Followers

Sunday, May 29, 2022

3.2.a.9. Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya


Tujuan Pembelajaran Khusus: 
1.  CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.
2.  CGP mampu membuat rencana perubahan secara rinci dengan menggunakan format BAGJA.

Penugasan Mandiri:

a. Sintesis berbagai materi


Pada sesi pembelajaran kali ini, Anda diberikan tantangan untuk membuat kesimpulan dan juga koneksi antara semua materi yang telah diberikan dalam modul ini dengan materi lainnya selama mengikut proses Pelatihan Guru Penggerak.

Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran  dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah. 

Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungannya pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.  

Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti proses Pelatihan Guru Penggerak.

Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.

Komunikasi kan hasil kesimpulan Anda dengan cara apapun yang bisa Anda pilih sendiri. Unggah lah bagan atau artikel ini sesuai petunjuk dibagian bawah.

Jawaban:

Setelah saya mempelajari modul 3.2 tentang pimimpin pembelajaran dan pengelolaan sumber daya, saya mendapat banyak pengetahuan, yang dapat saya simpulkan :  

  • Sekolah merupakan ekosistem pendidikan yang merupakan sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dengan faktor abiotik (unsur tak hidup) dan keduanya harus memiliki hubungan yang harmonis dan selaras.
  • Terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam mengelola sumber daya yaitu            Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking)  akan memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja.  Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang negatif.  Kita harus bisa mengatasi semua kekurangan atau yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih.  Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang yang terbiasa untuk merasa tidak nyaman dan curiga yang ternyata dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar.  Pendekatan  berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri.  Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.
  • Pemimpin pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya adalah adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk mengenali, menggali, menganalisis, dan memetakan potensi sumber daya/7 aset utama (pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid yang berkualitas.) daerah/ sekolahnya dengan pendekatan berbasis aset (Asset Based Thinking), selanjutnya memanfaatakan dan memberdayakan aset-aset tersebut seoptimal mungkin untuk mewujudkan perubahan dalam pembelajaran yang berpihak pada murid.
  • Strategi pengelolaan sumber daya menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (Asset-Based Community Development/ABCD).
Cara saya mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah adalah dengan fokus pada aset dan kekuatan yang dimiliki sekolah, pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid yang berkualitas, memperhatikan potensi murid, mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan), merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan, melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan. Hal yang dilakukan adalah mengopltimalkan kekuatan yang dimiliki sekolah sebagai aset utama diantaranya pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid yang berkualitas.

Hubungan modul 3.2 dengan materi lain



Modul 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan KHD

Tujuan pendidikan menurut Filosofi KHD adalah menuntut segala kekuatan kodrat pada anak agar mereka mencapai kebahagiaan dan keselamatan termasuk ke dalam berfikir berbasis aset atau kekuatan dan selalu berpikiran positif terhadap anak.

Guru harus cerdas dalam mengelola dan menggali kemampuan anak sesuai dengan kodratnya agar dapat nyaman dan bahagia dalam proses pembelajaran, Serta mengembangkan potensi yang dimiliki setiap anak.

Modul 1.2  Nilai dan peran Guru Penggerak

Nilai guru penggerak, mandiri, berpihak kepada murid, kolaboratif, reflektif dan inovatif. Hubungannya dengan pengelolaan sumber daya sekolah adalah seorang guru mampu mengeksplanasi serta mampu mengoptimalkan nilai dan perannya menjadi seorang pemimpin yang mampu mengelola aset atau kekuatan yang ada di sekolah agar tetap sasaran dan tepat guna.

Modul 1.3 Tentang Visi guru Penggerak

Untuk mewujudkan visi Guru Penggerak. Kita dapat  memetakan   kekuatan  yaitu terdiri dari 7 aset yang ada di sekitar sekolah agar kita bisa membuat pembelajaran yang berpihak pada murid dan mencapai visi Guru Penggerak dan sekaligus tentunya mencapai visi misi sekolah. 

Modul 1.4 Budaya Positif

Budaya positif yang dikembangkan harus sesuai dengan kekuatan aset yang dimiliki. Kita dapat menerapkan budaya positif dengan cara berpikir positif sehingga dapat menerapkan budaya positif di sekolah.

