Followers

Monday, March 28, 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 14 Pendidikan Guru Penggerak


Bismillah..

Bagaimana kabarnya dipenghujung bulan maret ini ? semoga tetap semangat ya untuk mengikuti pendidikan guru penggerak. 

Tulisan refleksi pembelajaran di minggu ke 14 saya akan menuliskan dengan menggunakan model 4F .(Facts, Feelings, Findings, Future). 

4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal): 

1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut. 

3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?

 4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

Baiklah akan saya paparkan refleki dalam pelajaran minggu ini. 

Facts (Peristiwa)


Di minggu ini saya dengan calon guru penggerak lainnya membuat kelompok yang terbagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing kelompok 3 orang. Kami mempersentasikan praktik coaching secara berkelompok.  Dalam berkelompok kami secara bergantiaan memainkan peran coach, coachee,  dan pengamat. Kami diberi kasus yang disediakan  kemudian kami praktikkan dengan masing-masing anggota memainkan perannya. Di depan fasilitator kami lakukan secara berulang. Kegiatan kami lakukan secara daring. 

 Feelings (Perasaan)

Perasaan saya pada minggu ini merasa antusias karena dengan mempraktikan teknik coaching saya menjadi dapat pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana seharusnya kita melakukan teknik coching. Dan bisa membedakan antara konseling, coaching, dan monitoring. Meskipun saya merasa saya masih perlu banyak latihan dalam mempraktekkan teknik coaching ini.

Findings (Pembelajaran)

Coaching adalah suatu proses yang melibatkan coachee dan choch dalam menyelesaikan suatu persoalan. Seorang coach harus mampu memberikan fasilitas dan menggali potensi dari chochee sehingga choachee dapat menyelesaikan masalahnya dengan solusi sendiri sesuai dengan kemapuannya dan potensi yang dia miliki. 

 Future (Penerapan)

Saya akan berusahan untuk menerapkan teknik coaching dengan metode TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana aksi, tanggung jawab) untuk dapat membantu siswa dalam menemukan solusinya sendiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Demikian yang dapat saya paparkan dalam refleksi minggu ke 14 pendidikan guru penggerak ini. Semoga pengalaman ini akan terus memotivasi saya agar terus belajar dan menggali potensi yang saya milki.

Terima Kasih.

Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak...

Friday, March 18, 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 13 Pendidikan Guru Penggerak

 


Bismillah...

Allhamdulillah pendidikan calon guru penggerak sudah memasuki  minggu ke 13. Memang tidak mudah untuk mengikuti pendidikan ini tapi penulis tetap semangat untuk menggali dan mempelajari pembelajaran yang ada di program guru penggerak. 

Minggu ke 13 ini penulis akan merefleksikan  kegiatan pembelajaran dengan model Six Thinking Hats (Teknik 6 Topi)

Model Six Thinking Hats diperkenalkan oleh Edward de Bono pada tahun 1985. Model ini melatih kita melihat satu topik dari berbagai sudut pandang, yang disimbolkan dengan enam warna topi. Setiap topi mewakili cara berpikir yang berbeda; beberapa di antaranya terkadang mendominasi cara kita berpikir. Karena itu, dengan semakin sering melatih keenam “topi”, kita akan dapat mengambil refleksi yang lebih mendalam. Keenam topi tersebut berikut penggunaannya dalam jurnal refleksi adalah: 

1) Topi putih: tuliskan informasi sebanyak-banyaknya terkait pengalaman yang terjadi. Informasi ini harus berupa fakta; bukan opini. 

2) Topi merah: gambarkan perasaan Anda terkait dengan topik yang sedang dibahas, misalnya perasaan saat mempelajari materi baru atau saat menjalankan diskusi kelompok. 

3) Topi kuning: tuliskan hal-hal positif yang terkait dengan topik tersebut. 

4) Topi hitam: tuliskan kendala, hambatan, atau risiko dari tindakan/peristiwa yang sedang dibahas. 

5) Topi hijau: jabarkan ide-ide yang muncul setelah mengalami peristiwa tersebut.

6) Topi biru: tarik kesimpulan dari peristiwa yang terjadi, atau ambil keputusan setelah mempertimbangkan kelima sudut pandang lainnya. Bandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.


FACT/ FAKTA ( TOPI PUTIH) 

Kegiatan yang saya lakuka  minggu ini adalah refleksi terbimbing, demonstrasi kontekstual, elaborasi konsep dan koneksi antar materi. Dari kegiatan yang saya lakukan saya mengambil beberapa materi pembelajaran tentang KSE ( Kompetensi Sosial Emosional) dan PSE (Pembelajaran Sosial Emosional).

Refleksi terbimbing  dilaksanakan secara virtua, dalam kegiatan tersebut instruktur membagikan pengalaman kepada calon guru penggerak dalam menerapkan pembelajaran sosial emosional yaitu dengan latihan kesadaran penuh (mindfulness) dan  teknik STOP. 





Dalam kondiri kesadaran penuh, kita dapat merespon sesuatu hal atau masalah dengan baik dan dengan pengambilan keputusab yang bertanggung jawab. Dengan mindfulness kita dapat membangun keterbungan sendiri (self-awareness) dengan berbagai emosi sosial dalam kehidupan. Kita dapat melatoh kesadaran diri kita dengan teknik STOP yang bisa dijabarka S(STOP) kita berhenti sejenak dari aktivitas atau kegiatan yang sedang kita lakukan. T (Take a deep breathe) menarik napas panjang, ) O (Observer) Amati, P (Preceed) lanjutkan.

