Followers

Thursday, August 19, 2021

Memupuk Jiwa Nasionalisme dengan Kegiatan Ekstrakulikuler

Memupuk Jiwa Nasionalisme dengan Kegiatan Ekstrakulikuler

                  Ai Mulyati,M.Pd.

Nasionalisme merupakan kesadaran diri yang meningkat dan yang diwujudkan oleh kecintaan yang melimpah pada negeri atau bangsa sendiri dan kadang-kadang disertai akibat mengecilnya arti dan sifat bangsa-bangsa lain. (Hardjosatoto dkk, 1985: 42). Peranan penting bagi bangsa dan negara dengan memupuk jiwa nasionalisme karena nasionalisme merupakan perwujudan rasa cinta masyarakat terhadap tanah air yang dilandasi Pancasila serta menuntun masyarakat untuk memiliki sikap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan tenggang rasa.

Nasionalisme dilingkungan sekolah masih perlu ditumbuhkan. Hal ini yang perlu menjadi perhatian jika ingin terus menjaga atau menumbuhkan rasa nasionalisme generasi milenial sehingga penanaman rasa cinta perjuangan dan pengorbanan para pendahulu dapat ditanamkan terhadap bangsa yaitu penanaman nilai-nilai semangat nasionalisme. Untuk membangun generasi muda yang memiliki rasa nasionalisme, bangga dan mencintai tanah air, maka penanaman nilai-nilai budaya nasionalisme perlu ditanamkan  sehingga tercipta generasi muda yang memiliki kepekaan dan perhatian terhadap permasalahan bangsa, bahasa, budaya sekolah, dan pendidikan merupakan faktor- faktor penting dalam menumbuhkan nasionalisme.

Kegiatan ekstrakurikuler dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan jiwa kaum milenial dalam membangun sikap nasionalisme. Sikap nasionalisme yang dimaksud  yaitu selalu taat kepada Tuhan, sikap kepemimpinan, keberanian, tanggung jawab, cinta tanah air yang mampu digali melalui kegiatan ekstrakulikuler.

Implementasi kegiatan ekstra kurikuler di tengah pandemi menjadi tantangan tersendiri.  Strategi sekolah dengan inovasi-inovasinya bisa menjadikan kegiatan ekstrakurikuler di masa pandemi COVID-19 tetap bisa berjalan. Dari sisi tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak ada perubahan, yang berubah hanya media atau sarana penunjang dan pola kegiatan yang harus mengikuti adaptasi kehidupan baru.

Sekolah perlu menentukan pilihan prioritas kegiatan ekstrakurikuler yang akan diselenggarakan berdasarkan analisis potensi dan minat peserta didik, serta kemampuan sekolah dalam memenuhi sumberdaya yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik. Selain itu juga bertujuan mengembangkan bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Menurut Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 fungsi dari ekstrakurikuler adalah sebagai wahana pengembangan minat dan bakat peserta didik, wahana memperluas pengalaman bersosialisasi, wahana persiapan karir, dan wahana rekreatif yang dalam suasana gembira sehingga menunjang proses pengembangan potensi peserta didik.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, mengupayakan agar siswa tetap aktif dan kreatif dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi tantangan tersendiri. Kegiatan ekstrakurikuler saat ini memiliki peran ganda, tidak hanya sebagai wadah penyaluran bakat minat siswa saja, tapi juga sekaligus harus mampu menjadi pembiasaan kegiatan yang dilakukan di rumah. Kegiatan ekskul mampu meningkatkan daya kreatifitas siswa, kemampuan berinteraksi dengan sesama, dan mengasah bakat yang dimiliki. Jadi kegiatan eskul ini sebaiknya  jangan ditiadakan dan masih bisa tetap dilakukan dengan tetap mempertimbangkan ketaatan protokol kesehatan dan dengan strategi yang baik.

 

 

Hardjosatoto, dkk. 1985. Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia dari Budi Utomo sampai Proklamasi. Yogyakarta: Liberty

 

No comments:

Post a Comment