Followers

Sunday, February 27, 2022

JURNAL REFLEKSI MINGGU 10 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

 




Bismillah...

Pendidikan calon guru penggerak akan dilaksanakan selama 9 bulan. Minggu ini minggu ke 10. Seperti kegiatan sebelumnya saya akan merefleksikan berbagai kegiatan yang sudah saya lakukan di minngu ke 10 ini. 

Refleksi sekarang saya akan menyampaikannya dengan model 4 F yaitu  Fact ( peristiwa),  Feeling (perasaan),  Finding (pelajaran), dan Future ( penerapan).


Fast ( Peristiwa)

Kegiatan yang kami lakukan oleh calon guru penggerak dalam pendidikan calon guru penggerak diminngu ini mulai tanggal 21 Februari s.d. 25 Februari adalah 

2.1.a.8 Elaborasi pemahaman berupa pertanyaan
 
Pada kegiatan elaborasi pemahaman menyusun pertanyaan kami para calon guru penggerak, ditugaskan untuk menyusun pertanyaan sebagai kesiapan kita untuk berelaborasi tentang pemahaman  penjelasan pembelajaran disferensiasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh instruktur di kegiatan berikutnya dalam G Meet. 

Saya memberikan  beberapa pertanyaan terkait pembelajaran disferensiasi yang belum saya pahami dan disimpan di kolom LMS yang nantinya akan dijawab oleh instruktur. Saya berantusias mengikuti kegiatan berikutnya dan berharap dapat lebih memahami tentang pembelajaran disferensiasi.

2.1.a.8 1 Elaborasi pemahaman berupa  pembelajaran disferensiasi

Pada pembelajaran berikutnya kami melakukan elaborasi pemahamaman dengan berdiskusi dengan instruktur 

di kegiatan Web Meeting 
Nama instruktur : Shirley Puspitawati
tanggal : 22 Februaru 2022
waktu : sesi 1 (13.00 s.d. 14.30 WIB)

Dalam kegiatan ini saya sangat senang apalagi isntrukturnya asyik dalam penyajian diskusinya ditambah dengan parasnya yang cantik dan tatak kramanya yang baik. Sehingga  saya sangat antusias dalam mengikuti kegiatan forum G Meeting ini. 

Banyak hal yang instruktur sampaikan tentang pembelajaran berdisperensiasi sehingga saya menjadi memahami seperti apa proses pembelajaran disferensiasi itu. 


2.1.a.9 Koneksi antar materi

Calon guru penggerak di pembelajaran koneksi antar materi bisa menunjukkan pengetahuan dan keterampilan  yang meningkat dalam mengimplementasikan pembelajaran bersferensiasi.

Calon guru penggerak diminta untuk membuat kesimpulan tentang pembelajaran berdisferensiasi  serta menghubungkannya dengan materi yang telah dipelajari pada modul sebelumnya yautu filosofi Ki Hajar Dewantara, Visi guru penggerak, Nilai dan peran guru penggerak . 

Berikut tugas  Koneksi antar materi tentang pembelajaran disferensiasi 



2.1.a.10 Aksi nyata

Aksi nyata pembelajaran disferensiasi yaitu calon guru penggerak berdiskusi terkait imlementasi aksi nyata yang akan dilakukan serta berbagi ide, gagasan, saran, masukkan, solusi atau permasalahan dalam pengalaman dengan calon guru penggerak lainnya. 

Pembelajaran aksi nyata yang akan saya lakukan yaitu dengan menghasilkan produk yang sesuai dengan minat murid saya. 

Feeling (Perasaan)


Selama mengikuti kegiatan  di minngu ini tentang pemahaman pembelajaran diferensiasi  saya merasa termotivasi  ingin menerapkan dan mewujudkan pembelajaran yang berdiferensiasi.  Saya merasa tertantang untuk bisa membuat RPP yang berdiferensiasi yang  sesuai dengan kebutuhan dan minat murid saya.  

Saya juga senang bisa  mendapatkan pandangan tentang pembelajaran berdiferensiasi sehingga tidak bingung lagi untuk memahami makna disferenisasi dalam pembelajaran.

Fiiding (Pelajaran)

Pelajaran yang saya dapatkan selama minngu ke 10 ini yaitu tentang pembelajaran disperensiasi saya berusaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran  di kelas supaya dapat memenuhi kebutuhan belajar  murid saya setiap individunya dan mencoba memahami minat yang mereka inginkan.

dalam pembelajaran berdisferensiasi yang terpenting adalah pemenuhan  kebutuhan belajar murid dan  bagaimana kita sebagai guru dapat merespon kebutuhan tersebut berdasarkan 3 aspek  yaitu kesiapan, minat dan profil belajar. Dan menerapkan  dalam disperensiasi konten,  proses, dan produk. 

