebagai motivator bagi mereka karena pengalam hidupnya saat SMP jadi juara 3 dari belakang
Saat saya menjadi guru SMP Negeri 1 Wonosari tahun 2005 , saat itu baru menempus S2 dan hampir selesai saya lulus S2 tahun 2006, dan setelah lulus S2 fokus pada pekerjaan di SMP Negeri 1 Wonosari sebagai guru IPA dan Guru TIK.
Dengan mengajar menjadikan sering melakukan kolaborasi dengan siswa untuk melakukan riset tentang pembuatan media, maupun tentang berbagai model pembelajaran sehingga pengalaman dalam membuat media menjadi lebih terlatih. Tahun 2006 saat pertama kali memiliki kenangan saat ikut kompetisi Simposium tingkat Propinsi DIY yang isinya orang-orang hebat semua mereka Pengurus MGMP disemua mapel, sementara beliau guru baru, yang mendapat sampur untuk ikut kegiatan tersebut dikarenakan menggantikan guru disekolahku yang mengundurkan diri.
Bertemu dengan orang-orang hebat menjadikannya banyak belajar. Dengan menyimak orang-orang heb at maka membuatlah catatan kecil bagaimana orang berbicara, presentasi, dan menyampaikan ide dan pemikiran dan gagasan ilmiah dalam kegiatan tersebut. Dalam simposium ini beliau masuk peringkat terakhir dari semua peserta lomba untuk mapel IPA.
Dengan berbekal pengalaman lomba itu, maka tahun berikutnya menjadi langganan untuk mengikuti berbagai lomba tingkat nasional ada 7 kali lomba yang saya ikut sebelum gupres tahun 2015 yang tentu bisa di tebak hasilnya adalah "gagal" dan "kalah".
Setiap even lomba tersebut "gagal" baik dari sisi presentasi, fokus presentasi, cara presentasi, membuat presentasi yang efektif, dan seterusnya. Setelah tahun 2015 sampai tahun 2020 setiap even lomba yang diikut bisa meraih hasil sesuai dengan harapan.
Tahun 2011 bertemu dengan Omjay, dan mas Agus Sampurna di Even Evaluasi pelaksanaan Rumah belajar di Bogor. Saat itu adalah saat belum tau omjay itu seperti apa. Bercakap banyak dengan omjay dan omjay memberi hadian sebuah buku yang judulnya "Menjagi Guru Tangguh Berhati Cahaya" saat itu belum banyak catatan portofolio yang tersusun rapi namun memiliki banyak blog karena memang sejak tahun 2005 mengajar blog ke siswa SMP.
Dari pertemuan itu muncul keingian memiliki web yang digunakan untuk mencatan seluruh aktifitas yang bisa dijadikan portofolio perjalan sebagai pendidik, peneliti, pengembang media pembelajaran, dan sebgainya. Tahun 2012 akhirnya memiliki seluruh catatan aktifitas ilmiah yang dicatat di web yaitu http://www.ciget.info
Web inilah yang mengantarkannya bisa meraih mimpi menjadi juara 1 Guru Prestasi di tahun 2015, kemudian menjadi Duta Rumah Berlajar terinteraktif tahun 2018, Duta Sains PPPPTKIPA, Sarjana Adi Manggala Bidang Pendidikan dari UNY dan terakhir adalah menjadi Guru Inovatis SMP Tahun 2020.
Beberapa Faktor supaya berhasil adalah
1. Fokus,
2. Senang meneliti,
3. Mencatat semua aktifitas ilmiah di Blog
Sains agar bisa dicintai oleh siswa adalah dengan cara membelajarkan dari lingkungan di sekitar anak, dan sering melakukan pembelajaran dengan beraneka model, kadang pretikum, kadang menggunakan MPI, kadang menggunaan android, dan yang jelas pembelajaran tidak boleh monoton..
" Pelajarilah kenapa kita gagal" , Cacatlah sumber kegagalah, dan Perbaikilah di masa yang akan datang. pasti suatu saat akan sukses dan akan bisa jitu saat mengikuti setiap event kompetisi yang kita hadapi".
MEMBANGKITKAN MOTIVASI MENULIS
Bapak Suparno adalah seorang kepala sekolah berprestasi sukses dalam memajukan geliat literasi. Beliau lahir di Magetan, 25 Juli 1966. Alumni D3 IKIP Surabaya, S1 Wima Madiun, S2 Unipa Surabaya .Sebagai PNS sejak 1992, diangkat KS tahun 2016 hingga sekarang.
Banyak prestasi yang telah beliau raih diantaranya Guru Prestasi juara 2 tingkat Kabupaten dan menjadi narasumber Nasional guru pembelajar th 2016 s.d 2018 .
