Malam ini Om Jay dan Ibu Kanjeng guru kami dalam menulis on line sedang sakit. Kami peserta selalu mendo'aka beliau supaya bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Tetapi dalam sakitnya mereka tetap memotivasi kami untuk terus menulis, bahkan luar biasanya Om Jay meluncurkan buku dengan judul "Agar PJJ tak Membosankan".
Moderator yang selalu menemani kami belajar yaitu bu Aam Nurhasanah, seperti biasa memperkenalkan narasumber yang akan membagikan pengalamannya dalam menulis. Dengan penuh antusias dan semangat beliau memaparkan siapa narasumber hebat yang akan menemani kami malam ini.
Narasumber yaitu Ibu Rita Wati, S.Kom. Beliau adalah salah satu alumni grup belajar menulis gelombang 10. Beliau mengajar di SMP Negeri 2 Mendoyo. Kab.Jembrana Provinsi Bali. Selain menjadi pengajar, beliau juga sebagai operator, whiter, korator serta bloger.
Keinginan narasumber sebenarnya sudah sejak lama yaitu pada tahun 2001 tetapi masih tidak mengetahui mulai dari mana untuk menulis. Kemudian muncul kembali tahun 2005, karena menjaga stand bazar buku, di tahun yang sama mencoba membuat blog. Tetapi karena harus ke warnet untuk menulis blog maka menulispun tak ada jejaknya lagi. Selanjutnya tahun 2011 kembali lagi membuat blog. Seperti keinginan semula ingin memiliki jejak digital. Bulan pertama saya bisa memposting 6 tulisan, bulan berikutnya semakin berkurang 3 tulisan semakin lama kembali blog saya abaikan.
Awal prestasi diraih narasumber saat kegalauan beliau di tahun 2013 dengan mata pelajaran TIK yang dihapuskan, sehingga narasumber mengikuti lomba English Essay di UNDIKSHA dengan tema kurikulum 2013, dengan mengungkapkan kegalauannya sebagai guru mata peajaranl TIK yang dihilangkan akibatnya siswa akan mengalami buta teknologi. Jika pun ada yang mampu menggunakan secara otodidak jumlahnya hanya terbatas. Dalam lomba tersebut narasumber menjadi finalis, dimana hampir semua peserta dari guru Bhs Inggris.
Setiap orang pasti memiliki motivasi yang berbeda-beda. Yang paling penting bagaimana memperhatikan tujuan yang akan dicapai oleh penulis. Apalagi dengan kelayakan dari penerbitan mayor.
Terdapat beberapa kriteria dalam penulisan. Tapi sebagian penerbit memiliki kriteria yang sama diantaranya:
- Editorial , memiliki pengaruh 10% jadi untuk penulis pemula jangan merasa minder untuk menerbitkan buku.
- Peluang potensi pasar yang kuat. Jika trend nya bagus maka penerbit tidak akan sungkan untuk menerima naskah dari kita.
- Penulis harus memiliki keilmuan dan referensi yang jelas tentang tema yang akan ditulis.
- Reputasi penulis 10%. Sebenarnya sekarang kita bisa menggunakan media sosial untuk mempromosikan buku kita. Misalkan dengan mempublikasikan di Instagram, Facebook, Twiter, atau yang lainnya.
Jika ingin menjadi penulis lepas, maka penulis bisa menerbitkannya ke penerfbit indie.


No comments:
Post a Comment