Followers

Thursday, April 14, 2022

3.1.a.4.3. Forum Diskusi - Eksplorasi Konsep

 


KASUS 5


https://youtu.be/yLrAtuNAldo

 

Hasil analisis studi kasus yang saya lakukan pada kasus 5 yaitu

 

1.   Apa keputusan yang Anda ambil ? 

Keputusan atau tindakan saya adalah saya menunggu sampai proses ujian selesai. Setelah itu saya  memanggil kedua siswa yang pergi ke toilet saat ujian berlangsung dan memberitahu perihal temuan kertas contekan yang  berada di toilet siswa. Memberi nasihat kepada siswa tersebut bahwa mencontek itu adalah perbuatan curang  dan tidak jujur yang tidak boleh dilakukan karena sebelumnya sudah ada kesepakatan kelas untuk tidak mencontek. Tindakan selanjutnya mengulang pelaksanaan tes untuk siswa tersebut sebagai konsekwensi atas tindakan yang telah dilakukan. 

 

2.   Prinsip mana yang Anda gunakan, dan mengapa?

      Prinsip yang saya gunakan adalah berpikir berbasis peraturan (Role-Base Thingking).  Hal ini berkaitan dengan tindakan saya yang meminta siswa tersebut mengulang kembali ulangannya karena  mencontek. Mencontek merupakan perbuatan tidak jujur.  Nilai kejujuran perlu diterapkan oleh semua orang untuk membentuk karakter siswa yang baik.

 

3. Mari kita terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan studi kasus Anda.

a.   Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

Budaya positif menanaman nilai kejujuran perlu di terapkan kepada murid untuk membentuk karakter yang baik.

 

Apabila saya menjadi bu Aminah dan membiarkan kedua murid tersebut mencontek untuk mendapatkan nilai yang bagus karena rasa kasihan kepada kedua murid .

 

Namun itu tidak adil untuk murid yang lain yang sudah susah payah belajar agar mendapatkan nilai yang bagus sehingga saya bila menjadi bu Aminah akan bertindak adil kepada seluruh murid dan memberikan konsekwensi untuk murid tersebut untuk mengulangi ulangannya dan menyampaikan kesepakatan tidak akan mengulangi perbuatannya yang tidak jujur.

 

 

 

b.   Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?

Yang terlibat dalam situasi tersebut adalah : Ibu aminah dan kedua orang murid yang mencontek.

 

c.   Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?

Fakta- fakta  yang relevan dalam situasi tersebut adalah :

1.      Terlihat ada 2 orang murid secara bergantian permisi untuk pergi ke toilet.

2.      Kecurigaan dari bu Aminah atas sikap dan prilaku dari kedua murid yang dating dari toilet tersenyum dan lancar mengerjakan ulangannya.

3.      Kecurigaan bu Aminah akan murid tersebut.

4.      Ijin  kepada seluruh murid untuk keluar dulu dengan catatan tidak boleh bekerja sama.

5.      Ibu Aminah pergi ke toilet siswa dan mengecek keadaan toilet tersebut.

6.      Ibu Aminah menemukan kertas contekan di toilet tesebut.

 

d.   Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

•   Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)

    Tidak ada pelanggaran hukum dalam situasi yang dihadapi tersebut.

 

•   Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)

    Pelanggaran peraturan/kode etik yaitu pelanggaran  yang dilakukan oleh murid yaitu berprilaku curang, tidak jujur dan mencontek. Pelanggaran peraturan yang dilakukan kedua murid tidak dikenakan sanksi hukum.

 

•   Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)

     Berdasarkan perasaan dan Intuisi saya melihat tindakan murid tidak ada yang salah, karena murid tersebut menginginkan nilai yang bagus, tetapi saya tidak setuju dengan tindakannya yang mencontek karena menurut saya untuk mendapatkan nilai yang bagus bukan dengan cara mencontek tetapi dengan cara belajar .  saya tidak akan membiarkan kecurangan ini berlangsung sebagai tindakan dalam membimbing murid untuk berbuat baik dan menunjukkan karakter yang baik.

 

•   Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?

     Apabila keputusan saya dipublikasikan dihalaman depan koran dan menjadi viral, saya tidak menjadi masalah karena saya yakin tindakan yang saya lakukan benar untuk memanggil dan menyuruh murid tersebut untuk mengulang kembali ulangannya. Hal ini saya lakukan  untuk memberikan tindakan kepada murid yang tidak berbuat jujur, supaya kedepannya dia menjadi anak yang jujur.

 

 

•   Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

     Kepala sekolah, guru mata pelajaran, saya yakin tindakan yang saya lakukan akan sama keputusannya yaitu memberikan tes ulang kepada kedua murid tersebut sebagai bentuk konsekwensinya tidak berbuat jujur.

 

e.  Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

     Paradigma yang terjadi adalah paradigma Rasa keadilan lawan rasa kasihan (Justice vs Mercy)

 

f.    Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai?

