Followers

Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Tuesday, August 31, 2021

UJI NYALI DALAM PEMBELAJARAN

 

UJI NYALI DALAM PEMBELAJARAN

Ai Mulyati, M.Pd.

Perasaan takut pasti pernah terjadi pada setiap manusia. Begitu juga dengan apa yang dirasakan oleh peserta didik. Ketakutan akan jawaban yang salah, di kritik orang lain, takut kegagalan, takut ditertawakan, malu untuk berpendapat dan berbagai rasa ketakutan yang dirasakan oleh peserta didik. Sebenarnya rasa ketakutan yang dirasakan ini malah akan menghambat potensi yang dimiliki mereka. 

Belajar pada dasarnya adalah proses untuk memperoleh perubahan tingkah laku dengan memperoleh informasi baru melalui pengalaman. Proses belajar itu lah yang terpenting dalam belajar. Pengalaman-pengalaman belajar inilah yang akan menjadikan peserta didik menjadi lebih baik.

Sebagai guru, tugas yang terbesar adalah bagaimana kita dapat mempersiapkan mental dari peserta didik untuk menghadapi persaingan hidup berdasarkan kemampuan yang mereka miliki. Persaingan-persaingan yang nantinya akan mereka hadapi di masyarakat sebagai proses pembelajaran.

Mengorganisir teknik pembelajaran dengan berbagai teknik motivasi akan diberikan kepada siswa sebagai proses uji nyali. Uji nyali yang dimaksud adalah peserta didik harus siap tidak siap, suka tidak suka, saling bersaing dan mengeluarkan apa yang mereka pikirkan. 

Seperti sebuah ungkapan, yang berbunyi The most basic of all human needs is the need to understand and be understood. The best way to understand people is to listen to them. ― Ralph G. Nichols

Setiap manusia memiliki pemikiran, gagasan dan pemahaman yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya terhadap suatu hal. Perbedaan pendapat tersebut sesuatu hal yang wajar, tetapi cara yang paling baik adalah memahami orang dengan cara mendengarkannya.

Saya mencoba menerapkan cara uji nyali ini dalam pembelajaran. Uji nyali ini dimaksudkan agar peserta didik dapat menyampaikan pendapatnya dengan leluasa tanpa rasa takut pendapatnya tidak diterima atau dikritik temannya.

Penerapan uji nyali ini saya lakukan dalam pembelajaran yaitu dengan menyampaikan sebuah gambar atau video yang nantinya tiap-tiap peserta didik akan menyampaikan pendapatnya tentang hal yang bahas. Hal ini menunjukkan kreatifitas otak yang bekerja dengan cepat yaitu menghasilkan ide-ide baru serta menunjukkan keberanian untuk menyampaikan apa yang mereka pahami serta menyambung sel-sel neuron yang akan menambah wawasan dan kepintaran seseorang untuk mengkaji hal yang dibahas.

Menggali sesuatu dalam sudut pandang yang berbeda, perbedaan objek, perbedaan minat, perbedaan waktu, perbedaan persepsi, perbedaan permasalahan itulah yang akan menjadikan mereka lebih memahami bahwa di kemudian hari mereka akan ada di masyarakat. Dengan uji nyali yang lebih nyata.

sebagai bahan peserta didik menghadapi persaingan di masyarakat, saya siapkan cara uji nyali ini di dalam pembelajaran, supaya mereka lebih siap untuk bersaing di masyarakat.

 

Tuesday, August 24, 2021

MENGGAPAI SEJUTA ASA DENGAN LITERASI

 

MENGGAPAI SEJUTA ASA DENGAN LITERASI

Ai Mulyati, M.Pd.


Setiap manusia memiliki asa yang ingin dicapainya. Definisi “asa” menurut Kamus Besar bahasa Indonesia adalah harapan atau semangat. Untuk menggapai asa tersebut bisa dengan cara berliterasi. Berliterasi adalah salah satu cara untuk menggapai asa tersebut. Berliterasi di zaman modern seperti sekarang lebih mudah dilakukan yaitu dengan memanfaatkan teknologi digital.

