Pilihlah Jawaban yang Paling Tepat!
1. Cermatilah teks berikut
Bising gergaji mengoyak sepi dari
hutan
Pohon-pohon tumbang
Mobil-mobil besar menggendongnya
Tergesa-gesa ke kota
Makna kata mengoyak pada teks
ialah...
A.
mengisi, menemani
B.
memotong, membagi
C.
menjauhi, menyingkir
D.
menganggu, memecah
E.
memenuhi, menambahi
2.
Bacalah
gurindam berikut!
Mengumpat
dan memuji hendaklah pikir
Di
situlah banyak orang yang tergelincir
Makna
gurindam diatas adalah ….
A.
Setiap mengumpat dan memuji hendaklah dipikirkan supaya
tidak keliru.
B.
Mengumpat dan memuji itu tempatnya orang tergelincir.
C.
Supaya tidak tergelincir, janganlah mengumpat dan memuji
D.
.Banyak orang yang tergelincir karena mengumpat dan
memuji.
E.
Banyak orang yang mengumpat dan memuji karena tidak
dipikirkan
3.
Bacalah kutipan
cerpen berikut !
“
Mereka mau membangun mal ”, ucapnya dingin
“
Maksudmu ? ”
“
Mereka memaksaku untuk menjual tanah ini dan hendak membangun mal di atas lahan
ini. ”
“
Hmm... kalau harganya bagus, kenapa tidak dilepas ? ”
“
Harganya bagus, tapi aku tidak mau melepas. ”
“
Kenapa ? ”
Dia
diam, menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan sedikit kesal.
“
Lantas, di mana aku menanam mawar-mawarku ? ”
Simpulan
yang menunjukan hubungan antar-bagian dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...
A.
kutipan tersebut menunjukkan komplikasi, yakni berupa sarana pengekspresian
watak tokoh secara fisik titik.
B.
Kutipan tersebut menunjukkan komplikasi, yakni berupa penyajian solusi dari
segala kerumitan atau konflik yang dialami oleh tokoh.
C.
Kutipan tersebut menunjukkan komplikasi,yakni dengan memunculkan konflik atau
kerumitan. Pada bagian ini kualitas moral tokoh diekspresikan lewat tindakan
tokoh.
D.
Kutipan tersebut menunjukkan komplikasi, pada bagian ini dihadirkan ringkasan
atau inti cerita yang akan dikembangkan menjadi Rangkaian peristiwa yang
dialami tokoh.
E.
Kutipan tersebut menunjukkan komplikasi, pada bagian ini digambarkan karakter
tokoh dan kerumitan, berupa konflik batin, yang dialami tokoh yang
diekspresikan melalui dialog antar tokoh.
4. Perhatikan
kutipan novel di bawah ini!
Aku masih akan mendengar suara
itu apabila kembali ke dalam bilikku yang berdinding bambu. Dalam kantuk maupun
dalam jaga hutan bambu yang kini tenggelam dalam pekatnya kegelapan itu masih
selalu bisa kuhadirkan sebagi bagian diriku baik batang-batang bambu hijau yang
basah, dedaunan yang gugur di bawahnya, dan gemerisik dedaunan itu ketika angin
yang paling perlahanpun mengayunkan batang-batangnya saling bersentuhan. Ketika
angin semakin kencang kita akan mendengar semacam siulan di antara
batang-batang yang sesekali terdengar seperti rintihan.
Latar yang terdapat dalam kutipan novel
tersebut adalah...
A. Bilik bambu, malam hari,
mencekam
B. Hutan bambu, sore hari,
menegangkan
C. Pohon bambu, malam hari,
menenangkan
D. Bilik bambu, sore hari,
sehabis hujan
E. Hutan bambu, pagi hari,
mencekam
5. Cermatilah
kutipan cerpen berikut!
(1)
Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda
kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini,
mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia
kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor
Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang,
Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal
menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti
bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada
kalimat bernomor ...
A.
(1) dan (2)
B.
(2) dan (3)
C.
(3) dan (4)
D.
(4) dan (5)
E.
(2) dan (5)
6. Bacalah
kutipan berikut!
Adrea
Hirata, penulis buku laskar pelangi
sebuah di sebuah desa Tinggal Belitung. segala keterbatasan memang cukup
memengaruhi pribadi Andrea sedari kecil. Setelah menyelesaikan pendidikan di
kampung halamannya, Andrea lantas memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta
selepas lulus SMA. Kala itu, keinginannya untuk menggapai cita-cita dan
melanjutkan ke bangku kuliah menjadi dorongan terbesar untuk hijrah ke Jakarta.
Andrea lantas memulai kehidupan barunya di Bogor sebagai penyortir surat di
kantor pos Bogor. Atas dasar usaha dalam menggapai cita-cita, Andrea berhas
melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Merasakan
bangku kulliah merupakan salah satu cita-citanya sejak ia berangkat Belitung.
Keteladanan tokoh dalam kutipan tersebut adalah …
A.
Andrea dilahirkan di sebuah desa yang cukup terpelosok.
B.
Sejak kecil Andrea Hirata sudah merantau ke Jakarta.
C.
Karya Andrea sangat terkenal dan banyak sudah difilmkan.
D.
Kerja keras dan optimis meraih pendidikan yang lebih tinggi.
E.
Andrea bangga karena berhasil melanjutkan kuliah di Jakarta.
