MENGGAPAI
SEJUTA ASA DENGAN LITERASI
Ai
Mulyati, M.Pd.
Setiap manusia memiliki asa yang
ingin dicapainya. Definisi “asa” menurut Kamus Besar bahasa Indonesia adalah
harapan atau semangat. Untuk menggapai asa tersebut bisa dengan cara berliterasi.
Berliterasi adalah salah satu cara untuk menggapai asa tersebut. Berliterasi di
zaman modern seperti sekarang lebih mudah dilakukan yaitu dengan memanfaatkan teknologi
digital.
Ketika mendengar kata literasi maka
yang ada dibenak kita adalah tentang aktivitas membaca dan menulis, tetapi
setelah Deklarasi UNESCO tahun 2003 makna literasi menjadi lebih luas lagi.
Sekarang literasi meliputi bagaimana seseorang mampu mengidentifikasi,
menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan
terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai
persoalan. (UNESCO,2003)
Untuk gerakan literasi Sekolah disebut GLS dikembangkan berdasarkan Permendikbud no.21 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Tentunya hal ini merupakan bagian dari upaya untuk menumbuhkan budi pekerti anak.
Bagi seorang guru menciptakan suasana literasi merupakan hal yang penting. Literasi dapat memanfaatkan digitalisasi. Digitalisasi sekarang marak dilakukan di lingkungan sekolah. Berbagai bentuk cetak dapat dialihkan ke dalam bentuk digital. Hal ini dilakukan untuk lebih mengefektifkan proses yang ada dilingkungan sekolah.
Banyak hal melatar belakangi mengapa sekolah memasukkan digitalisasi diantaranya Ujian Nasional yang sudah On line, Saya sebagai guru bahasa Indonesia beranggapan bahwa literasi pun dapat dilakukan dengan menggunakan digital tanpa melupakan bentuk cetakan dari sebuah karya. Semua siswa senang dengan adanya teknologi, menurut mereka dengan adanya teknologi informasi memudahkan mereka untuk mencari bahan pembelajaran.
Bahan Literasi dengan digital lebih mudah dicerna oleh siswa. Oleh karena itu kita sebagai guru bisa memanfaatkan aplikasi yang sudah ada dalam digital misalnya dengan memanfaatkan aplikasi. Aplikasi android yang bisa menyediakan bahan bacaan secara lengkap, misalnya Buku Sekolah Digital (BSD), Wattpad, ebook, iPusnas, Scribd, Epic, google play book, atau aplikasi yang lainnya yang bisa membuat siswa lebih senang membaca.
Membaca merupakan kebutuhan pokok manusia, semakin banyak hal atau informasi yang dibaca maka semakin kaya juga wawasan yang di dapatkan. Untuk mengatasi rasa malas siswa dalam membaca bisa diberikan strategi pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer, mengacu pada pendapat Bawden, literasi digital lebih banyak dikaitkan dengan keterampilan teknis mengakses, merangkai, memahami, dan menyebarluaskan informasi.
Siswa diajak untuk berliterasi bukan hanya membaca, tetapi juga menghasilkan karya. Kreatifitas-kreatifitas, pemikiran-pemikiran, sumbang saran apa yang ada dalam pandangan siswa dapat disampaikan dengan literasi digital dengan tanpa menyalahi kaidah-kaidah nilai dan hal-hal yang postif yang dapat kita arahkan.
Pemanfaatan teknologi, kita terapkan dalam lingkungan pembelajaran. Misalnya menyajikan buku-buku dalam bentuk animasi digital, penilaian evaluasi dengan menggunakan aplikasi digital. Tujuan mereka juga untuk mengidentifikasi bagaimana mendayagunakan teknologi sebagai pengajaran dan alat belajar secara tepat guna dan efektif.
Dalam berliterasi digital adanya ketertarikan, sikap dan kemampuan individu yang secara menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, membuat dan berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
Pemanfaatan teknologi ini sangat berguna di lingkungan sekolah, dengan demikian siswa akan lebih tertarik berliterasi dengan menggunakan teknologi. Siswa juga menjadi lebih kreatif dalam berliterasi. Mari kita wujudkan literasi yang lebih kreatif untuk menjadikan siswa-siswi kita menjadi manusia yang melek teknologi dan memiliki wawasan yang luas dengan cara menerapkan literasi digital.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menerapkan literasi digital di sekolah diantaranya:
1.
Menyediakan
bahan bacaan yang bervariasi dengan menyebarkan link bacaan secara digital,
2.
Membuat
blog khusus yang diperuntukkan bagi siswa dalam pembelajaran,
3. Membuat
latihan soal dengan cara digital misalnya dengan memanfaatkan google from,
edubox atau yang lainnya,
4. Memotivasi
siswa untuk belajar menuangkan ide pemikirannya dalam bentuk tulisan baik
tulisan fiksi ataupun non fiksi,
5. Mengumpulkan
karya-karya siswa untuk dijadikan sebuah buku supaya siswa memiliki rasa
percaya diri bahwa mereka bisa membuat karya.
Sebuah karya merupakan asa yang
ingin diraih oleh siswa oleh karena itu mari kita mewujudkan asa mereka dengan
membuat karya. Asa tiap orang pasti berbeda tapi dengan berliterasi maka jalan
utuk mencapai tersebut pasti akan ada.
Daftar Rujukan
Akhadiah, Sabarti, dkk. 1996. Menulis. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Tarigan, Henry Guntur. 1979. Membaca Sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur.
1986. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

No comments:
Post a Comment