Followers

Showing posts with label CERPEN. Show all posts
Showing posts with label CERPEN. Show all posts

Friday, June 24, 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 24 Pendidikan Guru Penggerak

 

Bismillah...

Pelaksanaan tanggal 13 Juni s.d. 18 Juni 2022

Pada Refleksi minggu ke 24 ini saya akan membuat model jurnal dengan model  4F (Facts, Feelings, Findings, Future) 

4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal):

1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut.

3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?

4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

Refleksi

Facts (Peristiwa)

Kegiatan minggu ke 24

Senin, 13 Juni 2022 yaitu adanya pendampingan individu lima yang dilakukan oleh pengajar praktik adapun yang dibahas dalam pendampingan individu ini adalah tentang pemetaan sumber daya, refleksi proses pembuatan sumber daya, refleksi proses pengambilan keputusan  dan refleksi kompetensi secara mandiri yang sudah dilakukan di LMS. 

Selasa, 14 Juni 2022 melakukan kegiatan elaborasi tentang program yang berdampak pada murid oleh  ibu yang cantik  Shirley Puspitawati. dengan adanya elaborasi ini saya menjadi lebih terbuka pemahamannya tentang program yang berdampak pada murid itu seperti apa, mendapatkan pengetahuan serta berdiskusi dengan CGP lainnya tentang contoh program yang berdampak pada murid. 

Rabu, 15 Juni 2022 Koneksi Antar Materi Program yang berdampak pada murid yaitu merancang apa yang akan dilakukan dalam aksi nyata dengan menjawab pertanyaan BAGJA.

Kamis, 16 Juni 2022 Mensosialisasikan program yang dirancang tentang program yang berdampak pada murid serta mengajak beberapa murid untuk ikut terlibat dalam rancangan aksi nyata yang akan dibuatkan.

Jumat. 17 Juni 2022 melakukan post tes modul 3.

Sabtu. 18 Juni 2022  Kegiatan lokakarya 6 yang dilaksanakan di hotel Novena lembang.

Feelings (Perasaan)

Perasaan saya setelah mengikuti kegiatan minggu ini merasa bahagia dan bersemangat serta termotivasi untuk melakukan aksi nyata yang akan dilakukan tentang program yang berdampak pada murid.

Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran yang didapatkan dalam pelaksanaan aksi nyata adalah dapat membuat program yang berdampak pada murid dengan menggunakan lima tahapan BAGJA (buat pertanyaan, ambil pelajaran, gali mimpi, jabarkan rencana, atur eksekusi.\nMemperhatikan diagram Y (Suara, pilihan dan kepemilikan murid), serta memperhatikan 7 aset modal sekolah (aset manusia. lingkungan, fisik, finansial, aset sosial, aset politik dan aset agama budaya) 

Future (Penerapan)

Pencana perbaikan untuk  pelaksanaan dimasa yang akan mendatang tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid supaya terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan murid untuk mewujudkan keberpihakan kepada murid dan mengembangkan bakat dan minat yang dimilikinya. 

Demikian pemaparan saya tetang jurnal refleksi minggu ke 24. Semoga apa yang saya sampaikan dapat berguna khususnya untuk saya dan umumnya untuk pembaca. 

Terima kasih... Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak...

Sunday, August 29, 2021

ECOBRICK PART.2

Sayup-sayup mentari mulai tenggelam. Seperti yang sudah aku sampaikan sebelumnya bahwa kami anak PRAMUKA akan ada pertemuan. Walau hanya beberapa menit sebelum pulang kami bertemu. 

"Bil…" Suara tak asing memanggilku di sebrang kelas. 

Aku coba tuk tak menoleh. Aku masih ragu dengan ketulusan yang diungkapkan lelaki yang sebenarnya aku kagumi. Walau dalam hati bunga-bunga merekah. 

Gontai langkah sengaja diperlambat, berharap dia akan menyusulku. Tapi ternyata itu hanya angan saja.

Setiba di taman kreatif. Kawan-kawan yang lain sudah menunggu. 

" Baik, kawan-kawan kita berkumpul. " 

Dengan sigap  kawan-kawan berbaris dengan rapi.

" Baik kawan-kawan.. terima kasih kalian sudah datang memenuhi undanganku untuk berkumpul."

"Ada apa Bil… " Ujar Ani sang kirani yang penasaran mengapa kita berkumpul tidak seperti biasanya. 

" Sebenarnya, kawan-kawan aku kumpulkan disini untuk menindak lanjuti apa yang dikatakan Bu Retno tadi pagi. "

"Oh.. terkait Ecobrick ya? " Tanya Tasya. 

" Iya, benar. "

" Ada usul apa yang akan kita buat untuk kegiatan itu? "

" Kalau menurut Mira bagusnya kita buat rangka kelapa yang nantinya akan diisi oleh Ecobrick." Mira memberi usulan. 

" Kalau menurutku lebih baik kujang, bagaimana?" Tasya menyampaikan pendapatnya. 

" Bagaimana kalau kita buat gapura.." Ani menambahkan.

