Pada tanggal 20 Nopember 2020, Bapak Sigit Suryono,S.Pd, M.Pd termasuk 5 besar guru inovatif yang diselenggarakan oleh Kemdikbud. Merupakan anugrah terindah di hari ulang tahunnya dan ini merupakan ultah ke dua mendapatkan apresiasi dari kemdikbud. untuk yang pertama saat menjadi Guru berprestasi menjadi juara 1 tingkat nasional.
Beliau mengungkapkan sebenarnya keberhasilan yang diperoleh saat ini tidak terlepas dari kegagalan yang dilaluinya di masa lalu. Beliau mengatakan bahwa masa lalu nya penuh dengan kegagalan, terpinggirkan, dan juga bukanlan orang yang menonjol.
Orang tuanya berprofesi sebagai guru SD . Bapak dan ibunya sangat disiplin dalam membimbing dan mengawasiku untuk belajar. Rangking satu selalu ke raih saat SD, namun bertolak belakang saat SMP maksimal rangking 24 dari 44 siswa dalam satu kelas, bahkan pernah di 43, 41, dan 39.... masa yang sulit. Namun persahabatan di SMP sampai saat ini masih membekas tidak mengenal rangking, dan status sosial. Saat SMA rangkingku pun jauh dari asa.... maksimal pernah rangking 8 yang lainnya diatas 20.....
Di Kampuspun bahkan aku hampir DO saat kuliah S1 Pendidikan Fisika di UNY dan lulus 7 tahun, pernah dapat IPK 1,28 malu juga kalau lihat saat belajar jadi siswa. setelah selesai S1. Kemudian langsung melanjutkan ke S2 mengambil jurusan TP mungkin inilah era merasakan jadi orang hebat saat bisa menyelesaikan dengan waktu 33 bulan dengan IPK 3,8 dengan hasil cumlaude yang merubah cara pikir dan pandangannya.
" Orang akan sukses jika dia fokus dan senang dengan apa yang dikerjakannya"
"Orang akan sukses jika bisa fokus pada bidang yang dia bisa ditekuni dan dilakukan inovasi terus menerus...."
Pengalaman gagal saat dimasa sekolah sapmai kuliah di S1 benar-benar membekas dan itu mempengaruhi cara mengajarku pada anak-anak. Beliau termasuk orang yang tidak membeda-bedakan anak karena prestasi akademiknya. Malah cenderung sebagai motivator bagi mereka karena pengalam hidupnya saat SMP jadi juara 3 dari belakang
Saat saya menjadi guru SMP Negeri 1 Wonosari tahun 2005 , saat itu baru menempus S2 dan hampir selesai saya lulus S2 tahun 2006, dan setelah lulus S2 fokus pada pekerjaan di SMP Negeri 1 Wonosari sebagai guru IPA dan Guru TIK.
Dengan mengajar menjadikan sering melakukan kolaborasi dengan siswa untuk melakukan riset tentang pembuatan media, maupun tentang berbagai model pembelajaran sehingga pengalaman dalam membuat media menjadi lebih terlatih. Tahun 2006 saat pertama kali memiliki kenangan saat ikut kompetisi Simposium tingkat Propinsi DIY yang isinya orang-orang hebat semua mereka Pengurus MGMP disemua mapel, sementara beliau guru baru, yang mendapat sampur untuk ikut kegiatan tersebut dikarenakan menggantikan guru disekolahku yang mengundurkan diri.
Bertemu dengan orang-orang hebat menjadikannya banyak belajar. Dengan menyimak orang-orang heb at maka membuatlah catatan kecil bagaimana orang berbicara, presentasi, dan menyampaikan ide dan pemikiran dan gagasan ilmiah dalam kegiatan tersebut. Dalam simposium ini beliau masuk peringkat terakhir dari semua peserta lomba untuk mapel IPA.
Dengan berbekal pengalaman lomba itu, maka tahun berikutnya menjadi langganan untuk mengikuti berbagai lomba tingkat nasional ada 7 kali lomba yang saya ikut sebelum gupres tahun 2015 yang tentu bisa di tebak hasilnya adalah "gagal" dan "kalah".
Setiap even lomba tersebut "gagal" baik dari sisi presentasi, fokus presentasi, cara presentasi, membuat presentasi yang efektif, dan seterusnya. Setelah tahun 2015 sampai tahun 2020 setiap even lomba yang diikut bisa meraih hasil sesuai dengan harapan.
Tahun 2011 bertemu dengan Omjay, dan mas Agus Sampurna di Even Evaluasi pelaksanaan Rumah belajar di Bogor. Saat itu adalah saat belum tau omjay itu seperti apa. Bercakap banyak dengan omjay dan omjay memberi hadian sebuah buku yang judulnya "Menjagi Guru Tangguh Berhati Cahaya" saat itu belum banyak catatan portofolio yang tersusun rapi namun memiliki banyak blog karena memang sejak tahun 2005 mengajar blog ke siswa SMP.
Dari pertemuan itu muncul keingian memiliki web yang digunakan untuk mencatan seluruh aktifitas yang bisa dijadikan portofolio perjalan sebagai pendidik, peneliti, pengembang media pembelajaran, dan sebgainya. Tahun 2012 akhirnya memiliki seluruh catatan aktifitas ilmiah yang dicatat di web yaitu http://www.ciget.info
Web inilah yang mengantarkannya bisa meraih mimpi menjadi juara 1 Guru Prestasi di tahun 2015, kemudian menjadi Duta Rumah Berlajar terinteraktif tahun 2018, Duta Sains PPPPTKIPA, Sarjana Adi Manggala Bidang Pendidikan dari UNY dan terakhir adalah menjadi Guru Inovatis SMP Tahun 2020.
Beberapa Faktor supaya berhasil adalah
1. Fokus,
2. Senang meneliti,
3. Mencatat semua aktifitas ilmiah di Blog
Sains agar bisa dicintai oleh siswa adalah dengan cara membelajarkan dari lingkungan di sekitar anak, dan sering melakukan pembelajaran dengan beraneka model, kadang pretikum, kadang menggunakan MPI, kadang menggunaan android, dan yang jelas pembelajaran tidak boleh monoton..
" Pelajarilah kenapa kita gagal" , Cacatlah sumber kegagalah, dan Perbaikilah di masa yang akan datang. pasti suatu saat akan sukses dan akan bisa jitu saat mengikuti setiap event kompetisi yang kita hadapi".

No comments:
Post a Comment