Followers

Wednesday, August 18, 2021

DEMAM WEBINAR

 Demam Webinar

Ai Mulyati,M.Pd.


Akhir- akhir ini kata webinar tidak asing lagi ditelinga para aktifis pendidikan, pembisnis online,  ataupun masyarakat umum. Banyak webinar yang dihadirkan, dibandingkan sebelum adanya pandemik covid 19. Hal ini di latar belakangi oleh tidak adanya aktifitas yang dilakukan di luar rumah, semua orang diwajibkan melakukan aktifitasnya di dalam rumah. Banyak orang yang tertuju pada internet, televisi atau kegiatan yang berhubungan dengan  online.


Webinar merupakan sebuah singkatan dari kata web dan seminar. Yakni sebuah seminar yang dilakukan melalui sebuah situs web atau aplikasi tertentu berbasis internet. Teknik ini sendiri memungkinkan pembicara atau pengisi materi membagikan informasi mereka lewat internet maupun media elektronik lainnya.


Dunia pendidikan pun tak luput dengan adanya demam untuk mengikuti webinar, hal ini dikarenakan para guru harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan yang baru atau beradaptasi dengan keadaan untuk melakukan pembelajaran secara online. Salah satu trik yang dapat dilakukan oleh guru untuk dapat melakukan pembelajaran online secara inovatif yaitu dengan mengikuti webinar. 


Banyak aplikasi yang digunakan dalam pelaksanaan webinar, diantaranya Google Meeting, zoom, webex, Telekonferensi, video conference, youtube life, instagram dan facebook life atau semacamnya. Aplikasi-aplikasi dengan mudahnya bisa diakses oleh semua orang. Sehingga bisa memudahan untuk melaksanakan kegiatan webinar.


Merujuk pada survei yang dilakukan oleh Imogen Communications Institute (ICI) pada Mei 2020, diketahui bahwa webinar akan tetap menjadi tren saat new normal dan masih diminati oleh banyak orang. Bahkan, webinar berbayar menjadi pilihan utama masyarakat untuk mendapatkan sebuah informasi terbaru.


Beberapa manfaat yang dapat penulis simpulakan dalam mengikuti kegiatan webinar khususnya untuk guru, diantaranya guru lebih kreatif dalam mengembangkan sistem belajar efektif, mengetahui strategi yang tepat dalam pembelajaran online di masa pandemic covid 19, mengendalikan mental guru di masa pandemic karena dengan bergabungnya di webinar biasanya adanya motivasi yang disampaikan oleh narasumber ataupun rekan yang mengikuti webinar (saling menyemangati atau saling menguatkan), Penggunaan teknologi dalam PJJ secara daring dengan adanya aplikasi-aplikasi baru yang diajarkan menambah kreatifitas guru dalam melakukan inovasi dalam pembelajaran, menjadi bahan berbagi untuk memberikan informasi atau pelatihan bagi guru yang lainnya.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan banyak kesempatan bagi guru untuk mengikuti webinar, hal ini sebagai upaya untuk menghimpun energi positif kepada guru  dengan tetap berdaya dan memberdayakan sesama guru di tengah pandemi Covid-19. Kata kuncinya yaitu dengan kita sebagai guru berusaha untuk berbagi dan belajar.


Berbagi dalam artian saling berbagi praktik yang dilakukan oleh para guru kepada rekan guru yang lainnya, baik membagikan Rencana pelaksanaan pembelajaran, Praktik membuat media pembelajaran, modul yang sesuai dengan keadaan luring ataupun daring, berbagi pengalaman dalam pembelajaran sesuai keadaan di sekolahnya masing-masing atau aplikasi baru yang disampaikan guna mendukung kegiatan pembelajaran. 


Belajar bagi guru pada saat ini banyak dirasakan, apalagi dengan adanya pembelajaran daring atau online. Guru dituntut untuk terus belajar melakukan pembelajaran yang inovatif sesuai dengan imbauan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa para pendidik agar dapat menghadirkan belajar yang menyenangkan dari rumah bagi siswa dan mahasiswa.


Dengan adanya webinar ini, diharapkan guru bisa mengambil peluang  sebanyak-banyaknya untuk dapat belajar dan berbagi dengan guru yang lainnya. Deman Webinar dikalangan guru berdampak positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih maju. Sehingga guru lebih banyak mendapatkan ilmu untuk kemajua  pendidikan.


Sumber Rujukan

https://venuemagz.com/news/webinar-berbayar-jadi-tren-baru-di-era-new-normal/


No comments:

Post a Comment