Karya-karyanya sudah banyak, diantaranya : Modul BK tahun 1996, Buku Excel tahun 1997, Buku Panduan Pranatacara, Autobiografi Perjuangan Hidupku 2018, Masalah Bk di SEKOLAH 2019, Antologi puisi Adiwiyata 2019, Catatan harian seorang Kepala Sekolah 2020, Catatan seorang Kepala Sekolah 2020, Langkah jitu menjadi penulis hebat 2020, Haru biru hijrah meraih berkah (Antologi), Lulus Corona (proses cetak). Selain itu beliau juga menulis di Pemred Majalah Tramedia th 2004 sd 2010 dan Pemred Majalah Pena Mageti 2018 sd. 2020.
Selalu menulis setiap hari yaitu sejak ikut GWA menulis, motivasi akan melejit pesat, menulis menjadikan suatu kegiatan yang menyenangkan, yang menghibur dan menulis bisa meningkatkan kecerdasan seseorang.
Salah satu cara untuk mengasah otak untuk kecerdasan kita yaitu dengan menulis setiap hari. Menulis bisa membuat orang terkenal. Menulis bisa mendatangkan uang, menulis bisa merubah masa depan Dengan menulis bisa mendapatkan pahala , misal tulisan yang memotivasi orang-orang untuk beribadah, Membaca Al Qur'an, berinfaq, sodaqoh, beraklaq mulia dan sebagainya. Dengan menulis nama kita akan dikenang banyak orang ketika kita sudah tiada
Banyak hal yang dapat kita tulis, diantaranya menulis motivasi, motivasi belajar, motivasi bekerja, motivasi menulis, motivasi beribadah, motivasi tegar dalam menjalani hidup ini, menulis catatan perjalanan, Catatan suatu kejadian atau peristiwa. Yang berada disekitar kita itu yang ditulis.
Semangat menulis itu bisa dibangkitkan apabila kita
1. Bergabung dengan grup penulis .
2. Berguru kepada penulis hebat
3. Berteman dengan penulis
4. Membaca tulisan penulis hebat .
5. Membaca tulisan teman.
Friday, March 19, 2021
JANGAN LELAH UNTUK MENULIS
Malam ini Om Jay dan Ibu Kanjeng guru kami dalam menulis on line sedang sakit. Kami peserta selalu mendo'aka beliau supaya bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Tetapi dalam sakitnya mereka tetap memotivasi kami untuk terus menulis, bahkan luar biasanya Om Jay meluncurkan buku dengan judul "Agar PJJ tak Membosankan".
Moderator yang selalu menemani kami belajar yaitu bu Aam Nurhasanah, seperti biasa memperkenalkan narasumber yang akan membagikan pengalamannya dalam menulis. Dengan penuh antusias dan semangat beliau memaparkan siapa narasumber hebat yang akan menemani kami malam ini.
Narasumber yaitu Ibu Rita Wati, S.Kom. Beliau adalah salah satu alumni grup belajar menulis gelombang 10. Beliau mengajar di SMP Negeri 2 Mendoyo. Kab.Jembrana Provinsi Bali. Selain menjadi pengajar, beliau juga sebagai operator, whiter, korator serta bloger.
Keinginan narasumber sebenarnya sudah sejak lama yaitu pada tahun 2001 tetapi masih tidak mengetahui mulai dari mana untuk menulis. Kemudian muncul kembali tahun 2005, karena menjaga stand bazar buku, di tahun yang sama mencoba membuat blog. Tetapi karena harus ke warnet untuk menulis blog maka menulispun tak ada jejaknya lagi. Selanjutnya tahun 2011 kembali lagi membuat blog. Seperti keinginan semula ingin memiliki jejak digital. Bulan pertama saya bisa memposting 6 tulisan, bulan berikutnya semakin berkurang 3 tulisan semakin lama kembali blog saya abaikan.
Awal prestasi diraih narasumber saat kegalauan beliau di tahun 2013 dengan mata pelajaran TIK yang dihapuskan, sehingga narasumber mengikuti lomba English Essay di UNDIKSHA dengan tema kurikulum 2013, dengan mengungkapkan kegalauannya sebagai guru mata peajaranl TIK yang dihilangkan akibatnya siswa akan mengalami buta teknologi. Jika pun ada yang mampu menggunakan secara otodidak jumlahnya hanya terbatas. Dalam lomba tersebut narasumber menjadi finalis, dimana hampir semua peserta dari guru Bhs Inggris.
