Memupuk Jiwa Nasionalisme dengan Kegiatan Ekstrakulikuler
Ai Mulyati,M.Pd.
Nasionalisme merupakan kesadaran diri yang meningkat dan yang diwujudkan oleh kecintaan yang melimpah pada negeri atau bangsa sendiri dan kadang-kadang disertai akibat mengecilnya arti dan sifat bangsa-bangsa lain. (Hardjosatoto dkk, 1985: 42). Peranan penting bagi bangsa dan negara dengan memupuk jiwa nasionalisme karena nasionalisme merupakan perwujudan rasa cinta masyarakat terhadap tanah air yang dilandasi Pancasila serta menuntun masyarakat untuk memiliki sikap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan tenggang rasa.
Nasionalisme dilingkungan sekolah masih perlu ditumbuhkan. Hal ini yang
perlu menjadi perhatian jika ingin terus menjaga atau menumbuhkan rasa
nasionalisme generasi milenial sehingga penanaman rasa cinta perjuangan dan pengorbanan
para pendahulu dapat ditanamkan terhadap bangsa yaitu penanaman nilai-nilai
semangat nasionalisme. Untuk membangun generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme,
bangga dan mencintai tanah air, maka penanaman nilai-nilai budaya nasionalisme
perlu ditanamkan sehingga tercipta
generasi muda yang memiliki kepekaan dan perhatian terhadap permasalahan
bangsa, bahasa, budaya sekolah, dan pendidikan merupakan faktor- faktor penting
dalam menumbuhkan nasionalisme.
Kegiatan ekstrakurikuler dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan
jiwa kaum milenial dalam membangun sikap nasionalisme. Sikap nasionalisme yang
dimaksud yaitu selalu taat kepada Tuhan,
sikap kepemimpinan, keberanian, tanggung jawab, cinta tanah air yang mampu
digali melalui kegiatan ekstrakulikuler.
Implementasi kegiatan ekstra kurikuler di tengah pandemi menjadi
tantangan tersendiri. Strategi sekolah dengan
inovasi-inovasinya bisa menjadikan kegiatan ekstrakurikuler di masa pandemi
COVID-19 tetap bisa berjalan. Dari sisi tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak
ada perubahan, yang berubah hanya media atau sarana penunjang dan pola kegiatan
yang harus mengikuti adaptasi kehidupan baru.
Sekolah perlu menentukan pilihan prioritas kegiatan ekstrakurikuler yang
akan diselenggarakan berdasarkan analisis potensi dan minat peserta didik,
serta kemampuan sekolah dalam memenuhi sumberdaya yang dibutuhkan dalam
penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada
pada diri peserta didik. Selain itu juga bertujuan mengembangkan bakat, minat,
kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal
dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Menurut
Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 fungsi dari ekstrakurikuler adalah sebagai
wahana pengembangan minat dan bakat peserta didik, wahana memperluas pengalaman
bersosialisasi, wahana persiapan karir, dan wahana rekreatif yang dalam suasana
gembira sehingga menunjang proses pengembangan potensi peserta didik.
Di masa pandemi seperti sekarang ini, mengupayakan agar siswa tetap
aktif dan kreatif dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi tantangan tersendiri.
Kegiatan ekstrakurikuler saat ini memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai
wadah penyaluran bakat minat siswa saja, tapi juga sekaligus harus mampu
menjadi pembiasaan kegiatan yang dilakukan di rumah. Kegiatan ekskul mampu
meningkatkan daya kreatifitas siswa, kemampuan berinteraksi dengan sesama, dan
mengasah bakat yang dimiliki. Jadi kegiatan eskul ini sebaiknya jangan ditiadakan dan masih bisa tetap
dilakukan dengan tetap mempertimbangkan ketaatan protokol kesehatan dan dengan
strategi yang baik.
Hardjosatoto, dkk.
1985. Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia dari Budi Utomo sampai Proklamasi.
Yogyakarta: Liberty
No comments:
Post a Comment