7. Cermatilah
teks berikut
Sulit sekali menemukan
kekurangan pada buku ini. Semua unsur yang seharusnya dimiliki sebuah karya
fiksi terpenuhi dalam buku ini. Bagi siswa yang tidak senang membaca karya
sastra memang buku ini tidak begitu menarik sebab novel ini serius dan tidak
cukup menghibur.
Masalah yang dinilai dalam penggalan resensi
di atas adalah ... .
A.
kekurangan/kelemahan novel tersebut.
B.
keunggulan/kelebihan novel tersebut.
C.
novel tersebut tidak menarik bagi remaja.
D.
kekurangan dan kelebihan novel tersebut.
E.
novel tersebut menarik bagi remaja.
8. Bacalah
kutipan cerpen berikut!
Buku kecil bersampul kertas krep warna ungu
pucat. Ada tiga nama tertulis di dalamnya. Urutan pertama yang akan ku temui
dalam waktu seperempat jam. Kubuka kembali buku di genggamanku. Ingin ku
pastikan namanya tak tertukar dengan nama lainnya. Ryan, 27 tahun.
layar kecil yang menggantung di langit-langit
kereta yang kunaiki menunjukkan tujuan stasiun berikutnya. Union Square Garden.
Aku sedikit bergegas keluar dari kereta. Udara tak tertahankan dinginnya.
Kunaikkan syal putih di leherku. Pipiku mengeras membeku.
keluar dari stasiun subway, aku segera
melintasi taman Union Square dan menuju ke arah 12th street. Dia menungguku di
toko buku Strand. Kami berjanji bertemu di section fotografi. Aku segera naik
ke lantai dua. Belum ku lihat sesosok manusia pun di sana. Aku memutuskan untuk
tetap menunggu di sana, dan membuka sejumlah buku-buku fotografi peperangan.
Disana tampak sejumlah besar foto mayat korban peperangan. Bertumpuk seolah
sisa jagala.
“Indah,
bukan?” terdengar suara yang berdesis di telingaku. Aku berbalik dan mendapati
seorang lelaki bermata hazel. Sewarna dengan rambutnya yang setengah ikal. Syal
bercorak garis-garis abu-abu dan hitam tampak melingkar di lehernya.
“Kamu Ryan?” tanyaku merasa yakin ia
mengiyakan.
“No, aku Dresden. Ryan tak bisa datang. Ia
harus pergi ke Ohio siang ini.”
“Oh.” Segala rencanaku langsung tebuai.
Mimpi untuk Dresden, F Dewi Ria Utari
Ringkasan
yang tepat untuk kutipan cerpen tersebut adalah …
A.
Indah merencanakan banyak hal untuk mengisi pertemuannya
dengan Ryan, tetapi ia segera kecewa ketika tahu Dresden menggantikan
kedatangannya.
B.
Indah merencanakan banyak hal untuk mengisi pertemuannya
dengan Ryan, seseorang yang belum pernah
ditemuinya, di toko buku Strand bagian fotografi, tetapi kemudian yang muncul
disana bukan Ryan, melainkan Dresden.
C.
Indah berencan untuk bertemu dengan Ryan, seseorang yang
belum pernah ditemuinya, di Union Square Garden, tetapiyang hadir di sana
justru seorang pria bermata hazel yang mengaku bernama Dresden.
D.
Indah menemui seseorang di toko buku, ketika mereka
berhadapan ia yakin bahwa pemuda di hadapannya adalah Ryan, tetapi kemudian ia
kecewa setelah mengetahui bahwa pemuda itu bernama Dresden.
E.
Indah terburu-buru menaiki kereta untuk mencapai toko
buku Strand, ia hendak bertemu dengan Dresden di sana, membicarakan sesuatu
yang berhubungan dengan fotografi
9. Bacalah
kutipan cerpen berikut!
Sebenarnya Anis juga tidak terlalu berada dalam kondisi sedih seperti
itu. Sesekali saja ia akan terhanyut oleh perasaannya, biasanya karena ada
faktor penyebabnya yang mengingatkan ia akan mimpinya yang belum terwujud itu.
Selebihnya Anis bahagia saja, bahkan banyak aktivitas atau prestasi yang
diraihnya. Buatnya tidak ada waktu yang disia-siakan. Selagi sempat, semua
peluang dan kegiatan positif dilakukannya. Kadang-kadang beberapa teman
menyatakan kecemburuannya terhadap kondisi yang bisa melakukan banyak hal tanpa
harus di shibuki hal-hal lain.
Menanti
bangau lewat, Asma Nadia
Makna lambang mimpinya pada kutipan tersebut
adalah
A.
Keputusannya.
B.
Kegiatannya.
C.
Kesenangannya.
D.
Keinginannya.
E.
Kesempatannya.
10. Cermati kutipan novel berikut! (1) Sabari
senang mengajak ayahnya jalan-jalan. (2) Dia senang mendorong kursi roda
ayahnya keliling kampung. (3) Sepanjang jalan, ayahnya berkisah ini-itu,
sesekali berpuisi. (4) Bagi Sabari ,itulah bagian istimewa dari ayahnya, yakni
bagian puitisnya. (5) Banyak orang yang makin tua makin cerewet, makin
tempramental, makin genit, makin kekanakan.
Ayah, Andrea Hirata
Majas
pada teks tersebut terdapat pada kalimat bernomor …
A.
(1)
B.
(2)
C.
(3)
D.
(4)
E.
(5)
11. Cermati
kutipan cerpen berikut !
