Followers

Tuesday, March 30, 2021

KESEMPATAN KEDUA

 


Narasumber yaitu Suharto, S.Ag.,M.Pd. Dengan nama panggilan: Harto/Cing Ato/Cang Ato, bersuku  Betawi Cakung. Bertugas sebagai  ASN Kementerian Agama (MTsN 5 Jakarta) dan mengampu mata pelajaran Fikih (PAI). Akun Medsos yang dimiliki Facebook/Instragram (suharto.cingato.cing) Blog (suharto13.blogspot.com. suharto69.blogspot.com. suharto13.wordpress.com)
 Email suharto130469@gmail.com


Bermula dari rasa penasaran dengan istilah literasi yang banyak diperbincangkan dan rasa ingin tahu apa itu literasi. Dengan rasa penasaran beliau mulai mencari informas-informasi yang berkaitan dengan literasi di internet. Yang akhirnya menemukan pelatihan literasi dan dimulai dengan mengikuti pelatihan menulis PTK. 

Dari tahun 2015  s.d. 016   mengikuti berbagai pelatihan di antaranya, yaitu: penulisan PTK, public speaking, dan writing Camp bath 6.  Setiap liburan sekolah selalu mencari pelatihan walaupun berbayar dan jauh dari rumah serta harus meninggalkan keluarga berhari-hari

Hasil dari pelatihan membuat PTK  dan buku Antologi.


Ini buku antalogi perdana

Desember 2017 mengikuti pelatihan Madia Guru di daerah Cipanas. Dari pelatihan ini  menghasilkan buku solo perdana" Mengejar Azan" buku cerita perjalanan hidup dalam menuntut ilmu.
Saking bangganya hingga seorang teman pelukis meminta melukis buku ini.

Buku perdana solo bersejarah bagi baginya , dan di pajang di ruang tamu. Namun untung tak dapat diraih, tetiba badai  Tornado memporak porandakan kebahagiaan epatnya tgl 19 Juli 2018 Seluruh badannya lumpuh tak bisa bergerak bahkan napaspun tak bisa.

Satu tahun tubuhnya lunglai, tidak bergerak sama sekali. pulang dari rumah sakitpun masih dalam kondisi sakit dan masih memakai oksigen. Dengan kepasrahan dan kesabaran istri dan keluarga, akhirnya mulailah tangan kiri bergerak diikuti tangan kanan. Butuh waktu 6 bln tangan bisa menyentuh wajah, sementara jari jemari masih kaku.

Beliau memiliki penyakit langka yaitu  penyakit  GBS ( Guillain Barre Syndrome) penyakit yang mematikan seluruh syaraf dan dalam bernapaspun harus dibantu oleh  mesin ventilator dan oksigen. Menunggu keajaiban yang akan menghampirinya karena tidak dapat berbuat apa-apa dan tidak mengetahui bagaimana perkembangan di dunia luar. 

Dalam sakitnya, akhirnya beliau menemukan jalan untuk bisa berkomunikasi dengan dunia luar yaitu dengan memanfaatkan hp nya untuk menemukan faceebook nya dan melacak nya. Sehingga ia memposting sakitnya hingga akhirnya sahabat dan muridnya mengetahui sakit yang sedang dialami beliau.  Dengan adanya komunikasi dengan dunia luar akhirnya sahabat, murid dan yang lainnya mengetahui kondisinya sekarang dan banyak yang berdatangan untuk mengetahui keadaannya.

Mulai dalam benak beliau berpikir bagaimana supaya hidupnya lebih bermanfaat walaupun dalam keadaan yang serba terbatas atau sakit. Akhirnya beliau menulis pengalamannya dalam bentuk buku. Setiap hari menulisakn apa yang dirasakan disela-sela rasa sakitnya. Akhirnya banyak  follower yang menghampiri. Kemudian mengisi hari-hari yang kosong  dengan  menulis artikel dengan satu tema, yaitu motivasi.

Kegiatan menulis ini dilakukan pada pukul 07.00. Terkadang ketika mau tidur hingga tidak bisa tidur sebelum punya ide buat menulis. Apabila kehabisan ide maka yang dilakukan adalah melihat televisi, YouTube, tulisan orang lain, ikut dengerin pak Mario Teguh, pak Ari Ginanjar bahkan mendengarkan  topeng, lenong, lagu Betawi karena kebetulan lagi nulis cerita Betawi.

Tulisannya di share ke  Facebook dan blog.  Inilah karya dikala keterbatasan. Lelah, letih, pusing tidak menghambat untuk menulis setiap hari Menulis itu mengalir begitu saja. Hingga 

Sekarang sedang menulis buku ke 4, 5, dan 6. yang  ke-4 sedang diusulkan di YTPD. Yang ke 5 sedang diedit sementara yang ke-6 sedang berjalan sudah bagian ke 28 (novel Betawi)  yaitu:  Belajar Tak Bertepi ( kisah berguru dengan para pakar + resume yg belum dibukukan), Kisah-kisah inspiratif mendidik diri, dan sebuah novel Betawi "Aisyeh Menunggu Cinte"


Menulislah setiap hari dan lihatlah apa yang terjadi.
Turunan dari kalimat sakti om Jay terbukti ampuh. Gara-gara menulis  dalam kondisi serba keterbatasan  para youtuber menghampiri. Mereka tertarik dan katanya apa yang saya lakukan sangat menginspiratif.

Dengan menulis beliau lupa akan kondisi yang sedang sakit. Sehingga mengalami perubahan yang membahagiakan.

Dari pengalamannya. beliau memberikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk dapat menulis untuk pemula, yaitu :

1. Tulis apa yang kita bisa dan kuasai 
    Dalam menulis carilah apa yang mudah kita pahami dan kita kuasia, karena dengan menulis yang kita pahami maka menulis akan lebuh mudah. Gunakan bahasa yang sederhana yang terpenting adalah bisa dipahami dan dimengerti banyak orang. Tulisan tidak perlu terlalu panjang sehingga apa yang kita sampaikan dapat dipahami oleh yang membacanya.
   
2. Mulailah dari apa yang  pernah kita alami.
        Menulis apa yang pernah kita alami aikan lebih memudahkan kita untuk mencerutakan apa yang terjadi dalam diri kita. Sehingga tidak perlu mengeluarkan energi yang kuat untuk memikirkannya, karena ini berdasarkan apa yang dilalui. Tetapi tentu saja dengan struktur yang baik dalam urutan peristiwanya. 

3. Buat tema agar focus dalam tulisan.
     Fokuslah kedalam satu tema karena dengan fokus ke tema yang akan kita buat maka buku kita akan selesai. Seperti  mengambil dari pernyataan pak Akbar Zaenudin, menulis kudu buat tema terlebih dahulu hingga   seluruh isi buku temanya sama.  Bisa saja dengan menyicil tulisan kita di blok dengan tema yang sama sehingga nantinya apabila sudah beres  maka akan dijadikan buku.

4. Buat target dalam menulis.
Target itu penting supaya kita termotivasi dengan waktu yang akan kita selesaikan dalam menulis. 

Kesempatan kedua ini menjadikan beliau lebih produktif dalam menulis.





No comments:

Post a Comment