Modul 2.1 Tentang pembelajaran berdiferensiasi

Mengelola sumber daya sesuai bakat dan minat murid sehingga diperoleh pembelajaran yang berkualitas sehingga pembelajaran berpusat kepada murid.

Modul 2.2 Tentang pembelajaran sosial emosional

Setiap pengambilan keputusan dalam mengelola sumber daya memerlukan pembelajaran sosial emosional yang dapat menanggulangi STRES ketika dihadapkan dalam berbagai persoalan berkaitan dengan pengelolaan aset.

Modul 2.3 Coaching

Coaching sangat diperlukan untuk menggali suatu permasalahan dan potensi siswa untuk menemukan solusi yang terjadi berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya. 


Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin Pembelajaran

Keberhasilan dari seorang pemimpin adalah mengemban salah satu tugas tersulit yaitu pengambilan keputusan yang  benar. Keputusan yang diambil haruslah  dengan menerapkan 3 paradigma dan 4 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan sehingga apapun yang menjadi keputusan sudah dapat dipertanggung jawabkan. 

Hubungan antara sebelum dan sesudah saya mengikuti pelatihan terkait modul 3.2

Sebelum mempelajari modul ini yang saya pikirkan adalah lebih banyak melihat dari segi permasalahan ( berbasis masalah) mencari kekurangan apa yang ada di sekolah tanpa memikirkan kekuatan yang ada sehingga yang ada dipemikiran saya apa yang masih perlu diperbaiki, program kerja  apa yang belum berjalan,  mengapa ada hambatan yang terjadi, dan solusi apa yang akan dilakukan.  Namun, tidak jarang juga aset sekolah dapat di manfaatkan untuk menjadi kekuatan supaya suatu program kerja berhasil dilaksanakan.  Misalnya memanfaatkan modal manusia (guru, murid, dan warga sekolah) supaya program kerja dapat terlaksana dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas aset yang ada di sekolah.

Setelah mempelajari modul ini saya berusaha mengubah mindset  dengan mengubah cara pandang saya terhadap sesuatu hal  dari pendekatan berbasis masalah menjadi selalu berpikir positif  akan aset atau kekuatan  yang sudah dimiliki.  Berkomunikasi, kolaborasi  dengan komunitas untuk dapat menggali kekuatan aset  dan berusaha untuk memanfaatkan aset tersebut untuk menjadi sumber pembelajaran.

b. Rancangan tindakan

Prakarsa Perubahan 

Membudayakan murid senang ber Literasi

Buat rancangan dengan model BAGJA


 

PRAKARSA PERUBAHAN

Tahapan

Pertanyaan

Daftar tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban

B-uat pertanyaan (Define)

  • Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang;
  • Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan

 

 

·   Apa yang harus saya lakukan supaya murid         senang dengan budaya literasi ?

 

·   Bagaimana murid supaya terbiasa berliterasi ?

 

 

·   Mengapa murid harus terbiasa berliterasi?

 

 

           Membentuk TLS ( Tim Literasi sekolah) yang akan membuat suatu rencana, kegiatan dan evaluasi dalam kegiatan literasi sekolah.

         Memberikan motivasi dan pembentukan kebiasaan berliterasi.

 

           Supaya memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas tentang segala hal yang ingin dipelajari.

A-mbil pelajaran (Discover)

  • Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi;
  • Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsu.

 

 

·      Apa saja potensi murid sehingga bisa meningkatkan literasinya?

 

·      Bagaimana cara mengimplementasikan supaya murid senang berliterasi ?

  

         Kemauan murid untuk  meningkatkan kompetensi dalam berliterasi.


           Melaksanakan kegiatan yang dapat mewujudkan siswa senang berliterasi misalnya membaca 1 menit sebelum jam pelajaran, melaksanakan pelatihan menulis.

G-ali mimpi (Dream)

  • Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud;

 

 

  • Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja).

 

 

·      Harapan apa yang ingin diraih bila murid senang berliterasi ?

