INTISARI
MATERI MEMBACA NON SASTRA
Memaknai
Istilah Kata
-
Makna kata berarti maksud suatu kata atau isi
suatu pembicaraan atau pikiran.
-
Secara garis besar, makna kata dapat dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu makna denotasi dan makna konotasi. Makna konotasi
adalah makna lugas (makna sebenarnya). Makna ini bersifat apa adanya, dan hanya
satu alternatif. Sedangkan makna konotasi adalah makna kiasan atau ungkapan
idiomatis yang bersifat relatif terhadap konteksnya dan memerlukan berbagai
penafsiran.
-
Makna dari suatu kata pada dasarnya dapat
dilihat dari konteks kalimat dan hubungan pertalian antara bentuk dan acuannya.
Mengidentifikasi
Informasi Tersurat
- Makna tersurat
adalah makna terhadap sesuatu hal yang disampaikan secara jelas dan dapat dipahami sebagaimana adanya baik
tertulis maupun diucapkan.
- Sebuah paragraf atau tulisan ditulis
mempunyai maksud tertentu. Penulis menyampaikan pandangan atas suatu masalah
melalui tulisan. Pandangan menulis dapat berupa tujuan, maksud, dan
keberpihakan penulis.
Masalah
atau peristiwa yang terdapat dalam teks dapat diketahui sebab dan akibatnya
dengan mengajukan pertanyaan. Kalimat tanya untuk mengetahui sebab-akibat dalam
sebuah paragraf adalah sebagai berikut:
1.
Mengapa untuk menanyakan sebab atau alasan, amsalah, peristiwa, atau kejadian
dalam teks.
2. Bagaimana
untuk menanyakan proses terjadinya masalah, peristiwa, atau kejadian dalam
teks.
Menentukan Ide
Pokok
-
Ide pokok adalah ide yang mendasari sebuah
paragraf . Ide pokok disebut juga gagasan utama . Gagasan utama sebuah paragraf
dapat terletak di awal,akhir,awal dan akhir,atau seluruh paragraf .
Menemukan Inti
Kalimat
-
Kalimat inti adalah kalimat yang tersusun atas
unsur-unsur pokok saja yaitu berpola S-P, S-P-O, atau S-P-Pel.
-
Kalimat luas adalah kalimat perluasan yang masih
mengandung unsur-unsur pokok kalimat inti.
-
Kalimat
transformasi adalah kalimat yang berasal dari kalimat inti yang sudah mengalami
perubahan karena adanya beberapa proses tanpa mengubah pokok kalimat inti
tersebut.
-
Inti kalimat adalah unsur-unsur inti dalam
kalimat. Unsur-unsur tersebut wajib ada dan hadir dalam sebuah struktur
kalimat. Sebuah kalimat harus memiliki unsur subjek (S) dan predikat (P). Jadi,
inti kalimat adalah subjek dan predikat.
Contoh:
-
Adik menangis. (SP)
-
Ibu memasak. (SP)
-
Kayla bernyanyi. (SP)
-
Inti kalimat boleh ditambahi unsur objek (O)
atau pelengkap (Pel). Kehadiran unsur O pada kalimat aktif transitif dan
pelengkap bergantung pada jenis kata
yang menempati P.
-
Contoh dan Cara Menetukan Inti Kalimat
1.
Kalimat "Teguh menganalisis kalimat di
kamar " Inti kalimat: Teguh menganalisis kalimat. (K boleh dihilangkan
karena K bukanlah unsur inti kalimat)
2.
Kalimat "Hari ini Asih pergi ke SMA N 1
Boyolali." (KSPK) Inti kalimat : Asih pergi karena Asih(S), pergi (P),
sedangkan hari ini (K waktu) dan ke SMA N 1 Boyolali (K tempat) tidak termasuk
unsur inti.
Tiap unsur inti
kalimat adalah sebuah kata, bukan frasa
(gabungan kata).
Menentukan
Makna Rujukan
-
Kata rujukan adalah kata yang menunjuk
pada kata lain yang telah digunakan sebelumnya sebagai pengganti dari aslinya
/kata lain yang memperlihatkan keterikatannya . Misalnya ; ini, itu , tersebut
,dll.
-
Kata referensi yakni kata yang menunjuk
pada kata lain yang telah dipakai sebelumnya sebagai pengganti dari kata
aslinya
Menyimpulkan
Isi Tersirat dalam Teks
-
Pada umumnya, suatu teks memiliki inti atau
pokok isi. Hal itu bisa kita ketahui dengan menyimpulkan isi bacaan atau teks.
Simpulan adalah sesuatu yang disimpulkan atau pendapat akhir berdasarkan uraian
sebelumnya.
-
Simpulan dapat diketahui berdasarkan letak
gagasan pokok. Simpulan harus sesuai dengan isi paragraf. Simpulan informasi
tersirat dalam paragraf berupa maksud penulis, pandangan penulis, keberpihakan
penulis, dan sebab akibat.
