KASUS 5
Hasil analisis studi kasus yang saya lakukan pada kasus 5 yaitu
1. Apa keputusan yang Anda ambil ?
Keputusan atau tindakan
saya adalah saya menunggu sampai proses ujian selesai. Setelah itu saya memanggil
kedua siswa yang pergi ke toilet saat ujian berlangsung dan memberitahu perihal
temuan kertas contekan yang berada di toilet siswa. Memberi nasihat
kepada siswa tersebut bahwa mencontek itu adalah perbuatan curang
dan tidak jujur yang tidak boleh dilakukan karena sebelumnya sudah ada
kesepakatan kelas untuk tidak mencontek. Tindakan selanjutnya mengulang
pelaksanaan tes untuk siswa tersebut sebagai konsekwensi atas tindakan yang
telah dilakukan.
2. Prinsip mana yang Anda gunakan, dan
mengapa?
Prinsip yang saya gunakan adalah berpikir
berbasis peraturan (Role-Base Thingking).
Hal ini berkaitan dengan tindakan saya yang meminta siswa tersebut
mengulang kembali ulangannya karena mencontek. Mencontek merupakan perbuatan tidak
jujur. Nilai kejujuran perlu diterapkan
oleh semua orang untuk membentuk karakter siswa yang baik.
3. Mari kita terapkan 9 langkah pengambilan
dan pengujian keputusan studi kasus Anda.
a. Apa nilai-nilai yang
saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?
Budaya positif menanaman
nilai kejujuran perlu di terapkan kepada murid untuk membentuk karakter yang
baik.
Apabila saya menjadi bu
Aminah dan membiarkan kedua murid tersebut mencontek untuk mendapatkan nilai
yang bagus karena rasa kasihan kepada kedua murid .
Namun itu tidak adil untuk
murid yang lain yang sudah susah payah belajar agar mendapatkan nilai yang
bagus sehingga saya bila menjadi bu Aminah akan bertindak adil kepada seluruh
murid dan memberikan konsekwensi untuk murid tersebut untuk mengulangi
ulangannya dan menyampaikan kesepakatan tidak akan mengulangi perbuatannya yang
tidak jujur.
b. Siapa yang terlibat dalam
situasi tersebut ?
Yang terlibat dalam
situasi tersebut adalah : Ibu aminah dan kedua orang murid yang mencontek.
c. Apa fakta-fakta yang
relevan dengan situasi tersebut ?
Fakta-
fakta yang relevan dalam situasi
tersebut adalah :
1.
Terlihat ada 2 orang murid secara bergantian permisi untuk pergi
ke toilet.
2.
Kecurigaan dari bu Aminah atas sikap dan prilaku dari kedua murid yang
dating dari toilet tersenyum dan lancar mengerjakan ulangannya.
3.
Kecurigaan bu Aminah akan murid tersebut.
4.
Ijin kepada seluruh murid
untuk keluar dulu dengan catatan tidak boleh bekerja sama.
5.
Ibu Aminah pergi ke toilet siswa dan mengecek keadaan toilet
tersebut.
6.
Ibu Aminah menemukan kertas contekan di toilet tesebut.
d. Mari kita lakukan pengujian
benar atau salah terhadap situasi tersebut.
• Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam
situasi tersebut? (Uji legal)
Tidak ada pelanggaran hukum dalam situasi
yang dihadapi tersebut.
• Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik
profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)
Pelanggaran peraturan/kode etik yaitu pelanggaran
yang dilakukan oleh murid yaitu
berprilaku curang, tidak jujur dan mencontek. Pelanggaran peraturan yang
dilakukan kedua murid tidak dikenakan sanksi hukum.
• Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah
ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)
Berdasarkan perasaan dan Intuisi saya melihat
tindakan murid tidak ada yang salah, karena murid tersebut menginginkan nilai
yang bagus, tetapi saya tidak setuju dengan tindakannya yang mencontek karena
menurut saya untuk mendapatkan nilai yang bagus bukan dengan cara mencontek
tetapi dengan cara belajar . saya tidak
akan membiarkan kecurangan ini berlangsung sebagai tindakan dalam membimbing
murid untuk berbuat baik dan menunjukkan karakter yang baik.
• Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda
dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?
Apabila keputusan saya dipublikasikan
dihalaman depan koran dan menjadi viral, saya tidak menjadi masalah karena saya
yakin tindakan yang saya lakukan benar untuk memanggil dan menyuruh murid
tersebut untuk mengulang kembali ulangannya. Hal ini saya lakukan untuk memberikan tindakan kepada murid yang
tidak berbuat jujur, supaya kedepannya dia menjadi anak yang jujur.
• Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil
oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?
Kepala sekolah, guru mata pelajaran, saya
yakin tindakan yang saya lakukan akan sama keputusannya yaitu memberikan tes
ulang kepada kedua murid tersebut sebagai bentuk konsekwensinya tidak berbuat
jujur.
e. Jika situasinya adalah situasi dilema etika,
paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?
Paradigma yang terjadi adalah paradigma
Rasa keadilan lawan rasa kasihan (Justice vs Mercy)
f. Dari 3 prinsip
penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai?