 

 

 

·      Siapa yang akan dilibatkan dalam berkolaborasi untuk mewujudkan gerakan literasi?

 

 

            Harapan yang akan diraih adalah murid  mempunyai skill ketrampilan untuk membaca, dan menulis yang akan berguna di jenjang Pendidikan selanjutnya atau di tempat kerja.

           

       Yang akan berkolaborasi dalam kegiatan ini adalah kepala sekolah, Wakil kepala sekolah, Wali Kelas, dan TIM Literasi.

J-abarkan rencana (Design)

  • Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian;
  • Menyusun definisi kesuksesan pencapaian

 

 

·      Langkah apa saja yang akan dilakukan untuk mewujudkan gerakan liteasi sekolah?

 

·      Apa indikator keberhasilan pelaksanaan gerakan literasi?


                Melaksanakan kegiatan

1.   Tahap pembiasaan misalnya membaca 1 menit sebelum atau sesudah jam pelajaran,

2.  Tahap pengembangan dengan cara memberikan kesempatan  murid  untuk menyampaikan apa yang sudah dibaca kepada temannya di luar jam pelajaran.

3.  Tahap pembelajaran. Dengan melaksanakan kegiatan pelatihan menulis, membuat bulletin sekolah atau membuat buku.

 

A-tur eksekusi (Deliver)

  • Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan;

 

  • Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi)

·         Siapakah yang terlibat dan apa perannya masing-masing dalam mewujudkan rencana ini?

 

 

 

 

         Apa bentuk refleksi yang dilakukan murid dalam  kegiatan literasi ?

Yang terlibat adalah

           Kepala sekolah sebagai pimpinan managemen sekolah

           Wakasek  yang akan mendukung rencana ini

           Wali kelas untuk berkolaborasi dalam melakukan tagihan

          Tim Literasi sebagai mengontrol  terlakasananya kegiatan gerakan literasi

 

Refleksi yang dilakukan murid dalam kegiatan adalah

          Tim Literasi menyediakan kolom refleksi untuk ditulis oleh murid untuk mengetahui kendala kesulitan murid dalam berliterasi


Demikian koneksi antar materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya yang saya sampaikan.  Semoga bisa diaplikasikan dalam aksi nyata. 

Terima kasih...

Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak... 


Monday, May 23, 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 20 Pendidikan Guru penggerak

 Bismillah...



Jurnal Refleksi  Minggu ke 20 ( 9 s.d. 20 mei 202
2)

Bismillah...

Pada refleksi modul 3.2 yaitu tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Penulis akan merefleksikan dengan menggunakan model 4 F (Fact, Feeling, Finding dan Future).

Fact (Peristiwa) 

Minggu ini diawali kembali mempelajari modul 3.2 yaitu tentang Pemimpin dan pengelolaan Sumber daya dan untuk kegiatan awal mulai dari diri yaitu pada tanggal 9 mei 2022 yang berisi tentang Mengingat kembali faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya.

pembahasan bisa dilihat di link berikut https://www.aimulyati.web.id/2022/05/32a3-mulai-dari-diri-pemimpin-dalam.html

Tanggal 10 s.d 12 mei 2022 saya mengikuti kegiatan eksplorasi konsep mandiri. Pada kegiatan Eksplorasi konsep, para Calon Guru Penggerak diminta untuk mempelajari materi tentang Pengelolaan sumber daya melalui tayangan video, pertanyaan- pertanyaan tematik dan sampai studi kasus.

Jumat, 13 mei 2022 kami Calon guru penggerak melaksanakan kegiatan ruang kolaborasi, saya mendapat penguatan tentang materi dari fasilitator  yang nantinya didiskusikan antar kelompok kecil untuk mengidentitas berbagai sumber alam yang ada di daerah saya dan strategi pemanfaatannya secara efektif. 


Selasa,  17 mei 2022  Setelah sebelumnya kami diberi kelompok kecil maka saya, pa Abdul Kholik dan Bu Pipit yang sama berada di daerah padalarang berkumpul untuk menganalisis aset yang ada di lingkungan sekolah kami dalam ruang kolaborasi dsikusi kelompok. Yang kemudian kami presentasikan di kelompok besar. 

