Bismillah...
Pelaksanaan Pendidikan Calon Guru Penggerak sudah memasuki minggu ke-12. Minggu ini dimulai dari tanggal 7 maret s.d. 12 maret 2022.
Refleksi minggu ini saya akan membahas dengan model 4 F (Facts, Feelings, Findings, Future)
4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat
diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang
terjadi pada saat penulisan jurnal):
1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini
atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam
proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses
pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala
tersebut?
2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa
yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang
membuat Anda memiliki perasaan tersebut.
3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru
yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?
4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal
serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari
peristiwa ini?
Facts (Peristiwa)
Kegiatan pendidikan guru penggerak di dampingi oleh pengajar praktik. Setiap bulannya kami calon guru penggerak mendapatkan kesempatan untuk di dampingi terkait dengan pembelajaran yang sudah dilakukan. materi yang dibahas yaitu bagaimana ketercapaian CGP selama satu bulan ini, komunitas praktisi dan Budaya positif. Ada beberapa kuisioener yang di isi oleh rekan kerja, murid dan kepala sekolah.
Pembelajaran minggu ini membahas tentang pembelajaran sosial dan emosional. Selain mendapatkan pendampingan dengan pengajar praktik, kami CGP juga melakukan kolaborasi pembelajaran bersama Fasilitator. Di ruang kolaborasi ini kami CGP berdiskusi tentang penerapan pembelajaran sosial emosional di berbagai jenjang oleh karena itu kami berbagi kelompok menjadi 3 yaitu jenjang tingkat dasar, tingkat menengah dan tingkat atas.
Pada ruang kolaborasi yang sebelumnya kami lakukan selanjutnya, setiap kelompok mempersentasikan hasil diskusi kelompoknya. Bagian ini membahas tentang KSE (Kompetensi Sosial Emosional) dan PSE ( Penerapan Sosial Emosional). Hasil ini berkaitan dengan yang sudah kami lakukan dan yang akan kami lakukan selanjutnya.
Komptensi Sosial Emosional terdiri dari:
1. Kesadaran Diri
2. Pengelolaan Diri
3. Kesadaran Sosial
4. Keterampilan Relasi
5. Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab
Selanjutnya di hari sabtu, 12 maret 2022 kami melakukan lokakarya 3. Pembelajan yang dilakukan yaitu berkaitan dengan visi missi sekolah yang berdampak pada murid, CGP bersama kepala sekolah dan pengawas akan menyusun visi dan aksi program sekolah untuk meningkatkan pembelajaran yang berdampak kepada murid.
Feelings (Perasaan)
Perasaan yang saya rasakan selama pembelajaran ini berlangsung saya merasa senang, dan merasa ingin lebih dalam mempelajari tentang pembelajaran sosial emosional. Apalagi sebagai pengajar saya banyak berkomunikasi dengan orang lain sehingga saya perlu mempelajari materi sosial emosional.
Sebagai pengajar saya sadari bahwa pengendalian emosi perlu dilakukan untuk tidak adanya miss komunikasi dengan murid. Hal ini kemungkinan terjadi karena beberapafaktor yang bisa menimbulkan emosi misalnya faktor kelelahan, banyak pekerjaan, atau hal lainnya untuk itu saya ingin lebih memperdalam materi tentang sosial emosional , tahapan demi tahapannya, strategi untuk menghindari sikap emosional dan cara implementasinya di kelas.
Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran yang saya dapatkan dalam pembelajaran sosial emosional adalah perlu adanya kolaborasi yang dapat dilakukan berbagai pihak sehingga mempunyai pemahaman , penghayatan, dan kemampuan untuk mengelola emosi secara positif.
Kesadaran Penuh ( Minfulnes)
Keadaan pikiran yang berfokus pada pengenalan tentang apa yang dirasakan pada saat ini, tanpa melalui penilaian. Mindfuolness berarti membawa perhatian ke momen saat ini, sambil menerima dan mengenali segala pikiran, emosi, dan perasaan fisik apapun.
Artinya ada keterkaitan antara unsur pikiran (perhatian), kemauan (yang bertujuan), dan rasa ( rasa ingin tau dan kebaikan) pada kegiatan fisik yang sedang dilakukan.
Memahami kesadaran diri dan mampu mengendalikan emosi maka kita adapat menggunakan dan mempraktikkan teknik STOP yaitu
STOP (berhenti)
Take a deeph breath (Tarik napas dalam-dalam )
Observe (Amati)
Process (Lanjutkan)
dengan mempelajari Minfulness kita dapat menghindari strees dan tetap berada dalam kesadaran diri dan dapat mengelola emosi.
Well Being sebagai keadaan yang memiliki rasa bahagia, kepuasan, tingkat stres yang rendah, sehat secara fisik dan mental serta menjaga kualitas hidup dengan baik.
Future (Penerapan)
Saya akan mencoba menerapkan pembelajaran sosial emosional (PSE) dalam diri saya dan pada murid saya. Hal ini bermanfaat untuk dapat mengendalikan emosi dengan memiliki kompetensi sosial emosional.
Saya ingin lebih mempelajari pembelajaran sosial emosional yang berbasis kesadaran penuh agar bisa mewujudkan wellbeing yang bisa diterapkan oleh guru dan murid.
Demikian yang dapat saya bahas dalam jurnal refleksi minggu ke 12 pada pendidikan guru penggerak minggu ini. Terima kasih semoga apa yang saya paparkan dapat bermanfaat untuk pembaca.
Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak...
No comments:
Post a Comment