Kegiatan Demokrasi kontekstual, calon guru penggerak membuat RPP yang terintegrasi dengan pembelajaran berdiperensiasi dan PSE (Pembelajaran Sosial Emosional). Sedangkan dalam elaborasi konsep penulis mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman tentang contoh-contoh yang menguatkan pemahaman penulis tentang pembelajaran sosial emosional. Pembelajaran dilanjutkan dengan pembelajaran koneksi antar materi yang sudah dipelajari antara pendidikan yang berpihak kepada murid, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial emosional.




FEELING / PERASAAN (TOPI MERAH)


Perasaan penulis setelah mempelajari Pembelajaran Sosial Emosional saya merasa lebih senang, antusias dan lebih termotivasi lagi untuk dapat mengimplentasikan nya dalam pembelajaran. Penulis menjadi menyadari bahwa dalam pembelajaran tidak hanya perlu aspek intelegensi atau kemampuan kognitif saja tetapi diperlukan juga pembelajaran yang mengarah pada sosial dan emosional.



BENEFIT/ KEUNTUNGAN (TOPI KUNING)

Hal positif yang dapat saya pelajari dalam pembelajaran sosial emosional ini adalah penulis  menjadi lebih mengenali perasaan, pengolahan diri, membangun komunikasi dan mengambil keputusan dengan lebih baik. saya dapat mengajarkan kepada murid bagaimana menguasai 5 KSE melalui integrasi dalam pembelajaran.

Penulis menjadi lebih berpikir positif dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi, fokus dalam setiap apa yang dikerjakan dan segala hal menjadi pembelajaran yang berarti bagi penulis. 


COUTION/ PERINGATAN (TOPI HITAM)

Hambatan saya dalam kegiatan pembelajaran sekarang adalah karena murid harus kembali belajar dari rumah akibat adanya situasi yang masih pandemi dengan farian virus baru omicron sehingga pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, sehingga untuk mengeksplor sosial dan emosional kurang terlihat.


CREATIVITY/ KREATIFITAS (TOPI HIJAU)

Pelaksanaan pembelajaran yang masih daring menjadikan penulis untuk lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran sehingga murid menjadi lebih termotivasi dalam belajar dan tergali sosial dan emosionalnya. Penulis juga membuat RPP yang berdiferensisi serta menerapkan pembelajaran sosial emosional dalam rancangan tersebut. 


PROCES/ PROSES (TOPI BIRU)

Pembelajaran  sosial emosional dapat dilakukan dengan berbagai teknik atau cara sehingga antara murid dan guru menjadi lebih bisa mengelola diri dan memahami orang lain. Melalui kompetensi sosial emosional saya yakin setiap murid akan mampu menghadapi masalah, menemukan solusi atas masalah nya dan memiliki karakter yang baik. 

Penulis menerapkan pembelajaran emosional dengan melakukan kesadaran penuh (mindfulness) dan  teknik STOP dengan harapan bisa mengelola emosi dan diri, memiliki sifat empati, ketangguhan fisik dan mental serta bisa membuat keputusan yang bertanggung jawab. 

Harapan penulis semoga penerapan pembelajaran sosial emosional dapat menjadikan diri penulis dan murid agar dapat memahami diri sendiri dan selalu berpikir positif dalam menghadapi permasalahan.

Demikian yang dapat penulis sampaikan dalam refleksi minggu ke 13 ini, semoga dapat bermanfaat khususnya untuk penulis dan umumnya untuk yang membaca tulisan ini. 

Terima Kasih.

Salam Sehat... salam Bahagia... Salam Guru Penggerak...




Wednesday, March 16, 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 12 Pendidikan Guru Penggerak

 


Bismillah...

Pelaksanaan Pendidikan Calon Guru Penggerak sudah memasuki minggu ke-12. Minggu ini dimulai dari tanggal 7 maret s.d. 12 maret 2022.

Refleksi minggu ini saya akan membahas dengan model 4 F  (Facts, Feelings, Findings, Future)

4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal): 

1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?

2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut. 

3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini? 

4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

Facts (Peristiwa)

Kegiatan pendidikan guru penggerak di dampingi oleh pengajar praktik. Setiap bulannya kami calon guru penggerak mendapatkan kesempatan untuk di dampingi terkait dengan pembelajaran yang sudah dilakukan. materi yang dibahas yaitu bagaimana ketercapaian CGP selama satu bulan ini, komunitas praktisi dan Budaya positif.  Ada beberapa kuisioener yang di isi oleh rekan kerja, murid dan kepala sekolah. 



Pembelajaran minggu ini membahas tentang pembelajaran sosial dan emosional. Selain mendapatkan pendampingan dengan pengajar praktik, kami CGP juga melakukan kolaborasi pembelajaran bersama Fasilitator.  Di ruang kolaborasi ini kami CGP berdiskusi tentang penerapan pembelajaran sosial emosional di berbagai jenjang oleh karena itu kami berbagi kelompok menjadi 3 yaitu jenjang tingkat dasar, tingkat menengah dan tingkat atas. 






