Followers

Friday, March 19, 2021

JANGAN LELAH UNTUK MENULIS

 


Malam ini Om Jay dan Ibu Kanjeng guru kami dalam menulis on line sedang sakit. Kami peserta  selalu mendo'aka beliau supaya bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Tetapi dalam sakitnya mereka tetap memotivasi kami untuk terus menulis, bahkan luar biasanya Om Jay meluncurkan buku dengan judul "Agar PJJ tak Membosankan".

Moderator yang selalu menemani kami belajar yaitu  bu Aam Nurhasanah,  seperti  biasa memperkenalkan narasumber yang akan membagikan pengalamannya dalam menulis. Dengan penuh antusias dan semangat beliau memaparkan siapa narasumber hebat yang akan menemani kami malam ini.

Narasumber yaitu Ibu Rita Wati, S.Kom. Beliau adalah salah satu alumni grup belajar menulis gelombang 10. Beliau mengajar di SMP Negeri 2 Mendoyo. Kab.Jembrana Provinsi Bali. Selain menjadi pengajar, beliau juga sebagai operator, whiter, korator serta bloger.

Motonya yaitu " Setelah kesulitan pasti ada kemudahan dan Belajar Sepanjang hayat."  Seperti yang tercantum dalam surah Al Insyirah ayat 5 

                                                        فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً- إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

 " Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". 

Belajar sepanjang hayat " LIfe Long Education" . Moto yang sangat menarik dengan terus belajar, seseorang tidak akan ketinggalan zaman dan dapat memperbarui pengetahuannya, 

Keinginan narasumber sebenarnya sudah sejak lama yaitu pada tahun 2001 tetapi masih tidak mengetahui mulai dari mana untuk menulis. Kemudian muncul kembali tahun 2005, karena menjaga stand bazar buku, di tahun yang sama mencoba membuat blog. Tetapi karena harus ke warnet untuk menulis blog maka menulispun tak ada jejaknya lagi. Selanjutnya tahun 2011 kembali lagi membuat blog. Seperti keinginan semula ingin memiliki jejak digital. Bulan pertama saya bisa memposting 6 tulisan, bulan berikutnya semakin berkurang 3 tulisan semakin lama kembali blog saya abaikan.

Awal prestasi diraih narasumber saat kegalauan beliau di tahun 2013 dengan mata pelajaran TIK yang dihapuskan, sehingga narasumber mengikuti lomba  English Essay  di UNDIKSHA dengan tema kurikulum 2013, dengan mengungkapkan kegalauannya sebagai guru mata peajaranl TIK yang dihilangkan akibatnya siswa akan mengalami buta teknologi. Jika pun ada yang mampu menggunakan secara otodidak jumlahnya hanya terbatas.  Dalam lomba tersebut narasumber  menjadi finalis, dimana hampir semua peserta dari guru Bhs Inggris. 



Motivasi setiap penulis berbeda-beda.  Berikut ada 4 motivasi mengapa harus menulis : 

1. Orientasi pada Profit
    Penulis dari awal berniat menulis untuk mencari keuntungan, menambah income atau sebagai sumber mata pencaharian. Hal ini wajar, yang terpenting penulis harus mengikuti trend pasar dan keinginan penerbit. Jika penulis menulis sesuai seleranya maka tidak akan sulit mendapatkan profit.

2. Nirlaba atau tidak mencari keuntungan 
    Penulis  hanya sekadar  mengapresiasikan hobinya. Menuliskan peristiwa atau kejadian secara singkat misalnya peristiwa alam atau biogarafi, Jika tulisannya seperti ini maka akan sulit diterima oleh penerbit mayor. sehingga tulisan seperti ini bisa dicetak sendiri, dibaca sendiri atau  ditawarkan kepada teman-temannya.

3. Branding atau Promosi
        Motivasi berikutnya yaitu sebagai branding untuk menaikan pamor seseorang apabila sudah memiliki karya. Sehingga terkesal lebih profesional.

4. Memenuhi regulasi akreditasi
            Peraturan baru yang mengatur kenaikan pangkat jabatan fungsional guru ( guru dan kepala sekolah) telah terbit, yakni Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi.  Birokrasi (Permen PANRB) No.16 Tahun 2009 tanggal 10 November 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, dan peraturan bersama Mendiknas dan Kepala BKN Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 Tahun 2010 tanggal 6 mei 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka kreditnya. Kenaikan pangkat ini yang mewajibkan seseorang untuk menulis.

       Setiap   orang pasti memiliki motivasi yang berbeda-beda. Yang paling penting bagaimana memperhatikan tujuan yang akan dicapai oleh penulis. Apalagi dengan kelayakan dari penerbitan mayor.

Terdapat beberapa kriteria dalam penulisan. Tapi sebagian penerbit memiliki kriteria yang sama diantaranya:

- Editorial , memiliki pengaruh 10%  jadi untuk penulis pemula jangan merasa minder untuk menerbitkan buku.

- Peluang potensi pasar yang kuat. Jika trend nya bagus maka penerbit tidak akan sungkan untuk menerima naskah dari kita.

- Penulis harus memiliki keilmuan dan referensi yang jelas tentang tema yang akan ditulis.

- Reputasi penulis 10%. Sebenarnya sekarang kita bisa menggunakan media sosial untuk mempromosikan buku kita. Misalkan dengan mempublikasikan di Instagram, Facebook, Twiter, atau yang lainnya.

Jika ingin menjadi penulis lepas, maka penulis bisa menerbitkannya ke penerfbit indie.


No comments:

Post a Comment