 

Ketika mendengar kata literasi maka yang ada dibenak kita adalah tentang aktivitas membaca dan menulis, tetapi setelah Deklarasi UNESCO tahun 2003 makna literasi menjadi lebih luas lagi. Sekarang literasi meliputi bagaimana seseorang mampu mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. (UNESCO,2003)

Untuk gerakan literasi Sekolah disebut GLS dikembangkan berdasarkan Permendikbud no.21 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Tentunya hal ini merupakan bagian dari upaya untuk menumbuhkan budi pekerti anak.

Bagi seorang guru menciptakan suasana literasi merupakan hal yang penting. Literasi dapat memanfaatkan digitalisasi. Digitalisasi sekarang marak dilakukan di lingkungan sekolah. Berbagai bentuk cetak dapat dialihkan ke dalam bentuk digital. Hal ini dilakukan untuk lebih mengefektifkan proses yang ada dilingkungan sekolah.

Banyak hal melatar belakangi mengapa sekolah memasukkan digitalisasi diantaranya Ujian Nasional yang sudah On line, Saya sebagai guru bahasa Indonesia beranggapan bahwa literasi pun dapat dilakukan dengan menggunakan digital tanpa melupakan bentuk cetakan dari sebuah  karya. Semua siswa senang dengan adanya teknologi, menurut mereka dengan adanya teknologi informasi memudahkan mereka untuk mencari bahan pembelajaran.

 Bahan Literasi dengan digital lebih mudah dicerna oleh siswa. Oleh karena itu kita sebagai guru bisa memanfaatkan aplikasi yang sudah ada dalam digital misalnya dengan memanfaatkan aplikasi. Aplikasi android yang bisa menyediakan bahan bacaan secara lengkap, misalnya Buku Sekolah Digital (BSD), Wattpad, ebook, iPusnas, Scribd, Epic, google play book, atau aplikasi yang lainnya yang bisa membuat siswa lebih senang membaca.

 Membaca merupakan kebutuhan pokok manusia, semakin banyak hal atau informasi yang dibaca maka semakin kaya juga wawasan yang di dapatkan. Untuk mengatasi rasa malas siswa dalam membaca bisa diberikan strategi pemanfaatan teknologi digital.

 Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer, mengacu pada pendapat Bawden, literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.

 Siswa diajak untuk berliterasi bukan hanya membaca, tetapi juga menghasilkan karya. Kreatifitas-kreatifitas, pemikiran-pemikiran, sumbang saran apa yang ada dalam pandangan siswa dapat disampaikan dengan literasi digital dengan tanpa menyalahi kaidah-kaidah nilai dan hal-hal yang postif yang dapat kita arahkan.

 Pemanfaatan teknologi, kita terapkan dalam lingkungan pembelajaran. Misalnya menyajikan buku-buku dalam bentuk animasi digital, penilaian evaluasi dengan menggunakan aplikasi digital. Tujuan mereka juga untuk mengidentifikasi bagaimana mendayagunakan teknologi sebagai pengajaran dan alat belajar secara tepat guna dan efektif.

Dalam berliterasi digital adanya ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang secara menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun  pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.

Pemanfaatan teknologi ini sangat berguna di lingkungan sekolah, dengan demikian siswa akan lebih tertarik berliterasi dengan menggunakan teknologi. Siswa juga menjadi lebih kreatif dalam berliterasi. Mari kita wujudkan literasi yang lebih kreatif untuk menjadikan siswa-siswi kita menjadi manusia yang melek teknologi dan memiliki wawasan yang luas dengan cara menerapkan literasi digital.

 Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menerapkan literasi digital di sekolah diantaranya:

1.          Menyediakan bahan bacaan yang bervariasi dengan menyebarkan link bacaan secara digital,

2.          Membuat blog khusus yang diperuntukkan bagi siswa dalam pembelajaran,

3.        Membuat latihan soal dengan cara digital misalnya dengan memanfaatkan google from, edubox atau yang lainnya,

4.     Memotivasi siswa untuk belajar menuangkan ide pemikirannya dalam bentuk tulisan baik tulisan fiksi ataupun non fiksi,

5.     Mengumpulkan karya-karya siswa untuk dijadikan sebuah buku supaya siswa memiliki rasa percaya diri bahwa mereka bisa membuat karya.

Sebuah karya merupakan asa yang ingin diraih oleh siswa oleh karena itu mari kita mewujudkan asa mereka dengan membuat karya. Asa tiap orang pasti berbeda tapi dengan berliterasi maka jalan utuk mencapai tersebut pasti akan ada.

