Ai Mulyati,M.Pd.
Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Higher Order of Thinking Skill (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan suatu kemampuan berpikir yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat saja, namun membutuhkan kemampuan lain yang lebih tinggi, seperti kemampuan berpikir kreatif dan kritis.
Paradigma lama pada pembelajaran yang asalnya berpusat pada guru, kini mengalami perubahan. Guru lebih kreatif dalam menyajikan pembelajaran dengan melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajarannya. Hal ini diutamakan supaya siswa lah yang menjadi leader pembelajaran (student centered) atau siswa yang menjadi pusat pembelajaran, selain itu pada pelaksanaan HOTS (Higher Order of Thinking Skill) bukan hanya pengetahuan yang dibahas, tetapi pada level yang lebih tinggi baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.
Menurut Permendikbud No. 22 Tahun 2016 dalam implementasi kurikulum 2013 tentang Standar Proses menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan. Ketiga model tersebut adalah model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning), model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-based Learning/PBL), dan model Pembelajaran Berbasis Projek (Project- based Learning/PJBL). Tidak menutup kemungkinan guru juga diperbolehkan untuk mengembangkan model pembelajaran yang lainnya.
Sekarang timbul pertanyaan mengapa harus HOTS ?
Penulis yakin dengan adanya HOTS (Higher Order of Thinking Skill) siswa bukan hanya mengingat informasi yang disampaikan tetapi juga memahami informasi serta melakukan penalaran atau menganalisis sehingga timbul keterampilan berpikir kritis dan kreatif, yang lebih tinggi lagi siswa dapat mencipta sesuatu sesuai dengan apa yang dipahaminya sehingga adanya inovasi-inovasi baru yang diciptakan oleh siswa.
HOTS juga timbul karena adanya hasil tes Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang menyatakan prestasi literasi membaca (reading literacy), literasi matematika (mathematical literacy), dan literasi sains (scientific literacy) yang dicapai peserta didik Indonesia sangat rendah.
Kemampuan peserta didik Indonesia sangat rendah dalam: (1) memahami informasi yang kompleks; (2) teori, analisis, dan pemecahan masalah; (3) pemakaian alat, prosedur dan pemecahan masalah; dan (4) melakukan investigasi.
Sekitar 540.000 siswa dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia mengikuti ujian yang di selenggarakan oleh The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2015. Indonesia peringkat ke 64. Sehingga dengan adanya hasil ini penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa penguasaan materi siswa masih rendah, sehingga perlu dibiasakan dalam mengerjakan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Pembelajaran abad 21 mengharuskan guru untuk mendesaint pembelajaran agar lebih efektif dan inovatif. Guru menjadi fasilitator untuk siswa supaya bisa lebih mengeksplor dirinya dalam melaksanakan pengembangan hasil kreatifitas yang dimiliki siswa.
Penerapan HOTS juga dapat meningkatkan keberanian siswa dalam menghadapi soal yang sulit, terbentuknya kerjasama antar siswa yang baik,adanya interaksi siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru yang lebih tinggi, aktivitas belajar yang lebih baik, serta karakter siswa yang baik dalam hal disilpin, ketekunan, tanggung jawab, teliti dan sikap terbuka (Widodo dan Srikadarwati, 2013). Pembelajaran HOTS mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa baik dalam aspek kognitif, psikomotori, dan afektif. HOTsmengutamakan pada pembelajaran yang merangsang asiswa untuk memiliki nalar knowing what, when, why, where dan how.
Penerapan standard HOTS ((Higher Order Thinking Skills) sebenarnya dapat dilakukan oleh siswa di Indonesia. Tetapi hal ini tidak bisa instan perlu adanya penyesuaian standar pemikiran yang sama, dengan bimbingan dari guru dan pemerintah, sehingga peningkatan kualitas yang diharapkan akan tercapai dengan baik. Kita terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik.
Sumber Rujukan
Widodo dan Srikadarwati, 2013. Higher Order Thinking Berbasis Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Berorientasi Pembentukan Karakter Siswa. Jurnal Cakrawala Pendidikan, Semarang, https://journal.uny.ac.id/ index.php/cp/article/ view/1269
http://www.bjgp-rizal.com/2018/11/apakah-higher-order-thinking-skills-hots-dalam-kurikulum-2013.html
https://www.rijal09.com/2018/11/model-model-pembelajaran-hots-higher-order-thinking-skill.html
No comments:
Post a Comment