Setiap orang pasti memiliki motivasi yang berbeda-beda. Yang paling penting bagaimana memperhatikan tujuan yang akan dicapai oleh penulis. Apalagi dengan kelayakan dari penerbitan mayor.
Terdapat beberapa kriteria dalam penulisan. Tapi sebagian penerbit memiliki kriteria yang sama diantaranya:
- Editorial , memiliki pengaruh 10% jadi untuk penulis pemula jangan merasa minder untuk menerbitkan buku.
- Peluang potensi pasar yang kuat. Jika trend nya bagus maka penerbit tidak akan sungkan untuk menerima naskah dari kita.
- Penulis harus memiliki keilmuan dan referensi yang jelas tentang tema yang akan ditulis.
- Reputasi penulis 10%. Sebenarnya sekarang kita bisa menggunakan media sosial untuk mempromosikan buku kita. Misalkan dengan mempublikasikan di Instagram, Facebook, Twiter, atau yang lainnya.
Jika ingin menjadi penulis lepas, maka penulis bisa menerbitkannya ke penerfbit indie.
MENJADI GURU INOVATIF
MENJADI GURU INOVATIF
Apabila mendengar kata inovatif, maka yang ada dalam benak adalah bagaimana cara berfikir kita dalam mendapatkan solusi dan kreatifitas.
Narasumber yaitu Sigit Suryono,S.Pd,M.Pd. Beliau seorang guru inovatif yang membagikan pegalamannya bagaimana menjadi guru Inovatif.
Bagaikan film doraemon, film ysng memberikan insfitasi bahwa setiap permasalahan akan ada solusinya yaitu dengan memunculkannya alat-alat ajaib.
Setiap permasalah yang muncul akan bisa menjadi triger, pemicu bagi kita semua untuk bisa memecahkannya salah satunya adalah dengan melakukan inovasi.
Ilmu dasar yang digunakan dalam melalukan sebuah inovasi yaiut dengan ilmu yang diperoleh dari saat kita kecil sampai dewasa. Begitu juga dengan kehidupan kita, maka orang akan melakukan inovasi sesuai dengan masalahnya masing-masing. Setiap masalah tersebut akan menjadikan kita untuk belajar bagimana cara menghadapinya. Permasalahan akan bisa diatasi apabila kita memiliki ilmunya.
Oleh sebab itu ilmu itu sangat penting bagi kita semua untuk bisa melalukan inovasi.
Kunci dari Inovasi
1. BELAJAR
Kunci dari seorang inovator adalah "Belajar, belajar, dan belajar"
Darimana saja kita bisa belajar ?
- Hal pertama yang dapat kita dapatkan adalah dari semua yang ada di dunia ini, Pertama yaitu dari keluarga dari ayah bunda yang menanamkan pendidikan sejak kita kecil, pengalaman berharga pasti akan kita dapatkan dari mereka.
- Berkolaborasi dan saling menghargai akan kita dapatkan belajar dari teman, masyarakat, dan lingkungan sekitar. semua karya cipta dari mereka akan memunculkan ilmu dan problem solving pada diri kita.
- Saat sudah mulai sekolah kita akan mendapatkan banyak ilmu dari guru kita, dosen kita, dan tentu sahabat sahabat kita. Mereka tempat kita menggali ilmu, tempat kita berdebat dan berdiskusi dengan berbagai permasalahan, tempat mencurahkan isi hati, dan ilmu kita dalam menghadapi persoalan di ruang kelas, maupun di ruang sosial kemasyarakatan.
- Dunia kerja dan lingkungan kerja kita akan memunculkan inovasi-inovasi baru bagi diri kita karena permasalahan yang ada. Saat kita berkerja dituntut untuk menyelesaikan berbagai masalah pekerjaan kita, sebagai guru inovasi yang bisa kita munculkan ada di sekitar kita. Ada siswa, ada rekan guru, ada kepala sekolah, ada pengawas, ada dinas pendidikan, ada peraturan pemerintah, ada lomba, ada peningkatan kompetensi kepribadian, ada peningkatan kompetensi sosial, ada kompetensi pedagogik, ada kompetensi profesional yang itu semua adalah ladang inovasi bagi kita.
Dunia kerja adalah tempat kita bisa berkolaborasi, masalah-masalah sering muncul sehingga kita perlu berinovasi untuk menggali ide lebih upaya pekerjaan kita menjadi nyaman, nenjadi lebih bermanfaat dan dapat dirasakan oleh banyak orang.
2. BERKOLABORASI
Kunci berikutnya untuk menjadi seorang yang inovatif adalah berkolaborasi.