 Daftar Rujukan

Akhadiah, Sabarti, dkk. 1996. Menulis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Tarigan, Henry Guntur. 1979. Membaca Sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1986. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Monday, August 23, 2021

Metamorposa Media Pembelajaran


 Metamorposa Media Pembelajaran

Ai  Mulyati,M.Pd.

 

Media merupakan bagian yang melekat dengan proses pembelajaran. Media sebagai alat, metode dan teknik yang digunakan untuk lebih memudahkan  hubungan efektif diantara siswa dan guru dalam proses pendidikan dan pengajaran.

Dengan menggunakan media yang tepat, maka transfer of knowledge dan transfer of value  dapat dilakukan secara maksimal, meningkatnya minat dan motivasi dari siswa dalam proses pembelajaran, rasa antusias dan keingintauan siswa lebih meningkat,mengatasi keterbatasa ruang, waktu, tenaga dan daya indra yang konkret,

Metamorfosa media pembelajaran saat ini berkembang begitu pesat, apalagi sekarang pembelajaran tidak lagi dilakukan secara luring (tatap muka). Pembelajaran jarak jauh (daring) yang dilakukan saat ini bukanlah hal mudah dilakukan baik untuk siswa maupun guru.

Negara kita yang masih dalam pandemik  covid 19 mengharuskan guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mempersiapkan media pembelajaran. Guru juga dituntut untuk melek IT. Salah satu media pembelajaran alternatif yang sedang berkembang di era industri 4.0 adalah multimedia interaktif dengan berbasis online.

Berbagai media pembelajaran online yang dapat digunakan dalam pembelajaran, yaitu:

Whats app

Whatsapp dapat dijadikan alternative dalam pembelajaran. Media komunikasi yang sangat popular. Aplikasi ini dapat melakukan percakapan secara online dengan jumlah patisipan yang tidak terlalu banyak, memasukkan teks, suara dan video. Whats app merupakan aplikasi yang sederhana, aman dan mudah karena sebagaian besar orang menggunakan aplikasi ini.

Zoom

Aplikasi pertemuan gratis dengan video dan berbagi layar hingga 100 orang atau lebih. Zoom dapat mengadakan pertemuan, dialog dan diskusi secara langsung, berbagi materi  bisa dilakukan dengan sharing screen. Sehingga guru bisa dengan leluasa menjelaskan materi yang akan dibahas.  Selain itu juga, guru dapat membuka ruang chat atau diskusi dengan siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif. Aplikasi ini dapat digunakan dalam berbagai perangkat seluler, laptop atau alat komunikasi lain yang mendukung.

Google Classroom

Google classroom merupakan  layanan berbasis internet yang disediakan oleh google sebagai system elearning. Service ini didesain untuk membantu guru membuat dan membagikan tugas kepada siswa secara online atau paperless. Ini berarti, butuh akses internet untuk dapat masuk ke dalam google classroom. Selain itu google classroom juga mempunyai kemampuan untuk membuat Salinan otomatis dari tugas yang sudah dibuat oleh siswa. Guru dapat mengecek tugas siswa dan memberikan penilaian secara langsung. Manfaat google classroom dalam pembelajaran adalah membuat kelas online dengan mudah, hemat waktu, mengorganisasi semua tugas dengan mudah, mengadakan komunikasi dan diskusi dengan cepat serta data akan aman. Google classroom didesain bagi siswa, guru, wali murid dan administrator.

Google suite

G Suite Google Suite adalah paket layanan berbasis cloud yang dapat menyediakan cara baru untuk bekerja sama secara online. Google suite merupakan layanan berbasis cloud yang membuat siapa saja bisa melakukan kolaborasi dokumen, chat, konfrensi video dengan mudah dan real time. Semua bisa dilakukan dengan mudah kapan saja dan dimana saja. Layanan ini juga memungkinkan untuk tetap produktif .

Kelas Pintar

Aplikasi ini memiliki kelebihan, yaitu memberikan ruang. Selain dapat diakses dan diperuntukan untuk siswa dan guru. Materi kurikulum yang digunakan pada aplikasi ini mengacu pada materi kurikulum 2013, jadi sesuai muatan kurikulumnya. 