Pada ruang kolaborasi yang sebelumnya kami lakukan selanjutnya, setiap kelompok mempersentasikan hasil diskusi kelompoknya. Bagian ini membahas tentang KSE (Kompetensi Sosial Emosional) dan PSE ( Penerapan Sosial Emosional). Hasil ini berkaitan dengan yang sudah kami lakukan dan yang akan kami lakukan selanjutnya.

Komptensi Sosial Emosional terdiri dari: 

1. Kesadaran Diri

2. Pengelolaan Diri

3. Kesadaran Sosial

4. Keterampilan Relasi 

5. Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab

Selanjutnya  di hari sabtu, 12 maret 2022  kami melakukan lokakarya 3. Pembelajan yang dilakukan yaitu berkaitan dengan  visi missi sekolah yang berdampak pada murid, CGP bersama kepala sekolah dan pengawas akan menyusun visi dan aksi program  sekolah untuk meningkatkan pembelajaran yang berdampak kepada murid. 


Feelings (Perasaan)

Perasaan yang saya rasakan selama pembelajaran ini berlangsung saya merasa senang, dan merasa ingin lebih dalam mempelajari tentang pembelajaran sosial emosional. Apalagi sebagai pengajar saya banyak berkomunikasi dengan orang lain sehingga saya perlu mempelajari materi sosial emosional. 

Sebagai pengajar saya sadari bahwa pengendalian emosi perlu dilakukan untuk tidak adanya miss komunikasi dengan murid. Hal ini kemungkinan terjadi karena beberapafaktor yang bisa menimbulkan emosi misalnya faktor kelelahan, banyak pekerjaan, atau hal lainnya untuk itu saya ingin lebih memperdalam materi tentang sosial emosional , tahapan demi tahapannya, strategi untuk  menghindari sikap emosional dan cara implementasinya di kelas. 

Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran yang saya dapatkan dalam pembelajaran sosial emosional adalah perlu adanya kolaborasi yang dapat dilakukan berbagai pihak sehingga mempunyai pemahaman , penghayatan, dan kemampuan untuk mengelola emosi secara positif.

Kesadaran Penuh ( Minfulnes)
Keadaan pikiran yang berfokus pada pengenalan tentang apa yang dirasakan pada saat ini, tanpa melalui penilaian. Mindfuolness berarti membawa perhatian ke momen saat ini, sambil menerima dan mengenali segala pikiran, emosi, dan perasaan fisik apapun. 

Artinya ada keterkaitan antara unsur pikiran (perhatian), kemauan (yang bertujuan), dan rasa ( rasa ingin tau dan kebaikan) pada kegiatan fisik yang sedang dilakukan. 

Memahami kesadaran diri dan mampu mengendalikan emosi maka kita adapat menggunakan  dan mempraktikkan teknik  STOP  yaitu 

STOP (berhenti) 
Take a deeph breath (Tarik napas dalam-dalam )
Observe (Amati)
Process (Lanjutkan) 

dengan mempelajari Minfulness kita dapat menghindari strees dan tetap berada dalam kesadaran diri  dan dapat mengelola emosi.

Well Being  sebagai keadaan yang memiliki rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental serta menjaga kualitas hidup dengan baik.

Future (Penerapan)

Saya akan mencoba menerapkan pembelajaran sosial emosional (PSE) dalam diri saya  dan pada murid saya. Hal ini bermanfaat untuk dapat mengendalikan emosi dengan memiliki kompetensi sosial emosional. 

Saya ingin lebih mempelajari pembelajaran sosial emosional  yang berbasis kesadaran penuh  agar bisa mewujudkan wellbeing yang bisa diterapkan oleh guru dan murid.

Demikian yang dapat saya bahas dalam jurnal refleksi minggu ke 12 pada pendidikan guru penggerak minggu ini. Terima kasih semoga apa yang saya paparkan dapat bermanfaat untuk pembaca.

Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak...


Friday, March 4, 2022

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 11 PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK

 



Bismillah...

Pendidikan guru penggerak yang saya laksanakan sudah mencapai minggu ke-11.  Banyak pembelajaran dan pengalaman yang sudah saya lalui tetapi saya masih merasa saya masih perlu banyak belajar lagi dan menggali informasi tentang hal-hal yang dapat menjadikan saya sebagai guru ber trasnsformasi dalam dunia pendidikan. 

Saya Akan menggunakan model  DEAL (  Description, Examination and Articulation of Learning) dalam refleksi minggu ke 11 ini. 

Model ini dikembangkan oleh Ash dan Clayton (2009). Untuk membuat refleksi model ini, tulislah penjabaran dari pertanyaan panduan berikut: 

- Description: Deskripsikan pengalaman yang dialami dengan menceritakan unsur 5W1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana); 

- Examination: Analisis pengalaman tersebut dengan membandingkannya terhadap tujuan/rencana yang telah dibuat sebelumnya; 

- Articulation of Learning: Jelaskan hal yang dipelajari dan rencana untuk perbaikan di masa mendatang.