Kolaborasi" penting sekali untuk mempercepat suatu proses inovasi. Dengan kolaborasi dengan rekan sejawat, guru-guru inovator yang lainnya apalagi dalam kumpulan teman-teman penulis sebuah karya akan bisa diselesaikan dengan lebih cepat daripada diselesaikan sendiri. Dengan kolorasi kita bisa saling mengingatkan, saling membantu dikala ada masalah, saling berbagi ide pemecahan masalah, saling menguatkan di kala susah, dan tentu saling menginspirasi untuk berinovasi.
3. BERBAGI
Dengan berbagi dengan orang lain, maka kita akam mendapatkan masukkan, bisa juga kritikkan hal ini dapat menjadikan kita bisa memperbaiki kualitas hasil inovasi yang sudah kita lakukan. Sehingga bisa memunculkan masalah yang bisa kita pikirkan ide inovasi selanjutnya. itu, dengan berbagi kita bisa berbagi ilmu pengetahuan hasil inovasi yang sudah kita lakukan, dan semoga bisa bermanfaat bagi orang lain.
4. MENGINSFIRASI
Setelah belajar, berkolaborasi, dan berbagai maka Menginspirasi adalah satu kata multi makna.
Menginsfirasi artinya adalah kita mendapatkan surga di dunia. Dengan kita bisa menginsfirasi orang maka akan ada inovasi-inovasi berikutnya.
“Barang siapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barang siapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia celaka.” Dan “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.
Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemari maka dia orang yang beruntung dan ini adalah“Inovasi”. Kata kuncinya adalah orang yang lebih baik dari waktu sebelumnya. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, (inilah yang disebut dengan “inspirasi”).
Friday, December 4, 2020
TRIK MEMBUAT PERJALANAN PENUH MAKNA
Setiap orang pasti pernah melakukan perjalanan, baik perjalanan domestik ataupun perjalanan internasional. Perjalanan ini bisa bermakna apabila ditulis dan bissa dijadikan buku.
Trik ini disampaikan oleh narasumber kelas menulis on line. Narasumber bernama Bapak Taufik Hidayat, S.E, S.Si, M.Si. Beliau adalah seorang dosen dan penulis buku yang sudah keliling 70 negara dan 5 benua. Nama pena nya Taufik Uteks.
Kisah perjalanan bisa dijadikan tulisan yang menarik berbentuk artikel atau buku. Seperti yang dilakukan narasumber, beliau membagikan kisah perjalanannya dalam bentuk blog, majalah intisari, majalah garuda dan juga menjadikannya sebuah buku.
Ada beberapa trik supaya perjalanan penuh makna, dengan membuat tulisan, Hal yang harus dilakukan adalah :
1. Mengamati
Hal yang pertama yang dilakukan adalah mengamati perjalanan yang dilakukan. Ketahui sedikit banyaknya mengenai buday, bahasa, kebiasaa, dan sejarah tempat yang akan dikunjungi.
2. Membuat foto
Dengan membuat foto, kita bisa bercerita yang ada . Bisa dengan memperhatikan secara detail keadaan ruangan arsitektur bangunan, siapa yang ada disana, suasana sekitar, cuaca dan sebagainya
3. Diskusi wawancara
Melakukan diskusi wawancara akan menambah wawasan tentang negara atau daerah yang kita kunjungi. Bisa dilakukan kepada pemandu wisata atau orang-orang yang ada di daerah tersebut.
4 .mencari informasi tambahan
Informasi tentang suatu daerah bisa kita lakukan dengan cara membaca buku atau mencari bahan di internet. Informasi tambahan bisa juga dilakukan pada saat melakukan perjalanan tersebut.
5. Mencari keunikan
Tiap daerah atau negara pasti memiliki keunikan. Apa yang menjadi keunikan tersebut kita jadikan bahan tulisan.
6 . Merangkum dalam tulisan
Setelah langkah-langkah diikuti, saatnya merangkum apa yang dilakukan dan dikerjakan kedalam bentuk tulisan.
Gunakan bahasa yang sederhana , sinpel namun menarik. Bisa juga dengan menambahkan percakapan atau dialog-dialog ringan supaya tulisan lebih menarik.
Perjalanan yang dibukukan bisa diambil dari tema apa yang akan kita lakukan. Misalnya mengenai perjalanan ke masjid masjid . Satu demo satu artikel mengenai masjid dikumpulkan dan kalau sudah banyak bisa menjadi buku.
Motivasikan diri sendiri bahwa kita mampu untuk lebih baik dari sebelumnya dan selalu berpikir positif supaya lebih maju. Membuat perjalanan penuh makna yaitu dengan membuat tulisan perjalanan yang sudah dilakukan.