Quipper School 

Keunggulan aplikasi ini adalah lebih banyak memihak kepada pihak gurunya. Karena di sini guru bisa menilai dan mengukur kemampuan atau kelemahan-kelebihan dari siswa itu sendiri.

Zenius 

Aplikasi zenius menawarkan metode belajar yang berbeda, yaitu bisa belajar bareng. Jenjang pembelajaran yang ditawarkan mulai dari SD, SMP hingga SMA/K. Di aplikasi ini, kamu juga bisa mengakses materi belajar untuk persiapan masuk ke Perguruan Tinggi loh.

Media pembelajaran sekarang sudah bermetamorposa tinggal bagaimana guru dan siswa memanfaatkan aplikasi yang ada untuk tetap bisa interaktif dalam proses belajar mengajar.

 

Sumber Rujukan

Dabbagh, N. and Ritland. B. B. 2005. Online Learning, Concepts, Strategies And Application. Ohio: Pearson.

https://mediaindonesia.com/humaniora/420111/catat-ini-rekomendasi-16-aplikasi-pembelajaran-online-gratis

Saturday, August 21, 2021

Fleksibel dalam Dunia Pendidikan di Masa Pandemi Covid 19

 

Fleksibel dalam Dunia Pendidikan di Masa Pandemi Covid 19

 

Ai Mulyati,M.Pd.

Pandemi Virus Corona atau Covid 19 merubah pendidikan secara signifikan. Hal ini berkaitan dengan ketetapan implemantasi yang biasa dilakukan secara tatap muka, sekarang harus mengikuti pola pembelajaran baru yaitu secara Daring (Dalam Jaringan). Hal ini memang dilakukan untuk mengantisifasi para pelajar supaya tetap mendapatkan pendidikan.

Atmosfer belajar serta proses pendidikan yang menjadikan partisipan didik secara aktif meningkatkan kemampuan diriya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, karakter, kecerdasan, akhlak mulia, dan keahlian yang dibutuhkan dirinya, warga, bangsa, serta Negeri. Persoalan pendidikan di Indonesia begitu komplek. Tujuan yang diinginkan begitu menderu sehingga menginginkan proses pendidikan yang sempurna. Menjadikan guru terus berkreasi, aktif dan mencari inovasi-inovasi untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.

Flesibilitas ini harus mempertimbangkan dua sisi  yaitu fleksibel bagi guru dan fleksibel bagi siswa.

Fleksibel bagi  guru

Yang dimaksud fleksibel bagi guru artinya kurikulum harus memberikan ruang gerak bagi guru untuk mengembangkan program pengajarannya sesuai dengan kondisi yang ada. Fleksibelitas dalam mengajar menjadi salah satu keahlian yang harus dikuasai bagi guru di abad 21.

Fleksibel dimasa pandemik bagi guru menuntut pembelajaran dalam jaringan (daring) merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh guru. Fleksibilitas konten pembelajaran dan fleksibilitas pengorganisasian kelas daring selama masa pandemi Covid-19. Konten selama pembelajaran daring ditentukan dari penyediaan konten pembelajaran dengan cara baru dan inovatif dengan menggunakan kombinasi media dan mode pengiriman yang mencakup video interaktif, komik, swafoto, animasi, poster ilmiah, instagram, twitter, facebook, tiktok, dan youtube.

Pengorganisasian kelas daring diatur secara fleksibel menggunakan daya dukung teknologi komunikasi dan Learning Management System (LMS) untuk mengoptimalkan penggunaan strategi pembelajaran melalui media platform google classroom, google formulir, dan hangouts meet. Dengan demikian, fleksibilitas pembelajaran daring ditentukan oleh keberhasilan guru dalam memilih strategi pembelajaran yang mandiri sehingga peserta didik mampu memiliki kebebasan untuk menentukan cara pembelajarannya sendiri dan menggunakan media pembelajaran yang efektif.

Media sosial merupakan sebuah wadah untuk memudahkan komunikasi antar pengguna. Hal ini sama halnya dengan apa yang dituliskan pada situs wikipedia yang menjelaskan bahwa media sosial itu adalah sebuah daring dengan para pengunjungnya bisa saling berpartisipasi, berbagi, dan lain sebagainya. Walaupun dengan jarak yang terbilang jauh, seseorang akan dapat saling terhubung dengan orang yang lain dengan waktu yang singkat melalui media sosial.