Menentukan
Kalimat Utama
-
Paragraf adalah rangkaian kalimat yang saling berhubungan
dan membentuk satu kesatuan pokok pembahasan. Secara garis besar, sebuah
paragraf terdiri dari gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan utama adalah
gagasan yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf dan dinyatakan dengan
menggunakan kalimat utama. Gagasan utama biasanya berada di awal atau di akhir
paragraf.
-
Berdasarkan letak gagasan utamanya, paragraf dapat
dibedakan menjadi paragraf deduktif dan paragraf induktif. Paragraf deduktif
adalah paragraf yang letak gagasan utamanya terletak di awal paragraf dan
dinyatakan dalam kalimat pertama. Sedangkan paragraf induktif adalah paragraf
yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf yaitu di kalimat akhir atau
kalimat penutup.
-
Kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung
gagasan utama dalam sebuah paragraf. Kalimat utama menjadi dasar dalam
pengembangan paragraf. Dari kalimat utama tersebut dikembangkanlah beberapa
kalimat penjelas yang berfungsi memperjelas gagasan utamanya.
Menentukan Kalimat Penjelas
-
Sebuah
paragraf pada dasarnya merupakan rangkaian kalimat yang saling berhubungan dan
membentuk satu kesatuan pokok pembahasan. Di dalam sebuah paragraf terdapat
gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan utama merupakan dasar pengembangan
sebuah paragraf dan biasanya dituangkan dalam kalimat utama.
-
Sedangkan
gagasan pendukung merupaka gagasan yang berfungsi memperjelas gagasan utama dan
biasanya dituangkan ke dalam beberapa kalimat penjelas. Antara kalimat utama
dan kalimat penjelas harus terdapat relevansi dan disusun sedemikian rupa agar
dihasilkan susunan yang padu sehingga paragraf memiliki satu kesatuan pokok
pembahasan dan tidak sumbang.
-
Kalimat
tidak padu merupakan kalimat yang tidak mendukung ide pokok atau melenceng dari
topik pembahasan.
-
Kalimat
sumbang merupakan kalimat yang tidak sesuai dengan rangkaian kalimat lain
sehingga terlihat janggal dan melenceng dari topik yang dibicarakan.
-
Gagasan
penjelas adalah gagasan yang berfungsi menjelaskan gagasan utama. Gagasan
penjelas umumnya dinyatakan oleh beberapa kalimat. Kalimat tersebut dinamakan
kalimat penjelas.
Membandingkan Isi Pola Penyajian dan Bahasa Teks
ISI TEKS
Teks adalah naskah yang ditulis dengan tata organisasi
tertentu (struktur/pola penyajian tertentu). Teks nonsastra adalah naskah yang
berisi permasalahan nonsastra. Termasuk dalam teks nonsastra, misalnya teks
berita, teks eksposisi, teks prosedur kompleks, teks editorial, dan teks
ulasan. Struktur teks menjadi ciri yang menandai jenis teks tersebut.
a. Teks Berita
Teks berita merupakan teks yang berisi berita tentang
segala yang terjadi dunia yang ditulis di media cetak, disiarkan di radio,
ditayangkan di televisi, atau diunggah di situs. Teks berita berisi fakta.
Teks berita dibuat
dengan struktur: orientasi ^ peristiwa ^ sumber berita.
|
Orientasi
|
Pembuka tentang hal yang akan diberitakan
(semacam abstraksi berita)
|
|
Peristiwa
|
Merupakan tahap inti berita. Pada tahap ini
berita dinarasikan sedemikian rupa hingga tersaji beberapa fakta yang
dimunculkan kemudian (tersusun atas paragraf-paragraf)
|
|
Sumber Berita
|
Referensi dari narasumber di
dalam berita.
|
b. Teks Eksposisi
Teks
eksposisi adalah teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasan atau
mengusulkan sesuatu berdasarkan argumentasi yang kuat. Teks eksposisi berisi
satu sisi argumentasi: sisi yang mendukung atau sisi yang menolak.
Struktur teks
eksposisi adalah: pernyataan pendapat (tesis) ^ argumentasi ^ penegasan
ulang pendapat
c. Teks Prosedur Kompleks
Teks prosedur kompleks
adalah teks yang berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai
tujuan yang diinginkan. Langkah-langkah itu biasanya tidak dapat dibalik-balik.
Teks prosedur yang langkahnya dapat dibalik-balik disebut teks protokol.
Struktur teks prosedur
kompleks adalah: tujuan yang akan dicapai ^ langkah-lang
d. Teks Editorial
Teks editorial adalah teks pada koran atau majalah
yang merupakan ungkapan wawasan atau gagasan terhadap sesuatu yang mewakili
koran atau majalah tersebut. Editorial juga disebut tajuk rencana.