Description

Pembelajaran di mulai tanggal 28 Februari s.d. 4 Maret 2022. Adapun pembelajaran yang saya lakukan di pendidikan guru penggerak minggu ini adalah tentang pembelajaran sosial dan emosional 

1.  Pendahuluan 2.2 Pembelajaran sosial dan emosional

2. Mulai dari diri pembelajaran sosial dan emosional 

3. Eksplorasi konsep pembelajaran 

4. Eksplorasi konsep pembelajaran  forum diskusi 

Dalam pembelajaran kali ini, kami calon guru penggerak secara khusus, diharapkan mampu :

  • Memahami pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning )
  • Memahami tentang pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness)
  • Memahami strategi untuk menerapkan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh  sesuai dengan konteks masing-masing guru
  • Menerapkan  pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) dalam kegiatan di kelas, lingkungan sekolah, dan komunitas praktisi
Pembelajaran diawali dengan melakukan kilas balik terhadap pengalaman saya sebagai guru. Guna mengukur diri dalam memahami tentang pembelajaran sosial dan emosional.

Pembelajaran dimulai dari diri bisa lihat link  berikut https://www.aimulyati.web.id/2022/03/22a3-mulai-dari-diri-pembelajaran.html

Pembelajaran sosial emosional bertujuan untuk memberikan pemahaman, penghayatan, dan kemampuan untuk mengelola emosi (kesadaran diri). menetapkan dan mencapai tujuan positip (pengelolaan diri), merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain ( kesadaran sosial), membangun dan mempertahankan hubungan yang positip (keterampilan membangun relasi), membuiat keputusan yang bertanggung jawab ( mengambil keputusan yang bertanggung jawab).




Selanjutnya mempelajari eksplorasi konsep pembelajaran sosial dan emosional. dalam pembelajaran ini calon guru penggerak mendiskusikan penerapan 5 kompetensi sosial dan emosional yang dibutuhkan dalam sebuah kasus bersama para CGP lain. Tujuan dalam diskusi adalah pengembangan gagasan dan pencapaian pemahaman bersama, sehingga dapat memperkuat pemahaman konsep yang lebih baik. 

Examination

Setelah melaksanakan pembelajaran ini saya merasa senang karena saya harus memecahkan permasalahan yang ada dalam kasus yang disajikan di LMS. Hal ini memberikan pengalaman untuk saya bagaimana mencari solusi untuk dapat mengendalikan diri baik secara sosial maupun emosional. 

Saya berencana untuk dapat menerapkan pembelajaran sebelumnya tentang pembelajaran berdisperensiasi dikaitkan dengan pembelajaran sosial dan emosional. Hal ini sangat berguna untuk guru supaya dapat mempelajarinya dengan baik. 

Articulation of Learning

Harapan yang ingin saya dapatkan setelah mengikuti pembelajaran tentang  pembelajaran sosial dan emosional adalah saya lebih memahami pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning ), memahami tentang pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness), memahami strategi untuk menerapkan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh  sesuai dengan konteks masing-masing guru, menerapkan  pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) dalam kegiatan di kelas, lingkungan sekolah, dan komunitas praktisi.

Semoga apa yang saya pelajari dari modul ini dapat saya wujudkan dalam berbagai kegiatan yang saya lakukan. 

Demikian yang dapat saya bagikan untuk refleksi minggu ke 11 ini. Semoga ada manfaatnya dan berjumpa lagi di pembelajaran berikutnya dengan topik yang lain. 

Terima Kasih.

Salam Sehat ... Salam Bahagia... salam Guru Penggerak...





2.2.a.4.1. Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi Pembelajan Sosial dan Emosional


Bismillah... 

Saya akan memaparkan Eksplorasi konsep diskusi tentang pembelajaran sosial dan emosional.


Tujuan Pembelajaran Khusus CGP adalah dapat menunjukkan pemahaman tentang penerapan 5 kompetensi sosial - emosional ( kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan berhubungan sosial dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab yang berbasis kesadaran penuh.

Bapak/Ibu CGP akan mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan penerapan 5 kompetensi sosial dan emosional yang dibutuhkan dalam sebuah kasus bersama para CGP lain. Tujuan dalam diskusi adalah pengembangan gagasan dan pencapaian pemahaman bersama, sehingga dapat memperkuat pemahaman konsep yang lebih baik.   

Pengantar:

Bapak Eling telah menjadi guru selama lebih dari 5 tahun. Suatu pagi, Bapak Eling merasakan tubuhnya seakan berat untuk bangun dari tidurnya. Dia juga merasa berat untuk berdiri dan bergerak berangkat menuju sekolah. Akhir–akhir ini pun selama berada di dalam kelas, Bapak Eling sering tiba-tiba merasakan jantungnya berdetak cepat. Pikirannya bercabang-cabang, dan ia sering merasakan dirinya mengalami kecemasan. Saat ini memang selain sibuk mengajar, Bapak Eling juga harus menjadi ketua panitia perayaan 17 Agustus yang akan dilaksanakan di sekolahnya 1 bulan lagi.  Berikut 5 kasus yang terjadi pada Bapak Eling yang pada akhir-akhir ini. Bacalah secara berurutan dan lakukan refleksi setelah membaca.

Selanjutnya disajikan 5 kasus yang terjadi pada Bapak Eling. Bacalah secara berurutan dan lakukan refleksi setelah membaca!