(1)
Dia kelihatan lebih tenang. (2) cuma matanya saja yang harus memandangku dengan
ganjil. (3) seakan aku ini bukan istrinya. (4) sebentar sebentar Dia melongok
ke jendela. (5) "Sudah potong kuku, sudah mandi, dan sudah sarapan, kita
tinggal tunggu dokter akan datang," bujukku. (6) Saya pamit mau membuang
sampah, menyiram tanaman di beranda, mencuci piring, dan merapikan ruang tamu.
(7) Di beranda aku merawat taman kami yang mungil, sekitar setengah kali dua
meter. (8) Di situ ku tanam ros, juga dua pohon pisang agar Indonesia tidak
terlalu jauh dari kami.
Nilai moral yang terkandung dalam teks
tersebut adalah…
A. Menjaga orang sakit.
B. Merawat tanaman di pekarangan.
C. Berbakti kepada suami.
D. Melakukan pekerjaan rumah tangga.
E. Memberikan sesuatu yang terbaik
kepada orang lain.
12. .
Karangan Bunga
Tiga
anak kecil
Dalam
langkah malu-malu
Datang
ke Salemba
Sore
itu
"Ini
dari kami bertiga
Pita
hitam dalam karangan bunga
Sebab
kami ikut berduka
Bagi
kakak yang ditembak mati siang tadi."
Amanat
puisi tersebut adalah ........
A.
Perjuangan sekelompok anak kecil yang turut berduka.
B.
Segeralah ke Salemba untuk menuntut keadilan.
C.erjuanglah
untuk mempertahankan golongan tertentu.
D.
Hendaklah kita menghargai pengorbanan yang membela kebenaran.
E.
Segala perjuangan bila tidak dilandasi dengan keimanan akan terkalahkan.
13.
Cerita
Rakyat
Pada
suatu hari Toba memancing di sungai dekat rumahnya. Ia berharap mendapat ikan
besar dan segera dimasaknya untuk dijadikan laut. Tidak lama kemudian, mata
kailnya disambar ikan. Ia melihat seekor
ikan besar tersangkut di mata pancingnya. Kemudain, Toba memperhatikan ikan
besar yang berhasil ia tangkap. Ikan itu memiliki sisik kuning keemasan. Sisik
ikan tampak berkilauan ketika terkena sinar matahari. Toba melepaskan mata
kailnya dari mulut ikan tangkapannya. Tiba-tiba terjadi sebuah keajaiban. Ikan
aneh bersisik kuning keemasan itu menjelma menjadin seorang perempuan yang
cantik.
Hikayat
Sebermala
Panglima Dalung meminta Gadis Cik Inam untuk membawa tujuh butir bertih sebagai
bekal selama dalam peti besi. Gadis Cik Inam semakin bingung. Pnglima Dalung
tahu Gadis Cik Inam belum memahami maksudnya. Syahdan Pnglima Dalung meneruskan
urainnya, kami akan pulang terlebih dahulu ke Tanah Galangan. Kalah Jelantang
Api datang kemari, katakana kepadanya bahwa kunci peti besi ada di tangan kami.
Supaya dapat membukanya, ia harus mencari kami ke Tanah Galangan . Disanalah
kita akan membuat perhitungan dengannya.
Perbedaan
penyajian isi cerita kedua kutipan tersebut adalah…
A.
Cerita rakyat : Menceritakan kehidupan sehari-hari seorang ibu
Hikayat : Menceritakan kehidupan seorang raja
di istana
B.
Cerita rakyat : Menceritakan kegembiraan
Hikayat : Menceritakan kesedihan tokoh dalam
cerita
C.
Cerita rakyat : Menceritakan perbuatan lucu yang dialami tokoh
Hikayat : Menceritakan seorang ibu yang
kehilangan empat anaknya
D.
Cerita rakyat : Menceritakan sejarah di suatu daerah
Hikayat : Menceritakan kehebatan seorang ulama
di sebuah daerah
E.
Cerita rakyat : Menceritakan perbuatan jahat yang dilakukan tokoh utama
Hikayat : Menceritakan perjuangan seorang kepala
keluarga mencukupikebutuhan
hidup
14. Cermati kutipan novel berikut!
(1)
Sabari senang mengajak ayahnya jalan-jalan. (2) Dia senang mendorong kursi roda
ayahnya keliling kampung. (3) Sepanjang jalan, ayahnya berkisah ini-itu,
sesekali berpuisi. (4) Bagi Sabari ,itulah bagian istimewa dari ayahnya, yakni
bagian puitisnya. (5) Banyak orang yang makin tua makin cerewet, makin
tempramental, makin genit, makin kekanakan.
Ayah, Andrea Hirata
Penderkripsian
watak Sabari yang penyayang terhadap ayahnya diketahui melalui..
A.
Jalan pikiran tokoh.
B.
Tanggapan tokoh lain.
C.
Tindakan tokoh.
D.
Lingkungan tokoh.
E.
Ucapan tokoh.
15. Cermatilah
kutipan novel berikut !
Hanya beberapa jengkal di luar lingkaran
tembok tersaji pemandangan kontras seperti langit dan bumi.Berlebihan jika di
sebut daerah kumuh,tapi tak keliru jika diumpamakan kota yang dilanda gerhana
berkepanjangan sejak era pencerahan revolusi industri.
Kutipan
novel tersebut mengandung majas….
A.
Ironi
B.
Simile
C.
Repitisi
D.
Metafora
E.
Personifikasi
16. Perhatikan pantun berikut!
Pohon
pepaya didalam semak,
Pohon
manggil sebesar lengan.
Kawan
tertawa memang banyak,
Kawan
menangis diharak jangan.
