Bismillah...
Pada kesempatan ini penulis akan melakukan refleksi terbimbing budaya postif untuk memenuhi tugas calon guru penggerak.
Adapun tujuan dari pembelajaran secara khusus ini adalah calon guru penggerak dapat melakukan refleksi pemahaman mengenai konsep-konsep di dalam modul Budaya Positif.
konsep-konsep inti dalam Budaya Positif yang pertama dilakukan adalah melakukan evaluasi diri dengan memberikan tanda dan menjawab pertanyaan yang disajikan.
Pertanyaan yang disajikan adalah :
1. Saya telah belajar bahwa kita semua memiliki kebutuhan dasar, memiliki penguasaan, kesenagan, kebebasan, dan kelangsungan hidup.
2. Saya memahami kebutuhan dasar dalam kehidupan pribadi saya.
3. Saya mengajarkan siswa mengenai kebutuhan dasar mereka melalui kegiatan.
4. Saya mengajarkan murid saya kebutuhan dasar mereka dengan bercerita.
5. Saya mengintegrasikan bahasan mengenai kebutuhan dasar ke dalam kurikulum saya.
6. Saya mengevaluasi sendiri kebutuhab saya di depan dan menanyakan kebutuhan mereka
7. Saya menganalisis perilaku murid yang salah untuk menemukan kebutuhan di balik masalah tersebut.
8. Saya menemukan hikmat di balik perilaku buruk tersebut.
9. Saya sengaja berusaha membuat kelas saya lebih memuaskan kebutuhan.
10. Saya telah memperkenalkan konsep gambaran dunia berkualitas kepada murid saya.
11. Saya berbicara dengan murid-murid saya tentang cara-cara yang kurang pantas manusia dalam memenuhi kebutuhan mereka.
12. Saya memanggil murid-murid saya yeng berperilaku "buruk dan kotor" dan meminta perubahan.
13. Saya telah mengajarkan murid-murid bergeser dari keinginan-keinginan tertentu ke kebutuhan yang benar-benar diperlakukan.
1. Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep inti yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu : disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi. Adakah hal-hal yang menarik untuk Anda dan di luar dugaan ?
Disiplin Positif
Disiplin Positif bertujuan untuk menanamkan motivasi yang ketiga pada murid-murid kita yaitu untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Ketika murid-murid kita memiliki motivasi tersebut, mereka telah memiliki motivasi intrinsik yang berdampak jangka panjang, motivasi yang tidak akan terpengaruh pada adanya hukuman atau hadiah. Mereka akan tetap berperilaku baik dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan karena mereka ingin menjadi orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang mereka hargai.
Posisi Kontrol Guru
Terdapat lima posisi kontrol guru yaitu
1. Penghukum,
2. Pembuat Orang Merasa Bersalah,
3. Teman,
4. Monitor/ Pemantau,
5. Manajer.
Akhir dari 5 posisi kontrol seorang guru adalah pencapaian posisi Manajer, di mana di posisi inilah murid dapat menjadi pribadi yang mandiri, merdeka, dan bertanggung jawab atas segala perilaku dan sikapnya, yang pada akhirnya dapat menciptakan lingkungan yang positif, nyaman, dan aman.
Kebutuhan Dasar Manusia
Kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan untuk bertahan hidup (survival), cinta dan kasih sayang (love and belonging), kebebasan (freedom), kesenangan (fun), dan kekuasaan (power).
Ketika seorang murid melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai kebajikan, atau melanggar peraturan, hal itu sebenarnya dikarenakan mereka gagal memenuhi kebutuhan dasar mereka. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat satu persatu kelima kebutuhan dasar ini.
Keyakinan Kelas
Keyakinan yaitu nilai-nilai kebajikan atau prinsip-prinsip universal yang disepakati bersama secara universal, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama.
Murid akan lebih termotivasi dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, dari pada mengikuti serangkaian peraturan.
Pembentukan keyakinan kelas yaitu :
- Keyakinan kelas bersifat lebih ‘abstrak’ daripada peraturan, yang lebih rinci dan konkrit.
• Keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal.
• Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif.
• Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat dan dipahami oleh semua warga kelas.
• Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut.
• Semua warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembuatan keyakinan kelas lewat kegiatan curah pendapat.
• Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu
Segitiga Restitusi
Restitusi membantu murid menjadi lebih memiliki tujuan, disiplin positif, dan memulihkan dirinya setelah berbuat salah. Penekanannya bukanlah pada bagaimana berperilaku untuk menyenangkan orang lain atau menghindari ketidaknyamanan, namun tujuannya adalah menjadi orang yang menghargai nilai-nilai kebajikan yang mereka percayai. Sebelumnya kita telah belajar tentang teori kontrol bahwa pada dasarnya, kita memiliki motivasi intrinsik.
