Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
Mengikuti pendidikan
guru penggerak merupakan pilihan tepat untuk dapat mengembangkan
kerangka berpikir saya dalam pembelajaran. Saya akan meninjau kembali tugas
personal dalam kerangka pembelajaran yang telah dikembangkan pada fase Ruang
Kolaborasi, Refleksi Terbimbing, Demonstrasi Kontekstual, dan Elaborasi
Pemahaman.
Kepercayaan Tentang Murid dan Pembelajaran di Kelas sebelum Saya Mempelajari
Modul 1.1 . Filosofi dan Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
1. Saya
beranggapan bahwa tugas saya sebagai seorang guru adalah bagaimana bisa
mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik supaya mereka bisa
memahami apa yang saya ajarkan. Sehingga saya adalah pusat dari kegiatan
pembelajaran. Karena segala sumber dari pengetahuan dan keterampilan ada di
saya sebagai seorang guru.
2.
Mengutamakan ketuntasan kurikulum dan
pencapaian tujuan dari materi yang diajarkan. Sehingga saya menuntut anak didik
saya mendapatkan nilai yang tinggi dan
dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
3.
Hasil
belajar dari peserta didik harus lebih dari KKM yang sudah ditetapkan pada mata
pelajaran,
4.
Saya
kurang memahami apa yang mereka butuhkan dalam pembelajaran, saya beranggapan
berhasilnya pembelajaran apabila peserta didik dapat mengumpulkan tugas tepat
waktu.
5.
Saya
merasa gagal apabila peserta didik tidak mengumpulkan tugasnya tepat waktu.
Perubahan dan Perilaku Saya setelah Mempelajari Modu 1.1 . Filosofi dan Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Pendidikan menuntun segala kodrat
yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat
Saya sebagai guru adalah sebagai among. Artinya bahwa menjadi
seorang guru diperlukan keteladanan bagi siswanya serta mengarahkan dan
menuntun dengan benar tanpa adanya paksaan, dan dapat mengembangkan potensi
yang dimiliki oleh siswa. Guru bukan hanya mengajar dan mendidik siswanya
tetapi juga membimbing, mengarahkan mereka kepada jalan yang benar, melatih
kemampuan mereka agar dapat
mengembangkan potensinya.
Sistem among memang memerlukan kesabaran dalam penerapannya,
saya menyadari bahwa selama ini saya hanya memberikan peserta didik pengetahuan
dan keterampilan yang saya miliki serta menuntut mereka memahami apa yang saya
ajarkan.
Setiap anak memiliki keistimewaan dan keunikannya masing –masing,
sehingga tiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda. Mengikuti pendidikan
guru penggerak menjadikan saya sadar bahwa apa yang saya pahami selama ini
salah. Sehingga setelah mempelajari tentang filosofi dan pemikiran Ki Hadjar
Dewantara saya mulai berubah dari pemikiran dan perilaku saya.
Perubahan Pemikiran dan perilaku saya setelah mempelajari
modul ini yaitu
1.
Saya
menyadari setiap anak memiliki karakter yang berbeda, tidak bisa kita anggap
semua peserta didik sama sehingga kemampuan merekapun berbeda, potensi yang
mereka milikipun pasti berbeda, saya sebagai seorang guru tidak bisa memaksakan
apa yang saya inginkan dapat semuanya tercapai.
2.
Mencoba
menggali kodrat mereka sebagai manusia yang memiliki kemampuan yang
berbeda-beda, sehingga saya tidak lagi berpatokan peserta didik harus memiliki
nilai yang tinggi atau KKM sebagai dasar bahwa mereka mampu belajar. Mencoba
menuntun, mengarahkan dan membimbing sesuai dengan kodratnya masing-masing.
3.
Mencoba
menjadi fasilitator dan among yang baik, sehingga peserta didik merasa nyaman
mengikuti kegiatan pembelajaran.
4.
Menggali
ide-ide dan pemikiran-pemikiran peserta didik sehingga mereka bebas untuk
menuangkan ide kreatif mereka tanpa ada paksaan.
5.
Menjadikan
peserta didik sebagai subyek bukan sebagai objek yang saya jejali dengan
pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki.
Mereka diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengemukakan ide,
berkreatifitas, berinteraksi dengan lingkungan demi memperoleh
pengalaman-pengalaman belajar yang baru.
Saya akan Segera Menerapkan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Kelas agar
Mencerminkan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
Mengimplementasikan merdeka belajar
yang menghasilkan “Profil Pelajar
Pancasila” pasti memelukan waktu dan
proses, tetapi saya akan berusaha mewujudkannya. Adapun yang akan saya terapkan
di kelas supaya mencerminkan pemikiran Ki Hdjar Dewantara diantaranya:
1. Berliterasi tentang karakteristik
peserta didik, sehingga saya menjadi memahami karakter dari peserta didik.
2. Assesmen diagnosis awal dan assesmen
diagnosis berkala adalah solusi yang akan saya terapkan untuk mengetahui
perkembangan kognitif dan non kognitif sehingga saya menjadi mengetahui kendala belajar peserta didik serta dapat melakukan tindak lanjut dan evaluasi
yang akan saya lakukan.
3. Merancang pembelajaran yang sesuai
dengan kondisi pesera didik.
4. Mengkondisikan peserta didik agar mereka
merasa nyaman dan menyenangkan untuk belajar.
5. Menerapkan merdeka belajar dan
berkolaborasi dengan kepala sekolah, rekan kerja dan peserta didik.
6. Peserta didik diberi kebebasan untuk
bereksplorasi, berinovasi dan mengembangkan potensi sesuai dengan kodratnya
masing-masing.
Menerapkan 3 semboyan Ki Hadjar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun
Karsa, dan Tut wuri Handayani, dapat
membantu kita sebagai guru dalam
memberikan tuntunan, arahan, serta bimbingan supaya tujuan dari merdeka belajar dapat terwujud.
No comments:
Post a Comment