Future (Pemahaman )

saya  menerapkan  pembelajaran berdisferensiasi kepada murid di kelas baik secara on line atau off line  dengan terlebih dahulu memetakan kebutuhan belajar mereka berdasarkan 3 aspek kesiapan, minat dan profil belajar serta melakukan pembelajarannya  berdasarkan konten, proses, dan produk. 


Demikian yang dapat saya paparkan pada  refleksi minggu ke 10 ini. Semoga bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya untuk yang membaca.

Terima kasih

Salam Sehat....Ssalam Bahagia... Salam Guru Penggerak. 







Friday, February 18, 2022

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 9 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK


Bismillah... 


Pembelajaran pendidikan guru penggerak setiap minggu nya melaksanakan  jurnal refleksi yang bertujuan untuk mendorong para calon guru penggerak untuk dapat mengkaitkan teori dengan praktik yang akan menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi topik secara kritis.

Minggu ke 9  ini, saya akan menyampaikan refleksi dengan menggunakan 4 C (Connection, challenge, concept, change)


1. Connecting

  •  Pembelajaran yang dilakukan oleh peserta pendidikan calon guru penggerak diawali dengan     melaksanakan pre tes. Pre tes ini di ujikan sebagai ukuran tentang pemahaman CGP terhadap     pembelajaran  Berdisperensi yang akan dipelajari di modul 2.1. 
  •  Pembelajaran 2.1 memuat pengertian pembelajaran berdiferensiasi, mengapa pembelajaran berdiferensiasi diperlukan, berikut teori yang mendasari, bagaimana memetakan kebutuhan belajar murid yang berbeda,berbagai strategi pembelajaran berdiferensiasi, contoh - contoh praktek terbaik (best practices) pembelajaran berdiferensiasi dan berbagai kasus pembelajaran yang banyak ditemui dalam praktek pembelajaran sehari - hari di kelas/sekolah.
  • Tomlingson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Disferentitate Instruction in Mixer Abily Classroom menyampaikan bahwa kita mengkategorikan kebutuhan belajar murid dari 3 aspek yaitu kesiapan belajar, minat murid dan profil belajar murid.
  • Sesama calon guru penggerak merencanakan dan berdiskusi tentang bagaimana membuat RPP berdisperensiasi dalam ruang kolaborasi.

2. Challenge

    Pembelajaran disperensiasi memiliki nilai positif yang dapat saya rasakan 

  • Guru dapat mengkasifikasikan kebutuhan siswa sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
  • Siswa akan merasa senang belajar 
  • Melakukan pembelajaran yang berbasis minat akan membantu siswa dalam menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan kecintaan mereka untuk belajar.
  • Siswa merasa tidak tertekan untuk belajar karena menyesuaikan dengan minat belajarnya.
  • Setiap siswa akan lebih menghargai temannya dengan berbagai perbedaan.
  • kualitas belajar siswa akan lebih meningkat


3. Concept

  • solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran dikelas saya adalah pembelajaran berdiferensiasi. Setiap guru harus dapat menklasifikasikan karakteristik dari murid yang berbeda dan berahgam. Caranya yaitu dengan memetakan kebutuhan murid yang dibagi kedalam 3 aspek  yaitu kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar siswa, sehingga murid bisa dipetakan dengan baik. Dengan demikian pembelajaran berdiferensiasi mampu mengenali dan mengetahui sejauhmana kebutuhan yang perlukan oleh murid secara individu. sesuai dengan apa yang disampaikan ( Tomlinson: 45) bahwa  Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. 
  • Pembelajaran disperensiasi dapat mewujudkan profil pelajar pancasila.
  • Gaya belajar secara umum dibagi menjadi 3 yaitu  visual ( belajar dengan cara melihat), auditori (belajar dengan mendengar), kinestetis ( belajar sambil melakukan)

4. Chage

    Perubahan dalam diri saya setelah mempelajari modul 2.1 yaitu

  • Lebih termotivasi dalam mempelajari pembelajaran disperensiasi untuk dapat mewujudkannya dalam pembelajaran di kelas.
  • Saya akan tetap  bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi agar pembelajaran berdiferensiasi bisa berjalan dan tersampaikan kepada  murid saya akan  tetap berinovasi, belajar mengkondisikan kelas secara kondusif dan tetap berkolaborasi dengan guru sejawat, kepala sekolah dan orang tua agar mendapat input/ masukan yang positif dan membangun. Semoga dengan adanya dukungan dari berbagai pihak akan meminalisir hambatan dalam melaksanakan pembelajaran disperensiasi.


Semoga apa yang saya tuliskan dapat bermanfaat khususnya untuk saya dan umunya untuk pembaca. 

Terima kasih.

