Followers

Thursday, November 4, 2021

Nilai dan Peran Guru Penggerak

 


Nilai dan Peran Guru Penggerak



Tugas pekan ke kedua ini kami calon guru penggerak diberi tantangan  untuk membuat gambar trafesium usia sebagai bagian tugas  modul 1.2 a.3 Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak. 

Instruksi yang dibuat adalah membuat trafesium yaitu membuat garis miring ke usia saat saya menyelesaikan sekolah  yaitu di usia 7 tahun dan pada ujung garis tersebut usia S1 yaitu 21 tahun Selanjutkan membuat garis mendatar, yang menunjukkan usia kerja yaitu usia 21 tahun  sampai dengan ya usia sekarang 40 tahun dan akhir 60 tahun dibuat garis miring menurun untuk menandakan masa pensiun.

Peristiwa yang penting pada masa sekolah baik bernuansa negatif dan positip. Saya mengingat kembali detail peristiwa tersebut, siapa saja yang terlibat dan menuliskan angka pada garis naik yang menunjukkan pada usia berapa kedua peristiwa tersebut terjadi. Peristiwa negatif saya alami di usia 10 tahun dan peristiwa positif saya alami di usia 12 tahun. Sesuai dengan trafesium yang sudah saya buatkan. Selisih dari usia sekarang 40 tahun dan usia pada saat kedua peristiwa tersebut terjadi. Setelah mengerjakan trafesium usia, saya akan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan.

Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah mesih dapat dirasakan dan mungkin masih dapat memengaruhi diri Anda di masa sekarang ?

Momen sekolah memang menjadi moment yang paling dikenang oleh semua orang termasuk saya. Baik peristiwa negatif atau peristiwa positif. Sebelumnya saya akan menggungkapkan moment negatif yang pernah saya rasakan yaitu di usia 10 tahun. Awalnya saya ditugaskan oleh guru untuk melakukan presentasi  di depan kelas tanpa ada arahan atau perintah apapun sebelumnya. Saya termasuk orang yang pendiam, tidak banyak bicara dan cenderung menghindar. Sehingga saat saya di depan saya hanya diam membisu tanpa bicara apa-apa.  Akhirnya guru saya mengucapkan cupu yang membuat sampai sekarang saya teringat kata-katanya. Akhirnya saya niatkan saya harus bisa berbicara di depan banyak orang supaya tidak lagi disebut cupu. Peristiwa ini menjadi cambuk untuk saya supaya lebih baik lagi . Setelah peristiwa itu terjadi setiap guru memberi pertanyaan saya selalu mencoba untuk menjawab.  Dan menambah wawasan saya dengan membaca buku, sebelum pelajaran esok hari  malamnya pasti saya membaca dulu. 

Peristiwa positip yang saya alami yaitu usia 12 tahun atau kelas 1 SMP. Saya menjadi senang berkunjung ke perpustakaan sehingga pengelola perpustakaan dan beliau juga guru Bahasa Indonesia Bu Hayati  menjadi dekat dengan saya. Di Perpustakaan saya sering diajarkan oleh beliau bagaimana caranya menguasai keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) bahkan beliau selalu memotivasi saya supaya saya maju dan bergaul dengan banyak orang. Hingga akhirnya saya menjadi senang berorganisasi. Sehingga saya menjadi ingin menunjukkan kepada teman-teman saya bahwa saya ada dengan berbagi prestasi yang saya terima dan saya juga bergabung  diberbagai ekstrakulikuler baik pramuka, paskibra, basket, seni dan lainnya. 

Saya menjadi senang berorganisasi, ikut komunitas literasi dan menjadi OSIS. Kesenangan berorganisasi saya terbawa sampai saya SMA, kuliah dan sampai sekarang.  Di SMA saya menjadi ketua Osis, di kuliah saya menjadi Ketua Senat, Organisasi mengajarkan saya banyak hal, dengan organisasi kita menjadi banyak bekerja sama dengan banyak orang, dapat menyampaika  ide dan gagasan serta saling menghargai sesama rekan organisasi. 

Alasan yang paling mendasar mengapa peristiwa masa sekolah masih saya ingat walaupun peristiwa itu sudah 30 tahun berlalu yaitu karena masa kecil merupakan proses terbentuknya seseorang dimasa remaja dan dewasa. kenangan masa sekolah juga membentuk karakter saya menjadi senang berorganisasi. 

Menurut Anda, Apa saja peran dari seorang Guru Jika dikaitkan dengan trafesium Usia ?

Peran dari seorang guru berdasarkan trafesium usia yaitu pengalaman memang menjadi hal yang berpengaruh terhadap apa yang dilakukan seseorang. Pengalaman negatif akan menjadi cambuk untuk tidak melakukannya dan pengalaman positif akan menjadikan contoh teladan, sehingga menjadi guru harus jadi teladan untuk dapat ditiru oleh siswa, menjadi pendorong semangat supaya siswanya lebih maju, menjadi pelindung supaya dapat melindungi dan menjadi fasilitator yang baik supaya dapat mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki siswa nya.

Buatlah 1-2 kalimat yang dapat menggambarkan nilai-nilai yang Anda percayai sebagai seorang Guru, menggunakan kata-kata berikut : Guru, Murid, Belajar, Makna.

Saya menyampaikan kalimat

" Jadilah seorang Guru yang dapat berkesan baik untuk Muridnya sehingga mereka mau Belajar dan mendapatkan pengalaman yang penuh Makna untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaannya baik sebagai manusia atau sebagai anggota masyarakat "

Semoga kita bisa menjadi guru yang dapat mewariskan kebaikan dan kebahagiaan untuk siswa. Tetap semangat, salam bahagia, Salam guru penggerak.





.


1 comment:

  1. Setuju bu, kita harus lebih bijak lagi dalam perkataan ke siswa, karena peristiwa tersebut akan termemori oleh siswa sampai kapunpun..

    ReplyDelete