Maksud
isi pantun tersebut adalah.....
A.
Pilihlah teman yang senang tertawa.
B.
Carilah banyak teman supaya kesedihan hilang
C.
Jangan mencari kawan yang membuat kita menangis
D.
Jangan mencari kawan yang hanya menemani saat senang
E.
Carilah kawan sebanyak banyaknya agar terus bisa tertawa
17. Cermati
kutipan cerpen berikut!
Angin
pergantian musim semakin kencang berembus , mengantar hawa dingin yang menembus
ketebalan jaket yang kukenakan . Aku merasakan suasana malam ini tidak biasanya
. Aku merasa ada yang aneh . Buluk kudukku berdiri . Sesekali lolongan Anjing
dikejauhan menambah suasana malam semakin mencekam . Ku letakkan AL-Qur’an kecil di pangkuanku
ke tempatnya . Aku bangkit menuju kamar di samping surau . Langkahku tiba-tiba terhenti . Sekelebatan
aku melihat bayangan hitam di bawah pohon nangka di samping rumah . Aku
menajamkan penglihatan .
(Sanlet
, Ida Royani , S.Pd.)
Kalimat
Komentar yang menyatakan keunggulan sesuai dengan kutipan tersebut adalah …….
A.
Cerpen tersebut menarik karena menggambarkan suasana
malam yang menakutkan dandiperkuat dengan lolongan anjing
B.
Bahasanya mudah dipahami , tetapi sayang pesan yang
ingin disampaikan pengarang kurang
tergambar secara jelas.
C.
Pengarang berhasil menghadirkan latar suasana pada
malam hari yang menakutkan melalui
dialog dan perilaku tokoh.
D.
Pengarang
menggunakan kata-kata yang biasa dijumpai sehari-hari sehingga dapat
menhidupkan suasana cerita
E.
Latar suasana dan latar waktu saling mendukung untuk menghadirkan cerita
yang lebih menarik
18. Bacalah
penggalan cerpen berikut!
(1)
“apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau jodoh dengan Azrial . Akan saya
carikan kau jodoh yang lebih bermartabat!”
(2) “Apa dia salah kalau ayahnya hanya juru
masak?”
(3) “Jatuh martabat keluarga kita bila
laki-laki itu jadi suamimu . Paham kau ?”
(4) “Derajat keluarga Azrial memang seumpama
luruh tak berbatu , seperti sawah tak
berpematang , tak ada yang bisa
diandalkan.”
(5) Tetapi , tidak patut rasanya , Mangkudun
memandang Azrial dengan sebelah mata .
(6) Maka , dengan berat hati Azrial melupakan Renggogeni.
(7) Ia hengkang dari kampong , pergi membawa
luka hati .
Nilai
Budaya yang terdapat pada kutipan berikut adalah …..
A.
Orang tua mencarikan jodoh untuk pasangan anaknya yang
sesuai
B.
Seorang kekasih meninggalkan pasangannya karena miskin
C.
Keturunan harus dipertimbangkan untuk mencari pasangan
agar sepadan
D.
Laki-laki harus berhasil dalam hidupnya sebelum mecari
pasangan
E.
Orang tua berhak menolak jodoh yang dipilih anaknya
19. Cermatilah
Kutipan cerpen berikut!
Itulah
percakapan saat-saat menjelang keberangkatan Zen ke Belanda . Sehari sebelum Zen meninggalkan Indonesia , kami
habiskan waktu berdua di sebuah kafe termewah di kota BL ini . Aku memandangi
wajah Zen . Ia pun seakan menembus ke dalam kedua mataku . Kupegang erat kedua
tangannya . Ia meremas jari-jemariku . Menyusuri telapak tanganku , hingga
mendekati siku tangan kananku . Kubiarkan jemarinya menari-nari di tanganku .
Seperti kunikmati gerakan penari di panggung .
Tiga tahun bagi
orang lain memang hanya sekejap , namun
tidakk untuk ku yang kala itu tengah menikmati indahnya awal berumah
tangga . Aku ingin menemani Zen , Cuma perusahaan tempatnya bekerja tidak
membolehkan . Alasannya , karyawan yang disekkolahkan tidak boleh di ganggu
sehingga ia bisa kembali dengann sukses . Selain itu perusahaan tidak
menanggung di luar yang mendapat beasiswa . Artinya , jika aku menyertai Zen ,
aku harus menanggung seluruh biaya
transportasi dan segala ke perluan selama di Belanda . Bagaimana mungkin bisa?
Biaya hidup disana sangat tinggi di banding di Indonesia . Selain itu , kalua
Zen gagal , maka kami harus mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan . Ini sangat lah berat .
Penyebab
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ……
A.
Larangan membawa istri ke luar negri
B.
Perpisahan dengan Zen selama tiga tahun
C.
Kepergian Zen ke Belanda tanpa disertai tokoh Aku
D.
Perpisahan dengan Zen di bandara sebelum keberangkatan ke
Belanda
E.
Ancaman untuk mengganti biaya yang telah dikeluarkan
apabila Zen gagal
20.
Teks
I
Gadis
cantik itu dapat diibaratkan dengan setangkai bunga yang indah dalam jambangan.
Banyak orang yang mengagumi dan terpikat sehingga ingin memilikinya dan tidak
jemu memandangnya. Ia menjadi pusat perhatian setiap orang yang memandangnya.