Wednesday, December 2, 2020
PENGALAMAN WARTAWAN SENIOR
Kegiatan kelas menulis on line kali ini memang berbeda, setidaknya untuk penulis. Tapi yang pasti keingian tetap menulis masih bergejolak. Kelas menulis kali ini menghadirkan narasumber Bapak Nur Aliem Halvaima,SH,MH seorang wartawan yang sangat luar biasa. Anak Bugis Makasar. dengan berbagai pengalaman serta prestasi yang diraihnya.
Moderator yang tetap semangat memandu kegiatan kelas ini, yaitu bu Aam Nurhasanah. Selalu penuh semangat untuk mengantarkan peserta untuk mengikuti kegiatan ini.
Narasumber malam ini yaitu Pa Nur Beliau aalah seseorang yang berprofesi sebagai wartawan di Makasar. Kemudian menjadi korespondem Harian Terbit (Pos Kota Grup) di Sulawesi Selatan. Di tahun 1984, beliau hijrah ke Jakarta bergabung menjadi redaktur media online www.possore.com.
Pengalamannya menjadi jurnalis sudah pasti banyak. Beliau juga memegang kartu wartawan utama dari dewan pers-PWI pusat yang diandalkan, menjadi wartawan Pempred Telescope versi majalah dan on line 2020. Redaktur eksekutif possore 2015 s.d. sekarang. Editor surat kabar Harian Terbit (Pos Kota Group) 1981-2014. Pemred Vonis Tipikor versi majalah dan online 2014-2017. Pemred Corong versi majalah dan online 2019-2020. Serta menjadi redaktur Admin tamu sejumlahn media on line, majalah , tabloit 2014 sampai sekarang.
Pengalaman narasumber sebagai wartawan banyak memotivasi untuk lebih banyak mengenal dunia tulisan. Terdapat berbagai jenis tulisan, setiap tulisan berbeda pola penulisannya, baik menulis artikel bebas, menulis karangan ilmiah, skripsi, tesis atau disertasi.
Seorang wartawan media, tidak boleh memasukkan opini itu sudah format khusus atau standar bakunya. Media massa juga memperbolehkan selain wartawan untuk menulis dalam korannya, yaitu dalam rublik opini atau pembaca sesuai sesuai kehalian dan bidang yang dikuasainya.
Setiap tulisan yang disampaikan kepada redaksi media, mendapatkan honorarium. Apalagi mereka yang ahli atau merupakan pakar dalam bidang tulisan tertentu. Bahkan ada yang menjadi penulis tetap dalam media tersebut. Media massa memiliki strandar masing-masing dalam memberi honorarium tergantung majalah apa yang menerbitkannya dan honornya sesuai standar yang telah ditetapkan oleh media tersebut.
Pada zaman digitalisasi seperti sekarang, banyak media cetak yang gulung tikar. Ini karena adanya teknologi yang semakin berkembang, sehingga bahan bacaan dialihkan ke digitalisasi sehingga pembaca lebih mudah mengakses informasi di media elektronik.
Kebiasaan narasumber membaca buku, dilatarbelakangi ayahnya yang bertanggung jawab untuk membagikan buku-buku ke sekolah, terutama Dikdas, pendidikan dasar daerah. Misalnya buku impres dari berbagai jenis buku bacaan, pelajaran, dongeng, cerita petualangan.
Banyak didapatkan dengan banyak membaca diantaranya :
1. Memperkaya perbendaharaan kata
2. Belajar EYD
3. Menambah wawasan, terutama bgmn format menulis: belajar nyusun pragfraf, huruf sambung dan lain-lain, Yang lebih terasa lagi, dengan banyak membaca tulisan orang lain,.kita belajar style (gaya) penulisan orang.
Dengan banyak membaca tulisan orang lain maka kita juga yang akan menulis memiliki gaya tersendiri untuk menulis. Yang pasti kita tidak boleh meng copy paste tulisan orang lain, sehingga tidak disebut sebagai plagiat.
Temuka style kita sendiri dalam menulis, selama kita sering menulis maka kita akan menemukan sendiri gaya kita dalam kepenulisan. Seringlah berlatih menulis, jangan lelah untuk menulis.
Ide menulispun bukan hanya dengan membaca saja tetapi bisa juga dengan menonton Tv, mendengarkan radio, atau membaca apa yang terjadi disekitar kita, sehingga ide dengan sendiri nya akan muncul.