Rabu,  18 mei 2022  setelah melaksanakan diskusi kelompok, saya melanjutkan ke pembahasan selanjutnya yaitu refleksi terbimbing pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. dengan menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan mengidentifikasi cara pandang yang sebelumnya melihat dari sisi masalah dan kekurangan sekolah dari semua sumber daya yang ada dengan memandang dari sisi aset dan kekuatan yang dimiliki oleh sekolah.

Kamis dan Jumat 19, 20 mei 2022 saya mulai menganalisis berbagai aset yang ada di sekolah untuk nantinya saya masukkan ke dalam demonstrasi kontekstual 

Feeling (Perasaan) 

Pada materi 3.2 ini tentang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya, merupakan pengetahuan yang sangat menarik untuk saya. 

Saya lebih bersemangat mengikuti tahapan demi tahapan dalam pembelajaran ini walaupun waktu saya sekarang harus lebih ekstra dapat mengelolanya dengan baik. 

Sebagai pemimpin pembelajaran calon guru penggerak diajarkan bagaimana menemukan/mengidentifikasi, mengelola dan mengevaluasi sumber daya yang dimiliki sekolah sebagai kekuatan yang dapat dimanfaatkan serta dimaksimalkan untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid.

Finding (Pembelajaran) 

Saya beruasha belajar mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ekosistem sekolah dalam modul pemimpin dalam pengelolaan aset, dalam modul ini pun saya belajar untuk mengelola sumber daya yang dimiliki dan bagaimana mengelola sumber daya yang ada disekolahnya dengan menggunakan pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset (Asset-Based Community Development/ ABCD) selanjutnya melakukan pemetaan sumber daya tersebut dan mengevaluasi hasil pemetaan potensi sumber daya sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran murid.

Menurut Green dan Haines (2002) dalam Asset building and community development, ada 7 aset utama atau di dalam buku ini disebut sebagai modal utama, yaitu: modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan/ alam, modal finansial, modal politik, modal agama dan budaya.

Future (Penerapan) 

Setelah mempelajari modul 3.2 saya akan mencoba mengenal dan menganalisis aset, kekuatan, potensi yang dimiliki sekolah maupun yang ada di sekitar sekolah untuk dapat diberdayakan untuk pengembangan sekolah kedapannya. 

Memanfaatkan aset sekolah secara maksimal untuk dapat digunakan dalam pembelajaran supaya bisa menggali potensi murid. 

Mencoba berkolaborasi dengan rekan sejabat untuk dapat menerapkan pendekatan berbasis aset atau  kekuatan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan khususnya di sekolah saya.

Demikian refleksi yang saya sampaikan di minggu ke 20 ini. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat khususnya untuk saya dan umumnya untuk pembaca semuanya. Terima Kasih...

Salam Sehat... salam Bahagia... Salam Guru penggerak ...

Tuesday, May 10, 2022

3.2.a.3. Mulai dari Diri - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (Pendidikan Calon Guru PenggeraK)


Bismillah...

Tujuan Pembelajaran Khusus:  Mengingat kembali faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya.

Pada sesi ini, saya diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang bertujuan untuk mengaktifkan ulang pengetahuan awal  tentang ekosistem sekolah dan peran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya sekolah.

Berikut pertanyaan dan jawaban dalam kegiatan pendidikan Guru penggerak Mulai dari Diri Pemimpin dalam pengelolaam Sumber Daya

Ingatlah kembali sosok pemimpin yang pernah Anda tahu selama berprofesi sebagai guru, seperti apakah sosok pemimpin yang Anda ingat itu? Hal apa yang paling Anda ingat dari sosok pemimpin tersebut?

Selama menjadi guru,  saya mengenal  beberapa pemimpin kepala sekolah yang setiap kepala sekolah memiliki karakter yang berbeda beda gaya kepemimpinanya. Masing  masing pemimpin mempunyai cara kepemimpinan yang berbeda. Namun yang paling berkesan adalah kepala sekolah yang segala sesuatu memiliki visi atau tujuan yang jelas dan harus tercapai. Sosok pemimpin yang benar benar mengayomi guru, memberi teladan, berwibawa dan disayang oleh siswa. 