Di bawah ini adalah ciri-ciri restitusi yang membedakannya dengan program disiplin lainnya.
- Restitusi bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari kesalahan
- Restitusi memperbaiki hubungan
- Restitusi adalah tawaran, bukan paksaa
- Restitusi menuntun untuk melihat ke dalam diri
Hal yang menarik dan diluar dugaan
Menurut pendapat penulis dari modul ini semuanya menarik karena antara satu dan yang lainnya saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan, diantaranya disiplin positif, posisi kontrol guru, kebutuhan dasar manusia, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi.
Diluar dugaan saya adalah Saya menemukan banyak studi kasus yang dipaparkan di modul ini, sehingga kami para calon guru penggerak menjadi lebih memahami bagaimana cara mengatasi permasalahan yang ada disekitar kami khususnya tentang penyelesaian yang berpihak pada murid.
2. Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan konsep-konsep inti tersebut dalam menciptakan budaya positif baik di lingkungan kelasa maupun sekolah Anda ?
Penerapan budaya positif yang saya lakukan dalam kesepakatan dalam kelas saya mulai melakukan kesepakatan kelas diawal pembelajaran (keyakinan kelas) murid menuliskan kesepakatan dalam pembelajaran selama satu semester belajar dengan saya. Mereka dengan leluasa dapat menuliskan apa hak dan kewajiban mereka belajar bersama saya dan akhirnya disepakati secara bersama-sama untuk dilaksanakan berikut sanksi bagi yang melanggar peraturan yang sudah disepakati.
Posisi kontrol yang saya lakukan adalah sebagai teman dan manajer. Dalam posisi teman saya menempatkan diri untuk murid supaya merasa nyaman di kelas dan menjadi manajer untuk dapat memanajemen murid supaya dapat melakukan budaya positif. Melakukan evalusi untuk langkah selanjutnya untuk meningkatkan kwalitas kesepakatan kelas dan mencoba untuk menggunakan segitiga restitusi.
3. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda ?Jika Iya, ada di posisi manakah Anda? Anda boleh menceritakan situasi dan posisi Anda saat itu.
Penerapan segitiga restitusi yang pernah saya lakukan adalah sebagai teman, dan sebagai manajer. Pada saat siswa datang terlambat masuk kelas. Saya mengatakan alasan datang terlambat? sehingga saya mengetahui mengapa murid tersebut datang terlambat. Dengan alasan tersebut saya dapat mengambil langkah apa untuk dapat menyelesaikan permasalahan murid tersebut. Memberikan solusi dengan kesadaran murid itu sendiri supaya tidak datang terlambat lagi.
4. Perubahan apa yang terjadi pada cara berpikir Anda dalam menciptakan budaya positif di kelas maupun di sekolah Anda setelah mempelajari modul ini ?
- Menciptakan budaya positif yang berpihak kepada murid.
- Mengontrol emosi dan mulai untuk mengolah perasaan supaya dapat membuat murid yang memiliki masalah dapat mencari solusi nya secara sadar dan nyaman.
5. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai individu danAnda sebagai pemimpin pembelajar ?
Mempelajari modul ini sangat penting dipelajari baik sebagai individu maupun sebagai pemimpin pembelajar, karena dengan mempelajari modul ini kita menjadi mengetahu bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi murid yang bermasalah dan menerapkan budaya positif di sekolah yang tetap mengedepankan keberpihakan kepada murid untuk menjadikan murid memilki profil pelajar pancasila.
6. Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini ?
Saya akan mewujudkan budaya positif di kelas maupun di sekolah dengan konsep perubahan posisi kontrol guru, menerapkan keyakinan kelas, men coba memahami kebutuhan murid dan menyelesaikan permasalahan dengan segitiga restitusi. Serta mengajak rekanm kerja saya untuk menerapkan budaya postif.
7. Selain konsep-konsep tersebut, hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses menciptakan budaya positif di lingkungan kelas maupun sekolah ?
Menurut pendapat saya hal-hal lain yang perlu dipelajari dalam menciptakan budaya positif adalah membentuk keyakinan, cara melakukan pembiasaan budaya positif dan pemberian motivasi untuk murid.
8. Langkah-langkah awal apa yang akan Anda lakukan jika kembali ke sekolah/ kelas setelah mengikuti sesi ini ?
Langkah-langkah yang akan saya lakukan yaitu dimulai dari diri sendiri untuk selalu menerapkan budaya positif, melakukan diskusi dengan siswa tentang kesepakatan kelas, melakukan keyakinan kelas, melakukan refleksi dan evaluasi serta meningkatkan kompetensi dalam penerapan budaya positif baik di kelas maupun di sekolah.
Demikian pemaparan saya tentang refleksi terbimbing budaya positif. Semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat.
Terima kasih.
salam sehat... salam bahagia... salam guru penggerak
No comments:
Post a Comment