Followers

Sunday, August 29, 2021

ECOBRICK PART.2

Sayup-sayup mentari mulai tenggelam. Seperti yang sudah aku sampaikan sebelumnya bahwa kami anak PRAMUKA akan ada pertemuan. Walau hanya beberapa menit sebelum pulang kami bertemu. 

"Bil…" Suara tak asing memanggilku di sebrang kelas. 

Aku coba tuk tak menoleh. Aku masih ragu dengan ketulusan yang diungkapkan lelaki yang sebenarnya aku kagumi. Walau dalam hati bunga-bunga merekah. 

Gontai langkah sengaja diperlambat, berharap dia akan menyusulku. Tapi ternyata itu hanya angan saja.

Setiba di taman kreatif. Kawan-kawan yang lain sudah menunggu. 

" Baik, kawan-kawan kita berkumpul. " 

Dengan sigap  kawan-kawan berbaris dengan rapi.

" Baik kawan-kawan.. terima kasih kalian sudah datang memenuhi undanganku untuk berkumpul."

"Ada apa Bil… " Ujar Ani sang kirani yang penasaran mengapa kita berkumpul tidak seperti biasanya. 

" Sebenarnya, kawan-kawan aku kumpulkan disini untuk menindak lanjuti apa yang dikatakan Bu Retno tadi pagi. "

"Oh.. terkait Ecobrick ya? " Tanya Tasya. 

" Iya, benar. "

" Ada usul apa yang akan kita buat untuk kegiatan itu? "

" Kalau menurut Mira bagusnya kita buat rangka kelapa yang nantinya akan diisi oleh Ecobrick." Mira memberi usulan. 

" Kalau menurutku lebih baik kujang, bagaimana?" Tasya menyampaikan pendapatnya. 

" Bagaimana kalau kita buat gapura.." Ani menambahkan.

" Baik, teman-teman kita sudah ada tiga usulan untuk kegiatan ecobrick."  Tambah ku. 

"Supaya waktunya efektif bagaimana kalau kita voting tentang apa yang akan kita buat." usulku. 

Akhirnya kami melakukan voting tentang apa yang akan kami buat nanti di kegiatan ecobrick. 

" Baik, teman-teman. Terima kasih sudah berkumpul. Sekarang kita pulang ya. Besok kita ada latihan ya… jangan lupa. " Aku mengingatkan. 

Kami melakukan latihan setiap hari sabtu. Hari itu memang kami tidak ada kegiatan pembelajaran sehingga kami dengan leluasa melakukan kegiatan. 

"Ayo Mira.. " aku mengajak Mira supaya mau pulang bareng. 

"Pulang duluan ya.. " Ujar Mira sambil lari kecil meninggalkan ku. 

Sedih sih.. Biasanya bila pulang sekolah aku selalu bersama Mira. Dengan hati yang berkecamuk akhirnya ku langkahkan kaki untuk menuju gerbang sekolah.

Lelaki yang tadi memanggilku ternyata sudah ada di gerbang sekolah. Mungkinkah ini ada kaitannya dengan Mira yang tak ingin pulang bareng hari ini. 

Ternyata kekecewaan ku berbuah manis. hehehe.. 

Seperti biasa aku yang pura-pura tak menghiraukannya bersikap sok jutek. Walau begitu lelaki ini selalu saja tersenyum dan menyapa dengan ramah. 

" Hai.. Bil" Sapanya ramah. 

" Iya.." Jawabku seperlunya. Padahal dalam hati ada pelangi yang tiba-tiba datang. 

"Aku sengaja menunggu kamu, supaya bisa pulang bareng." katanya. 

Gimana nih.. teman-teman Billa nya mau pulang bareng nggak? Atau seperti biasa pura-pura nggak peduli. hehehe.. Bersambung ya.. 😊🤭

No comments:

Post a Comment