Kunci menulis versi narasumber adalah :
1. 3 D = ( Dialami, Disukai, Dikuasai)
2. PDLS = Peka Dengan Lingkungan Sekitar (KEPO)
3. TBTO = Terus Belajar atau Baca (dari) Tulisan Orang
4. TLMM = Terus Latihan Menulis di Media (Medsos)
5. TILM = Terus Ikut Lomba Menulis, sebagai uji coba sejauh mana kualitas tulisan kita
Semakin banyak hal yang kita pelajari dari narasumber hebat, semakin tertarik penulis mempelajari kepenulisan. Dengan berbagai kata kunci yang disampaikan, semoga selalu memotivasi untuk terus terampil menulis.
Terima kasih
Tuesday, October 27, 2020
SOLUSI PENERBITAN BUKU
Monday, October 26, 2020
RAHASIA SUKSES TULISAN DIMUAT DI KORAN
Pertemuan Kelas On line belajar menulis bersama Om jay, sudah memasuki pertemuan yang ke-9. Beriringan dengan waktu itu pula ternyata semakin tahu bahwa banyak penulis-penulis hebat yang bergabung di kelas menulis ini.
Malam ini ditemani oleh moderator dari Aceh yaitu Ibu Fatimah, Serta dengan narasumber yang luar biasa karena beliau memiliki segudang prestasi diantaranya Juara Tingkat Nasional Guru Berprestasi Juara I, Guru Penerima penghargaan Internasional dari Thailand mewakili bangsa Indonesia tahun 2017, serta orang yang banyak pengalaman dalam tulis menulis di koran sehingga sudah 500 artikel dimuat dan 150 kartun. Beliau bernama Pa Encon Rahman.
Awal Karier Menulis
Diawali dengan cerita awal mula beliau memulai tulisannya. Awal mula senang dengan dunia tulis menulis yaitu sejak SMP suka menempelkan tulisan-tulisannya di majalah dinding sekolah, hingga berlanjut ke tingkat SPG.
Makin banyak karya yang ditempelkan di majalah dinding. Potensi ini dilihat oleh gurunya sehingga menyarankan untuk menulis di koran. Dimulai dari hal-hal yang sederhana maka beliau mengirimkan tulisannya ke koran Mitra Desa, salah satu koran yang bernaung di bawah koran Pikiran rakyat.
Apabila ingin menulis di media massa atau koran, maka alangkah baiknya bila diawali dengan mencari majalah atau koran lokal yang tidak memiliki saingan yang banyak setelah sudah sering baru mencoba ke majalah bertarap nasional. Untuk memotivasi sebaiknya dimulai dengan tulisan yang ringan.
Tulisan yang sudah dimuat di koran beliau simpan dengan rapih bahkan di klipingkan sebagai dokumentasi pribadinya, bahkan mesin tik yang menemaninya pun masih ada sebagai bukti sejarahnya dalam tulis menulis.
Pemenuhan kebutuhan finansial dapat terpenuhi, terbukti bahwa honornya sebagai penulis bisa membiayai kuliahnya sampai tamat tampa mengandalkan orang tua. Jarang ada anak muda yang begitu mandiri, sampai membiayai kuliahnya sendiri.
Beliau kuliah di perguruan tinggu swasta UNPAS mengambil jurusan Bahasa Indonesia. Diawali dari motivasi yang disampaikan temannya bahwa tidak ada artinya tulisan kita selalu dimuat di surat kabar jika tidak diimbangi dengan pendidikan karena semua itu tidak akan ada artinya.
Akhirnya memutuskan untuk berkuliah untuk meningkatkan kwalitas penulisannya. Semakin banyak komunitas menulis yang beliau ikuti, sehingga dengan bergaulnya di komunitas menulis maka timbullah motivasi, kemampuan menulis yang meningkat, menambah ilmu serta semangat. maka ketika kita memiliki keinginan menulis, hobi menulis maka carilah komunitas yang saling mendukung apa yang disukai. dengan bergabung dengan komunitas menulis maka akan timbulnya motivasi untuk menulis.
Tips Menulis di Koran
1. Ketika bisa menulis punya keterampilan ini lanjutkan dan kembangkan
Setiap orang memiliki keterampilan dalam menulis, untuk itu perlu diasah keterampilan tersebut. Terus menulis adalah salah satu cara untuk mengembangkan tulisan.
2. Menulis di koran menghasilkan finansial yang cepat
Apabila ingin menghasilkan finansial yang cepat, maka menuliskah di koran. Karena dengan menulis di koran akan cepat untuk mendapatkan honor apabila tulisannya sudah dimuat.
3. Tahan banting untuk menulis di koran, Apabila tulisan belum dimuat maka jangan gampang menyerah karena mungkin ada beberapa hal yang belum sesuai. Oleh karena itu sebelum dikirimkan harus intropeksi judul, tema yang diusung atau kesuaian gaya kepenulisan koran tersebut.