Fleksibel bagi Siswa

Fleksibel bagi siswa artinya kurikulum harus menyediakan berbagai kemungkinan program pilihan sesuai dengan bakat dan minat siswa. Fleksibel memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas serta mencoba untuk merubah metode sesuai dengan situasi dan kondisi siswa tersebut. Siswa dapat mengerjakan tugas dimana saja, yang terpenting sesuai jadwal dan sesuai waktu yang sudah di tentukan. Siswa menjadi lebih mandiri, dapat melakukan pembelajaran atau membaca materi sambil melakukan kegiatan santai, materi yang diakses pun cukup mudah, metode pembelajaran yang fleksibel, serta memiliki banyak waktu dengan keluarga.

Pendidikan Indonesia semakin fleksibel dalam mencerdaskan anak bangsa. Pemanfaatkan teknologi ini harus bisa membuat pelajar dan mahasiswa  lebih aktif, kritis, dan cerdas dalam dengan meningkatkan keingintahuan akan belajar hal baru.

Situasi ini tidak menjadikan surut semangat para guru dan siswa untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring (Online). Dengan teknologi yang semakin cangging di era revolusi industry 4.0 ini berbagai media online menjadi sebuah jalan guna tetap terlaksananya pendidikan. Pendidikan, khususnya kita sebagai guru yang merupakan salah satu komponennya harus bisa menyesuaikan dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk kepentingan belajar, karena tidak dapat dipungkiri dengan berkembangnya teknologi itu unsur negatif pun banyak.

 

Sumber Rujukan 

Atsani, K. L. G. M. Z. (2020). Transformasi media pembelajaran pada masa Pandemi COVID-19. Al-                             Hikmah: Jurnal Studi Islam, 1(1),82-93.

 

Friday, August 20, 2021

Mengapa Soal Harus HOTS

 


Mengapa  Soal Harus HOTS

Ai Mulyati,M.Pd.

          Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Higher Order of Thinking Skill (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan suatu kemampuan berpikir yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat saja, namun membutuhkan kemampuan lain yang lebih tinggi, seperti kemampuan berpikir kreatif dan kritis.

                 Paradigma lama  pada pembelajaran yang asalnya berpusat pada guru, kini mengalami perubahan. Guru lebih kreatif dalam menyajikan pembelajaran dengan melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajarannya. Hal ini diutamakan supaya siswa lah yang menjadi leader pembelajaran (student centered) atau siswa yang menjadi pusat pembelajaran, selain itu pada pelaksanaan HOTS (Higher Order of Thinking Skill) bukan hanya pengetahuan yang dibahas, tetapi pada level yang lebih tinggi baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.

                   Menurut Permendikbud No. 22 Tahun 2016 dalam implementasi kurikulum 2013 tentang Standar Proses menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model tersebut adalah model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning), model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-based Learning/PBL), dan  model Pembelajaran Berbasis Projek (Project- based Learning/PJBL). Tidak menutup kemungkinan guru juga diperbolehkan untuk mengembangkan model pembelajaran yang lainnya.

Sekarang timbul pertanyaan mengapa harus HOTS ?

            Penulis yakin dengan adanya HOTS (Higher Order of Thinking Skill)  siswa bukan hanya mengingat informasi yang disampaikan tetapi juga memahami informasi serta melakukan penalaran atau menganalisis sehingga timbul keterampilan berpikir kritis dan kreatif, yang lebih tinggi lagi siswa dapat mencipta sesuatu  sesuai dengan apa yang dipahaminya sehingga adanya inovasi-inovasi baru yang diciptakan oleh siswa.

                    HOTS juga timbul karena adanya hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang menyatakan prestasi literasi membaca (reading literacy), literasi matematika (mathematical literacy), dan literasi sains (scientific literacy) yang dicapai peserta didik Indonesia sangat rendah.

