TENTANG KEHILANGAN
Ai Mulyati, Pernahkah merasakan bahwa separuh nafas hilang dan tidak bisa melakukan apa-apa, karena tidak bisa melawan takdir.
Kematian memang takdir yang tidak bisa ditahan-tahan karena merupakan kuasa Nya. Reaksi setiap orang memang berbeda dalam menghadapi kehilangan. Mekanisme koping kesedihan tiap orang berbeda.
Penelitian menunjukkan pemulihan dari rasa kehilangan akan dapat pulih dengan sendirinya jika mereka memiliki kebiasaan sehat dan memiliki dukungan sosial. Memang butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk menghilangkan kesedihan.
Berduka merupakan proses untuk mengatasi rasa kesedihan. Terus berusaha melaluinya memang bukan hal yang mudah.
Berdasarkan teori seorang psikiater Elisabeth Kubler-Ross menunjukkan bahwa orang yang berduka akan melewati lima tahap kesedihan yang berbeda setelah kehilangan orang yang dicintai: Penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan akhirnya penerimaan.
Penyangkalan, merasa sulit mempercayai bahwa orang yang sangat penting dalam kehidupan kita telah meninggalkan kita selamanya. Realita berubah sepenuhnya.
Butuh waktu untuk menyesuaikan kenyataan yang baru. Dan bertanya bagaimana kita bisa hidup tanpa orang yang kita sayangi. Proses ini butuh pengendalian emosional.
Kemarahan, menjadikan kita sangat rentan. Ketidaknyamanan mengekspresikan dan cenderung menyalahkan diri sendiri atau orang yang berada di sekitar kita dari proses kehilangan. Ketika itu diperoleh maka pengendalian emosi dari kemarahan dengan cara menyalurkan emosi ke hal-hal yang positif. Mencoba menerima kenyataan.
Tawar menawar, membantu kesedihan dan juga sakit hati. Pada tahap tawar menawar sering timbul pertanyaan "jika saja".
Depresi, setelah merasa kehilangan cenderung menarik diri dari sosialisasi, merasa emosional memuncak dan kehilangan terasa lebih nyata.
Penerimaan, kesedihan dan penyesalan masih ada dalam fase ini. Namun penyangkalan, kemarahan, tawar menawar dan depresi hilang.
Tahap penerimaan lebih ke menerima kenyataan bahwa orang yang berarti dalam hidup kita sudah tiada. Merasa kehilangan pasti masih ada dengan realita bahwa itu adalah Takdir. Belajar ikhlas menerima kenyataan.
Perasaan alami kita sebagai manusia bersedih atas orang yang sudah meninggal karena kita memiliki rasa kasih sayang namun tidak terus menerus dilakukan.
Kesedihan yang dirasakan, kita ganti dengan do'a. Memberikan bekal kepada orang yang kita sayangi.
Meratapi merupakan tindakan berlebihan yang tidak ada dalam agama, mengingkari takdir Allah dan tidak menerima apa yang telah digariskan Nya.
Hal yang terbaik untuk dilakukan adalah mendo'akan sebanyak-banyaknya.
Kita juga berusaha agar tetap kuat dan menjalani kenyataan ini. Berdo'a diberikan kekuatan oleh Allah agar kita bisa menjalani segala cobaan.

No comments:
Post a Comment