Teks II
Kau
rembulan malam yang bersinar di antara kegelapan
Menjadi
bintang yang benderang di kehampaan malam
Pijaran
sinar rembulanmu membawa keteduhan dan kehangatan bagi tubuh yang dingin,lebam
Dirimu
satu di antara yang besar dan kekal sepanjang malam
Rembulan,
sudikah kau tetap sinari langit di bulan Januari ini?
Kalimat
kesimpulan dari kedua isi teks di atas adalah…
A.
Kecantikan bunga dan rembulan yang sukar mengalihkan pandangan mata.
B.
Kekaguman terhadap bunga dan rembulan malam yang memberikan kesan berbeda.
C.
Bunga merupakan lambang cinta kasih yang tulus, sedangkan rembulan lambang
kehampaan.
D.
Kecantikan seorang perempuan selalu ditandai atau digambarkan dengan bunga dan
rembulan.
E.
Pengungkapan rasa syukur dan pengapresiasian atas kecantikan perempuan melalui
pemaknaan.
21. Perhatikan
kutipan novel di bawah ini!
Aku
masih akan mendengar suara itu apabila kembali ke dalam bilikku yang berdinding
bambu. Dalam kantuk maupun dalam jaga hutan bambu yang kini tenggelam dalam
pekatnya kegelapan itu masih selalu bisa kuhadirkan sebagi bagian diriku baik
batang-batang bambu hijau yang basah, dedaunan yang gugur di bawahnya, dan
gemerisik dedaunan itu ketika angin yang paling perlahanpun mengayunkan
batang-batangnya saling bersentuhan. Ketika angin semakin kencang kita akan
mendengar semacam siulan di antara batang-batang yang sesekali terdengar
seperti rintihan.
Latar
yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah....
A. Bilik bambu, malam hari, mencekam
B. Hutan bambu, sore hari, menegangkan
C. Pohon bambu, malam hari, menenangkan
D. Bilik bambu, sore hari, sehabis hujan
E. Hutan bambu, pagi hari, mencekam
22. Pantun
Jika
kamu membeli suku
Beli
saja di kota Blitar
Jika
kamu rajin dan tekun
………………………….
Pantun
yang tepat untuk melengkapi larik keempat adalah:
A.
Kamu harus terus belaja
B. Pastilah menjadi pintar
C. Jangan lupa gemar belajar
D.
Belum tentu menjadi pintar
E.
Akan terbilang pintar
23. Perhatikan
kutipan cerpen berikut ini!
Yamin
dan puluhan massa yang mengejarnya melewati Aisyah. Ia menepi ke beranda sebuah
toko sembako. Degup jantungnya berirama cepat. Massa semakin bertambah. Yamin
berusaha lari sekencang mungkin. Semburat ketakutan melukis peluh sebiji
jagung. Gerobak, tenda, dan apa saja yang ada di depannya dirubuhkan untuk
menghambat laju massa. Sebuah tas tangan metalik terombang-ambing di genggaman.
Otaknya berpikit keras untuk keluar dari situasi ini. Kakinya cepat menuju
pertigaan di depan.
Sudut
pandang penceritaan dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
A. Orang pertama sebagai narator
B. Orang pertama sebagai tokoh tambahan
C. Orang ketiga sebagai tokoh utama
D. Orang ketiga sebagai narator
E. Orang ketiga sebagai tokoh tambahan
24. Perhatikan
kedua paragraf berikut ini!
TEKS 1
Tenggelamnay
Kapan van Der Wijck adalah sebuah novel karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah
atau lebih dikenal dengan nama HAMKA. Novel ini pertama kali ditulis oleh HAMKA
sebagai cerita bersambung dalam sebuah majalah yang dipimpinnya, Pedoman
Masyarakat pada tahun 1938. Karya tersebut kemudian diterbitkan sebagai novel
pada tahun 1939. Dalam novel ini HAMKA mengkritik beberapa tradisi yang
dilakukan oleh masyarakat pada saat itu terutama mengenai kawin paksa.
TEKS 2
Tenggelamnya
Kapal van Der Wijck melukiskan suatu kisah cinta murni antara seorang anak muda
bernama Zainuddin dan Hayati yang dilandasi keikhlasan dan kesucian jiwa.
Berawal dari pertemuan tak sengaja di antara Zainuddin dan Hayati di jalan
waktu hujan turun. Itulah percintaan sepasang kekasih yang penuh derita ini
dimulai. Hubungan kasih Zainuddin dan Hayati tidak disetujui oleh ninik dan
mamak Hayati. Hayati akhirnya menikah dengan Azis. Cerita ini diakhiri dengan
kematian Hayati dan Zainudin yang tidak sempat bersatu dalam mahligai
pernikahan.
Dari
kedua teks di atas, teks yang dinyatakan teks sinopsis dengan alasan yang tepat
terdapat pada....
A.
Teks 1 karena memuat pengarangan, identitas buku, dan keunggulan novel.
B.
Teks 1 karena memuat pandangan HAMKA terhadap budaya masyarakat Minangkabau.
C.
Teks 1 karena memaparkan identitas buku dan riwayat kepengarangan HAMKA.
D.
Teks 2 karena memuat ringkasan cerita novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck.
E.
Teks 2 karena memuat keunggulan dan kelemahan
Tenggelamnya Kapal van Der Wijck.
25. Siang
terang karena matahari,
kalau
malam menjadi pekat.
Berbuatlah
baik setiap hari,
tetapi
janganlah berbuat jahat.
Nilai-nilai
dalam pantun tersebut yang sesuai dengan kehidupan saat ini adalah ...
A.
Jangan keluar rumah pada malam hari
B.
