Bismillah...
Pembelajaran pendidikan guru penggerak setiap minggu nya melaksanakan jurnal refleksi yang bertujuan untuk mendorong para calon guru penggerak untuk dapat mengkaitkan teori dengan praktik yang akan menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi topik secara kritis.
Minggu ke 9 ini, saya akan menyampaikan refleksi dengan menggunakan 4 C (Connection, challenge, concept, change)
1. Connecting
- Pembelajaran yang dilakukan oleh peserta pendidikan calon guru penggerak diawali dengan melaksanakan pre tes. Pre tes ini di ujikan sebagai ukuran tentang pemahaman CGP terhadap pembelajaran Berdisperensi yang akan dipelajari di modul 2.1.
- Pembelajaran 2.1 memuat pengertian pembelajaran berdiferensiasi, mengapa pembelajaran berdiferensiasi diperlukan, berikut teori yang mendasari, bagaimana memetakan kebutuhan belajar murid yang berbeda,berbagai strategi pembelajaran berdiferensiasi, contoh - contoh praktek terbaik (best practices) pembelajaran berdiferensiasi dan berbagai kasus pembelajaran yang banyak ditemui dalam praktek pembelajaran sehari - hari di kelas/sekolah.
- Tomlingson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Disferentitate Instruction in Mixer Abily Classroom menyampaikan bahwa kita mengkategorikan kebutuhan belajar murid dari 3 aspek yaitu kesiapan belajar, minat murid dan profil belajar murid.
- Sesama calon guru penggerak merencanakan dan berdiskusi tentang bagaimana membuat RPP berdisperensiasi dalam ruang kolaborasi.
2. Challenge
Pembelajaran disperensiasi memiliki nilai positif yang dapat saya rasakan
- Guru dapat mengkasifikasikan kebutuhan siswa sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
- Siswa akan merasa senang belajar
- Melakukan pembelajaran yang berbasis minat akan membantu siswa dalam menyadari bahwa ada kecocokan antara sekolah dan kecintaan mereka untuk belajar.
- Siswa merasa tidak tertekan untuk belajar karena menyesuaikan dengan minat belajarnya.
- Setiap siswa akan lebih menghargai temannya dengan berbagai perbedaan.
- kualitas belajar siswa akan lebih meningkat
3. Concept
- solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran dikelas saya adalah pembelajaran berdiferensiasi. Setiap guru harus dapat menklasifikasikan karakteristik dari murid yang berbeda dan berahgam. Caranya yaitu dengan memetakan kebutuhan murid yang dibagi kedalam 3 aspek yaitu kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar siswa, sehingga murid bisa dipetakan dengan baik. Dengan demikian pembelajaran berdiferensiasi mampu mengenali dan mengetahui sejauhmana kebutuhan yang perlukan oleh murid secara individu. sesuai dengan apa yang disampaikan ( Tomlinson: 45) bahwa Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.
- Pembelajaran disperensiasi dapat mewujudkan profil pelajar pancasila.
- Gaya belajar secara umum dibagi menjadi 3 yaitu visual ( belajar dengan cara melihat), auditori (belajar dengan mendengar), kinestetis ( belajar sambil melakukan)
4. Chage
Perubahan dalam diri saya setelah mempelajari modul 2.1 yaitu
- Lebih termotivasi dalam mempelajari pembelajaran disperensiasi untuk dapat mewujudkannya dalam pembelajaran di kelas.
- Saya akan tetap bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi agar pembelajaran berdiferensiasi bisa berjalan dan tersampaikan kepada murid saya akan tetap berinovasi, belajar mengkondisikan kelas secara kondusif dan tetap berkolaborasi dengan guru sejawat, kepala sekolah dan orang tua agar mendapat input/ masukan yang positif dan membangun. Semoga dengan adanya dukungan dari berbagai pihak akan meminalisir hambatan dalam melaksanakan pembelajaran disperensiasi.
Semoga apa yang saya tuliskan dapat bermanfaat khususnya untuk saya dan umunya untuk pembaca.
Terima kasih.
Salam Sehat... Salah Bahagia... Salam Guru Penggerak
No comments:
Post a Comment