Followers

Sunday, April 3, 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 15 Pendidikan Guru Penggerak

Bismillah...

Minggu ke 15 pendidikan guru penggerak sudah mulai berakhir di modul 2 .  Pelaksanaan kegiatan yaitu tanggal 28 Maret s.d. 2 April. 

Pada refleksi minggu ini saya akan menggunakan Model Driscol. 

Model ini diadaptasi dari refleksi yang digunakan pada praktik klinis (Driscoll & Teh, 2001). Model yang dikenal dengan Model “What?” ini pada dasarnya terdiri dari 3 bagian, namun dapat dikembangkan dengan berbagai variasi bergantung pada pertanyaan detail yang dipilih. 

1) WHAT? (Deskripsi dari peristiwa yang terjadi)

 - Apa yang terjadi? 
- Apa yang saya lihat/dengar/alami? 
- Apa reaksi saya pada saat itu? 
- Apa yang orang lain lakukan pada saat peristiwa itu terjadi? 

2) SO WHAT? (Analisis dari peristiwa yang terjadi) 

- Bagaimana perasaan saya pada saat peristiwa itu terjadi?
- Apakah yang saya rasakan sama/berbeda dengan orang yang mengalami kejadian yang sama?
- Apakah saya masih merasakan perasaan/dampak yang sama jika dibandingkan dengan                             perasaan/dampak langsung setelah peristiwa? 
- Kecenderungan apa yang saya amati dari diri saya ketika menghadapi peristiwa serupa? 
- Mengapa saya bisa memiliki kecenderungan tersebut? 
- Setelah mengalami peristiwa tersebut, apa hal yang berubah dari pendapat, pemikiran, atau apapun         yang Anda yakini sebelumnya?

3) NOW WHAT? (Tindak lanjut dari peristiwa yang terjadi)
 - Apakah kejadiannya akan berbeda jika pada saat itu saya mengambil langkah yang berbeda? 
- Di mana saya bisa mendapatkan informasi tambahan agar bisa siap ketika menghadapi peristiwa             serupa di masa depan? 
- Dukungan apa yang saya butuhkan agar bisa menindaklanjuti refleksi saya? 
- Bagian mana yang  sebaiknya saya kerjakan lebih dulu? 
- Setelah Anda melakukan pembelajaran ini, apa hal baru yang ingin Anda bagikan kepada rekan atau       lingkungan Anda?

Refleksi
 
WHAT

Pembelajaran Tanggal 28 maret 2022 kami calon guru penggerak melaksanakan refleksi terbimbing, saya melakukan refleksi terkait apa yang sudah dipelajari pada pembelajaran modul coaching, menjawab pertanyaan sebelum dan sesudah mempelajari serta kendala yang dihadapi dan bagaimana cara mengatasi kendala tersebut. 

Tanggal 29 dan 30 Maret 2022. penulis melaksanakan praktik coching dengan model TIRTA dengan siswa saya sebagai bentuk demonstrasi kegiatan pembelajaran coching.  Dalam pelaksanaan praktik coching yang saya lakukan bersama siswa, saya lebih menggali solusi yang di dapatkan oleh siswa dengan menggali potensi yang dimilikinya sehingga permasalahan yang dihadapi ada solusinya berdasarkan pemikiran dari siswa itu sendiri.

31 maret 2022, saya bersama calon guru penggerak lainnya melakukan ruang elabotasi bersama instruktur ibu Nurhanifa.  Beliau menyampaikan tentang mainset dari coaching, coaching dalam konteks pendidikan, pola pikir among dengan pola pikir coaching, paradigrma sistem pendampingan among, komunikasi yang memberdayakan, model TIRT.

1 dan 2 April saya mengingat kembali apa yang sudah saya laksanakan di minggu ke 15 ini dengan membuatnya kedalam jurnal refleksi mingguan. 

SO WHAT

Perasaan saya pada saat pembelajaran coaching saya menjadi lebih semangat untuk menerapkan praktik coaching ini, karena dapat membantu coachee dalam memecahkan solusi sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh coachee. Senang bisa membantu orang lain menemukan solusi sesuai dengan kemampuannya. Disini saya belajar menjadi pendengar yang aktif.

Proses coaching yang saya laksanakan dengan  menggunakan model TIRTA yaitu meliputi tujuan, identifikasi, rencana aksi dan tanggung jawab. 

Saya berusaha untuk membentuk komunikasi yang asertif, menjadi pendengar yang aktif dan bertanya reflektif sebagai bentuk umpan balik yang positif.

NO SWAT

Guru yang berperan sebagai coach penting untuk dapat memiliki kemampuan komunikasi yang asertif, pendengar aktif, dan umpan balik positif sehingga akan timbul perasaan yang nyaman, rasa empati, saling menghormati, saling menghargai antara coach dan coachee. 

Saya akan berusaha untuk menerapkan pembelajaran coaching ini kepada siswa, rekan kerja atau warga sekolah lainnya. Saya ingin membuat coachee menemukan solusi dari permasalahannya berdasarkan kemampuan dan potensi yang dimiliki coachee. 

Demikian yang dapat saya refleksikan di minggu ini. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat khususnya untuk saya dan umumnya untuk yang membaca.

Terima Kasih

Salam Sehat... Salam Bahagia... Salam Guru Penggerak...

No comments:

Post a Comment