Teks editorial atau tajuk rencana disusun dengan
struktur: pernyataan pendapat (thesis statement) ^ argumentasi (arguments) ^
pernyataan ulang pendapat (reiteration).
e. Teks Ulasan
Teks ulasan adalah
teks yang dihasilkan dari sebuah analisis terhadap berbagai hal. Teks ulasan
dibuat agar orang lain dapat memahami hasil penafsiran dan evaluasi yang
dilakukan.
Struktur teks ulasan
adalah: orientasi ^ tafsiran isi ^ evaluasi ^ rangkuman.
POLA PENYAJIAN
- Unsur-unsur
berita biasanya berpola 5 W + 1 H: what (apa), who (siapa), where (di mana),
when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana). Bukan berarti bahwa penulisan
berita harus mengikuti urutan unsur-unsur tersebut. Dalam penyajiannya ,
seorang penulis berita dapat memvariasikannya. Bahkan kadang-kadang unsur-unsur
tersebut tidak lengkap dalam sebuah berita.
BAHASA TEKS
-
Tiap jenis teks memiliki ciri kebahasaan
tersendiri sehingga penggunaan bahasa tiap jenis teks juga berbeda antara satu
dengan yang lain. Teks biografi misalnya, teks ini menggunakan kata ganti, kata
hubung, rujukan kata, waktu, aktivitas tempat, dan kata kerja. Sementara teks
ulasan atau resensi mempunyai ciri kebahasaan, antara lain menggunakan kata
sifat, rujukan kata, dan kalimat-kalimatnya cenderung panjang (kalimat
kompleks). Oleh karena itu, salah satu yang harus dipertimbangkan dalam
membandingkan penggunaan bahasa adalah jenis teks.
-
Selain untuk jenis teks yang berbeda, membandingkan
penggunaan bahasa juga dapat diterapkan pada jenis teks yang sama. Hal ini
dapat dilihat dari penggunaan kata ganti, kata hubung, rujukan kata, kata
kerja, jenis kalimat (tunggal/majemuk), atau unsur bahasa lain yang digunakan
pada kedua teks.
Menyimpulkan Persamaan atau Perbedaan Isi Teks
-
Kalimat simpulan adalah pendapat terakhir yang
didapatkan dari uraian yang telah disampaikan sebelumnya. Simpulan dapat
diperoleh dari keseluruhan isi bacaan yang ada pada paragraf.
-
Menyimpulkan merupakan bentuk penalaran dengan
menghubung-hubungkan data/fakta-fakta yang ada. Menyimpulkan persamaan dan
perbedaan isi teks artinya menyampaikan persamaan dan perbedaan isi teks
berdasarkan data/fakta dalam teks .
-
Ada dua prinsip dalam menyimpulkan, yaitu masuk akal
atau logis dan mampu mencakup data-data yang ada.
-
Langkah-langkah menyimpulkan adalah sebagai berikut.
a. Carilah
data/fakta-fakta/informasi yang ada dalam teks tersebut.
b. Ajukan
pendapat berdasarkan fakta-fakta tersebut.
Membandingkan
Penggunaan Bahasa dan Pola Penyajian
- Untuk mengerjakan tipe soal pembandingan
dua teks, maka yang harus dilakukan adalah menelaah satu teks terlebih dahulu.
-
Cara
Mencari Perbedaan Penyajian Teks Sebuah teks memuat informasi atau
masalah.
Penyajian informasi atau masalah dalam teks dapat berbeda. Perbedaan tersebut
dapat diketahui dengan mengajukan pertanyaan berikut.
a. Apa untuk
menanyakan masalah, peristiwa, atau kejadian yang dibahas dalam teks
b. Siapa untuk menanyakan orang yang dibahas
dalam teks
c. Dimana untuk menanyakan tempat peristiwa yang
dibahas dalam teks
d. Kapan untuk menanyakan waktu peristiwa
yang dibahas dalam teks
e. Mengapa untuk menanyakan sebab atau alasan, masalah, peristiwa atau
kejadian dalam teks
f. Bagaimana
untuk menanyakan proses terjadinya masalah,
peristiwa, atau kejadian dalam teks
Mengomentari Isi Teks
-
Tanggapan
terhadap isi paragraf muncul setelah kita memahami isi paragraf secara benar.
Kalimat tanggapan bisa berupa persetujuan atau pernyataan penolakan.
Menunjukan Bukti
Suatu Simpulan
-
Simpulan merupakan pendapat akhir dari data yang
terdapat pada isi teks bacaan. Simpulan paragraf dirumuskan berdasarkan pada
hubungan sebab akibat kalimat membentuk paragraf tersebut.
Semoga apa yang saya
posting intisari materi tentang membaca nonsastra dapat membantu untuk memahami materi. Semoga dimudahkan Ujiannya… AAmiin
Terima kasih sudah
Berkunjung ke blog saya… semoga bermanfaat.
No comments:
Post a Comment