LAPORAN HASIL AKSI NYATA
KESEPAKATAN KELAS BUDAYA POSITIF
AI MULYATI,M.Pd.
CALON GURU PENGGERAK KAB. BANDUNG BARAT
SMAN 2 PADALARANG
CALON GURU PENGGERAK KAB. BANDUNG BARAT
SMAN 2 PADALARANG
A. LATAR BELAKANG
Tujuan pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah menuntun
segala kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pada dasarnya setiap anak memiliki kodrat masing-masing oleh karena itu sebagai pendidik hanya bisa "menuntun" apa yang menjadi kodrat anak tersebut.
Guru sebagai pamong memberikan keleluasaan kepada siswanya untuk dapat mengembangkan bakat dan minatnya, karena pada dasarnya setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Guru sebagai pengontrol agar murid memilliki arah dan tidak terjerumus ke hal yang negatif, serta tidak membahayakan dirinya.
Budaya positif perlu dikembangkan di sekolah, karena dengan memilki nilai-nilai positif maka akan terbentuk karakter pelajar pancasila serta dapat menumbuhkan motivasi intrinsik dalam diri murid-murid untuk
menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan berbudi pekerti luhur.
Budaya positif di sekolah ialah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak kepada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab.
Guru diharapkan mampu untuk membuat murid menjadi nyaman, rileks, dan humanis. Kesepakatan kelas merupakan budaya positif yang dapat dilakukan untuk dapat menjadikan kelas menjadi nyaman dan murid tidak merasa terpaksa untuk melakukan sesuatu hal karena semuanya di sepakati oleh murid, untuk murid, dan dilaksanakan oleh murid.
B. DESKRIPSI AKSI NYATA
Kesepakatan kelas adalah hal yang dibuat di dalam kelas antara murid dengan guru untuk menjadikan kegiatan belajar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Tujuan diadakannya kesepakatan kelas adalah murid diharapkan dapat belajar dengan nyaman dan merdeka, tanpa ada tekanan dan paksaan dari guru atau murid lainnya. Sehingga tim bul kesadaran dan motivasi intrinsik murid terbangun karena menyadari bahwa belajar adalah kebutuhan yang dapat bermanfaat untuk kehidupan baik masa kini maupun yang akan datang.
Langkah- langkah dalam melaksanakan kesepakatan kelas Xi MIPA 3 adalah
1. Menentukan tujuan yang ingin di capai
Pelaksanaan kesepakatan kelas ini dilakukan melalui G Meet hal ini karena penerapan pembelajaran yang dilakukan secara on line dan off line. Hal pertama yang dilakukan penulis adalah menanyakan kepada siswa tentang tujuan pembelajaran bahasa Indonesia yang akan dilakukan. Hal ini berkaitan dengan kenyamanan murid dalam pembelajaran di kelas.
2. Memberikan kesempatan kepada ketua kelas untuk memimpin jalannya diskusi dalam kesepakatan kelas.
3. Sekertaris kelas menginventaris pendapat-pendapat yang disampaikan oleh murid untuk menampung kesepakatan kelas.
4. Secara bersama-sama antara murid mengadakan kesimpulan dalam kesepakatan kelas
5. Membuat poster kesepakatan kelas
6. Mendokumentasikan kegiatan pelaksanaan kesepakatan kelas.
7. Merefleksi kesepakatan kelas baik dari ketua kelas, sekertaris, wakil putra dan wakil putri.
C. HASIL AKSI NYATA
Kesepakatan kelas menjadikan murid menjadi mengeluarkan pendapat tentang kesepakatan yang ingin mereka inginkan.Terjadinya interaksi antar murid dalam mengeluarkan pendapat. Menjadikan guru lebih holistik karena murid menjadi nyaman dalam pembelajaran.
Kegiatan di awal pembelajaran dengan kesepakatan kelas menjadikan murid lebih menyadari bahwa apa yang mereka sepakati harus dilaksanakan dengan baik, menerapkan disiplin karena peraturan disepakati oleh mereka sendiri.
Kegiatan ini sangat berdampak positif baik untuk murid dan untuk guru. Murid mengetahui konsekwensi yang akan mereka terima apabila melanggar kesepakatan dan guru bisa dengan nyaman mengontrol murid dalam kegiatan pembelajaran sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang menjadikan murid memiliki karakter pelajar pancasila.
D. PEMBELAJARAN YANG DIPEROLEH
KEGAGALAN
Tantangan dalam kegiatan kesepakatan kelas adalah murid konsisten dalam melaksanakan kegiatan yang disepakati. Mentaaati dengan penuh kesadaran untuk menerapkan kesepakatan kelas.Kadang ada siswa yang belum menyadari tentang kesepakatan tersebut, tetapi penulis yakin nanti murid akan lebih meyadari akan pentingnya kesepakatan kelas.
KEBERHASILAN
Aksi nyata yang sudah penulis lakukan dalam membuat kesepakatan kelas, penulis memposisi kan diri sebagai manajer karena menjadikan murid dapat mengerluarkan pendapatnya dan disepakati oleh semua murid yang ada di kelas tersebut dan diberi kesempatan untuk menerapkan disiplin yang positif berdasarkan keinginan dari murid itu sendiri.
Hal ini bersinergi dengan penerapan budaya positif yang diterapkan oleh pendidikan guru penggerak. Dapat membanngun hal positif untuk mjurid maupun guru.
E. RENCANA PERBAIKAN
Rencana perbaikan yang akan penulis lakukan adalah pemerataan ide dan gagasan tiap murid. Penulis akan memberikan kesempatan kepada semua murid untuk menuangkan ide dan gagasannya terkait kesepakatan kelas.
F. DOKUMENTASI PROSES DAN HASIL
No comments:
Post a Comment