Prinsip yang saya gunakan adalah Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) yaitu menegakkan peraturan tidak boleh mencontek pada saat ulangan.

 

g.   Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

      Investigasi opsi trilemma dalam menyelesaikan masalah ini adalah saya sebagai bu Aminah akan membiarkan terlebih dahulu ulangan berjalan normal sesuai waktu pelaksanaan ujian  dan tidak menimbulkan keganduhan di kelas.

 

Setelah ulangan selesai saya akan memanggil kedua murid yang tadi ke tolilet untuk membicarakan perihal temuan contekan yang berada di toilet serta mencari latar belakang mengapa mereka melakukan tindakan kecurangan tersebut dengan membuat mereka nyaman dari hati ke hati untuk menceritakan tindakan yang sudah dilakukan.

 

Melalui apa yang dibicarakan dengan kedua murid tersebut diharapkan adanya kesadaran dalam diri murid bahwa tindakan yang telah dilakukannya salah dan melanggar aturan dan kesepakatan kelas. Perbuatan mencontek bukanlah tindakan yang baik.

 

Konsekwensi dari tindakan yang tidak jujur tersebut yaitu mengulangi kembali tes  dengan soal yang berbeda dan disepakati waktu pengerjaanya kapan. Dengan tidak membuat mereka merasa malu pada teman-temannya maka pengerjaan ulangan tanpa sepengatuan teman-temannya dan kejadian ini menjadi pelajaran untuk murid tesebut agar tidak melakukan tindakan yang sama sehingga menjadi efek jera untuk tidak berbuat curang. Inti nya harus jujur.

 

h.   Apa keputusan yang akan Anda ambil?

      Keputusan yang akan saya ambil adalah membuat konsekuensi secara logis (memanggil, memberi peringatan dan memberi ujian ulang) kepada kedua murid tersebut tanpa harus mempermalukan mereka dihadapan semua murid lainnya serta mencoba merahasiakan kejadian tersebut kepada kedua orang tua murid tersebut.

 

i.    Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

           

Refleksi dari keputusan yang saya ambil, menurut saya sudah tepat karena saya melakukan tindakan untuk menanamkan karakter kejujuran kepada murid. Tetapi tidak untuk mempermalukan mereka di depan teman-temannya sehingga ini menjadi pelajaran untuk murid tersebut. Selain itu saya menerapkan keadilan kepada teman-temannya yang lain yang telah ulangan dengan cara belajar.



Selanjutnya, di bawah ini adalah beberapa pertanyaan pengayaan, CGP dapat memilih 2 (dua) dari 4 (empat) pertanyaan berikut untuk dijawab berdasarkan analisis studi kasus CGP diatas. 

  1. Dari kesembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan, apakah ada langkah-langkah yang Anda anggap  lebih penting daripada langkah lainnya, mengapa?

Langkah-langkah yang saya anggap lebih penting dari langkah lain adalah mencari fakta-fakta, untuk menguatkan pengambilan keputusan yang tepat dan kreatif.

  1. Selain kesembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan tersebut, menurut Anda apa lagi yang sebaiknya dilakukan oleh pemimpin pembelajaran dalam memastikan keputusannya adalah keputusan yang tepat?

Dari Sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan yang sudah dilakukan yang penting dilakukan oleh pemimpin pembelajar dalam mengambil keputusan adalah identifikasi keputusan yang diambil, cari solusi alternatif, pertimbangkan bukti dan fakta.

  1. Bila Anda menerapkan 9 langkah tersebut, apakah dapat dipastikan bahwa keputusan yang Anda ambil akan bisa mengakomodasi semua pemangku kepentingan (stakeholder) sekolah? Mengapa?

Menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan akan  mengakomodir kepentingan lebih banyak pihak  pemangku kepentingan (walaupun belum tentu 100%) akan tetapi dengan adanya langkah Investigasi Opsi Trilemma dalam menentukan keputusan akhir akan sangat memungkinkan pengambil keputusan akan memutuskan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek kepentingan semua pihak sehingga keputusan yang diambil akan tebih kreatif  dan tepat.

  1. Menurut Anda, bagaimana hubungan antara nilai-nilai dan budaya sekolah dalam pengambilan keputusan di dalam situasi dilema etika?

Hubungan antara nilai-nilai dan budaya sekolah dalam mengambil keputusan dalam situasi dilemma sangat berhubungan dimana nilai-nilai positif akan selalu diterapkan dalam budaya di sekolah.

Berkaitan dengan kasus tesebut nilai kejujuran merupakan budaya yang harus di terapkan di sekolah untuk membentuk karakter yang baik dalam diri murid.

Demikian hasil analisis kasus 5 yang saya saya buat, semoga bermanfaat khususnya untuk saya sendiri dan umumnya untuk yang membaca.

Terima Kasih.

Salam Sehat… Salam Bahagia… Salam Guru Penggerak…


No comments:

Post a Comment