                Kemampuan peserta didik Indonesia sangat rendah dalam: (1) memahami informasi yang kompleks; (2) teori, analisis, dan pemecahan masalah; (3) pemakaian alat, prosedur dan pemecahan masalah; dan (4) melakukan investigasi.

https://www.kaskus.co.id/thread/5a156d3fdad770ec548b456c/daftar-ranking-matematika-dan-sains-sedunia-indonesia-peringkat-62/ 

Sekitar 540.000 siswa dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia mengikuti ujian yang di selenggarakan oleh The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2015. Indonesia peringkat ke 64. Sehingga dengan adanya hasil ini penulis  dapat mengambil kesimpulan bahwa penguasaan materi siswa masih rendah, sehingga perlu dibiasakan dalam mengerjakan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Pembelajaran abad 21 mengharuskan guru untuk mendesaint pembelajaran agar lebih efektif dan inovatif. Guru menjadi fasilitator untuk siswa supaya bisa lebih mengeksplor dirinya dalam melaksanakan pengembangan hasil kreatifitas yang dimiliki siswa.

Penerapan HOTS juga dapat meningkatkan keberanian siswa dalam menghadapi soal yang sulit, terbentuknya kerjasama antar siswa yang baik,adanya interaksi siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru yang lebih tinggi, aktivitas belajar yang lebih baik, serta karakter siswa yang baik dalam hal disilpin, ketekunan, tanggung jawab, teliti dan sikap terbuka (Widodo dan Srikadarwati, 2013). Pembelajaran HOTS mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa baik dalam aspek kognitif, psikomotori, dan afektif. HOTsmengutamakan pada pembelajaran yang merangsang asiswa untuk memiliki nalar knowing what, when, why, where dan how.  

Penerapan standard HOTS ((Higher Order Thinking Skills) sebenarnya dapat dilakukan oleh siswa di Indonesia. Tetapi hal ini tidak bisa instan perlu adanya penyesuaian standar pemikiran yang sama, dengan bimbingan dari guru dan pemerintah, sehingga peningkatan kualitas yang diharapkan akan tercapai dengan baik.  Kita terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik.

 

Sumber Rujukan

Widodo dan Srikadarwati, 2013. Higher Order Thinking Berbasis Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Berorientasi Pembentukan Karakter Siswa. Jurnal Cakrawala Pendidikan, Semarang, https://journal.uny.ac.id/ index.php/cp/article/ view/1269

http://www.bjgp-rizal.com/2018/11/apakah-higher-order-thinking-skills-hots-dalam-kurikulum-2013.html

https://www.rijal09.com/2018/11/model-model-pembelajaran-hots-higher-order-thinking-skill.html

 

Thursday, August 19, 2021

Memupuk Jiwa Nasionalisme dengan Kegiatan Ekstrakulikuler

Memupuk Jiwa Nasionalisme dengan Kegiatan Ekstrakulikuler

                  Ai Mulyati,M.Pd.

Nasionalisme merupakan kesadaran diri yang meningkat dan yang diwujudkan oleh kecintaan yang melimpah pada negeri atau bangsa sendiri dan kadang-kadang disertai akibat mengecilnya arti dan sifat bangsa-bangsa lain. (Hardjosatoto dkk, 1985: 42). Peranan penting bagi bangsa dan negara dengan memupuk jiwa nasionalisme karena nasionalisme merupakan perwujudan rasa cinta masyarakat terhadap tanah air yang dilandasi Pancasila serta menuntun masyarakat untuk memiliki sikap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan tenggang rasa.

Nasionalisme dilingkungan sekolah masih perlu ditumbuhkan. Hal ini yang perlu menjadi perhatian jika ingin terus menjaga atau menumbuhkan rasa nasionalisme generasi milenial sehingga penanaman rasa cinta perjuangan dan pengorbanan para pendahulu dapat ditanamkan terhadap bangsa yaitu penanaman nilai-nilai semangat nasionalisme. Untuk membangun generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme, bangga dan mencintai tanah air, maka penanaman nilai-nilai budaya nasionalisme perlu ditanamkan  sehingga tercipta generasi muda yang memiliki kepekaan dan perhatian terhadap permasalahan bangsa, bahasa, budaya sekolah, dan pendidikan merupakan faktor- faktor penting dalam menumbuhkan nasionalisme.

Kegiatan ekstrakurikuler dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan jiwa kaum milenial dalam membangun sikap nasionalisme. Sikap nasionalisme yang dimaksud  yaitu selalu taat kepada Tuhan, sikap kepemimpinan, keberanian, tanggung jawab, cinta tanah air yang mampu digali melalui kegiatan ekstrakulikuler.