KASUS 1

Saat itu jam pelajaran terakhir. Sebelum rapat panitia besar 17 Agustus untuk memfinalisasi acara, Bapak Eling masuk ke kelas 9 untuk mengajar mata pelajaran geografi. Sejak pagi, Bapak Eling sudah mengajar 3 kelas yang berbeda secara berurutan. Pada pelajaran ini, anak-anak diizinkan menggunakan gawai mereka untuk mengerjakan proyek kelompok. Setelah beberapa saat Bapak Eling melakukan pengecekan apakah setiap murid bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab mereka. Saat mendekati meja salah satu siswa, Diana,

Pak Eling mendapati muridnya itu sedang menggunakan gawainya untuk mengerjakan tugas pelajaran lain. Bapak Eling spontan mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi. “Jadi ini yang dari tadi kamu lakukan?”  Seisi ruang kelas terkejut.  Wajah Diana memerah.  Ia tampak malu dan tidak menyangka Bapak Eling merespon sekeras itu.

Jawablah pertanyaan berikut.

Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat dan jelas. 

Situasi yang dihadapi Bapak Eling adalah permasalahan psikis dan kelelahan, yang memicu stress. Dengan banyaknya kegiatan dan aktivitas yang dilakukan  Bapa Eling  sehingga tubuhnya kelelahan.  Hal ini berasal dari tanggung jawab dan tuntutan pekerjaan, sehingga beliau lelah dan letih  yang kemudian memicu emosional yang tidak terkendali sehingga membuat siswa yang bernama Diana menjadi terkejut dengan respon yang dilakukan Bapak eling. 

Apa kompetensi sosial dan emosional yang dibutuhkan  Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut? Jelaskan jawaban Anda. (Hubungkan dengan artikel-artikel yang telah dibaca sebelumnya)

Kompetensi sosial  dan emosional yang dibutuhkan Bapak Eling adalah kompetensi kesadaran diri. Dengan bernada keras menunjukkan bahwa Bapak Eling belum bisa mengendalikan emosional nya hal ini ter picu karena dorongan kelelahan dan merasa tidak dihargai oleh siswa nya yang mengerjakan tugas yang bukan mata pelajarannya. Sehingga beliau mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi.

Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan?

Apabila saya Bapak Eling maka hal yang akan saya lakukan adalah 

-  Stop/Berhenti (Hentikan apapun yang sedang di lakukan), 

-  Take a deep Breath/ Tarik napas dalam ( Sadari napas masuk, sadari napas keluar,rasakan udara segar yang masuk melalui hidung), 

-  Observe/ Amati (amati apa yang di rasakan pada tubuh sendiri, tahu batas dimana tubuh kita membutuhkan istirahat), 

- Proceed/ Lanjutkan (setelah melakukan hal diatas lalu melanjutkan kembali aktivitas dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif). 

Setelah saya merasa nyaman dengan tubuh saya maka saya akan melanjutkan kembali aktivitas saya supaya saya dapat mengendalikan emosional saya dan kembali fokus dengan apa yan g akan saya kerjakan.

KASUS 2

Selesai kegiatan belajar-mengajar berakhir, Bapak Eling memimpin rapat panitia besar yang akan memutuskan revisi akhir acara. Rapat yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam menghasilkan tugas baru bagi Pak Eling untuk mempelajari perubahan proposal acara.  Pak Eling perlu memastikan semua perencanaan, pengaturan personil, dan pengaturan anggaran sudah tepat. Sesuai rencana, panitia acara sudah harus mulai bekerja setelah proposal disetujui oleh kepala sekolah.  Oleh karena itu, Bapak Eling diminta untuk mengirimkan proposal ini kepada kepala sekolah selambat-lambatnya lusa. Karena mendahulukan proposal ini, Bapak Eling pun lupa menyiapkan rubrik untuk pembelajaran geografi keesokan harinya. Keesokan paginya, Bapak Eling, masuk kelas dan lupa mengunduh rubrik proyek geografi sehingga proses pembelajaran sempat tersendat.

Jawablah pertanyaan berikut.

Apakah situasi yang dihadapi  Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas.

Situasi yang di hadapi Bapak Eling adalah  beliau mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas sebagai guru karena mendapatkan begitu banyak tugas yang dihadapi. Yang perlu dilakukan  perlunya manajemen  waktu yang baik, daya konsentrasi yang baik, kemampuan individu  dalam menghadapi tantangan dan menjalankan keduanya dengan baik. Baik tupoksinya sebagai guru dan tugas tambahan nya menjadi ketua panitia 17 agustus.

Apa kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan  Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut? Jelaskan jawaban Anda. (Hubungkan dengan kerangka atau panduan yang ada di artikel-artikel yang telah dibaca sebelumnya

Kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan Bapak Eling adalah kompetensi pengelolaan diri, karena dengan kompetensi ini dapat mengurangi stres dan menambah  efisiensi serta produktivitas, ketika dihadapkan pada beberapa tugas secara bersamaan.

Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan?