4. Istiqomah dalam menulis
Terkadang penulis pemula hanya mengirimkan satu kali tulisan ke koran, dan menunggu untuk diterbitkan. Padahal apabila ingin menulis maka seringlah menulis jangan menunggu. tulisan harus sering dikirim, setiap hari kirim dari banyak yang dikirim kita akan tembus ke koran. ketika kita mengkliping koran maka kita bisa mengambil tematik karya-karya orang lain.
Koran itu industri tidak semudah menulis di blog, penulis harus mengetahui dulu tekniknya. Keiginan-keinginan yang diinginkan oleh penerbit koran terssebut, sehingga dalam penulisan dalam koran ada seleksi terlebih dahulu sebelum penerbitannya. Gaya koran memiliki perbedaan. Model antara media massa yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda. Hal ini berkaitan dengan ruang yang disediakan oleh media massa tersebut.
Materi bimtek menulis artikel populer untuk surat kabar dan majalah agar bisa dimuat Panduan menulis artikel, Diantaranya terdiri dari :
- Materir kenalan : awal pengertian artikel dan media massa
- Menyampaikan bagaimana cara menulis judul artikel yang menarik?
- Apa saja syarat dan ketentuan penulisan judul artikel untuk koran dan majalah?
- Bagaimana Anatomi tulisan artikel dan jenis-jenis artikel untuk surat kabar dan majalah
- Apa saja sifat tulisan artikel yang dibutuhkan surat kabar dan majalah?
- Bagaimana caranya menggali ide tulisan artikel?
- Bagaimana cara menguji ide untuk tulisan artikel agar dimuat pada koran dan majalah?
- Bagaimana cara mengumpulkan referensi untuk artikel?
- Bagaimana cara mulai menulis artikel untuk koran dan majalah?
- Bagaimana kiat praktis menulis intro artikel agar menarik?
- Bagaimana cara mengirim tulisan artikel ke koran dan majalah agar dimuat?
- Bagaimana tata krama cara mengirim artikel pada koran dan surat kabar?
- Apa saja identitas yang harus kita siapkan pada saat kita mengirim tulisan artikel pada koran dan majalah?
-Berapa jumlah kata dalam artikel untuk koran dan majalah agar dimuat
- Bagaimana caranya mengambil honor tulisan yang sudah dimuat di koran dan majalah?
-Bagaimana caranya mengetahui tulisan artikel kita dimuat atau tidak pada koran dan majalah
-Bagaimana etika mengirim artikel kepada tiga media yang sejenis?
-Bagaimana kiatnya agar artikel yang kita kirim selalu dimuat oleh redaksi surat kabar dan majalah
-Bagaimana caranya mengajukan artikel untuk angka kredit atau kenaikan tingkat
- Daftar alamat dan email surat kabar lokal dan nasional.
- Praktik cara menulis artikel, bimbingan, revisi dan saran-saran cara menulis artikel yang layak muat untuk surat kabar dan majalah
Memang sangat menarik apa yang disampaikan oleh narasumber apalagi dalam kepenulisan artikel yang dimuat dalam koran memiliki nilai angka kredit. Apabila artikel dimuat di media massa tingkat nasional angka kreditnya 2. Sedangkan jika dimuat di media massa tingkat provinsi angka kreditnya 1,5. (Sumber buku 4 kemendikbud)
Menurut narasumber dalam menulis terdapat beberapa level keterampilan menulis diantaranya ada level rendah, sedang, tinggi. Menambah semangat tulisan level terendah itu menulis di blog, cara membuat buku antalogi, Menulis buku buku karya bersama buku solo, level tertinggi termasuk level solo, sedang buku karya bersama termasuk level sedang. Sedangkan di koran termasuk level sedang, karena menulis koran mudah tetapi yang sulit dimuatnya karena harus menyesuaikan diri dengan korannya,
Beberapa Tips supaya tulisan kita dimuat di koran diantaranya :
1. menguasai cara menulis judul artikel
2. menulis intro
3. menulis pembahasan dan menutup artikel
4. ketika ada mentor melakukan langsung terjun langsung. perbaikan sengaja untuk mengetahui kelemahan supaya direkomendasikan untuk muat ke koran.
5. mengamati, mengaji, memperhatikan, dan tulisan -tulisan how to... bagaimana, mengikuti apa yang diinginkan oleh koran tersebut.
Beberapa hal yang harus dihindari dalam mengirimkan tulisan ke koran yaitu mengirimkan satu tulisan dikirim ke beberapa majalah/ koran.