Implementasi kegiatan ekstra kurikuler di tengah pandemi menjadi tantangan tersendiri.  Strategi sekolah dengan inovasi-inovasinya bisa menjadikan kegiatan ekstrakurikuler di masa pandemi COVID-19 tetap bisa berjalan. Dari sisi tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak ada perubahan, yang berubah hanya media atau sarana penunjang dan pola kegiatan yang harus mengikuti adaptasi kehidupan baru.

Sekolah perlu menentukan pilihan prioritas kegiatan ekstrakurikuler yang akan diselenggarakan berdasarkan analisis potensi dan minat peserta didik, serta kemampuan sekolah dalam memenuhi sumberdaya yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik. Selain itu juga bertujuan mengembangkan bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Menurut Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 fungsi dari ekstrakurikuler adalah sebagai wahana pengembangan minat dan bakat peserta didik, wahana memperluas pengalaman bersosialisasi, wahana persiapan karir, dan wahana rekreatif yang dalam suasana gembira sehingga menunjang proses pengembangan potensi peserta didik.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, mengupayakan agar siswa tetap aktif dan kreatif dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi tantangan tersendiri. Kegiatan ekstrakurikuler saat ini memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai wadah penyaluran bakat minat siswa saja, tapi juga sekaligus harus mampu menjadi pembiasaan kegiatan yang dilakukan di rumah. Kegiatan ekskul mampu meningkatkan daya kreatifitas siswa, kemampuan berinteraksi dengan sesama, dan mengasah bakat yang dimiliki. Jadi kegiatan eskul ini sebaiknya  jangan ditiadakan dan masih bisa tetap dilakukan dengan tetap mempertimbangkan ketaatan protokol kesehatan dan dengan strategi yang baik.

 

 

Hardjosatoto, dkk. 1985. Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia dari Budi Utomo sampai Proklamasi. Yogyakarta: Liberty

 

Wednesday, August 18, 2021

DEMAM WEBINAR

 Demam Webinar

Ai Mulyati,M.Pd.


Akhir- akhir ini kata webinar tidak asing lagi ditelinga para aktifis pendidikan, pembisnis online,  ataupun masyarakat umum. Banyak webinar yang dihadirkan, dibandingkan sebelum adanya pandemik covid 19. Hal ini di latar belakangi oleh tidak adanya aktifitas yang dilakukan di luar rumah, semua orang diwajibkan melakukan aktifitasnya di dalam rumah. Banyak orang yang tertuju pada internet, televisi atau kegiatan yang berhubungan dengan  online.


Webinar merupakan sebuah singkatan dari kata web dan seminar. Yakni sebuah seminar yang dilakukan melalui sebuah situs web atau aplikasi tertentu berbasis internet. Teknik ini sendiri memungkinkan pembicara atau pengisi materi membagikan informasi mereka lewat internet maupun media elektronik lainnya.


Dunia pendidikan pun tak luput dengan adanya demam untuk mengikuti webinar, hal ini dikarenakan para guru harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang baru atau beradaptasi dengan keadaan untuk melakukan pembelajaran secara online. Salah satu trik yang dapat dilakukan oleh guru untuk dapat melakukan pembelajaran online secara inovatif yaitu dengan mengikuti webinar. 


Banyak aplikasi yang digunakan dalam pelaksanaan webinar, diantaranya Google Meeting, zoom, webex, Telekonferensi, video conference, youtube life, instagram dan facebook life atau semacamnya. Aplikasi-aplikasi dengan mudahnya bisa diakses oleh semua orang. Sehingga bisa memudahan untuk melaksanakan kegiatan webinar.


Merujuk pada survei yang dilakukan oleh Imogen Communications Institute (ICI) pada Mei 2020, diketahui bahwa webinar akan tetap menjadi tren saat new normal dan masih diminati oleh banyak orang. Bahkan, webinar berbayar menjadi pilihan utama masyarakat untuk mendapatkan sebuah informasi terbaru.