Apabila saya berada pada posisi Bapak Eling. maka yang akan saya lakukan 

menggunakan 3 sumber resiliensi individu yaitu :

  • I have (Saya memiliki): teman sejawat yang sudah saya percaya dan dapat diandalkan yang diajak kerjasama dalam melakukan atau mengerjakan sesuatu atau dibentuk suatu komunitas untuk menyelesaikan proposal yang diminta oleh kepala sekolah
  • I am (Saya adalah): saya bertanggung jawab akan apa yang saya lakukan dan apa yang komunitas saya lakukan karena saya memiliki sifat Optimis, percaya diri, dan memiliki harapan
  • I can (Saya dapat) : memecahkan masalah menuju kekuatan diri (kemampuan menyelesaikan persoalan, keterampilan sosial dan interpersonal) dan Kemampuan menjalin hubungan yang penuh kepercayaan Untuk memecahkan masalah dan tantangan yang dihadapi

KASUS 3

Saat mempelajari proposal acara 17 Agustus di antara jam mengajar dan mengoreksi pekerjaan murid-murid, Bapak Eling menyadari salah seorang murid kelas 10 yang berprestasi dalam kejuaraan renang tidak mengumpulkan tugasnya. Pak Eling memanggil murid tersebut. Murid tersebut mengungkapkan pada Bapak Eling bahwa dia sebenarnya merasakan lelah dan mengantuk saat berada di dalam kelas maupun di rumah karena latihan keras menjelang kejuaraan bulan depan. Bapak Eling menilai, seharusnya murid tersebut bekerja lebih keras sebagai konsekuensi dari pilihannya menjadi murid atlet.

Jawablah pertanyaan berikut.

 Apakah situasi  yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat,  padat, dan jelas.

Situasi yang dihadapi Bapak Eling dalam kasus ini menyamakan posisi atau kondisi orang lain dengan posisi atau kondisi dirinya sendiri. Dalam hal ini menganggap posisi muridnya yang berprestasi dalam renang keadaannya sedang lelah tetapi dituntut untuk mengerjakan tugas.

Apa kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan  Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut? Jelaskan jawaban Anda. (Hubungkan dengan kerangka atau panduan yang ada di artikel-artikel yang telah dibaca sebelumnya)

Kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan Bapak Eling adalah kesadaran sosial (keterampilan berempati), karena dalam hal ini Bapak Eling terlalu subyektif dalam melihat muridnya, jadi kurang obyektif dalam melihat orang lain. 

Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan?

Apabila saya berada dalam posisi Bapak Eling, maka saya akan melakukan 

  • Stop/ Berhenti melakukan kegiatan .
  • melakukan relaksasi di tempat yang sunyi
  • Take a deep Breath/ Tarik nafas dalam. Sadari napas masuk, sadari napas keluar. Rasakan udara segar yang masuk melalui hidung. Rasakan udara hangat yang keluar dari lubang hidung. Lakukan 2-3 kali. Napas masuk, napas keluar
  • Observe/ Amati. Amati apa yang dirasakan pada tubuh. 
  • Proceed/ Lanjutkan. Latihan selesai. melanjutkan kembali aktivitas dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif
KASUS 4


Setelah selesai memeriksa proposal acara 17 Agustus, Bapak Eling mengirimkan proposal tersebut kepada kepala sekolah. Ternyata proposal yang dikirimkan oleh Bapak Eling dinilai tidak sesuai oleh kepala sekolah. Kepala Sekolah meminta agar isinya sesuai dengan pengarahan awal yaitu agar acara lebih banyak melibatkan orang tua murid. Bapak Eling tidak menyangka jika dia harus melakukan koreksi dan koordinasi ulang dengan tim acara. Revisi proposal tentu akan memakan waktu lagi dan Bapak Eling sudah membayangkan ini akan menghambat tugas-tugasnya yang lain. Bapak Eling mengungkapkan hal ini kepada wakil ketua panitia. Bapak Eling mengungkapkan bahwa dia tidak mau mengubah proposal dan meminta Wakil  Ketua Panitia tersebut yang merevisi proposal.

Jawablah pertanyaan berikut.

Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat,  dan jelas.

Situasi yang dihadapi Bapak Eling  yaitu dengan datang ke wakil ketua panitia dengan mengungkapkan seluruh keluh kesahnya adalah perasaan  kewalahan yang menggambarkan emosi takut. Beliau  takut memakan waktu yang banyak sehingga dapat mengganggu tugas-tugas yang lain terutama proses mengajar yang harus dipersiapkan sehingga memberi keputusan untuk tidak mau mengubah proposal dan meminta wakil ketua panitia untuk merevisi

Apa kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan  Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut? Jelaskan jawaban Anda. (Hubungkan dengan kerangka atau panduan yang ada di artikel-artikel yang telah dibaca sebelumnya)

Kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan oleh Bapak Eling adalah keterampilan berelasi  (kerja sama dan resolusi konflik), dengan  berkelompok maka akan mencapai tujuan bersama, dengan keterampilan ini mampu membangun hubungan yang positif dengan orang lain, hubungan positif inilah yang akan membentuk rasa percaya sehingga bisa mengurangi stress. 

Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan?

