Tujuan Pembelajaran Khusus:
1. CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.
2. CGP mampu membuat rencana perubahan secara rinci dengan menggunakan format BAGJA.
Penugasan Mandiri:
a. Sintesis berbagai materi
Pada sesi pembelajaran kali ini, Anda diberikan tantangan untuk membuat kesimpulan dan juga koneksi antara semua materi yang telah diberikan dalam modul ini dengan materi lainnya selama mengikut proses Pelatihan Guru Penggerak.
Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.
Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungannya pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.
Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti proses Pelatihan Guru Penggerak.
Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.
Komunikasi kan hasil kesimpulan Anda dengan cara apapun yang bisa Anda pilih sendiri. Unggah lah bagan atau artikel ini sesuai petunjuk dibagian bawah.
Jawaban:
Setelah saya mempelajari modul 3.2 tentang pimimpin pembelajaran dan pengelolaan sumber daya, saya mendapat banyak pengetahuan, yang dapat saya simpulkan :
- Sekolah merupakan ekosistem pendidikan yang merupakan sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dengan faktor abiotik (unsur tak hidup) dan keduanya harus memiliki hubungan yang harmonis dan selaras.
- Terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam mengelola sumber daya yaitu Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking) akan memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja. Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang negatif. Kita harus bisa mengatasi semua kekurangan atau yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih. Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang yang terbiasa untuk merasa tidak nyaman dan curiga yang ternyata dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar. Pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri. Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.
- Pemimpin pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya adalah adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk mengenali, menggali, menganalisis, dan memetakan potensi sumber daya/7 aset utama (pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid yang berkualitas.) daerah/ sekolahnya dengan pendekatan berbasis aset (Asset Based Thinking), selanjutnya memanfaatakan dan memberdayakan aset-aset tersebut seoptimal mungkin untuk mewujudkan perubahan dalam pembelajaran yang berpihak pada murid.
- Strategi pengelolaan sumber daya menggunakan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (Asset-Based Community Development/ABCD).
Cara saya mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah adalah dengan fokus pada aset dan kekuatan yang dimiliki sekolah, pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid yang berkualitas, memperhatikan potensi murid, mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya (aset dan kekuatan), merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan, melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan. Hal yang dilakukan adalah mengopltimalkan kekuatan yang dimiliki sekolah sebagai aset utama diantaranya pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid yang berkualitas.
Hubungan modul 3.2 dengan materi lain
Modul 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan KHD
Tujuan pendidikan menurut Filosofi KHD adalah menuntut segala kekuatan kodrat pada anak agar mereka mencapai kebahagiaan dan keselamatan termasuk ke dalam berfikir berbasis aset atau kekuatan dan selalu berpikiran positif terhadap anak.
Guru harus cerdas dalam mengelola dan menggali kemampuan anak sesuai dengan kodratnya agar dapat nyaman dan bahagia dalam proses pembelajaran, Serta mengembangkan potensi yang dimiliki setiap anak.
Modul 1.2 Nilai dan peran Guru Penggerak
Nilai guru penggerak, mandiri, berpihak kepada murid, kolaboratif, reflektif dan inovatif. Hubungannya dengan pengelolaan sumber daya sekolah adalah seorang guru mampu mengeksplanasi serta mampu mengoptimalkan nilai dan perannya menjadi seorang pemimpin yang mampu mengelola aset atau kekuatan yang ada di sekolah agar tetap sasaran dan tepat guna.
Modul 1.3 Tentang Visi guru Penggerak
Untuk mewujudkan visi Guru Penggerak. Kita dapat memetakan kekuatan yaitu terdiri dari 7 aset yang ada di sekitar sekolah agar kita bisa membuat pembelajaran yang berpihak pada murid dan mencapai visi Guru Penggerak dan sekaligus tentunya mencapai visi misi sekolah.
Modul 1.4 Budaya Positif
Budaya positif yang dikembangkan harus sesuai dengan kekuatan aset yang dimiliki. Kita dapat menerapkan budaya positif dengan cara berpikir positif sehingga dapat menerapkan budaya positif di sekolah.
Modul 2.1 Tentang pembelajaran berdiferensiasi
Mengelola sumber daya sesuai bakat dan minat murid sehingga diperoleh pembelajaran yang berkualitas sehingga pembelajaran berpusat kepada murid.
Modul 2.2 Tentang pembelajaran sosial emosional
Setiap pengambilan keputusan dalam mengelola sumber daya memerlukan pembelajaran sosial emosional yang dapat menanggulangi STRES ketika dihadapkan dalam berbagai persoalan berkaitan dengan pengelolaan aset.
Modul 2.3 Coaching
Coaching sangat diperlukan untuk menggali suatu permasalahan dan potensi siswa untuk menemukan solusi yang terjadi berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya.
Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin Pembelajaran
Keberhasilan dari seorang pemimpin adalah mengemban salah satu tugas tersulit yaitu pengambilan keputusan yang benar. Keputusan yang diambil haruslah dengan menerapkan 3 paradigma dan 4 prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan sehingga apapun yang menjadi keputusan sudah dapat dipertanggung jawabkan.
Hubungan antara sebelum dan sesudah saya mengikuti pelatihan terkait modul 3.2
Sebelum mempelajari modul ini yang saya pikirkan adalah lebih banyak melihat dari segi permasalahan ( berbasis masalah) mencari kekurangan apa yang ada di sekolah tanpa memikirkan kekuatan yang ada sehingga yang ada dipemikiran saya apa yang masih perlu diperbaiki, program kerja apa yang belum berjalan, mengapa ada hambatan yang terjadi, dan solusi apa yang akan dilakukan. Namun, tidak jarang juga aset sekolah dapat di manfaatkan untuk menjadi kekuatan supaya suatu program kerja berhasil dilaksanakan. Misalnya memanfaatkan modal manusia (guru, murid, dan warga sekolah) supaya program kerja dapat terlaksana dengan baik dengan memanfaatkan fasilitas aset yang ada di sekolah.
Setelah mempelajari modul ini saya berusaha mengubah mindset dengan mengubah cara pandang saya terhadap sesuatu hal dari pendekatan berbasis masalah menjadi selalu berpikir positif akan aset atau kekuatan yang sudah dimiliki. Berkomunikasi, kolaborasi dengan komunitas untuk dapat menggali kekuatan aset dan berusaha untuk memanfaatkan aset tersebut untuk menjadi sumber pembelajaran.
b. Rancangan tindakan
Prakarsa Perubahan
Membudayakan murid senang ber Literasi
Buat rancangan dengan model BAGJA
|
|
|
|
PRAKARSA PERUBAHAN
|
|
|
|
Tahapan
|
Pertanyaan
|
Daftar tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan
untuk mendapatkan jawaban
|
|
B-uat pertanyaan (Define)
- Membuat pertanyaan utama yang
akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang;
- Menggalang atau membangun
koalisi tim perubahan
|
· Apa yang harus saya lakukan supaya murid
senang dengan budaya literasi ?
· Bagaimana murid supaya terbiasa berliterasi
?
· Mengapa murid harus terbiasa berliterasi?
|
Membentuk TLS ( Tim Literasi sekolah) yang akan membuat suatu
rencana, kegiatan dan evaluasi dalam kegiatan literasi sekolah.
Memberikan motivasi dan pembentukan kebiasaan berliterasi.
Supaya memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas tentang
segala hal yang ingin dipelajari.
|
|
A-mbil pelajaran
(Discover)
- Menyusun pertanyaan lanjutan
untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi;
- Menentukan bagaimana cara
kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar,
survei individu, multi unsu.
|
· Apa saja potensi murid sehingga bisa
meningkatkan literasinya?
· Bagaimana cara mengimplementasikan supaya
murid senang berliterasi ?
|
Kemauan murid untuk
meningkatkan kompetensi dalam berliterasi.
Melaksanakan kegiatan yang dapat mewujudkan siswa senang
berliterasi misalnya membaca 1 menit sebelum jam pelajaran, melaksanakan
pelatihan menulis.
|
|
G-ali mimpi (Dream)
- Menyusun deskripsi kolektif
bilamana inisiatif terwujud;
- Mengalokasikan kesempatan
untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja).
|
· Harapan apa yang ingin diraih bila murid
senang berliterasi ?
· Siapa yang akan dilibatkan dalam berkolaborasi
untuk mewujudkan gerakan literasi?
|
Harapan yang akan diraih adalah murid mempunyai skill ketrampilan untuk membaca,
dan menulis yang akan berguna di jenjang Pendidikan selanjutnya atau di
tempat kerja.
Yang akan berkolaborasi dalam kegiatan ini adalah kepala
sekolah, Wakil kepala sekolah, Wali Kelas, dan TIM Literasi.
|
|
J-abarkan rencana
(Design)
- Mengidentifikasi tindakan
konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil
sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang
akan memudahkan keseluruhan pencapaian;
- Menyusun definisi kesuksesan
pencapaian
|
· Langkah apa saja yang akan dilakukan untuk
mewujudkan gerakan liteasi sekolah?
· Apa indikator keberhasilan pelaksanaan gerakan
literasi?
|
Melaksanakan kegiatan
1. Tahap pembiasaan misalnya membaca 1 menit
sebelum atau sesudah jam pelajaran,
2.
Tahap pengembangan dengan cara memberikan kesempatan murid untuk menyampaikan apa yang sudah dibaca
kepada temannya di luar jam pelajaran.
3.
Tahap pembelajaran. Dengan melaksanakan kegiatan pelatihan
menulis, membuat bulletin sekolah atau membuat buku.
|
|
A-tur eksekusi
(Deliver)
- Menentukan siapa yang
berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan;
- Mendesain jalur komunikasi
dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management,
monev/refleksi)
|
·
Siapakah
yang terlibat dan apa perannya masing-masing dalam mewujudkan rencana ini?
Apa
bentuk refleksi yang dilakukan murid dalam
kegiatan literasi ?
|
Yang
terlibat adalah
Kepala
sekolah sebagai pimpinan managemen sekolah
Wakasek yang akan mendukung rencana ini
Wali
kelas untuk berkolaborasi dalam melakukan tagihan
Tim
Literasi sebagai mengontrol terlakasananya kegiatan gerakan literasi
Refleksi
yang dilakukan murid dalam kegiatan adalah
Tim Literasi
menyediakan kolom refleksi untuk ditulis oleh murid untuk mengetahui kendala
kesulitan murid dalam berliterasi
|
Demikian koneksi antar materi pemimpin dalam pengelolaan sumber daya yang saya sampaikan. Semoga bisa diaplikasikan dalam aksi nyata.
Terima kasih...
Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak...
No comments:
Post a Comment