Salam Sehat... Salah Bahagia... Salam Guru Penggerak



DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 2.1.a.7 MEMBUAT RPP BERDIPERENSIASI

 

Wednesday, February 16, 2022

2.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Modul 2.1

 

2.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Modul 2.1

Tujuan Pembelajaran Khusus:  CGP dapat melakukan refleksi dan metakognisi terhadap proses pembelajaran yang telah mereka lalui serta menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pembelajaran yang diampunya.

Pertanyaan Reflektif

1. Dari apa yang sudah Anda pelajari, materi apa yang menurut Anda dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran di kelas Anda? 

Materi yang menurut saya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran dikelas saya adalah pembelajaran berdiferensiasi. Setiap guru harus dapat menklasifikasikan karakteristik dari murid yang berbeda dan berahgam. Caranya yaitu dengan memetakan kebutuhan murid yang dibagi kedalam 3 aspek  yaitu kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar siswa, sehingga murid bisa dipetakan dengan baik. Dengan demikian pembelajaran berdiferensiasi mampu mengenali dan mengetahui sejauhmana kebutuhan yang perlukan oleh murid secara individu. sesuai dengan apa yang disampaikan ( Tomlinson: 45) bahwa  Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.

2. Apa yang menurut Anda sulit untuk diterapkan? Mengapa menurut Anda hal tersebut sulit diterapkan? 

Menurut saya yang sulit untuk saya lakukan adalah melakukan pemetaan kebutuhan individu setiap anak. Kebutuhan setiap individu berbeda sedangkan dalam tahap  disperensiasi dibutuhkan proses untuk mengetahui kebutuhan tersebut. Dengan banyaknya siswa yang yaitu sebanyak 36 siswa perkelas dan saya mengajar di 8 kelas.  Maka saya memerlukan banyak waktu sedangkan waktu saya mengajar terbatas  dan strategi yang tepat untuk dapat  memetakan kebutuhan siswa dengan baik.

3. Jika Anda harus menerapkan hal yang sulit tersebut, dukungan Apa yang Anda perlukan? Kemana atau bagaimana Anda akan dapat mengakses dukungan tersebut.

- Dukungan yang saya perlukan adalah  Kepala sekolah sebagai pemangku kebijakan, rekan kerja untuk dapat membantu melaksanakan pembelajaran yang berdisperensiasi dan guru BP sebagai ahli konseling serta membimbing murid, orang tua murid yang mengetahui karakter murid di rumah,  murid sebagai subjek yang akan dipetakan kebutuhannya.

- Kemana dan bagaimana mengakses dukungan tersebut yaitu dengan melakukan sosialisasi tentang pembelajaran disperensiasi kepada kepala sekolah dan rekan kerja, berdiskusi tentang pelaksanaan disperensiasi yang akan dilakukan kepada rekan kerja, menyusun strategi secara bersama-sama dan melakukan pelatiha atau seminar tentang pembelajaran disperensiasi supaya dapat lebih memahami tentang pembelajaran disprensiasi,

Kesimpulan dari pertanyaan pemantik

Bagaimana saya dapat melakukan praktik pembelajaran berdiferensiasi secara lebih efektif       

C   Cara saya melakukan praktek pembelajaran berdisperensiasi secara efektif adalah Pembelajaran berdiferensiasi merupakan usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran yang dilakukan  secara bertahap. sehingga  kebutuhan murid dapat terpenuhi dengan cara memperhatikan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid untuk dapat menuju .pembelajaran yang berdiferensiasi menjadi lebih efektif. Cara yang akan saya lakukan pertama dengan membuat rancangan pembelajaran yaitu RPP yang berdiferensiasi sesuai dengan kebutuhan  siswa dengan menerapkan strategi diferensiasi konten, proses dan produk secara tepat.

Pendekatan manakah yang seharusnya saya ubahsuaikan?

Pendekatan yang harus saya ubah adalah bagaimana menerapkan pembelajaran yang berpihak kepada siswa dengan cara strategi diferensiasi konten,proses dan produk dalam rancangan pembelajaran yang akan saya lakukan dikelas agar saling berkesinambungan dan tetap mengacu pada pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada murid.

3.  Bagaimana saya tetap dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini? 

     Saya akan tetap  bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi agar pembelajaran berdiferensiasi bisa berjalan dan tersampaikan kepada  murid saya akan  tetap berinovasi, belajar mengkondisikan kelas secara kondusif dan tetap berkolaborasi dengan guru sejawat, kepala sekolah dan orang tua agar mendapat input/ masukan yang positif dan membangun. Semoga dengan adanya dukungan dari berbagai pihak akan meminalisir hambatan dalam melaksanakan pembelajaran disperensiasi.


       Terima kasih .... Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak