Followers

Thursday, February 7, 2019

LATIHAN SOAL UN SMA MATERI MEMBACA SASTRA

MEMBACA SASTRA



Pilihlah Jawaban yang Paling Tepat!

1.       Cermatilah teks berikut
Bising gergaji mengoyak sepi dari hutan
Pohon-pohon tumbang
Mobil-mobil besar menggendongnya
Tergesa-gesa ke kota

Makna kata mengoyak pada teks ialah...
A.      mengisi, menemani
B.      memotong, membagi
C.      menjauhi, menyingkir
D.      menganggu, memecah
E.       memenuhi, menambahi

2.     Bacalah gurindam berikut!

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir

Makna gurindam diatas adalah ….

A.           Setiap mengumpat dan memuji hendaklah dipikirkan supaya tidak keliru.
B.           Mengumpat dan memuji itu tempatnya orang tergelincir.
C.           Supaya tidak tergelincir, janganlah mengumpat dan memuji
D.           .Banyak orang yang tergelincir karena mengumpat dan memuji.
E.            Banyak orang yang mengumpat dan memuji karena tidak dipikirkan

3.           Bacalah kutipan cerpen berikut !
“ Mereka mau membangun mal ”, ucapnya dingin
“ Maksudmu ? ”
“ Mereka memaksaku untuk menjual tanah ini dan hendak membangun mal di atas lahan ini. ”
“ Hmm... kalau harganya bagus, kenapa tidak dilepas ? ”
“ Harganya bagus, tapi aku tidak mau melepas. ”
“ Kenapa ? ”
Dia diam, menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan sedikit kesal.
“ Lantas, di mana aku menanam mawar-mawarku ? ”

Simpulan yang menunjukan hubungan antar-bagian dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
A. kutipan tersebut menunjukkan komplikasi, yakni berupa sarana pengekspresian watak tokoh secara fisik titik.
B. Kutipan tersebut menunjukkan komplikasi, yakni berupa penyajian solusi dari segala kerumitan atau konflik yang dialami oleh tokoh.
C. Kutipan tersebut menunjukkan komplikasi,yakni dengan memunculkan konflik atau kerumitan. Pada bagian ini kualitas moral tokoh diekspresikan lewat tindakan tokoh.
D. Kutipan tersebut menunjukkan komplikasi, pada bagian ini dihadirkan ringkasan atau inti cerita yang akan dikembangkan menjadi Rangkaian peristiwa yang dialami tokoh.
E. Kutipan tersebut menunjukkan komplikasi, pada bagian ini digambarkan karakter tokoh dan kerumitan, berupa konflik batin, yang dialami tokoh yang diekspresikan melalui dialog antar tokoh.
4.       Perhatikan kutipan novel di bawah ini!
                Aku masih akan mendengar suara itu apabila kembali ke dalam bilikku yang berdinding bambu. Dalam kantuk maupun dalam jaga hutan bambu yang kini tenggelam dalam pekatnya kegelapan itu masih selalu bisa kuhadirkan sebagi bagian diriku baik batang-batang bambu hijau yang basah, dedaunan yang gugur di bawahnya, dan gemerisik dedaunan itu ketika angin yang paling perlahanpun mengayunkan batang-batangnya saling bersentuhan. Ketika angin semakin kencang kita akan mendengar semacam siulan di antara batang-batang yang sesekali terdengar seperti rintihan.
               
  Latar yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah...
  A.    Bilik bambu, malam hari, mencekam
  B.    Hutan bambu, sore hari, menegangkan
  C.    Pohon bambu, malam hari, menenangkan
  D.    Bilik bambu, sore hari, sehabis hujan
  E.    Hutan bambu, pagi hari, mencekam

5.       Cermatilah kutipan cerpen berikut!
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor ...
A. (1) dan (2)
B. (2) dan (3)
C. (3) dan (4)
D. (4) dan (5)
E. (2) dan (5)

6.       Bacalah kutipan berikut!
Adrea Hirata, penulis buku laskar pelangi  sebuah di sebuah desa Tinggal Belitung. segala keterbatasan memang cukup memengaruhi pribadi Andrea sedari kecil. Setelah menyelesaikan pendidikan di kampung halamannya, Andrea lantas memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta selepas lulus SMA. Kala itu, keinginannya untuk menggapai cita-cita dan melanjutkan ke bangku kuliah menjadi dorongan terbesar untuk hijrah ke Jakarta. Andrea lantas memulai kehidupan barunya di Bogor sebagai penyortir surat di kantor pos Bogor. Atas dasar usaha dalam menggapai cita-cita, Andrea berhas melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Merasakan bangku kulliah merupakan salah satu cita-citanya sejak ia berangkat Belitung.

Keteladanan  tokoh dalam kutipan tersebut adalah  …
A. Andrea dilahirkan di sebuah desa yang cukup terpelosok.
B. Sejak kecil Andrea Hirata sudah merantau ke Jakarta.
C. Karya Andrea sangat terkenal dan banyak sudah difilmkan.
D. Kerja keras dan optimis meraih pendidikan yang lebih tinggi.
E. Andrea bangga karena berhasil melanjutkan kuliah di Jakarta.

7.       Cermatilah teks berikut
                Sulit sekali menemukan kekurangan pada buku ini. Semua unsur yang seharusnya dimiliki sebuah karya fiksi terpenuhi dalam buku ini. Bagi siswa yang tidak senang membaca karya sastra memang buku ini tidak begitu menarik sebab novel ini serius dan tidak cukup menghibur.
 
  Masalah yang dinilai dalam penggalan resensi di atas adalah ... .
A. kekurangan/kelemahan novel tersebut.
B. keunggulan/kelebihan novel tersebut.
C. novel tersebut tidak menarik bagi remaja.
D. kekurangan dan kelebihan novel tersebut.
E. novel tersebut menarik bagi remaja.

8.       Bacalah kutipan cerpen berikut!
  Buku kecil bersampul kertas krep warna ungu pucat. Ada tiga nama tertulis di dalamnya. Urutan pertama yang akan ku temui dalam waktu seperempat jam. Kubuka kembali buku di genggamanku. Ingin ku pastikan namanya tak tertukar dengan nama lainnya. Ryan, 27 tahun.
  layar kecil yang menggantung di langit-langit kereta yang kunaiki menunjukkan tujuan stasiun berikutnya. Union Square Garden. Aku sedikit bergegas keluar dari kereta. Udara tak tertahankan dinginnya. Kunaikkan syal putih di leherku. Pipiku mengeras membeku.
  keluar dari stasiun subway, aku segera melintasi taman Union Square dan menuju ke arah 12th street. Dia menungguku di toko buku Strand. Kami berjanji bertemu di section fotografi. Aku segera naik ke lantai dua. Belum ku lihat sesosok manusia pun di sana. Aku memutuskan untuk tetap menunggu di sana, dan membuka sejumlah buku-buku fotografi peperangan. Disana tampak sejumlah besar foto mayat korban peperangan. Bertumpuk seolah sisa jagala.
“Indah, bukan?” terdengar suara yang berdesis di telingaku. Aku berbalik dan mendapati seorang lelaki bermata hazel. Sewarna dengan rambutnya yang setengah ikal. Syal bercorak garis-garis abu-abu dan hitam tampak melingkar di lehernya.
  “Kamu Ryan?” tanyaku merasa yakin ia mengiyakan.
  “No, aku Dresden. Ryan tak bisa datang. Ia harus pergi ke Ohio siang ini.”
  “Oh.” Segala rencanaku langsung tebuai.


                                                                       Mimpi untuk Dresden, F Dewi Ria Utari

Ringkasan yang tepat untuk kutipan cerpen tersebut adalah …
A.      Indah merencanakan banyak hal untuk mengisi pertemuannya dengan Ryan, tetapi ia segera kecewa ketika tahu Dresden menggantikan kedatangannya.
B.      Indah merencanakan banyak hal untuk mengisi pertemuannya dengan Ryan, seseorang  yang belum pernah ditemuinya, di toko buku Strand bagian fotografi, tetapi kemudian yang muncul disana bukan Ryan, melainkan Dresden.
C.      Indah berencan untuk bertemu dengan Ryan, seseorang yang belum pernah ditemuinya, di Union Square Garden, tetapiyang hadir di sana justru seorang pria bermata hazel yang mengaku bernama Dresden.
D.      Indah menemui seseorang di toko buku, ketika mereka berhadapan ia yakin bahwa pemuda di hadapannya adalah Ryan, tetapi kemudian ia kecewa setelah mengetahui bahwa pemuda itu bernama Dresden.
E.       Indah terburu-buru menaiki kereta untuk mencapai toko buku Strand, ia hendak bertemu dengan Dresden di sana, membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan fotografi


9.       Bacalah kutipan cerpen berikut!           Sebenarnya Anis juga tidak terlalu berada dalam kondisi sedih seperti itu. Sesekali saja ia akan terhanyut oleh perasaannya, biasanya karena ada faktor penyebabnya yang mengingatkan ia akan mimpinya yang belum terwujud itu. Selebihnya Anis bahagia saja, bahkan banyak aktivitas atau prestasi yang diraihnya. Buatnya tidak ada waktu yang disia-siakan. Selagi sempat, semua peluang dan kegiatan positif dilakukannya. Kadang-kadang beberapa teman menyatakan kecemburuannya terhadap kondisi yang bisa melakukan banyak hal tanpa harus di shibuki hal-hal lain.
Menanti bangau lewat, Asma Nadia
 Makna lambang mimpinya pada kutipan tersebut adalah
A. Keputusannya.
B. Kegiatannya.
C. Kesenangannya.
D. Keinginannya.
E. Kesempatannya.

10.    Cermati kutipan novel berikut! (1) Sabari senang mengajak ayahnya jalan-jalan. (2) Dia senang mendorong kursi roda ayahnya keliling kampung. (3) Sepanjang jalan, ayahnya berkisah ini-itu, sesekali berpuisi. (4) Bagi Sabari ,itulah bagian istimewa dari ayahnya, yakni bagian puitisnya. (5) Banyak orang yang makin tua makin cerewet, makin tempramental, makin genit, makin kekanakan.
                                                                                                 Ayah, Andrea Hirata

Majas pada teks tersebut terdapat pada kalimat bernomor …
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)




11.   Cermati kutipan cerpen berikut !
(1) Dia kelihatan lebih tenang. (2) cuma matanya saja yang harus memandangku dengan ganjil. (3) seakan aku ini bukan istrinya. (4) sebentar sebentar Dia melongok ke jendela. (5) "Sudah potong kuku, sudah mandi, dan sudah sarapan, kita tinggal tunggu dokter akan datang," bujukku. (6) Saya pamit mau membuang sampah, menyiram tanaman di beranda, mencuci piring, dan merapikan ruang tamu. (7) Di beranda aku merawat taman kami yang mungil, sekitar setengah kali dua meter. (8) Di situ ku tanam ros, juga dua pohon pisang agar Indonesia tidak terlalu jauh dari kami.

              Nilai moral yang terkandung dalam teks tersebut adalah…
A. Menjaga orang sakit.
B. Merawat tanaman di pekarangan.
C. Berbakti kepada suami.
D. Melakukan pekerjaan rumah tangga.
E. Memberikan sesuatu yang terbaik kepada orang lain.

12.   . Karangan Bunga

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu

"Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati siang tadi."

Amanat puisi tersebut adalah ........
A. Perjuangan sekelompok anak kecil yang turut berduka.
B. Segeralah ke Salemba untuk menuntut keadilan.
C.erjuanglah untuk mempertahankan golongan tertentu.
D. Hendaklah kita menghargai pengorbanan yang membela kebenaran.
E. Segala perjuangan bila tidak dilandasi dengan keimanan akan terkalahkan.

13.   Cerita Rakyat
Pada suatu hari Toba memancing di sungai dekat rumahnya. Ia berharap mendapat ikan besar dan segera dimasaknya untuk dijadikan laut. Tidak lama kemudian, mata kailnya disambar  ikan. Ia melihat seekor ikan besar tersangkut di mata pancingnya. Kemudain, Toba memperhatikan ikan besar yang berhasil ia tangkap. Ikan itu memiliki sisik kuning keemasan. Sisik ikan tampak berkilauan ketika terkena sinar matahari. Toba melepaskan mata kailnya dari mulut ikan tangkapannya. Tiba-tiba terjadi sebuah keajaiban. Ikan aneh bersisik kuning keemasan itu menjelma menjadin seorang perempuan yang cantik.



Hikayat
Sebermala Panglima Dalung meminta Gadis Cik Inam untuk membawa tujuh butir bertih sebagai bekal selama dalam peti besi. Gadis Cik Inam semakin bingung. Pnglima Dalung tahu Gadis Cik Inam belum memahami maksudnya. Syahdan Pnglima Dalung meneruskan urainnya, kami akan pulang terlebih dahulu ke Tanah Galangan. Kalah Jelantang Api datang kemari, katakana kepadanya bahwa kunci peti besi ada di tangan kami. Supaya dapat membukanya, ia harus mencari kami ke Tanah Galangan . Disanalah kita akan membuat perhitungan dengannya.

Perbedaan penyajian isi cerita kedua kutipan tersebut adalah…
A. Cerita rakyat : Menceritakan kehidupan sehari-hari seorang ibu
     Hikayat         : Menceritakan kehidupan seorang raja di istana
B. Cerita rakyat : Menceritakan kegembiraan
     Hikayat         : Menceritakan kesedihan tokoh dalam cerita
C. Cerita rakyat : Menceritakan perbuatan lucu yang dialami tokoh
     Hikayat         : Menceritakan seorang ibu yang kehilangan empat anaknya
D. Cerita rakyat : Menceritakan sejarah di suatu daerah
     Hikayat         : Menceritakan kehebatan seorang ulama di sebuah daerah
E. Cerita rakyat : Menceritakan perbuatan jahat yang dilakukan tokoh utama
     Hikayat      : Menceritakan perjuangan seorang kepala keluarga   mencukupikebutuhan
                                              hidup
14.       Cermati kutipan novel berikut!          
(1) Sabari senang mengajak ayahnya jalan-jalan. (2) Dia senang mendorong kursi roda ayahnya keliling kampung. (3) Sepanjang jalan, ayahnya berkisah ini-itu, sesekali berpuisi. (4) Bagi Sabari ,itulah bagian istimewa dari ayahnya, yakni bagian puitisnya. (5) Banyak orang yang makin tua makin cerewet, makin tempramental, makin genit, makin kekanakan.
                                                                                              Ayah, Andrea Hirata

Penderkripsian watak Sabari yang penyayang terhadap ayahnya diketahui melalui..
A. Jalan pikiran tokoh.
B. Tanggapan tokoh lain.
C. Tindakan tokoh.
D. Lingkungan tokoh.
E. Ucapan tokoh.

15.   Cermatilah kutipan novel berikut !
 Hanya beberapa jengkal di luar lingkaran tembok tersaji pemandangan kontras seperti langit dan bumi.Berlebihan jika di sebut daerah kumuh,tapi tak keliru jika diumpamakan kota yang dilanda gerhana berkepanjangan sejak era pencerahan revolusi industri.

Kutipan novel tersebut mengandung majas….
A.      Ironi
B.      Simile
C.      Repitisi
D.      Metafora
E.       Personifikasi

16.       Perhatikan pantun berikut!
Pohon pepaya didalam semak,
Pohon manggil sebesar lengan.
Kawan tertawa memang banyak,
Kawan menangis diharak jangan.

Maksud isi pantun tersebut adalah.....
A. Pilihlah teman yang senang tertawa.
B. Carilah banyak teman supaya kesedihan hilang
C. Jangan mencari kawan yang membuat kita menangis
D. Jangan mencari kawan yang hanya menemani saat senang
E. Carilah kawan sebanyak banyaknya agar terus bisa tertawa

17.   Cermati kutipan cerpen berikut!
Angin pergantian musim semakin kencang berembus , mengantar hawa dingin yang menembus ketebalan jaket yang kukenakan . Aku merasakan suasana malam ini tidak biasanya . Aku merasa ada yang aneh . Buluk kudukku berdiri . Sesekali lolongan Anjing dikejauhan menambah suasana malam semakin mencekam  . Ku letakkan AL-Qur’an kecil di pangkuanku ke tempatnya . Aku bangkit menuju kamar di samping surau .  Langkahku tiba-tiba terhenti . Sekelebatan aku melihat bayangan hitam di bawah pohon nangka di samping rumah . Aku menajamkan penglihatan .
(Sanlet , Ida Royani , S.Pd.)
Kalimat Komentar yang menyatakan keunggulan sesuai dengan kutipan tersebut adalah …….
A.      Cerpen tersebut menarik karena menggambarkan suasana malam yang menakutkan dandiperkuat dengan lolongan anjing
B.      Bahasanya mudah dipahami , tetapi sayang pesan yang ingin  disampaikan pengarang kurang tergambar secara jelas.
C.      Pengarang berhasil menghadirkan latar suasana pada malam       hari yang menakutkan melalui dialog dan perilaku tokoh.
D.      Pengarang  menggunakan kata-kata yang biasa dijumpai sehari-hari sehingga dapat menhidupkan suasana cerita
E.       Latar suasana dan latar waktu  saling mendukung untuk menghadirkan cerita yang lebih menarik

18.   Bacalah penggalan cerpen berikut!
(1) “apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau jodoh dengan Azrial . Akan saya carikan kau jodoh yang lebih bermartabat!”
  (2) “Apa dia salah kalau ayahnya hanya juru masak?”
  (3) “Jatuh martabat keluarga kita bila laki-laki itu jadi suamimu . Paham kau ?”
  (4) “Derajat keluarga Azrial memang seumpama luruh tak berbatu , seperti sawah tak
berpematang , tak ada yang bisa diandalkan.”
  (5) Tetapi , tidak patut rasanya , Mangkudun memandang Azrial dengan sebelah mata .
  (6) Maka , dengan berat hati  Azrial melupakan Renggogeni.
  (7) Ia hengkang dari kampong , pergi membawa luka hati .

Nilai Budaya yang terdapat pada kutipan berikut adalah …..
A.      Orang tua mencarikan jodoh untuk pasangan anaknya yang sesuai
B.      Seorang kekasih meninggalkan pasangannya karena miskin
C.      Keturunan harus dipertimbangkan untuk mencari pasangan agar sepadan
D.      Laki-laki harus berhasil dalam hidupnya sebelum mecari pasangan
E.       Orang tua berhak menolak jodoh yang dipilih anaknya

19.   Cermatilah Kutipan cerpen berikut!
                                Itulah percakapan saat-saat menjelang keberangkatan Zen ke Belanda . Sehari  sebelum Zen meninggalkan Indonesia , kami habiskan waktu berdua di sebuah kafe termewah di kota BL ini . Aku memandangi wajah Zen . Ia pun seakan menembus ke dalam kedua mataku . Kupegang erat kedua tangannya . Ia meremas jari-jemariku . Menyusuri telapak tanganku , hingga mendekati siku tangan kananku . Kubiarkan jemarinya menari-nari di tanganku . Seperti kunikmati gerakan penari di panggung .
                                Tiga tahun bagi orang lain memang hanya sekejap , namun  tidakk untuk ku yang kala itu tengah menikmati indahnya awal berumah tangga . Aku ingin menemani Zen , Cuma perusahaan tempatnya bekerja tidak membolehkan . Alasannya , karyawan yang disekkolahkan tidak boleh di ganggu sehingga ia bisa kembali dengann sukses . Selain itu perusahaan tidak menanggung di luar yang mendapat beasiswa . Artinya , jika aku menyertai Zen , aku harus menanggung  seluruh biaya transportasi dan segala ke perluan selama di Belanda . Bagaimana mungkin bisa? Biaya hidup disana sangat tinggi di banding di Indonesia . Selain itu , kalua Zen gagal , maka kami harus mengganti seluruh biaya yang  telah dikeluarkan . Ini sangat lah berat .

Penyebab Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ……
A.      Larangan membawa istri ke luar negri
B.      Perpisahan dengan Zen selama tiga tahun
C.      Kepergian Zen ke Belanda tanpa disertai tokoh Aku
D.      Perpisahan dengan Zen di bandara sebelum keberangkatan ke Belanda
E.       Ancaman untuk mengganti biaya yang telah dikeluarkan apabila Zen gagal

20.   Teks I
Gadis cantik itu dapat diibaratkan dengan setangkai bunga yang indah dalam jambangan. Banyak orang yang mengagumi dan terpikat sehingga ingin memilikinya dan tidak jemu memandangnya. Ia menjadi pusat perhatian setiap orang yang memandangnya.
Teks II
Kau rembulan malam yang bersinar di antara kegelapan
Menjadi bintang yang benderang di kehampaan malam
Pijaran sinar rembulanmu membawa keteduhan dan kehangatan bagi tubuh yang dingin,lebam
Dirimu satu di antara yang besar dan kekal sepanjang malam
Rembulan, sudikah kau tetap sinari langit di bulan Januari ini?


Kalimat kesimpulan dari kedua isi teks di atas adalah…
A. Kecantikan bunga dan rembulan yang sukar mengalihkan pandangan mata.
B. Kekaguman terhadap bunga dan rembulan malam yang memberikan kesan berbeda.
C. Bunga merupakan lambang cinta kasih yang tulus, sedangkan rembulan lambang kehampaan.
D. Kecantikan seorang perempuan selalu ditandai atau digambarkan dengan bunga dan rembulan.
E. Pengungkapan rasa syukur dan pengapresiasian atas kecantikan perempuan melalui pemaknaan.

21.   Perhatikan kutipan novel di bawah ini!
Aku masih akan mendengar suara itu apabila kembali ke dalam bilikku yang berdinding bambu. Dalam kantuk maupun dalam jaga hutan bambu yang kini tenggelam dalam pekatnya kegelapan itu masih selalu bisa kuhadirkan sebagi bagian diriku baik batang-batang bambu hijau yang basah, dedaunan yang gugur di bawahnya, dan gemerisik dedaunan itu ketika angin yang paling perlahanpun mengayunkan batang-batangnya saling bersentuhan. Ketika angin semakin kencang kita akan mendengar semacam siulan di antara batang-batang yang sesekali terdengar seperti rintihan.

Latar yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah....
A.    Bilik bambu, malam hari, mencekam
B.    Hutan bambu, sore hari, menegangkan
C.    Pohon bambu, malam hari, menenangkan
D.    Bilik bambu, sore hari, sehabis hujan
E.    Hutan bambu, pagi hari, mencekam

22.   Pantun
Jika kamu membeli suku
Beli saja di kota Blitar
Jika kamu rajin dan tekun
………………………….

Pantun yang tepat untuk melengkapi larik keempat adalah:
A. Kamu harus terus belaja
B.  Pastilah menjadi pintar
C.  Jangan lupa gemar belajar
D. Belum tentu menjadi pintar
E. Akan terbilang pintar

23.   Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!
Yamin dan puluhan massa yang mengejarnya melewati Aisyah. Ia menepi ke beranda sebuah toko sembako. Degup jantungnya berirama cepat. Massa semakin bertambah. Yamin berusaha lari sekencang mungkin. Semburat ketakutan melukis peluh sebiji jagung. Gerobak, tenda, dan apa saja yang ada di depannya dirubuhkan untuk menghambat laju massa. Sebuah tas tangan metalik terombang-ambing di genggaman. Otaknya berpikit keras untuk keluar dari situasi ini. Kakinya cepat menuju pertigaan di depan.

Sudut pandang penceritaan dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
A.    Orang pertama sebagai narator
B.    Orang pertama sebagai tokoh tambahan
C.    Orang ketiga sebagai tokoh utama
D.    Orang ketiga sebagai narator
E.    Orang ketiga sebagai tokoh tambahan

24.   Perhatikan kedua paragraf berikut ini!
TEKS 1
Tenggelamnay Kapan van Der Wijck adalah sebuah novel karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan nama HAMKA. Novel ini pertama kali ditulis oleh HAMKA sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, Pedoman Masyarakat pada tahun 1938. Karya tersebut kemudian diterbitkan sebagai novel pada tahun 1939. Dalam novel ini HAMKA mengkritik beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa.

TEKS 2
Tenggelamnya Kapal van Der Wijck melukiskan suatu kisah cinta murni antara seorang anak muda bernama Zainuddin dan Hayati yang dilandasi keikhlasan dan kesucian jiwa. Berawal dari pertemuan tak sengaja di antara Zainuddin dan Hayati di jalan waktu hujan turun. Itulah percintaan sepasang kekasih yang penuh derita ini dimulai. Hubungan kasih Zainuddin dan Hayati tidak disetujui oleh ninik dan mamak Hayati. Hayati akhirnya menikah dengan Azis. Cerita ini diakhiri dengan kematian Hayati dan Zainudin yang tidak sempat bersatu dalam mahligai pernikahan.

Dari kedua teks di atas, teks yang dinyatakan teks sinopsis dengan alasan yang tepat terdapat pada....
A. Teks 1 karena memuat pengarangan, identitas buku, dan keunggulan novel. 
B. Teks 1 karena memuat pandangan HAMKA terhadap budaya masyarakat Minangkabau.
C. Teks 1 karena memaparkan identitas buku dan riwayat kepengarangan HAMKA.
D. Teks 2 karena memuat ringkasan cerita novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck.
E. Teks 2 karena memuat keunggulan dan kelemahan  Tenggelamnya Kapal van Der Wijck.

25.   Siang terang karena matahari,
kalau malam menjadi pekat.
Berbuatlah baik setiap hari,
tetapi janganlah berbuat jahat.

Nilai-nilai dalam pantun tersebut yang sesuai dengan kehidupan saat ini adalah ...
A. Jangan keluar rumah pada malam hari
B. Berbuat baik hanya pada pagi hari
C. Selalu berbuat baik setiap hari
D. Waspadalah terhadap niat jahat
E. Pada malam hari banyak kejahatan

26.   Hanafi, mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhaka dengan lillaahitaala sudah rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa seolah mencemooh pula, “Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah juga yang banyak bersalah atas diriku.”
(Salah Asuhan, Abdul Muis)

Berdasarkan kutipan novel di atas, yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari adalah . . . .
A. seorang ibu banyak berbuat salah pada anaknya
B.  seorang ibu mengampuni kesalahan anaknya
C. seorang ibu selalu didurhakai anaknya
D.  seorang ibu selalu membimbing anaknya
E.  Seorang ibu selalu marah marah pada anaknya.




27.   Bacalah dialog berikut dengan saksama!
Nita        : Fik, kamu mengerti tidak akibat orang yang suka mengonsumsi narkoba.
Ifik          : Tahu kak. Kan sudah diajarkan dan dijelaskan panjang lebar oleh dokter sekolah kami.
Nita        : Tetapi, mengapa kamu tidak melarang teman kamu si Kiki.
Ifik          : Kakak Nita saja yang memberitahukan karena kalau saya, tidak mau menurut.
Nita            : Ya, kamu jangan mencontoh dia ya. Kalau sudah tertangkap, menyesal juga tidak ada gunanya. Ibarat peribahasa ......

Peribahasa yang tepat untuk melanjutkan dialog tersebut adalah ...
A.      Bergantung di akar lapuk
B.      Nasi sudah menjadi bubur
C.      Menangguk di air keruh
D.      Berumah di tepi pantai
E.       Besar kapal besar gelombang

28.   Cermati puisi berikut!
Do’a dimedan laga
Berilah kekuatan sekeras baja
Untuk menghadapi dunia ini, untuk melayani zaman ini
Berilah kesabaran seluas angkasa
Untuk mengatasi siksaan ini, untuk melupakan derita ini
Berilah kemampuan sekuat garuda
……..
Berilah perasaan selembut sutera
Untuk menjaga berhadapan ini, untuk mempertahankan kemanusiaan ini

Majas yang tepat untuk melengkapi larik puisi tersebut adalah..

A.      Supaya terbang ke angkasa, supaya memiliki cerita gembira
B.      Supaya hati senang, supaya kita tenang dan riang
C.      Untuk melawan kekejaman ini, untuk menolak penindasan ini
D.      Untuk perhiasan, untuk mengisi bagian yang kosong dan rumpang
E.       Agar bisa saling mengisi, agar bisa saling berbagi.

29.   Cermati puisi berikut ini !

Selamat tinggal

 aku berkaca ini muka penuh luka
siapa punya ?
kudengar seru menderu
dalam hatiku?
 apa hanya angin lalu ?
lagu lain pula
menggelegar tengah malam buta
Ah...!
 menebal segala mengental segala tak ku tak kukenal
selamat tinggal...!!

Maksud isi larik pertama puisi tersebut adalah ....
A.      Berhias diri
B.      Melihat kaca
C.      Melihat bayangan
D.      Rendah diri
E.       Mawas diri

30.   Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut

Makna isi gurindam tersebut adalah...
A.      Orang yang meyakini adanya Tuhan takut berbuat dosa.
B.      Orang yang sudah mengenal Tuhan tidak akan takut salah melangkah.
C.      Orang yang takut kepada Tuhan akan berusaha mengenal Tuhan.
D.      Patuhi perintah Tuhan dengan mengenal segala ciptaann- Nya.
E.       Bila sudah mengenal Tuhan, tentu ia tak tahu arti kata takut.

31.   Cermatilah ceriita berikut!
Teman aku, Fakir, berkaca mata tebal (kadang) sangat menyebalkan. melaluiataubersamaini bentuk badan tinggi dan gigi depan yang pecah, ia terbilang bukan orang yang tampan. Setiap keberhasilan dan kebahagiaan orang lain, selalu didiberi komentar oleh Fakir. Pokoknya kalau tidak berburuk sangka, ia cenderung melecehkan lawan bicaranya atau sobat dekat-teman dekatnya. Begitulah Fakir. 

Amanat yang sanggup diambil dari kisah tersebut yakni . . .
A.      Jangan berprasangka jelek terhadap keberhasilan orang lain!
B.      Orang yang biasanya suka meremehkan orang lain biaaku sombong!
C.      Orang pendiam belum tentu ia bodoh!
D.      Hendaklah ramah-tamah dalam bergaul!
E.       Janganlah berpura-pera cemburu terhadap keberhasilan orang lain!

32.   Bacalah kutipan novel berikut dengan saksama!
"Jadi, kita akan kuburkan dia di Sirnagara?" katanya pelan-pelan, setengah ditujukan kepada dirinya sendiri. Soleha tidak bisa menjawab. Ia mau berpikir panjang. Ia mau mengatakannya, tapi ia segera ingat pada yang lain." Tapi, kita sudah kawinkan dia. Dan sekarang dia sudah jadi istri Sumarto. Apa yang akan dikatakan oleh Sumarto?" Pikirannya makin tidak enak kalau mengingat soal itu. Ia memang sudah keberatan ketika suami Soleha dipanggil orang dari kampung sawah untuk mengobati Pak Murad. Sebagai mantri kesehatan di sekitar itu memang tak ada dokter. Suami Soleha sering diminta pertolongan. Namun, ia tahu betul Pak Murad ayah Murni. Murni sekarang menjanda karena suaminya meninggal dunia. Suami Soleha saling mencintai dengan Murni ketika masih bujang dan gadis. Mereka tak dapat melaksanakan niat hatinya sebab Murni dipaksa kawin.

Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ...
A.      Soleha perang batin sewaktu mau bicara dengan Sumarto.
B.      Pak Sumarto kebingungan sewaktu mau bicara dengan Soleha.
C.      Soleha tidak rela menguburkan jenazah anaknya di Sirnagara.
D.      Pak Sumarto perang batin sewaktu akan menguburkan jenazah istrinya.
E.       Suami Soleha dan Soleha perang mulut mengenai penguburan jenazah.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Teks 1
Teks 2
Ada banyak Banun di perkampungan lereng bukit yang sejak dulu tanahnya subur hingga tersohor sebagai daerah penghasilan padi kualitas nomer satu itu. Pertama Banun dukuh patah tulang yang dangau usahanya kerap didatangi laki-laki pekerja keras bila pinggang atau pangkal lengannya terkilir akibat telampau bergairah mengayun cangkul. Disebut-sebut, kemampuan turun-temurun Banun ini tak hanya mampu mengibatu patah tulang.
Danun, Damhuru muhammad
Begitulah pentingnya Makaji. Tanpa campur tangannya, kenduri terasa hambar, sehambar gulai kambing dan gulai rebung karena bumbu tak diracik oleh tangan dingin lelaki itu. Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga mana saja yang hendak menggelar pesta. Makaji tak pilih kasih, meski ia satu-satunya juru masak yang masih tersisa di Lareh Panjang.
Juru Masak, Danhuri Mugammad

33.   Persamaan unsur intrinsik kedua teks tersebut adalah....
A.      Menceritakan seseorang yang menjadi bahan pembicaraan di lingkungannya.
B.      Banyak tokoh sebagai orang seperti Banun dan Juru Masak
C.      Pekerjaan dua tokoh cerita sangat berat.
D.      Hasil pekerjaan dua tokoh cerita sangat mengagumkan
E.       Latar kedua cerita berada di kelurga berbeda

34.         (1) “Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya ceritakan kau jodoh yang lebih bermartabat!”
(2) “ Apa dia salah kalau ayahnya hanya juru masak?”
(3) “ Jatuh martabat keluarga kita bila laki – laki itu jadi suamimu. Kau paham?””
(4) “Derajat keluarga Azrial memang seumpama lutah tak berbatu, seperti sawah tak berpematang, taka da yang bisa diandalkan.” (5) Tetapi, tidak patut rasanya, Mangkudun memandang Azrial dengan sebelah mata. (6) Maka, dengan berat hati Azrial melupakan Renggogeni. (7) Ia hengkan dari kampun, pergi membawa luka hati.

 Nilai budaya yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ….
A.            Orang tua mencarikan jodoh untuk pasangan anaknya yang sesuai.
B.            Seorang kekasih meninggalkan pasangannya karena miskin .
C.            Keturunan harus dipertimbangkan untuk mencari pasangan agar sepadan.
D.            Laki – laki harus berhasil dalam hidupnya sebelum mencari pasangan.
E.            Orang tua berhak menolak jodoh yang dipilih anaknya.

35.   Teman – teman Fajar tiba – tiba bersorak gembira. Namun, tidak jauh dari mereka terlijat Daffa yang terkulai lemas karena laying – layangnya putus. Padahal, Daffa sudah menggunakan berbagai strategi untuk memenangkan permainan layang – layangnya melawan Fajar, tetapi kali ini ia tidak berhasil. Tidak lama senja pun tiba. Ketika terdengar suara adzan, anak – anak membubarkan diri untuk pergi ke masjid. Berita kemenangan Fajar  atas Daffa semakin menambah keyakinan anak – anak desa itu bahwa layang – layang milik Fajar memang sakti.

Konflik pada kutipan tersebut adalah ….
A.      Fajar kaget mendengar teman – temannya bersorak gembira.
B.      Daffa tidak berhasil mengalahkan Fajar dalam bermain layangan.
C.      Daffa menggunakan strategi untuk mengalahkan Fajar.
D.      Anak – anak membubarkan diri karena mendengar adzan.
E. Anak – nak semakin yakin akan kesaktian layang – layang Fajar.
36.   Seingatku, setiap pagi, Ibulah yang memakaikan pakaianku yang berwarna merah dan putih itu. (2) Dia pula yang menyisir rambutku, mengenakan topiku –yang juga merah- dan akhirnya memelukku erat sebagai bekal hariku bersekolah. (3) Hari masih terang tanah ketika sepeda Bapak terangguk – angguk menyusuri jalanan desa dan diriku masih terkantuk – kantukdi boncengan menuju sekolah.
  (4) Ketika sudah kudengar kicau burung dan kubut mulai menyibak, kami sampai di mulut desa. (5) Sepda tua Bapak, dengan karat di sana – sininya, masih meggerit – gerit, menuju kesekolahku. (6) “Di sana nanti kamu akan tahu, mengapa kita seperti ini. (7) Dan kuharap Bapak masih sempat menyaksikan kamu tidak seperti kami …” (8) Itu ucapannya yang masih kuingat ada hari pertamaku sekolah.

Nilai moral yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ……
A.      Kasih sayang orang tua.
B.      Hari pertama masuk sekolah.
C.      Mendukung anak untuk sekolah.
D.      Berangkat naik sekolah naik sepeda.
E.       Sayang terhadap orang tua.

37.   Cermati teks cerpen berikut!
Hati-hati bus melaju dengan kecepatan tinggi. Malina berdiri sambil berpegangan pada sandaran kursi, bergerak ke depan, ke arah sopir yang berambut sekusam debu. (2) tepat di belakang sopir itu,  ia bertanya dengan suara yang sengaja dikeraskan: di mana tempat perhentian terakhir bus ini. (3) Bus mendadak berhenti. (4) malina hampir saja tersungkur ke depan dan ia bersungut-sungut. (5) sopir bus membalikkan badannya, menatap malina dingin , sembari membelalakkan matanya.
Pembuktian watak tokoh sopir yang emosional terdapat pada kalimat bernomor…
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (3) dan (5)
E. (4) dan (5)

38.   Bacalah dengan seksama!
Kepala sekolahnya adalah seorang pejabat penting, ibu Frischa namanya. Caranya ber- make up jelas memperlihatkan dirinya sedang bertempur mati-matian melawan usia dan tampak jelas pula, dalam pertempuran itu, beliau telah kalah. Ia seorang wanita keras yang terpelajar, progresif, ambisius, dan sering habis-habisan menghina sekolah kampung. Gerak-geriknya diatur sedemikian rupa sebagai penegasan kelas sosialnya. Di dekatnya siapa pun akan merasa terintimidasi. Kalau sempat berbicara dengan beliau, ia sama seperti orang melayu yang baru belajar memasak, bumbunya cukup tiga macam: pembicaraan tentang fasilitas-fasilitas sekolah PN, anggaran ekstrakurikuler jutaan rupiah, dan tentang murid-muridnya yang telah menjadi dokter, insinyur, ahli ekonomi, pengusaha, dan orang-orang sukses di kota atau di luar negeri.
( Laskar Pelangi, Andrea Hirata)

Tokoh Ibu Frischa yang angkuh dan sombong dideskripsikan melalui….
A.      Dialog antartokoh
B.      Lingkungan tokoh
C.      Pikiran tokoh
D.      Tindakan tokoh
E.       Uraian langsung

39.   Cermati dua kutipan cerpen berikut!

Cerpen 1
Sudah 20 tahun ia tidak pulang dan itu bukan waktu sekejap_ la menyadari benar hal itu. Tapi kepedihan yang pernah menggores jiwanya itulah yang sulit diusir. la tetap menyimpannya di tiap sudut hatinya yang rapuh.
‘Pulang sajalah. Mungkin itu lebih baik bagimu,’ kata sang istri ketika surat senada datang Iagi untuk kali kedua, ketujuh, dan entah keberapa lagi.
(Emak, Engkos Kosasih)

Cerpen 2
Tanah gembur ' berpasir demikian empuk terangkat mata cangkul. Sobekan matahari pukul sebelas menyelinap di sela dahan mangga. Kebun mungil yang digadai Pak Usman kuhiasi tanaman apa saja. Pada ljngkaran batas kebun dengan rimbunnya berderet rumpunan pisang. pohon nangka, singkong, dan rambutan. Di sela pohon mangga kutanami kunyit, kencur, temulawak, Iaos, cabe, tomat, dan beberapa jenis tanaman buat kebutuhan dapur dan obat-obatan.
(“Sepasang Mata TUa”dalam Lalat-Ialat dan Burung-burung Bangkai, N. Marewo)

Hal dalam cerpen (1) yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah ……
A.      Sulit melupakan peristiwa yang telah melukai hati
B.      Jika sudah di rantau, sulit untuk pu|ang ke kampung halaman
C.      Istri selalu memberikan solusi atas permasalahan suami
D.      Orang tua mengirimkan surat kepada anaknya di rantau
E.       Anak yang merantau selalu diminta pu|ang oleh orang tua

40.   Cermatilah ilustrasi berikut!

Novel Memory in Sorong mengisahkan seorang gadis (Ajeng) mengembang misi"penyelamatan keluarga" setelah tahu bahwa ibunya (Retno) ditinggal kawin lagi oleh ayahnya (Himawan). Sambil menjalankan tugas sebagai jurnalis televisi, Ajeng terbang ke Sorong untuk mencari Anneke--selingkuhan sang ayah.
Penyajian alur cerita terasa sangat biasa sehingga membaca novel ini tidak memberikan sesuatu yang mendorong keingintahuan tentang peristiwa-peristiwa berikutnya. Dengan kata lain, pembaca seakan bisa menebak kisah-kisah yang akan dilakukan si tokoh sebagai lazimnya "perselingkuhan".

Kalimat resensi yang menyatakan kelemahan dalam novel "Memory in Sorong" adalah ....
A.      Misi jurnalis dalam cerita sesuatu yang sudah biasa dalam kehidupannya
B.      Pengarang tidak mengakhiri ceritanya, tetapi menyerahkan kepada pembaca
C.      Pengarang seakan kehilangan bahan untuk melanjutkan peristiwa dalam cerita
D.      Kisah yang diungkapkan dalam cerita memberi kesan mengulang cerita lama
E.       Alur cerita terasa biasa dan mudah ditebak si pembaca kelanjutan ceritanya

41.   Cermati kutipan cerpen berikut! 

"Penduduk Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak," Pidin langsungpada pokok persoalan.
"kenapa?" tanya seorang lelaki berjenggot putih.
"Menurut mereka, daerah pendulangan kami telah memasuki wilayah mereka," jawab pidin.
"Apa mereka lupa batas wilayah?  Sudah ketetapan pemerintah jika sungai kecil itumenjadi batas dusun dengan Dusun Seberang Sungai?" potong Mah kimin.
"itu sudah kami jelaskan. Tapi, mereka membantah Dan bersikeras menyodorkan peraturan."
peraturan apa?" burangsang. Mah Kimin.
"Kami harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap pendapat satu emas.
                                                                                         Cerpen:"Batas", Helem Yahya

Ringkasan kutipan cerpen tersebut yang tepat adalah ...
A.      Pendulang emas harus membayar pajak sepuluh persen dari harga penjualan kepada Penduduk Dusun Seberang Sungai.
B.      Penduduk Dusun Seberang Sungai mengeluarkan pengaturan baru yang berisi setiap pendulang emas harus menerima pajak.
C.      Setiap pendulang emas yang melewati batas penduduk Dusun Seberang Sungai harus memberikan sebagian dari hasilnya.
D.      Pemerintah menetepkan bahwa Sungai kecil itu menjadi batas antara penduduk dusun Seberang Sungai dengan Seberangnya.
E.       Pendulang emas setiap hari dalam mendulang selalu melewati batas yang telah ditentukan pemerintah.

42.   Perhatikan puisi berikut!
Kami dan Kalian
Kalian tinggal dalam rumah kebodohan (1)
Karena dalam rumah ini (2)
Tiada cermin kaca buat memandang jiwa (3)
Kami menghela napas panjang (4)
Dan dari keluhan ini (5)
Terbitlah bisikan bunga-bunga (6)

Karya: Khalil Gibran

Kalimat bermajas pada puisi di atas terdapat pada larik ke-....
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 6
D. 2 dan 3
E. 4 dan 6

43.   Cermailah kutipan novel berikut!
Hanya beberapa jengkal di luar lingkaran tembok tersaji pemandangan kontras seperti langit dan bumi. Berlebihan jika disebut daerah kumuh, tapi tak keliru jika diumpamakan kota yang dilanda gerhana berkepanjangan sejak era pencerahan revolusi industri.
Kutipan novel tersebut mengandung majas ….
  A. ironi                                                D. metafora
  B. simile                                             E. personifikasi
  C. repetisi

44.   Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sepanjang perjalanan pulang, pikiran saya tidak pernah lepas dari sahabat saya yang baik itu. Saya malu. Saya sebagai sahabat, saya merasa belum pernah berbuat baik kepadanya. Tidak pula yakin akan mampu melakukan seperti yang dilakukannya untuk menolong saya di malam itu. Dia telah membuktikan bahwa keberanian dan rasa tanggung jawab yang besar bisa timbul dari sebuah persahabatan yang tulus. Mata saya kemudian melirik seragam dinas yang tersampir disandaran jok belakang. Sebagai jaksa yang baru saja menangani satu kasus perdata, seragam itu belum bisa membuat saya bangga. Nilainya jelas jauh lebih kecil dibanding nilai persahabatan yang saya dapatkan dari sebuah seragam cokelat pramuka. Namun dia tidak tahu, dengan seragam dinas itu, sayalah yang akan mengeksekusi pengosongan tanah dan rumahnya.
                                                                                Seragam, Aris Kurniawan Basuki

Amanat tersurat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
A.      Berbuat baik pada sahabat sebelum terlambat.
B.       Kebaikan harus dibalas dengan kebaikan.
C.      Saling menolong antarsahabat tanpa mengharapkan balasan.
D.      Persahabatan dan pekerjaan adalah dua hal yang tidak dapat  dicampuradukkan.
E.       Keberanian dan rasa tanggung jawab yang besar bisa timbul dari sebuah  persahabatan yang tulus.

45.   Bacalah kutipan novel berikut!
Suatu pagi,  ketika murid-murid sedang bermain-main dihalaman sekolah. Kepala Sekolah berkata, “Ini teman baru  kalian. Nama keluarganya Takahashi. Dia akan bergabung dengan anak-anak kelas satu.”
                Anak-anak, termasuk Totto-chan, memandangi Takahashi. Anak itu melepas topinya, membungkuk menghormat , dan berkata malu-malu, “Senang berkenalan dengan kalian.”

Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi

Nilai budaya yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah …
A.      Kerukunan antar siswa di sekolah.
B.      Siswa baru menjadi pusat perhatian.
C.      Tradisi membungkukkan badan untuk memberi hormat.
D.      Siswa bermain di halaman sekolah dengan rukun.
E.       Keapala sekolah memperkenalkan murid baru.

46.   Bacalah kutipan novel berikut!

   Iseng saja, aku mendekat ke jendela kaca dan menyentuh permukaannya dengan ujung telunjuk kananku. Hawa dingin segera menjalari wajah dan lengan kananku tegak. Dari balik tirai tipis di lantai empat ini, salju tampak turun menggumpal-gumpal seperti kapas yang dituang dari langit. Ketukan-ketukan halus terdengar setiap kali gumpal salju menyentuh kaca di depanku. Matahari sore menggantung condong ke Barat berbentuk piring putih susu.

  Tidak jauh, tampak The Capitol, gedung parlemen Amerika Serikat yang anggun putih gading,  bergaya klasik dengan tonggak-tonggak besar. Kubah raksasanya yang berundak-undak semakin memutih ditaburi salju, bagai mengenakan kopiah haji.

                                             Negeri Lima Menara, A Fuadi
Kutipan novel tersebut menunjukan tahapan....
A. abstrak
B. orientasi
C. komplikasi
D. evaluasi
E. koda

47.   Cermatilah kutipan cerpen berikut!
  (1) Sementara Kadek Sukasti, memilih tetap tinggal dan duduk di beranda menemani Luh Manik. (2) Ia juga sedang berfikir turut serta mencari kerja ke Jakarta. (3) Kebetulan, menurut ayahnya, seorang  saudara jauh yang dulu tinggal di Denpasar, (4) sudah dua tahun ini pindah tugas di Jakarta. (5) Bisa saja ia tinggal di sana, sementara menunggu pekerjaan.
                                                                                 Bunga Jepun, Putu Fajar Arcana

Bukti latar tempat kutipan cerpen tersebut adalah beranda ditunjukan oleh nomor....
A.      (1)
B.      (2)
C.      (3)
D.      (4)
E.       (5)

48.   Bacalah kutipan cerpen berikut!
  “Berguling! Berguling!” terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam cokelatnya untuk dipakai menyabet pinggung saya. Saya menurut kepada kepanikan. Tidak saya rasakan kerasnya tanah persawahan atau tunggak-tunggak batang padi yang menusuk-nusuk tubuh dan wajah saat berguling. Pikiran saya hanya terfokus pada api dan tak sempat untuk berfikir bahwa saat itu saya akan bisa mendapat luka yang lebih banyak karena gerakan itu. Sulit dilukiskan rasa takut yang saya rasakan. Malam yang saya pikir akan menyenangkan justru berubah menjadi teror yang mencekam!

Ketika akhirnya api padam, saya rasakan pedih yang luar biasa menjalar dari punggung hingga ke leher. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya, sementara sebagian kain yang gosong menyatu dengan kulit. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam cokelatnya saat melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan. Lalu, dengan suara bergetar, dia mencoba membuat isyarat dengan mulutnya. Sayang, tidak seorang pun yang mendekat dan dia sendiri kemudian mengakui bahwa kami telah terlalu jauh berjalan. Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya di atas punggungnya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat. Sayang, sesampainya dirumah, bukan lain yang didapatnya kecuali caci maki Ayah dan Ibu. Pipinya sempat pula kena tampar Ayah yang murka.