" Baik, teman-teman kita sudah ada tiga usulan untuk kegiatan ecobrick."  Tambah ku. 

"Supaya waktunya efektif bagaimana kalau kita voting tentang apa yang akan kita buat." usulku. 

Akhirnya kami melakukan voting tentang apa yang akan kami buat nanti di kegiatan ecobrick. 

" Baik, teman-teman. Terima kasih sudah berkumpul. Sekarang kita pulang ya. Besok kita ada latihan ya… jangan lupa. " Aku mengingatkan. 

Kami melakukan latihan setiap hari sabtu. Hari itu memang kami tidak ada kegiatan pembelajaran sehingga kami dengan leluasa melakukan kegiatan. 

"Ayo Mira.. " aku mengajak Mira supaya mau pulang bareng. 

"Pulang duluan ya.. " Ujar Mira sambil lari kecil meninggalkan ku. 

Sedih sih.. Biasanya bila pulang sekolah aku selalu bersama Mira. Dengan hati yang berkecamuk akhirnya ku langkahkan kaki untuk menuju gerbang sekolah.

Lelaki yang tadi memanggilku ternyata sudah ada di gerbang sekolah. Mungkinkah ini ada kaitannya dengan Mira yang tak ingin pulang bareng hari ini. 

Ternyata kekecewaan ku berbuah manis. hehehe.. 

Seperti biasa aku yang pura-pura tak menghiraukannya bersikap sok jutek. Walau begitu lelaki ini selalu saja tersenyum dan menyapa dengan ramah. 

" Hai.. Bil" Sapanya ramah. 

" Iya.." Jawabku seperlunya. Padahal dalam hati ada pelangi yang tiba-tiba datang. 

"Aku sengaja menunggu kamu, supaya bisa pulang bareng." katanya. 

Gimana nih.. teman-teman Billa nya mau pulang bareng nggak? Atau seperti biasa pura-pura nggak peduli. hehehe.. Bersambung ya.. 😊🤭

Sunday, August 22, 2021

ECOBRICK PART.1


ECOBRICK PART.1

Ai Mulyati,M.Pd.


Masih terngiang tak kala Bu Retno menyampaikan pesan dalam upacara pagi ini, bahwa seluruh siswa dalam minggu ini akan mengumpulkan ecobrick. “ Apa yang harus aku kumpulkan ya…” gumamku dalam hati. 

“ Mohon perhatian seluruh siswa dipersilakan kembali ke kelas untuk melaksanakan pembelajaran.” Suara dari spiker itu menggangetkan lamunanku. Suara riuk pikuk di kantin sekolah yang ku abaikan.

Mira menepuk pundakku. “Ayo… kita ke kelas kembali” 

Kuanggukan kepala tanpa bersuara. Dengan diiringi langkah kaki yang sayup menuju kantin ungu yang dari tadi ku pandangi. “ Bi… aku beli air mineralnya ya” sambil ku serahkan uang 4000 untuk membayar nya.

Aku dan Mira mulai menuju ke kelas kami yang berada di ujung belakang. Tampak kupandangi sampah yang tepat berada di bawah tempat sampahnya. Ku pungut sampah itu sambil kemasukkan kedalam tong sampah.

“ Mir, kamu lihat kan barusan ternyata teman kita masih ada yang kurang memperhatikan bagaimana harus membuang sampah.”

“ Iya, ya… padahal tong sampah yang disediakan sekolah sudah banyak.”gumam Mira.

“ Iya, di depan-depan kelas sudah disediakan tong sampah, malah disana sudah ada tulisannya jenis sampah yang ada. “ jelasku.

“ Mir, bagaimana kalau nanti pulang sekolah kita adakan pertemuan dengan seluruh anggota pramuka.”  Ajakku.

Memang aku dan Mira adalah anggota penegak pramuka dari sekolah kami, dan aku adalah Pradaninya. 

“ Iya, aku setuju Bill… “ kata Mira.

Saat itu juga aku umumkan lewat WA group bahwa sepulang nanti kita akan adakan pertemuan.

Tak terasa disela obrolan, kami sudah berada di pintu masuk kelas. Dan aku lanjutkan mengikuti pelajaran sebagaimana biasanya. 

Aku dan Mira memang sahabat sejak lama, malah sudah kuanggap dia saudara ku. Bagaimana tidak dari SD,SMP, bahkan SMA kami selalu bersama. N’tahlah apakah ini kebetulan atau memang kami harus selalu bersama. Sehari saja dia tidak sekolah, aku merasa ada yang hilang. Keceriaannya yang membuat aku semangat. Walaupun dia bukan dari keluarga yang utuh tapi keceriaannya selalu terpancar dalam wajahnya, senyumannya membuat orang terpana, dan tutur katanya yang halus dan lembut.

Tak terasa jam dinding yang berdetak dikelas menujukkan waktu jam 15.30 WIB. Itu artinya kami telah selesai mengikuti pembelajaran hari ini, Bu Rini yang cantik menutup pembelajaran kali ini. Dia adalah guru matematika yang tak menyeramkan… hehehe… 

(Kelanjutannya bagaimana ya...Bersambung... hehehe)