Berbuat baik hanya pada pagi hari
C.
Selalu berbuat baik setiap hari
D.
Waspadalah terhadap niat jahat
E.
Pada malam hari banyak kejahatan
26. Hanafi,
mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhaka dengan
lillaahitaala sudah rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa
seolah mencemooh pula, “Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu
akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah
juga yang banyak bersalah atas diriku.”
(Salah
Asuhan, Abdul Muis)
Berdasarkan
kutipan novel di atas, yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari adalah . . . .
A.
seorang ibu banyak berbuat salah pada anaknya
B. seorang ibu mengampuni kesalahan anaknya
C.
seorang ibu selalu didurhakai anaknya
D. seorang ibu selalu membimbing anaknya
E. Seorang ibu selalu marah marah pada anaknya.
27. Bacalah
dialog berikut dengan saksama!
Nita : Fik, kamu mengerti tidak akibat orang
yang suka mengonsumsi narkoba.
Ifik : Tahu kak. Kan sudah diajarkan dan
dijelaskan panjang lebar oleh dokter sekolah kami.
Nita : Tetapi, mengapa kamu tidak melarang
teman kamu si Kiki.
Ifik : Kakak Nita saja yang memberitahukan
karena kalau saya, tidak mau menurut.
Nita : Ya, kamu jangan mencontoh dia ya.
Kalau sudah tertangkap, menyesal juga tidak ada gunanya. Ibarat peribahasa
......
Peribahasa
yang tepat untuk melanjutkan dialog tersebut adalah ...
A.
Bergantung di akar lapuk
B.
Nasi sudah menjadi bubur
C.
Menangguk di air keruh
D.
Berumah di tepi pantai
E.
Besar kapal besar gelombang
28. Cermati
puisi berikut!
Do’a
dimedan laga
Berilah
kekuatan sekeras baja
Untuk
menghadapi dunia ini, untuk melayani zaman ini
Berilah
kesabaran seluas angkasa
Untuk
mengatasi siksaan ini, untuk melupakan derita ini
Berilah
kemampuan sekuat garuda
……..
Berilah
perasaan selembut sutera
Untuk
menjaga berhadapan ini, untuk mempertahankan kemanusiaan ini
Majas
yang tepat untuk melengkapi larik puisi tersebut adalah..
A.
Supaya terbang ke angkasa, supaya memiliki cerita gembira
B.
Supaya hati senang, supaya kita tenang dan riang
C.
Untuk melawan kekejaman ini, untuk menolak penindasan ini
D.
Untuk perhiasan, untuk mengisi bagian yang kosong dan
rumpang
E.
Agar bisa saling mengisi, agar bisa saling berbagi.
29. Cermati
puisi berikut ini !
Selamat
tinggal
aku berkaca ini muka penuh luka
siapa
punya ?
kudengar
seru menderu
dalam
hatiku?
apa hanya angin lalu ?
lagu
lain pula
menggelegar
tengah malam buta
Ah...!
menebal segala mengental segala tak ku tak
kukenal
selamat
tinggal...!!
Maksud
isi larik pertama puisi tersebut adalah ....
A.
Berhias diri
B.
Melihat kaca
C.
Melihat bayangan
D.
Rendah diri
E.
Mawas diri
30.
Barang
siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut
Makna
isi gurindam tersebut adalah...
A.
Orang yang meyakini adanya Tuhan takut berbuat dosa.
B.
Orang yang sudah mengenal Tuhan tidak akan takut salah
melangkah.
C.
Orang yang takut kepada Tuhan akan berusaha mengenal
Tuhan.
D.
Patuhi perintah Tuhan dengan mengenal segala ciptaann-
Nya.
E. Bila
sudah mengenal Tuhan, tentu ia tak tahu arti kata takut.
31. Cermatilah
ceriita berikut!
Teman
aku, Fakir, berkaca mata tebal (kadang) sangat menyebalkan.
melaluiataubersamaini bentuk badan tinggi dan gigi depan yang pecah, ia
terbilang bukan orang yang tampan. Setiap keberhasilan dan kebahagiaan orang
lain, selalu didiberi komentar oleh Fakir. Pokoknya kalau tidak berburuk
sangka, ia cenderung melecehkan lawan bicaranya atau sobat dekat-teman
dekatnya. Begitulah Fakir.
Amanat
yang sanggup diambil dari kisah tersebut yakni . . .
A.
Jangan berprasangka jelek terhadap keberhasilan orang
lain!
B.
Orang yang biasanya suka meremehkan orang lain biaaku
sombong!
C.
Orang pendiam belum tentu ia bodoh!
D.
Hendaklah ramah-tamah dalam bergaul!
E.
Janganlah berpura-pera cemburu terhadap keberhasilan
orang lain!
32. Bacalah
kutipan novel berikut dengan saksama!
"Jadi,
kita akan kuburkan dia di Sirnagara?" katanya pelan-pelan, setengah
ditujukan kepada dirinya sendiri. Soleha tidak bisa menjawab. Ia mau berpikir
panjang. Ia mau mengatakannya, tapi ia segera ingat pada yang lain." Tapi,
kita sudah kawinkan dia. Dan sekarang dia sudah jadi istri Sumarto. Apa yang
akan dikatakan oleh Sumarto?" Pikirannya makin tidak enak kalau mengingat
soal itu. Ia memang sudah keberatan ketika suami Soleha dipanggil orang dari
kampung sawah untuk mengobati Pak Murad. Sebagai mantri kesehatan di sekitar
itu memang tak ada dokter. Suami Soleha sering diminta pertolongan. Namun, ia
tahu betul Pak Murad ayah Murni. Murni sekarang menjanda karena suaminya
meninggal dunia. Suami Soleha saling mencintai dengan Murni ketika masih bujang
dan gadis. Mereka tak dapat melaksanakan niat hatinya sebab Murni dipaksa
kawin.