Prinsip yang saya gunakan
adalah Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) yaitu menegakkan
peraturan tidak boleh mencontek pada saat ulangan.
g. Apakah
ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan
tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi
Opsi Trilemma)?
Investigasi opsi trilemma dalam
menyelesaikan masalah ini adalah saya sebagai bu Aminah akan membiarkan
terlebih dahulu ulangan berjalan normal sesuai waktu pelaksanaan ujian dan tidak menimbulkan keganduhan di kelas.
Setelah ulangan selesai
saya akan memanggil kedua murid yang tadi ke tolilet untuk membicarakan perihal
temuan contekan yang berada di toilet serta mencari latar belakang mengapa
mereka melakukan tindakan kecurangan tersebut dengan membuat mereka nyaman dari
hati ke hati untuk menceritakan tindakan yang sudah dilakukan.
Melalui apa yang
dibicarakan dengan kedua murid tersebut diharapkan adanya kesadaran dalam diri
murid bahwa tindakan yang telah dilakukannya salah dan melanggar aturan dan
kesepakatan kelas. Perbuatan mencontek bukanlah tindakan yang baik.
Konsekwensi dari tindakan
yang tidak jujur tersebut yaitu mengulangi kembali tes dengan soal yang berbeda dan disepakati waktu
pengerjaanya kapan. Dengan tidak membuat mereka merasa malu pada teman-temannya
maka pengerjaan ulangan tanpa sepengatuan teman-temannya dan kejadian ini
menjadi pelajaran untuk murid tesebut agar tidak melakukan tindakan yang sama
sehingga menjadi efek jera untuk tidak berbuat curang. Inti nya harus jujur.
h. Apa keputusan yang akan
Anda ambil?
Keputusan yang akan saya ambil adalah
membuat konsekuensi secara logis (memanggil, memberi peringatan dan memberi
ujian ulang) kepada kedua murid tersebut tanpa harus mempermalukan mereka
dihadapan semua murid lainnya serta mencoba merahasiakan kejadian tersebut
kepada kedua orang tua murid tersebut.
i. Coba lihat lagi keputusan
Anda dan refleksikan.
Refleksi dari keputusan
yang saya ambil, menurut saya sudah tepat karena saya melakukan tindakan untuk
menanamkan karakter kejujuran kepada murid. Tetapi tidak untuk mempermalukan
mereka di depan teman-temannya sehingga ini menjadi pelajaran untuk murid
tersebut. Selain itu saya menerapkan keadilan kepada teman-temannya yang lain
yang telah ulangan dengan cara belajar.
Selanjutnya, di bawah ini adalah beberapa pertanyaan pengayaan, CGP dapat
memilih 2 (dua) dari 4 (empat) pertanyaan berikut untuk dijawab berdasarkan
analisis studi kasus CGP diatas.
- Dari kesembilan langkah
pengambilan dan pengujian keputusan, apakah ada langkah-langkah yang Anda
anggap lebih penting daripada langkah lainnya, mengapa?
Langkah-langkah yang saya anggap lebih penting
dari langkah lain adalah mencari fakta-fakta, untuk menguatkan pengambilan
keputusan yang tepat dan kreatif.
- Selain kesembilan langkah
pengambilan dan pengujian keputusan tersebut, menurut Anda apa lagi yang
sebaiknya dilakukan oleh pemimpin pembelajaran dalam memastikan keputusannya
adalah keputusan yang tepat?
Dari Sembilan langkah pengambilan dan
pengujian keputusan yang sudah dilakukan yang penting dilakukan oleh pemimpin
pembelajar dalam mengambil keputusan adalah identifikasi keputusan yang
diambil, cari solusi alternatif, pertimbangkan bukti dan fakta.
- Bila Anda menerapkan 9 langkah
tersebut, apakah dapat dipastikan bahwa keputusan yang Anda ambil akan
bisa mengakomodasi semua pemangku kepentingan (stakeholder) sekolah?
Mengapa?
Menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian
keputusan akan mengakomodir kepentingan
lebih banyak pihak pemangku kepentingan (walaupun
belum tentu 100%) akan tetapi dengan adanya langkah Investigasi Opsi Trilemma
dalam menentukan keputusan akhir akan sangat memungkinkan pengambil keputusan
akan memutuskan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek kepentingan semua pihak
sehingga keputusan yang diambil akan tebih kreatif dan tepat.
- Menurut Anda, bagaimana hubungan antara nilai-nilai
dan budaya sekolah dalam pengambilan keputusan di dalam situasi dilema
etika?
Hubungan
antara nilai-nilai dan budaya sekolah dalam mengambil keputusan dalam situasi dilemma
sangat berhubungan dimana nilai-nilai positif akan selalu diterapkan dalam
budaya di sekolah.
Berkaitan
dengan kasus tesebut nilai kejujuran merupakan budaya yang harus di terapkan di
sekolah untuk membentuk karakter yang baik dalam diri murid.
Demikian
hasil analisis kasus 5 yang saya saya buat, semoga bermanfaat khususnya untuk
saya sendiri dan umumnya untuk yang membaca.
Terima
Kasih.
Salam
Sehat… Salam Bahagia… Salam Guru Penggerak…

No comments:
Post a Comment