Followers

Friday, November 26, 2021

JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 6 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK

 


Bismillah... Pelaksanaan pendidikan guru penggerak sudah masuk ke minggu ke 6. Setelah sebelumya kami melaksanakan lokakarya 1 sehingga bisa bertatap muka dengan calon guru penggerak lainnya dan  pengajar praktik. 

Minggu ke 6 dilaksanakan pada tanggal 22 s.d. 26 November 2021.  Banyak pengalaman dan pengetahuan setelah bergabung di pendidikan guru penggerak ini.

Pada minggu ke 6 ini saya akan memaparkan jurnal refleksi dengan model Six Thinking Hats (Teknik 6 Topi). Model Six Thinking Hats diperkenalkan oleh Edward de Bono pada tahun 1985. Model ini melatih kita melihat satu topik dari berbagai sudut pandang, yang disimbolkan dengan enam warna topi. Setiap topi mewakili cara berpikir yang berbeda; beberapa di antaranya terkadang mendominasi cara kita berpikir. Karena itu, dengan semakin sering melatih keenam “topi”, kita akan dapat mengambil refleksi yang lebih mendalam.





Keenam topi tersebut berikut penggunaannya dalam jurnal refleksi adalah:

1. Topi putih
 saya akan menuliskan informasi sebanyak-banyaknya terkait pengalaman yang terjadi. Informasi ini   berupa fakta; bukan opini. 

2. Topi Merah
 Gambarkan perasaan saya terkait dengan topik yang sedang dibahas, misalnya perasaan saat mempelajari materi baru atau saat menjalankan diskusi kelompok. 

3.  Topi Kuning
     Menuliskan hal-hal positif yang terkait dengan topik tersebut.

 4. Topi Hitam
      Menuliskan kendala, hambatan, atau risiko dari tindakan atau peristiwa yang sedang dibahas.

  5. Topi hijau
        Menjabarkan ide-ide yang muncul setelah mengalami peristiwa tersebut.

 6. Topi biru
  Memberikan kesimpulan dari peristiwa yang terjadi, atau ambil keputusan setelah mempertimbangkan kelima sudut pandang lainnya. Bandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pact (Topi Putih)

 
Pada minggu ini kami calon guru penggerak mempelajari Konsep Visi Guru penggerak

Saya dan teman calon guru penggerak lainnya pada pembelajaran sekarang mempelajari tentang bagaimana cara pengeksplorasi lingkungan belajar yang bermakna serta berpihak kepada murid. Kami juga membuat lukisan tentang mimpi dan narasi mengenai lingkungan belajar dimasa depan sesuai dengan murid yang diimpikan.


Menurut David cooprire  untuk melakukan perubahan kita bisa menerapkan inkuiri Apresiatif  yaitu paradigma dan pendekatan manajemen perubahan yang berbasis kekuatan


 Feeling  (Topi Merah)



Perasaan saya selama mengikuti pendidikan ini merasa bersyukur,  bahagia, semangat dan antusias mendapatkan pengalaman yang baru dari calon guru penggerak lainnya. saling  memotivasi. Dengan adanya kolaborasi dalam diskusi kelompok menjadikan kami calon guru penggerak bisa sharing pengalaman dan berbagi gagasan, ide dengan tetap saling menghargai antar rekan calon guru penggerak.


                                                                                                      Benefits ( Topi Kuning)


Hal positif yang akan saya lakukan adalah saya akan terus berusaha untuk melakukan perubahan pembelajaran dimulai dari diri saya sendiri kemudian mengajak teman sejabat, serta meminta dukungan dari kepala sekolah dan warga sekolah lainnya untuk melakukan perubahan positif di sekolah. Saya juga akan berkolaborasi dengan rekan kerja lainnya untuk menjadi pemimpin pembelajar yang dapat memberika teladan bagi murid.

 Cautions ( Topi Hitam )


Kendala yang saya hadapi selama pembelajaran adalah saya harus dapat memanajemen waktu untuk dapat menyelesaikan tugas LMS dengan kegiatan lainnya. Selain itu terkadang terkendala dengan jaringan internet yang kurang stabil.



Creativity ( Topi Hijau )

Ide yang muncul tentang Inkuiri Apresiatif  (IA) sebagai manajemen perubahan adalah dengan menerapkan model B-A-G-J-A
1. Buat pertanyaan sebagai penentu arah penelusuran terkait perubahan yang kita inginkan
2. Ambil pelajaran ini, setelah pelajaran utama disepakati
3.Gali mimpi bersama
4. Jabarkan rencana untuk mencapai gambaran yang diinginkan
5. Atur eksekusi







Proses (Topi Biru)

Tujuan dari visi guru penggerak adalah untuk terwujudnya perubahan yang postif, hal ini dapat dilakukan yaitu dengan melakukan paradigma berbasis kekuatan dan  melakukan pendekatan menggunakan prinsip psikologi positif. 

Pola Inkuiri Apresiatif (IP) ini mengedepankan kekuatan yang kita milki  sebagai sumber energi untuk mencapai perubahan. Menggali kekuatan yang dimilki sekolah Sumber kekuata terdiri dari internal dan eksternal. Sehingga kekuatan itu secara bersama-sama dapat melakukan perubahan positif. 

Semoga apa yang diharapkan dalam melakukan perubahan positif di sekolah dapat terealisasi dengan baik. Tentu saja semua ini harus ada dukungan dari banyak pihak.

Semoga segala niat baik ini Allah berikan kemudahan dalam melaksanakannya.

Terima kasih. Demikian jurnal refleksi minggu ke 6 dalam pendidikan guru penggerak ini saya paparkan. Semoga bermanfaat khususnya untuk saya dan umumnya untuk pembaca. 

Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak

No comments:

Post a Comment