Konflik
yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ...
A.
Soleha perang batin sewaktu mau bicara dengan Sumarto.
B.
Pak Sumarto kebingungan sewaktu mau bicara dengan Soleha.
C.
Soleha tidak rela menguburkan jenazah anaknya di
Sirnagara.
D.
Pak Sumarto perang batin sewaktu akan menguburkan jenazah
istrinya.
E. Suami
Soleha dan Soleha perang mulut mengenai penguburan jenazah.
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Teks
1
|
Teks
2
|
Ada banyak Banun di perkampungan lereng bukit yang sejak dulu tanahnya
subur hingga tersohor sebagai daerah penghasilan padi kualitas nomer satu
itu. Pertama Banun dukuh patah tulang yang dangau usahanya kerap didatangi
laki-laki pekerja keras bila pinggang atau pangkal lengannya terkilir akibat
telampau bergairah mengayun cangkul. Disebut-sebut, kemampuan turun-temurun
Banun ini tak hanya mampu mengibatu patah tulang.
Danun, Damhuru
muhammad
|
Begitulah pentingnya Makaji. Tanpa campur tangannya, kenduri terasa
hambar, sehambar gulai kambing dan gulai rebung karena bumbu tak diracik oleh
tangan dingin lelaki itu. Makaji tidak pernah keberatan membantu keluarga
mana saja yang hendak menggelar pesta. Makaji tak pilih kasih, meski ia
satu-satunya juru masak yang masih tersisa di Lareh Panjang.
Juru Masak,
Danhuri Mugammad
|
33. Persamaan
unsur intrinsik kedua teks tersebut adalah....
A.
Menceritakan seseorang yang menjadi bahan pembicaraan di
lingkungannya.
B.
Banyak tokoh sebagai orang seperti Banun dan Juru Masak
C.
Pekerjaan dua tokoh cerita sangat berat.
D.
Hasil pekerjaan dua tokoh cerita sangat mengagumkan
E.
Latar kedua cerita berada di kelurga berbeda
34. (1) “Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela
kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya ceritakan kau jodoh yang lebih
bermartabat!”
(2)
“ Apa dia salah kalau ayahnya hanya juru masak?”
(3)
“ Jatuh martabat keluarga kita bila laki – laki itu jadi suamimu. Kau paham?””
(4)
“Derajat keluarga Azrial memang seumpama lutah tak berbatu, seperti sawah tak
berpematang, taka da yang bisa diandalkan.” (5) Tetapi, tidak patut rasanya,
Mangkudun memandang Azrial dengan sebelah mata. (6) Maka, dengan berat hati
Azrial melupakan Renggogeni. (7) Ia hengkan dari kampun, pergi membawa luka
hati.
Nilai budaya yang terdapat pada kutipan
tersebut adalah ….
A. Orang tua mencarikan jodoh untuk
pasangan anaknya yang sesuai.
B. Seorang kekasih meninggalkan
pasangannya karena miskin .
C. Keturunan harus dipertimbangkan
untuk mencari pasangan agar sepadan.
D. Laki – laki harus berhasil dalam
hidupnya sebelum mencari pasangan.
E. Orang tua berhak menolak jodoh yang
dipilih anaknya.
35. Teman
– teman Fajar tiba – tiba bersorak gembira. Namun, tidak jauh dari mereka
terlijat Daffa yang terkulai lemas karena laying – layangnya putus. Padahal,
Daffa sudah menggunakan berbagai strategi untuk memenangkan permainan layang –
layangnya melawan Fajar, tetapi kali ini ia tidak berhasil. Tidak lama senja
pun tiba. Ketika terdengar suara adzan, anak – anak membubarkan diri untuk
pergi ke masjid. Berita kemenangan Fajar
atas Daffa semakin menambah keyakinan anak – anak desa itu bahwa layang
– layang milik Fajar memang sakti.
Konflik
pada kutipan tersebut adalah ….
A.
Fajar kaget mendengar teman – temannya bersorak gembira.
B.
Daffa tidak berhasil mengalahkan Fajar dalam bermain
layangan.
C.
Daffa menggunakan strategi untuk mengalahkan Fajar.
D. Anak
– anak membubarkan diri karena mendengar adzan.
E. Anak – nak semakin yakin akan kesaktian layang – layang Fajar.
36. Seingatku,
setiap pagi, Ibulah yang memakaikan pakaianku yang berwarna merah dan putih
itu. (2) Dia pula yang menyisir rambutku, mengenakan topiku –yang juga merah-
dan akhirnya memelukku erat sebagai bekal hariku bersekolah. (3) Hari masih
terang tanah ketika sepeda Bapak terangguk – angguk menyusuri jalanan desa dan
diriku masih terkantuk – kantukdi boncengan menuju sekolah.
(4) Ketika sudah kudengar kicau burung dan
kubut mulai menyibak, kami sampai di mulut desa. (5) Sepda tua Bapak, dengan
karat di sana – sininya, masih meggerit – gerit, menuju kesekolahku. (6) “Di
sana nanti kamu akan tahu, mengapa kita seperti ini. (7) Dan kuharap Bapak
masih sempat menyaksikan kamu tidak seperti kami …” (8) Itu ucapannya yang
masih kuingat ada hari pertamaku sekolah.