Beberapa manfaat yang dapat penulis simpulakan dalam mengikuti kegiatan webinar khususnya untuk guru, diantaranya guru lebih kreatif dalam mengembangkan sistem belajar efektif, mengetahui strategi yang tepat dalam pembelajaran online di masa pandemic covid 19, mengendalikan mental guru di masa pandemic karena dengan bergabungnya di webinar biasanya adanya motivasi yang disampaikan oleh narasumber ataupun rekan yang mengikuti webinar (saling menyemangati atau saling menguatkan), Penggunaan teknologi dalam PJJ secara daring dengan adanya aplikasi-aplikasi baru yang diajarkan menambah kreatifitas guru dalam melakukan inovasi dalam pembelajaran, menjadi bahan berbagi untuk memberikan informasi atau pelatihan bagi guru yang lainnya.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan banyak kesempatan bagi guru untuk mengikuti webinar, hal ini sebagai upaya untuk menghimpun energi positif kepada guru  dengan tetap berdaya dan memberdayakan sesama guru di tengah pandemi Covid-19. Kata kuncinya yaitu dengan kita sebagai guru berusaha untuk berbagi dan belajar.


Berbagi dalam artian saling berbagi praktik yang dilakukan oleh para guru kepada rekan guru yang lainnya, baik membagikan Rencana pelaksanaan pembelajaran, Praktik membuat media pembelajaran, modul yang sesuai dengan keadaan luring ataupun daring, berbagi pengalaman dalam pembelajaran sesuai keadaan di sekolahnya masing-masing atau aplikasi baru yang disampaikan guna mendukung kegiatan pembelajaran. 


Belajar bagi guru pada saat ini banyak dirasakan, apalagi dengan adanya pembelajaran daring atau online. Guru dituntut untuk terus belajar melakukan pembelajaran yang inovatif sesuai dengan imbauan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa para pendidik agar dapat menghadirkan belajar yang menyenangkan dari rumah bagi siswa dan mahasiswa.


Dengan adanya webinar ini, diharapkan guru bisa mengambil peluang  sebanyak-banyaknya untuk dapat belajar dan berbagi dengan guru yang lainnya. Deman Webinar dikalangan guru berdampak positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih maju. Sehingga guru lebih banyak mendapatkan ilmu untuk kemajua  pendidikan.


Sumber Rujukan

https://venuemagz.com/news/webinar-berbayar-jadi-tren-baru-di-era-new-normal/


Friday, October 2, 2020

Style Batik



Berbagai ragam kebudayaan bangsa  Indonesia . Batik merupakan salah satu keragamannya dan menjadikan aset negara yang perlu kita lestarikan. 

Motif batik yang memiliki keunikan menambah keistimewaan dari batik itu sendiri. Keistimewaan yang lainnya dari batik yaitu nilai sejarah serta proses pembuatannya,sehingga batik memiliki corak yang beragam yang dibuat oleh daerah yang tersebar di negara  Indonesia. 

Hari Batik nasional ini sudah disahkan dan diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Dalam sidang  Intergovermental Committee for the Safeguard of the Intangible Culture Heritage UNESCO telah mengukuhkan bahwa Batik sebagai Warisan Budaya Tak benda milik Indonesia.

Di masa pandemi covid 19 ini banyak kreatifitas pengrajin batik yang melakukan berbagai karya inovatif nya dengan memanfaatkan teknologi dan melakukan berbagai jenis motif yang menarik sehingga menarik minat konsumen untuk menggunakannya. 

Style Batik beraneka ragam bentuknya, mulai dari yang formal ataupun yang kasual.

Perpaduan kain batik dengan  atasan putih bisa jadi referensi untuk acara formal, style ini bisa menambah keanggunan pemakainya. Sedangkan  yang menyukai style sederhana, pilihan dress batik dengan potongan simple maxy  serta dipadukan dengan outèr polos panjang bisa jadi solusi style formal untuk menghadiri undangan. 

Sekarang banyak variasi yang dibuat oleh pengrajin batik sehingga timbul tren batik yang kekinian. Malah sekarang dipadu padankan dengan jeans pun akan tampak kasual.

Masker pun sekarang dibuatkan dengan bahan batik, sehingga lebih mathcing dengan batik yang kita gunakan. 

So... mari kita lestarikan warisan budaya kita, yaitu dengan mencintai batik Indonesia.

Selamat Hari Batik Nasional.