Seragam, Aris Kurniawan Basuki

Keterkaitan isi kutipan cerpen tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah...
A.      Orang yang gemar menindas orang lain.
B.      Orang yang tanggap memberikan bantuan pada pihak yang terkena musibah.
C.      Orang yang kehilangan pemikirannya karena panik.
D.      Orang yang merasa ketakutan.
E.       Orang yang gemar menimpakan kesalah pada orang lain 

49.   Cermatilah kutipan resensi novel berikut!

Tema persahabatan cerita yang disajikan dalam novel  5 cm menarik, yakni mengenai yang dibalut oleh petualangan. Bahasa yang digunakan dalam novel ini adalah bahasa populer sehingga mudah untuk dimengerti. Selain itu, alur cerita terasa mengalir sehingga pembaca merasa penasaran dan ingin segera menyelesaikan buku ini. Novel ini pun penuh dengan nilai-nilai yang mampu memotivasi pembaca agar bisa mengejar impian mereka dan membuat jadi nyata. Disamping itu, novel  5 cm mempunyai karakter yang cukup kuat, yakni penuh dialog-dialog yang filosofis dan berisi kisah-kisah yang inspirational. Dhirgantoro sangat fasih dalam menggambarkan alur sehingga pembaca seolah turut serta menikmati Rangkaian peristiwa yang dihadirkan dalam novel. Meskipun demikian, akhir cerita novel ini terasa begitu dipaksakan dan kurang realistis, yakni pembentukan keluarga antar tokoh utama dan penggambaran anak-anak mereka yang sebaya dan mewarisi sifat-sifat orang tuanya.

Kalimat yang menyatakan kelemahan karya sastra berdasarkan kutipan resensi novel tersebut adalah...
A. Masa ini penuh dengan nilai-nilai yang mampu memotivasi pembaca.
B. Akhir cerita novel memenuhi rasa keingintahuan pembaca atas rangkaian peristiwa yang terjadi.
C. Novel ini memiliki bagian resolusi yang kurang logis dan terkesan terlalu dipaksakan.
D. Bahasa yang digunakan dalam novel ini adalah bahasa populer sehingga mudah untuk dimengerti    Meskipun tidak sesuai dengan tata bahasa.
E. Tema cerita yang disajikan menarik yakni mengenai persahabatan yang dibalut oleh petualangan.

50. Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sekali hari aku datang pula mengupah Kakek. Biasanya Kakek gembira menerimaku, karena aku suka memberinya uang. Tapi sekali ini Kakek begitu muram. Di sudut benar ia duduk dengan lututnya menegak menopang tangan dan dagunya. Pandangannya sayu ke depan, seolah-olah ada sesuatu yang yang mengamuk pikirannya. Sebuah belek susu yang berisi minyak kelapa, sebuah asahan halus, kulit sol panjang, dan pisau cukur tua berserakan di sekitar kaki Kakek. Tidak pernah aku melihat Kakek begitu durja dan belum pernah salamku tak disahutinya seperti saat itu. Kemudian aku duduk disampingnya dan aku jamah pisau itu. Dan aku tanya Kakek,
“Pisau siapa, Kek?”
“Ajo Sidi.”
“Ajo Sidi?”
Kakek tak menyahut. Maka aku ingat Ajo Sidi, si pembual itu. Sudah lama aku tak ketemu dia. Dan aku ingin ketemu dia lagi. Aku senang mendengar bualannya. Ajo Sidi bisa mengikat orang-orang dengan bualannya yang aneh-aneh sepanjang hari. Tapi ini jarang terjadi karena ia begitu sibuk dengan pekerjaannya. Sebagai pembual, sukses terbesar baginya ialah karena semua pelakupelaku yang diceritakannya menjadi model orang untuk diejek dan ceritanya menjadi pameo akhirnya. Ada-ada saja orang-orang di sekitar kampungku yang cocok dengan watak pelakupelaku ceritanya. Ketika sekali ia menceritakan bagaimana sifat seekor katak, dan kebetulan ada pula seorang yang ketagihan menjadi pemimpin berkelakuan seperti katak itu, maka untuk selanjutnya pimpinan tersebut kami sebut pimpinan katak.
Tiba-tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatang Ajo Sidi kepadanya. Apakah Ajo Sidi telah membuat bualan tentang Kakek? Dan bualan itukah yang mendurjakan Kakek? Aku ingin tahu. Lalu aku tanya Kakek lagi. “Apa ceritanya, Kek?”
“Siapa?”
“Ajo Sidi.”
“Kurang ajar dia,” Kakek menjawab.
“Kenapa?”
“Mudah-mudahan pisau cukur ini, yang kuasah tajam-tajam ini, menggoroh tenggorokannya.”
“Kakek marah?”
“Marah? Ya, kalau aku masih muda, tapi aku sudah tua. Orang tua menahan ragam. Sudah lama aku tak marah-marah lagi. Takut aku kalau imanku rusak karenanya, ibadatku rusak karenanya. Sudah begitu lama aku berbuat baik, beribadat, bertawakal kepada Tuhan. Sudah begitu lama aku menyerahkan diri kepada-Nya. Dan Tuhan akan mengasihi orang yang sabar dan tawakal.”
Ringkasan yang tepat untuk kutipan cerpen tersebut adalah...

A. Hari itu, aku pergi ke surau, tetapi kakek tampak muram, bahkan begitu durja hingga tidak menjawab salamku. Ketika kutanya apa yang terjadi, Kakek hanya diam, lantas aku menerka-nerka bahwa mungkin Kakek seperyi ini karena Ajo Sidi, si pembual itu.
B. Hari itu, aku pergi ke surau, tetapi kakek tampak muram, bahkan begitu durja hingga tidak menjawab salamku. Setelah itu, Kakek menceritakan semuanya padaku tanpa kuminya, akhirnya aku tahu bahwa perangai kakek disebabkan oleh Ajo Sidi. Bualan Ajo Sidi telah membuat Kakek marah hingga ia mengatakan bahwa ia ingin menggoroh tenggorokan Ajo Sidi.
C. Hari itu, aku datang untuk mengupah Kakek. Biasanya, Kakek gembira menerimaku karena aku suka memberinya uang. Tapi sekali ini Kakek begitu muram. Tidak pernah Kakek sedurja itu sebelumnya hingga salamku tidak disahutinya. Setelah mengambil pisau dari dekat kaki Kakek, aku baru tahu bahwa sebelum kedatanganku, Ajo Sidi telah tiba disana lebih dulu.
D. Aku hendak mengupah Kakek, tetapi sekwli itu Kakek begitu suram, bahkan sangat durja hingga tak menjawab salamku. Kuambil pisau dari dekat kaki kakek, pisau itu milim Ajo sidi, si pembual yang selalu mengikat orang-orang di sekitar kampungku dengan bualannya. Aku diam, lantas menerka-nerka bahwa mungkin Ajo Sidi-lah penyebab kedurjaan Kakek.

E. Aku hendak mengupah Kakek. Biasanya, Kakek gembira menerimaku karena aku suka memberinya uang, tetapi sekali itu Kakek begitu suram, bahkan sangat durja hingga tak menjawab salamku. Kuambil dari dekat kaki Kakek, pisau itu milik Ajo Sidi, si pembual yang selalu mengikat orang-orang di sekitar kampungku dengan bulannya. Setelah bertanya pada Kakek, baru kutahu bahwa kekurangajaran Ajo Sidi-lah penyebab kemanrahan Kakek hingga ia mengatakan ingin menggoroh lehernya.
 ==============================        Selamat Mengerjakan       ==================================

No comments:

Post a Comment