Seandainya saya Bapak Eling, maka hal yang akan saya lakukan adalah  Saya akan mengembalikan diri saya dalam kesadaran penuh. Teknik STOP dapat membantu untuk bersikap lebih responsif terhadap situasi. Teknik ini dapat dilakukan masih berada di depan kepala sekolah. Saat tenang dan ber kesadaran penuh, saya akan  lebih dapat mengungkapkan situasi dan kondisi di lapangan yang menyebabkan beberapa hal perlu diputuskan seperti yang ada dalam proposal. Dengan demikian, saya akan mampu dengan jelas dan ter struktur menjelaskan dengan gamblang, sehingga bisa jadi kepala sekolah menerima atau paling tidak memahami situasi dan tidak memaksakan untuk kembali ke rencana awal. 

KASUS 5

Setelah bekerja selama 5 tahun di sekolah yang sama, Bapak Eling merasa mulai kewalahan dengan berbagai tanggung jawab tambahan yang harus dijalankan. Bapak Eling mendapatkan tanggung jawab ekstra karena dipercaya oleh kepala sekolah. Kepala sekolah melihat pengalaman Bapak Eling sudah jauh lebih banyak dibandingkan guru-guru yang lain. Itu sebabnya, Bapak Eling diminta untuk menjadi penanggung jawab beberapa  acara penting di sekolah, menjadi wakil sekolah di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Awalnya Bapak Eling merasa tugas tambahan tersebut sangat menantang. Namun saat ini, dia tidak merasa tertantang lagi. Ditambah dirinya merasa bahwa akhir-akhir ini, kinerjanya sebagai guru juga semakin menurun. Karena itu, Bapak Eling terpikir untuk menulis surat pengunduran diri.

Jawablah pertanyaan berikut.

 Apakah situasi yang dihadapi  Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas.

    Situasi yang dihadapi Bapak Eling  adalah mengalami penurunan kinerja dan merasa lelah dengan tugas yang banyak serta tidak percaya diri dengan kemampuan mengatasi masalah, tekanan dan pekerjaan yang dilakukannya sehingga berinisiatif untuk menulis surat pengunduran diri untuk mengatasi masalah tersebut tanpa memikirkan konsekwensi yang akan dihadapi dan alternative-alternatif untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapinya.

Apa kompetensi sosial dan emosional yang diperlukan  Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut? Jelaskan jawaban Anda. (Hubungkan dengan kerangka atau panduan yang ada di artikel-artikel yang telah dibaca sebelumnya

Kompetensi sosial dan emosional yang dihadapi Bapak Eling adalah Penerapan kompetensi pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Bergerak sadar (mindful movement) sangat diperlukan oleh Bapak Eling.

Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan? 

Seandainya saya menjadi Bapak Eling. maka yang saya lakukan adalah mengambil keputusan dengan   menggunakan Kerangka kerja POOCH. Dimana dengan kesadaran penuh dengan emosi stabil dan tenang bisa mengisi  Kerangka kerja POOCH dengan jujur. Problem (Masalah), Options (Alternatif pilihan), Outcomes (Hasil atau konsekuensi), Choices (Keputusan yang diambil), dan How (Bagaimana hasilnya). Kerangka sederhana memikirkan dengan baik berbagai aspek sebelum memutuskan sesuatu.

Demikian yang bisa saya sampaikan dalam dforum diskusi dalam pembelajaran sosial dan emosional. Semoga bermanfaat khususnya untuk penulis dan umumnya bagi yang membaca.

Terima Kasih.

Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak




Tuesday, March 1, 2022

2.2.a.3. Mulai dari Diri - Pembelajaran Sosial dan Emosional



Tujuan Pembelajaran Khusus : CGP mengaitkan peranan aspek sosial dan emosiobal dalam keseharian sebagai guru. 

pertanyaan -pertanyaan yang diajukan adalah sebagai berikut!

Sebagai pendidik. Anda tentu pernah berada dalam situasu peristiwa yang membuat Anda merasakan emosi-emosi positif, misalnya optimis, senang, cinta, bahagia atau takjub dan sebagainya. Refleksikan.

a.    Apa kejadiannya?  (Kapan, di mana, siapa yang terlibat, bagaimana kejadiannya, apa yang membuat Anda memilih  merefleksikan peristiwa tersebut?)

Sebagai pendidik saya pernah merasakan peristiwa yang membuat saya merasa emosi positif yaitu senang dan terharu yaitu pada saat anak didik yang tergabung dalam komunitas penulis  membuat karya dalam bentuk buku untuk pertama kalinya dan menyalurkan minatnya dalam membuat karya. Peristiwa itu terjadi di tahun 2021 walau masa pandemi tetapi mereka tetap bisa menghasilkan karya.

 Apa peran Anda saat itu? Apa yang Anda lakukan untuk merespon dan mengelola emosi tersebut?

Peran saya adalah pemberi motivasi. yang saya lakukan saya memberikan  apresiasi untuk murid tersebut.

c.       Bagaimana peristiwa tersebut berdampak pada diri Anda sebagai pendidik?

 Dampak dari peristiwa tersebut saya menjadi lebih bersemangat lagi untuk membuat impian yang   diinginkan oleh murid dalam menghasilkan karya.

Saat menjadi pendidik, Anda tentu juga pernah berada dalam suatu peristiwa yang memicu emosi-emosi negatif misalnya marah,  sedih, kecewa,  menyesal, khawatir, dan sebagainya. Refleksikan:

a.       Apa kejadiannya?  (Kapan, di mana, siapa yang terlibat, bagaimana kejadiannya, apa yang membuat Anda  memilih  merefleksikan peristiwa tersebut?)

