Followers

Saturday, October 30, 2021

Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

 Kesimpulan  dan  Refleksi  Pemikiran  Ki  Hadjar  Dewantara



Mengikuti pendidikan  guru penggerak merupakan pilihan tepat untuk dapat mengembangkan kerangka berpikir saya dalam pembelajaran. Saya akan meninjau kembali tugas personal dalam kerangka pembelajaran yang telah dikembangkan pada fase Ruang Kolaborasi, Refleksi Terbimbing, Demonstrasi Kontekstual, dan Elaborasi Pemahaman.

Kepercayaan  Tentang  Murid dan Pembelajaran di Kelas sebelum Saya Mempelajari 

Modul  1.1 . Filosofi  dan Pemikiran Pendidikan  Ki Hadjar Dewantara

1.     Saya beranggapan bahwa tugas saya sebagai seorang guru adalah bagaimana bisa mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik supaya mereka bisa memahami apa yang saya ajarkan. Sehingga saya adalah pusat dari kegiatan pembelajaran. Karena segala sumber dari pengetahuan dan keterampilan ada di saya sebagai seorang guru.

2.       Mengutamakan ketuntasan kurikulum dan pencapaian tujuan dari materi yang diajarkan. Sehingga saya menuntut anak didik saya mendapatkan nilai yang  tinggi dan dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.

3.      Hasil belajar dari peserta didik harus lebih dari KKM yang sudah ditetapkan pada mata pelajaran,

4.      Saya kurang memahami apa yang mereka butuhkan dalam pembelajaran, saya beranggapan berhasilnya pembelajaran apabila peserta didik dapat mengumpulkan tugas tepat waktu.

5.      Saya merasa gagal apabila peserta didik tidak mengumpulkan tugasnya tepat waktu.

 


Perubahan dan Perilaku Saya setelah Mempelajari Modu 1.1 . Filosofi  dan Pemikiran Pendidikan  Ki Hadjar Dewantara

Pendidikan menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat

Saya sebagai guru adalah sebagai among. Artinya bahwa menjadi seorang guru diperlukan keteladanan bagi siswanya serta mengarahkan dan menuntun dengan benar tanpa adanya paksaan, dan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa. Guru bukan hanya mengajar dan mendidik siswanya tetapi juga membimbing, mengarahkan mereka kepada jalan yang benar, melatih kemampuan mereka agar dapat  mengembangkan potensinya.

Sistem among memang memerlukan kesabaran dalam penerapannya, saya menyadari bahwa selama ini saya hanya memberikan peserta didik pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki serta menuntut mereka memahami apa yang saya ajarkan.

Setiap anak memiliki keistimewaan dan keunikannya masing –masing, sehingga tiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda. Mengikuti pendidikan guru penggerak menjadikan saya sadar bahwa apa yang saya pahami selama ini salah. Sehingga setelah mempelajari tentang filosofi dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara saya mulai berubah dari pemikiran dan perilaku saya.

Perubahan Pemikiran dan perilaku saya setelah mempelajari modul ini yaitu

1.      Saya menyadari setiap anak memiliki karakter yang berbeda, tidak bisa kita anggap semua peserta didik sama sehingga kemampuan merekapun berbeda, potensi yang mereka milikipun pasti berbeda, saya sebagai seorang guru tidak bisa memaksakan apa yang saya inginkan dapat semuanya tercapai.

2.      Mencoba menggali kodrat mereka sebagai manusia yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, sehingga saya tidak lagi berpatokan peserta didik harus memiliki nilai yang tinggi atau KKM sebagai dasar bahwa mereka mampu belajar. Mencoba menuntun, mengarahkan dan membimbing sesuai dengan kodratnya masing-masing.

3.      Mencoba menjadi fasilitator dan among yang baik, sehingga peserta didik merasa nyaman mengikuti kegiatan pembelajaran.

4.      Menggali ide-ide dan pemikiran-pemikiran peserta didik sehingga mereka bebas untuk menuangkan ide kreatif mereka tanpa ada paksaan.

5.      Menjadikan peserta didik sebagai subyek bukan sebagai objek yang saya jejali dengan pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki.  Mereka diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengemukakan ide, berkreatifitas, berinteraksi dengan lingkungan demi memperoleh pengalaman-pengalaman belajar yang baru.

 

Saya akan Segera Menerapkan  Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Kelas agar Mencerminkan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Mengimplementasikan merdeka belajar yang menghasilkan “Profil Pelajar Pancasila”  pasti memelukan waktu dan proses, tetapi saya akan berusaha mewujudkannya. Adapun yang akan saya terapkan di kelas supaya mencerminkan pemikiran Ki Hdjar Dewantara diantaranya:

1.      Berliterasi tentang karakteristik peserta didik, sehingga saya menjadi memahami karakter dari peserta didik.

2.      Assesmen diagnosis awal dan assesmen diagnosis berkala adalah solusi yang akan saya terapkan untuk mengetahui perkembangan kognitif dan non kognitif sehingga saya menjadi mengetahui  kendala belajar peserta didik serta  dapat melakukan tindak lanjut dan evaluasi yang akan saya lakukan.

3.      Merancang pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pesera didik.

4.      Mengkondisikan peserta didik agar mereka merasa nyaman dan menyenangkan untuk belajar.

5.      Menerapkan merdeka belajar dan berkolaborasi dengan kepala sekolah, rekan kerja dan peserta didik.

6.      Peserta didik diberi kebebasan untuk bereksplorasi, berinovasi dan mengembangkan potensi sesuai dengan kodratnya masing-masing.

Menerapkan 3  semboyan Ki Hadjar Dewantara  yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa,  dan Tut wuri Handayani, dapat membantu kita sebagai guru  dalam memberikan tuntunan, arahan, serta bimbingan supaya  tujuan dari merdeka belajar dapat terwujud.

No comments:

Post a Comment