Ketika ingin terjun dalam penulis produktif karena niat ibadah karena Allah, amal zariah, mudah-mudahan tulisan kita lebih panjang dari usia kita. penolong kita dari hal-hal yang belum kita lakukan dengan baik
Apapun pilihannya menulis di koran, buku atau yang lainnya menurut penulis yang terpenting adalah bagaimana kita menulis dengan penuh kesenangan. Jangan jadikan menulis sebagai beban. Maka menulislah sesuai apa yang kalian sukai.
Terima kasih
Wednesday, October 21, 2020
MENGATASI KENDALA DALAM MENULIS
Rabu, 21 Oktober 2020
Gemericik hujan di kota Bandung, menemani kelas belajar menulis ku malam ini. seperti biasa diawali oleh Om Jay yang tetap memotivasi peserta untuk tetap semangat menulis, dengan moderator Mr.Bams yang memandu dengan santai dan terstruktur dan tentu saja menghadirkan narasumber yang ahli dalam bidang menulis yaitu Ibu Nora Purwa Yunita yang memiliki banyak karya di tengah pandemi covid 19.
Dengan berbagai kesibukannya beliau masih sempat menulis dan membuat karya yang berupa buku dan juga beberapa artikel yang terbit di media cetak.
Buku solo berjudul kiat menulis modul berbasis riset hasil dari pengubahan tesis menjadi buku. Sangat menarik bisa mengubah tesisnya menjadi buku sehingga banyak hal yang harus disiapkan dalam menggali informasi dari tesisnya.
Buku kedua yang beliau terbitkan yaitu seri ekoji academy kolaborasi dengan prof Eko berjudul Gamifikasi, belajar menyenangkan seasyik bermain game. Memang pencapaian yang luar biasa bisa diterbitkan di penerbit mayor. Basic yang dimiliki bu Nora sebagai guru kimia dimanfaatkan sangat baik oleh beliau, sehingga dapat melakukan percobaan-percobaan dengan siswanya sehingga siswa dapat belajar dengan menyenangkan.
Tak hanya itu beliau juga mengajak siswanya untuk dapat membuat karya, terbukti sedang digarapnya buku antalogi dengan siswanya yang berjudul aku dan corona.
KENDALA MENULIS DAN CARA MENGATASINYA
Tak dapat dipungkiri, memang masa pandemi mengganggu segala aktifitas yang biasa dilakukan. Beliau tidak memungkiri bahwa tantangan dalam menulis pasti ada diantaranya :
1. Malas dan jenuh, tetapi semuanya bisa diatasi dengan melakukan refresing terlebih dahulu misalnya menonton tv atau membaca novel. Kemalasan dalam menulis jangan didiamkan berlarut-larut, karena nanti akan menimbulkan kemalasan.
2. Krisis ide juga menjadi kendala untuk menulis, cara mengatasinya yaitu kita apapun yang kita rasakan dan pikirkan, dapat diubah menjadi sebuah tulisan, tidak ada yang tidak bisa menulis, karena menulis sama dengan berbicara. Bedanya hanya dituangkan lewat tulisan.
Beberapa contoh tulisan Bu Nora ketika menerapkan jurus pak Akbar Zainuddin
https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/eksotika-pantai-bandengan-jepara.html
https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/05/memahami-dunia-anak-lewat-tontonan.html
https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/06/menjadi-orang-tua-kedua.html
3. Perbendaharaan Diksi. Apabila dalam pemilihan diksi mengalami kesulitan, maka hal yang bisa dilakukan adalah dengan membaca artikel orang lain, membaca novel atau karya apa saja yang bisa memperkaya diksi.
4. Takut salah menulis. Untuk masalah EYD biasanya memang menjadi kendala dalam penulisan, tetapi kita bisa mengatasinya yaitu dengan cara menulis terus sampai selesai setelahnya selesai baru lakukan proses editing untuk memilih kaidah kebahasaan yang benar dan baik. Dengan demikian maka tulisan akan terwujud dengan bahasa yang baik.
Kesibukan jangan menjadi kendala untuk menulis, karena memanfaatkan waktu sebaik mungkin bisa kita lakukan apabila dalam diri kita ada niat untuk menulis, tetentunya harus dipaksakan setelah ada niat, paksaan baru kemauan yang kuat untuk dapat menyelesaikan tulisan.
Berkarya ketika waktu luang itu biasa, namun berkarya di tengah kesibukan yang luar biasa, itu baru istimewa.
Teringat sejenak pada peristiwa saya mengajak siswa untuk membuat antalogi buku. Memang tidak mudah, tetapi allhamdulilah dengan kemauan yang kuat akhirnya buku antalogi bisa terwujud. Semoga akan ada karya-karya berikutnya.
Terima kasih






















