Kegiatan kelas menulis on line kali ini memang berbeda, setidaknya untuk penulis. Tapi yang pasti keingian tetap menulis masih bergejolak. Kelas menulis kali ini menghadirkan narasumber Bapak Nur Aliem Halvaima,SH,MH seorang wartawan yang sangat luar biasa. Anak Bugis Makasar. dengan berbagai pengalaman serta prestasi yang diraihnya.
Moderator yang tetap semangat memandu kegiatan kelas ini, yaitu bu Aam Nurhasanah. Selalu penuh semangat untuk mengantarkan peserta untuk mengikuti kegiatan ini.
Narasumber malam ini yaitu Pa Nur Beliau aalah seseorang yang berprofesi sebagai wartawan di Makasar. Kemudian menjadi korespondem Harian Terbit (Pos Kota Grup) di Sulawesi Selatan. Di tahun 1984, beliau hijrah ke Jakarta bergabung menjadi redaktur media online www.possore.com.
Pengalamannya menjadi jurnalis sudah pasti banyak. Beliau juga memegang kartu wartawan utama dari dewan pers-PWI pusat yang diandalkan, menjadi wartawan Pempred Telescope versi majalah dan on line 2020. Redaktur eksekutif possore 2015 s.d. sekarang. Editor surat kabar Harian Terbit (Pos Kota Group) 1981-2014. Pemred Vonis Tipikor versi majalah dan online 2014-2017. Pemred Corong versi majalah dan online 2019-2020. Serta menjadi redaktur Admin tamu sejumlahn media on line, majalah , tabloit 2014 sampai sekarang.
Pengalaman narasumber sebagai wartawan banyak memotivasi untuk lebih banyak mengenal dunia tulisan. Terdapat berbagai jenis tulisan, setiap tulisan berbeda pola penulisannya, baik menulis artikel bebas, menulis karangan ilmiah, skripsi, tesis atau disertasi.
Seorang wartawan media, tidak boleh memasukkan opini itu sudah format khusus atau standar bakunya. Media massa juga memperbolehkan selain wartawan untuk menulis dalam korannya, yaitu dalam rublik opini atau pembaca sesuai sesuai kehalian dan bidang yang dikuasainya.
Setiap tulisan yang disampaikan kepada redaksi media, mendapatkan honorarium. Apalagi mereka yang ahli atau merupakan pakar dalam bidang tulisan tertentu. Bahkan ada yang menjadi penulis tetap dalam media tersebut. Media massa memiliki strandar masing-masing dalam memberi honorarium tergantung majalah apa yang menerbitkannya dan honornya sesuai standar yang telah ditetapkan oleh media tersebut.
Pada zaman digitalisasi seperti sekarang, banyak media cetak yang gulung tikar. Ini karena adanya teknologi yang semakin berkembang, sehingga bahan bacaan dialihkan ke digitalisasi sehingga pembaca lebih mudah mengakses informasi di media elektronik.
Kebiasaan narasumber membaca buku, dilatarbelakangi ayahnya yang bertanggung jawab untuk membagikan buku-buku ke sekolah, terutama Dikdas, pendidikan dasar daerah. Misalnya buku impres dari berbagai jenis buku bacaan, pelajaran, dongeng, cerita petualangan.
Banyak didapatkan dengan banyak membaca diantaranya :
1. Memperkaya perbendaharaan kata
2. Belajar EYD
3. Menambah wawasan, terutama bgmn format menulis: belajar nyusun pragfraf, huruf sambung dan lain-lain, Yang lebih terasa lagi, dengan banyak membaca tulisan orang lain,.kita belajar style (gaya) penulisan orang.
Dengan banyak membaca tulisan orang lain maka kita juga yang akan menulis memiliki gaya tersendiri untuk menulis. Yang pasti kita tidak boleh meng copy paste tulisan orang lain, sehingga tidak disebut sebagai plagiat.
Temuka style kita sendiri dalam menulis, selama kita sering menulis maka kita akan menemukan sendiri gaya kita dalam kepenulisan. Seringlah berlatih menulis, jangan lelah untuk menulis.
Ide menulispun bukan hanya dengan membaca saja tetapi bisa juga dengan menonton Tv, mendengarkan radio, atau membaca apa yang terjadi disekitar kita, sehingga ide dengan sendiri nya akan muncul.
Kunci menulis versi narasumber adalah :
1. 3 D = ( Dialami, Disukai, Dikuasai)
2. PDLS = Peka Dengan Lingkungan Sekitar (KEPO)
3. TBTO = Terus Belajar atau Baca (dari) Tulisan Orang
4. TLMM = Terus Latihan Menulis di Media (Medsos)
5. TILM = Terus Ikut Lomba Menulis, sebagai uji coba sejauh mana kualitas tulisan kita
Semakin banyak hal yang kita pelajari dari narasumber hebat, semakin tertarik penulis mempelajari kepenulisan. Dengan berbagai kata kunci yang disampaikan, semoga selalu memotivasi untuk terus terampil menulis.
Terima kasih

No comments:
Post a Comment