Setelah mengingat sosok pemimpin yang Anda tahu, menurut Anda pribadi seperti apakah sosok pemimpin yang ideal? Apa saja sebetulnya tugas seorang pemimpin?

Menurut saya, sosok pemimpin yang ideal harus mampu memberikan teladan yang baik untuk anak buahnya serta mampu menjadi:

Educator

Manajer 

Supervisor 

Enterpreneur 

Climatemaker

Masih ingatkah kita apa yang dimaksud dengan ekosistem saat belajar Biologi dulu?  Apabila kita menganggap sebuah sekolah adalah sebuah ekosistem, apa sajakah faktor-faktor yang memengaruhi ekosistem sekolah? Tuliskan pada kolom di bawah ini.

Ekosistem merupakan suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ekosistem sekolah merupakan lingkungan sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, murid, penjaga sekolah, caraka yang saling memiliki hubungan timbal balik. Faktor yang mempengaruhi ekosistem sekolah yaitu sumber daya yang ada sebagai asset baik itu sarana prasarana, kepala sekolah, guru, murid, lingkungan dan masyarakat sekitar.  

Apa yang Anda ketahui tentang peran seorang pemimpin dalam pengelolaan sumber daya di sekolah?  Apa saja sumber daya yang dimiliki oleh sekolah?

Peran seorang pemimpin dalam mengelola sumber daya sekolah adalah sebagai seorang manajer. sumber daya yang dimiliki oleh sekolah

sumber daya manusia, 

sarana prasarana, 

sumber daya keuangan

Bagaimana Anda menggambarkan posisi diri Anda dalam ekosistem sekolah? Berikanlah gambaran diri Anda dengan menyebutkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dalam pengelolaan sumber daya sekolah.

Saat ini saya adalah seorang guru mata pelajaran, diberikan tugas tambahan sebagai Staf Sarana Prasarana yang membantu wakasek sarana dalam mengembangkan fasilitas sekolah dan melaksanakan program sekolah sesuai visi misi sekolah, saya juga dipercaya menjadi  Ketua Koordinator Gerakan Literasi sekolah yang mengembangan sekolah dalam bidang literasi baik untuk rekan kerja maupun murid dan menjadi Pembina Ekstrakulikuler Pramuka untuk mengembangkan  karakter baik bagi murid. 

Kekuatan yang saya miliki sebagai Staf Sarana Prasarana, Koordinator GLS  dan Pembina Ekstrakulikuler Pramuka adalah dapat mengembangkan fasilitas sekolah, mengorganisir rekan-rekan dan murid di sekolah untuk dapat berinovasi dan berkreasi dalam gerakan literasi dengan baik sehingga dapat menciptakan karya. Serta  terus menciptakan karakter yang baik untuk murid sesuai profil pelajar pancasila.

Kelemahan saya adalah saya harus terus berusaha untuk dapat berkomunikasi dan memberikan motivasi kepada rekan dan murid untuk dapat menghasilkan karya dan senang berliterasi. 

Apa saja harapan pada diri Anda sebagai seorang pendidik, pemimpin, dan pada murid setelah mempelajari modul ini?

Diri sendiri: Menjadi seorang leader yang mampu mengelola sumber daya dengan memaksimalkan potensi yang saya miliki. 

Murid: Menjadi pemimpin pembelajaran yang dapat memerdekakan murid. 

Sekolah: Menjadi seorang leader yang menciptakan iklim yang baik untuk ekosistem sekolah.

Apa saja kegiatan. Materi, manfaat, yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

Dengan adanya modul 3.2 ini saya berharap kegiatan ini mampu menggali potensi saya sebagai pemimpin yang mampu dalam mengelola sumber daya yang ada di sekolah. Materi yang diharapkan adalah tips dalam mengembangkan dan mengelola sumber daya yang ada. Manfaat yang saya harapkan saya dapat mengimplentasikan semua pembelajaran ini di sekolah.

Demikian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat ... 

Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak ...