Followers

Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts
Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts

Saturday, August 28, 2021

TENTANG KEHILANGAN

 

TENTANG KEHILANGAN


Ai Mulyati, Pernahkah merasakan bahwa separuh nafas hilang dan tidak bisa melakukan apa-apa, karena tidak bisa melawan takdir. 

Kematian memang takdir yang tidak bisa ditahan-tahan karena merupakan kuasa Nya. Reaksi setiap orang memang berbeda dalam menghadapi kehilangan. Mekanisme koping kesedihan tiap orang berbeda. 

Penelitian menunjukkan  pemulihan dari  rasa kehilangan akan dapat pulih dengan sendirinya jika mereka memiliki kebiasaan sehat dan memiliki dukungan sosial.  Memang butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menghilangkan kesedihan. 

Berduka merupakan proses untuk mengatasi rasa kesedihan. Terus berusaha melaluinya memang bukan hal yang mudah.

Berdasarkan teori seorang psikiater Elisabeth Kubler-Ross menunjukkan bahwa orang yang berduka akan  melewati lima tahap kesedihan yang berbeda setelah kehilangan orang yang dicintai: Penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan akhirnya penerimaan.

Penyangkalan, merasa sulit mempercayai bahwa orang yang sangat penting dalam kehidupan kita telah meninggalkan kita selamanya. Realita berubah sepenuhnya. 

Butuh waktu untuk menyesuaikan kenyataan yang baru. Dan bertanya bagaimana kita bisa hidup tanpa orang yang kita sayangi. Proses ini butuh pengendalian emosional. 

Kemarahan, menjadikan kita sangat rentan. Ketidaknyamanan mengekspresikan dan cenderung menyalahkan diri sendiri atau orang yang berada di sekitar kita dari proses kehilangan. Ketika itu diperoleh maka pengendalian emosi dari kemarahan dengan cara menyalurkan emosi ke hal-hal yang positif. Mencoba menerima kenyataan. 

Tawar menawar, membantu kesedihan dan juga sakit hati. Pada tahap tawar menawar sering timbul pertanyaan "jika saja". 

Depresi, setelah merasa kehilangan cenderung menarik diri dari sosialisasi, merasa emosional memuncak dan kehilangan terasa lebih nyata. 

Penerimaan, kesedihan dan penyesalan masih ada dalam fase ini. Namun penyangkalan, kemarahan, tawar menawar dan depresi hilang. 

Tahap penerimaan lebih ke menerima kenyataan bahwa orang yang berarti dalam hidup kita sudah tiada. Merasa kehilangan pasti masih ada dengan realita bahwa itu adalah Takdir. Belajar ikhlas menerima kenyataan.

Perasaan alami kita sebagai manusia bersedih atas  orang yang sudah meninggal karena kita  memiliki rasa  kasih sayang namun tidak terus menerus dilakukan. 

Kesedihan yang dirasakan, kita ganti dengan do'a. Memberikan bekal kepada orang yang kita sayangi. 

Meratapi merupakan  tindakan berlebihan yang tidak ada dalam agama, mengingkari takdir Allah dan tidak menerima apa yang telah digariskan Nya.

Hal yang terbaik untuk dilakukan adalah mendo'akan sebanyak-banyaknya. 

Kita juga berusaha agar tetap kuat dan menjalani kenyataan ini. Berdo'a diberikan kekuatan  oleh Allah agar kita bisa menjalani segala cobaan. 


Thursday, August 26, 2021

LDR YANG MENGAJARKAN KESETIAAN


LDR YANG MENGAJARKAN KESETIAAN

Ai Mulyati, M.Pd.


Menjalani hubungan LDR (Long Distance Relationsip) atau  hubungan jarak jauh perlu bayak hal yang diperhatikan  mulai dari komitmen, komunikasi, kejujuran, dan tentunya kesetiaan. Setidaknya ini yang saya rasakan. Bagi saya jarak tidak menjadi masalah dan tidak mengalahkan kekuatan cinta.

Sejak 10 tahun lalu, akhirnya kami harus menjalani LDR karena saya mendapat tugas diluar kota.  Keinginan untuk bersama pasti ada di hati, tapi untuk  masa depan dan dengan niat yang baik, akhirnya keputusan ini harus dijalani. Tapi, Allhamdulillah di era modern seperti sekarang ini jarak akan terasa dekat dengan kecanggihan teknologi, dengan adanya Whatsap, VC, Facebook, Twiter dan aplikasi lainnya sehingga kami dapat melakukan komunikasi setiap harinya.

Apabila orang berkata, dengan jarak maka akan banyak masalah, maka bagi kami jarak mengajarkan kami kesetiaan. Memang butuh bekal komitmen, komunikasi, kejujuran serta konsisten dalam menjalani hubungan. Dukungan semangat  yang diberikan suami menjadi kekuatan sendiri untuk saya. 

Banyak hal kecil yang kami ceritakan, seolah-olah bagi kami hari-hari adalah bercerita. Topik apapun akan kami ceritakan. Mulai kegiatan kami di kantor, celotehan anak-anak, atau apapun bisa kami ceritakan. Hingga kami betah berlama-lama berada di VC seolah-olah kami sedang berbicara di depan mata. Percayalah kesibukan tak akan membuat lupa memberi ucapan selamat pagi, siang dan malam. Karena komunikasi selalu menjadi kunci kesuksesan kita yang menjalani LDR.

Tidak mudah berjauhan dengan orang yang kita cintai. Harus menahan rindu dan keinginan untuk bertemu menjadi ujian tersendiri. Meski begitu, ada banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari menjalin hubungan jarak jauh ini.

Tantangan dan godaan pasti ada, tetapi  harus dihadapi. Selama bisa menjaga komitmen dan saling menguatkan, justru hubungan itu bisa membentuk kita jadi pribadi yang lebih dewasa. Bahkan bisa mengantarkan kita pada kehidupan yang lebih baik.

Meski tak bisa bertemu setiap hari, tapi sekalinya bertemu dan menghabiskan waktu bersama semuanya jadi terasa istimewa. Waktu yang dihabiskan pun jadi terasa lebih berharga. Kita menjadi menyadari betapa penting dan berharganya pasangan kita. Sehingga ke depannya akan lebih berkomitmen untuk selalu menjaga hubungan yang sudah dibangun sebaik-baiknya.

Terkadang rasa cemburu dan iri dengan pasangan yang selalu bersama, selalu menghabiskan waktu bersama. Tetapi selalu aku bersyukur dan percaya, jalan ini yang Allah berikan untuk kita. Tak perlu iri dengan orang lain, karena hubungan kita punya jalannya masing-masing. Karena rencana Allah jauh lebih indah dari yang kita bayangkan.

Kebersamaan bukan ukuran tentang kesetiaan, karena kesetiaan bukan soal selalu bersama, tapi selalu tetap menjaga hati di mana pun melangkah. Sejauh apapun  melangkah, saya selalu percaya dengan kesetiaan yang dia miliki. Kita sudah menjalani hubungan yang tidak sedikit kita melewati badai besar bersama. Keyakinan untuk memberikan sepenuhnya hati untuknya menjadi modal kepercayaan yang seharusnya dijaga. 

Aku percaya pasangan LDR (Long distance relationship) adalah pasangan yang Tuhan percaya mempunyai pendirian yang hebat. Orang-orang yang terpilihlah yang mampu menjalaninya. Selalu bersyukur dan percaya adalah cara kita berdoa agar suatu saat nanti kita selalu bersama.

“Cinta mengajarkan kita untuk setia dan selalu percaya bahwa rencana Allah akan indah dari apa yang kita bayangkan”

Jarak  sangat menguji kesetiaan. Hanya cinta sejati yang bisa bertahan. Terpisah jarak yang jauh dan pertemuan yang jarang menjadi ujian tersendiri akan seberapa setia kita pada pasangan. Begitu juga dengan pasangan kita, apakah dia bisa menjaga hati dan perasaannya di sana demi kita ? Kesabaran dan kesetiaan akan diuji tapi bila berhasil melewati ujian ini maka ke depannya akan jadi jauh lebih mudah untuk dijalani.

LDR mengajarkan bagaimana kita harus setia.