Followers

Saturday, August 21, 2021

Fleksibel dalam Dunia Pendidikan di Masa Pandemi Covid 19

 

Fleksibel dalam Dunia Pendidikan di Masa Pandemi Covid 19

 

Ai Mulyati,M.Pd.

Pandemi Virus Corona atau Covid 19 merubah pendidikan secara signifikan. Hal ini berkaitan dengan ketetapan implemantasi yang biasa dilakukan secara tatap muka, sekarang harus mengikuti pola pembelajaran baru yaitu secara Daring (Dalam Jaringan). Hal ini memang dilakukan untuk mengantisifasi para pelajar supaya tetap mendapatkan pendidikan.

Atmosfer belajar serta proses pendidikan yang menjadikan partisipan didik secara aktif meningkatkan kemampuan diriya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, karakter, kecerdasan, akhlak mulia, dan keahlian yang dibutuhkan dirinya, warga, bangsa, serta Negeri. Persoalan pendidikan di Indonesia begitu komplek. Tujuan yang diinginkan begitu menderu sehingga menginginkan proses pendidikan yang sempurna. Menjadikan guru terus berkreasi, aktif dan mencari inovasi-inovasi untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.

Flesibilitas ini harus mempertimbangkan dua sisi  yaitu fleksibel bagi guru dan fleksibel bagi siswa.

Fleksibel bagi  guru

Yang dimaksud fleksibel bagi guru artinya kurikulum harus memberikan ruang gerak bagi guru untuk mengembangkan program pengajarannya sesuai dengan kondisi yang ada. Fleksibelitas dalam mengajar menjadi salah satu keahlian yang harus dikuasai bagi guru di abad 21.

Fleksibel dimasa pandemik bagi guru menuntut pembelajaran dalam jaringan (daring) merupakan keterampilan yang harus dikuasai oleh guru. Fleksibilitas konten pembelajaran dan fleksibilitas pengorganisasian kelas daring selama masa pandemi Covid-19. Konten selama pembelajaran daring ditentukan dari penyediaan konten pembelajaran dengan cara baru dan inovatif dengan menggunakan kombinasi media dan mode pengiriman yang mencakup video interaktif, komik, swafoto, animasi, poster ilmiah, instagram, twitter, facebook, tiktok, dan youtube.

Pengorganisasian kelas daring diatur secara fleksibel menggunakan daya dukung teknologi komunikasi dan Learning Management System (LMS) untuk mengoptimalkan penggunaan strategi pembelajaran melalui media platform google classroom, google formulir, dan hangouts meet. Dengan demikian, fleksibilitas pembelajaran daring ditentukan oleh keberhasilan guru dalam memilih strategi pembelajaran yang mandiri sehingga peserta didik mampu memiliki kebebasan untuk menentukan cara pembelajarannya sendiri dan menggunakan media pembelajaran yang efektif.

Media sosial merupakan sebuah wadah untuk memudahkan komunikasi antar pengguna. Hal ini sama halnya dengan apa yang dituliskan pada situs wikipedia yang menjelaskan bahwa media sosial itu adalah sebuah daring dengan para pengunjungnya bisa saling berpartisipasi, berbagi, dan lain sebagainya. Walaupun dengan jarak yang terbilang jauh, seseorang akan dapat saling terhubung dengan orang yang lain dengan waktu yang singkat melalui media sosial.

Fleksibel bagi Siswa

Fleksibel bagi siswa artinya kurikulum harus menyediakan berbagai kemungkinan program pilihan sesuai dengan bakat dan minat siswa. Fleksibel memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas serta mencoba untuk merubah metode sesuai dengan situasi dan kondisi siswa tersebut. Siswa dapat mengerjakan tugas dimana saja, yang terpenting sesuai jadwal dan sesuai waktu yang sudah di tentukan. Siswa menjadi lebih mandiri, dapat melakukan pembelajaran atau membaca materi sambil melakukan kegiatan santai, materi yang diakses pun cukup mudah, metode pembelajaran yang fleksibel, serta memiliki banyak waktu dengan keluarga.

Pendidikan Indonesia semakin fleksibel dalam mencerdaskan anak bangsa. Pemanfaatkan teknologi ini harus bisa membuat pelajar dan mahasiswa  lebih aktif, kritis, dan cerdas dalam dengan meningkatkan keingintahuan akan belajar hal baru.

Situasi ini tidak menjadikan surut semangat para guru dan siswa untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring (Online). Dengan teknologi yang semakin cangging di era revolusi industry 4.0 ini berbagai media online menjadi sebuah jalan guna tetap terlaksananya pendidikan. Pendidikan, khususnya kita sebagai guru yang merupakan salah satu komponennya harus bisa menyesuaikan dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk kepentingan belajar, karena tidak dapat dipungkiri dengan berkembangnya teknologi itu unsur negatif pun banyak.

 

Sumber Rujukan 

Atsani, K. L. G. M. Z. (2020). Transformasi media pembelajaran pada masa Pandemi COVID-19. Al-                             Hikmah: Jurnal Studi Islam, 1(1),82-93.

 

No comments:

Post a Comment