Kejadian yang membuat saya kecewa yaitu terjadi di akhir semester genap tahun pelajaran 2020 yaitu pada saat dilaksanakan kegiatan Penilaian Akhir Semester Genap.  Dalam kegiatan tersebut saya merekap tugas-tugas dari  murid saya dan ternyata masih ada beberapa murid yang belum menuntaskan tugasnya mungkin Karena pembelajaran daring sehingga agak susah untuk  memberikan informasi kepada murid  serta  keterbatasan komunikasi. Dari kejadian itu saya sebagai guru merasa sangat kecewa karena mereka kurang mengindahkan pengumuman yang saya berikan secara daring.

b.      Apa peran Anda saat itu? Apa yang Anda lakukan untuk merespon dan mengelola emosi tersebut?

Kekecewaan saya tidak lantas membuat saya marah dan bersikap emosional dengan tidak memberikan nilai untuk mereka. Tetapi saya mencoba mendekati dan menghubungi tiap individu yang belum menyelesaikan tugasnya untuk saling berkomunikasi dan menggali informasi mengapa mereka tidak mengerjakan tugasnya. Selain itu saya menghubungi wali kelas dan guru BK untuk mencari solusi yang terbaik untuk beberapa siswa yang belum menyelesaikan tugasnya,

c.       Bagaimana peristiwa tersebut berdampak pada diri Anda sebagai pendidik?

Dampak  yang saya rasakan dari peristiwa tersebut saya menjadi lebih menyadari tentang berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para remaja. Baik masalah mereka di sekolah atau di lingkungan keluarga. Saya harus lebih mengerti tentang keadaan yang dihadapi mereka dengan cara berkomunikasi yang baik.


 


Berdasarkan jawaban yang Anda berikan tadi,

Tulislah 1-3 kegiatan yang telah Anda pilih di atas yang paling sering Anda lakukan! Kemudian, jelaskan motivasi/tujuan Anda dalam melakukan kegiatan tersebut!

 Memulai kegiatan setiap hari dengan kesadaran akan tujuan yang jelas.

 Di awal pembelajaran, saya suka menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan kepada siswa hal ini berguna untuk memberikan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran serta membentuk hal positif kepada siswa tentang apa yang akan dilakukan. Sehingga tujuan pembelajarannya jelas. 

Mengajak murid berdiskusi dan beropini tentang masalah yang terjadi di masyarakat/ sekolah

Saya senang  berdiskusi dengan murid tentang gagasan, ide atau opininya baik hubungannya dengan kejadian di masyarakat atau sekolah. Hal ini  menjadikan mereka lebih peka terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat dan mengajarkan kepada murid agar selalu senang membaca supaya tidak ketinggalan informasi .

Melibatkan murid dalam membuat kesepakatan kelas agar kelas aman dan nyaman

Mulai pembelajaran dilaksanakan kesepakatan kelas untuk membentuk budaya positif  dan kesepakatan antara murid di dalam kelas hal ini dilakukan demi kelancaran dan keyamanan di dalam kelas karena sudah disepakati secara bersama.

Berdasarkan jawaban yang Anda berikan tadi,

Sejauh ini, apakah Anda sudah dapat melakukan kegiatan tersebut secara konsisten? Jika “Ya”, apakah faktor pendukungnya? Jika “Tidak”, apakah tantangan yang Anda hadapi? Apakah ada yang Anda lakukan untuk mengatasi tantangan tersebut? Bagaimana hasilnya?

Ya, saya sudah dapat melakukan kegiatan tersebut secara konsisten karena ada faktor pendukung saya diantaranya murid, rekan sejawat, wali kelas, guru BK dan orang tua wali dari murid.

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apakah Bapak/Ibu sudah mendapatkan gambaran tentang apa yang akan dipelajari dalam modul pembelajaran sosial dan emosional ini? Apa hal yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

 Silahkan kemukakan  Harapan dan Ekspektasi bagi diri sendiri ?

 Harapan dan Ekspektasi diri

Harapan yang ingin saya dapatkan setelah mengikuti pembelajaran tentang  pembelajaran sosial dan emosional adalah saya lebih memahami pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning ), memahami tentang pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness), memahami strategi untuk menerapkan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh  sesuai dengan konteks masing-masing guru,

menerapkan  pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) dalam kegiatan di kelas, lingkungan sekolah, dan komunitas praktisi

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apakah Bapak/Ibu sudah mendapatkan gambaran tentang apa yang akan dipelajari dalam modul pembelajaran sosial dan emosional ini? Apa hal yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

 Silahkan kemukakan Harapan dan Ekspektasi bagi murid-murid Anda ?

 Harapan dan Ekspektasi bagi murid-murid adalah

Menerapkan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh dalam mata pelajaran yang saya ampu agar bisa berpihak kepada murid. Serta murid saya menjadi lebih paham tentang bagaimana bersosialisasi dan mengendalikan emosional.

 

Semoga apa yang saya tuliskan dapat bermanfaat khususnya untuk saya dan umumnya untuk pembaca. 

Terima Kasih.

Salam Sehat ... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak...

" Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidak nyamanan. Namun, perubahan dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. 
(Nadiem Makarim)