Nilai
moral yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ……
A.
Kasih sayang orang tua.
B.
Hari pertama masuk sekolah.
C.
Mendukung anak untuk sekolah.
D.
Berangkat naik sekolah naik sepeda.
E.
Sayang terhadap orang tua.
37. Cermati
teks cerpen berikut!
Hati-hati
bus melaju dengan kecepatan tinggi. Malina berdiri sambil berpegangan pada
sandaran kursi, bergerak ke depan, ke arah sopir yang berambut sekusam debu.
(2) tepat di belakang sopir itu, ia
bertanya dengan suara yang sengaja dikeraskan: di mana tempat perhentian
terakhir bus ini. (3) Bus mendadak berhenti. (4) malina hampir saja tersungkur
ke depan dan ia bersungut-sungut. (5) sopir bus membalikkan badannya, menatap
malina dingin , sembari membelalakkan matanya.
Pembuktian
watak tokoh sopir yang emosional terdapat pada kalimat bernomor…
A.
(1) dan (2)
B.
(1) dan (3)
C.
(2) dan (4)
D.
(3) dan (5)
E.
(4) dan (5)
38. Bacalah
dengan seksama!
Kepala
sekolahnya adalah seorang pejabat penting, ibu Frischa namanya. Caranya ber-
make up jelas memperlihatkan dirinya sedang bertempur mati-matian melawan usia
dan tampak jelas pula, dalam pertempuran itu, beliau telah kalah. Ia seorang
wanita keras yang terpelajar, progresif, ambisius, dan sering habis-habisan
menghina sekolah kampung. Gerak-geriknya diatur sedemikian rupa sebagai
penegasan kelas sosialnya. Di dekatnya siapa pun akan merasa terintimidasi.
Kalau sempat berbicara dengan beliau, ia sama seperti orang melayu yang baru
belajar memasak, bumbunya cukup tiga macam: pembicaraan tentang
fasilitas-fasilitas sekolah PN, anggaran ekstrakurikuler jutaan rupiah, dan
tentang murid-muridnya yang telah menjadi dokter, insinyur, ahli ekonomi,
pengusaha, dan orang-orang sukses di kota atau di luar negeri.
(
Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Tokoh
Ibu Frischa yang angkuh dan sombong dideskripsikan melalui….
A.
Dialog antartokoh
B.
Lingkungan tokoh
C.
Pikiran tokoh
D.
Tindakan tokoh
E.
Uraian langsung
39. Cermati
dua kutipan cerpen berikut!
Cerpen
1
Sudah
20 tahun ia tidak pulang dan itu bukan waktu sekejap_ la menyadari benar hal itu.
Tapi kepedihan yang pernah menggores jiwanya itulah yang sulit diusir. la tetap
menyimpannya di tiap sudut hatinya yang rapuh.
‘Pulang
sajalah. Mungkin itu lebih baik bagimu,’ kata sang istri ketika surat senada
datang Iagi untuk kali kedua, ketujuh, dan entah keberapa lagi.
(Emak,
Engkos Kosasih)
Cerpen
2
Tanah
gembur ' berpasir demikian empuk terangkat mata cangkul. Sobekan matahari pukul
sebelas menyelinap di sela dahan mangga. Kebun mungil yang digadai Pak Usman
kuhiasi tanaman apa saja. Pada ljngkaran batas kebun dengan rimbunnya berderet
rumpunan pisang. pohon nangka, singkong, dan rambutan. Di sela pohon mangga
kutanami kunyit, kencur, temulawak, Iaos, cabe, tomat, dan beberapa jenis
tanaman buat kebutuhan dapur dan obat-obatan.
(“Sepasang
Mata TUa”dalam Lalat-Ialat dan Burung-burung Bangkai, N. Marewo)
Hal
dalam cerpen (1) yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah ……
A.
Sulit melupakan peristiwa yang telah melukai hati
B.
Jika sudah di rantau, sulit untuk pu|ang ke kampung
halaman
C.
Istri selalu memberikan solusi atas permasalahan suami
D.
Orang tua mengirimkan surat kepada anaknya di rantau
E.
Anak yang merantau selalu diminta pu|ang oleh orang tua
40. Cermatilah
ilustrasi berikut!
Novel
Memory in Sorong mengisahkan seorang gadis (Ajeng) mengembang
misi"penyelamatan keluarga" setelah tahu bahwa ibunya (Retno)
ditinggal kawin lagi oleh ayahnya (Himawan). Sambil menjalankan tugas sebagai
jurnalis televisi, Ajeng terbang ke Sorong untuk mencari Anneke--selingkuhan
sang ayah.
Penyajian
alur cerita terasa sangat biasa sehingga membaca novel ini tidak memberikan
sesuatu yang mendorong keingintahuan tentang peristiwa-peristiwa berikutnya.
Dengan kata lain, pembaca seakan bisa menebak kisah-kisah yang akan dilakukan
si tokoh sebagai lazimnya "perselingkuhan".
Kalimat
resensi yang menyatakan kelemahan dalam novel "Memory in Sorong"
adalah ....
A.
Misi jurnalis dalam cerita sesuatu yang sudah biasa dalam
kehidupannya
B.
Pengarang tidak mengakhiri ceritanya, tetapi menyerahkan
kepada pembaca
C.
Pengarang seakan kehilangan bahan untuk melanjutkan
peristiwa dalam cerita
D.
Kisah yang diungkapkan dalam cerita memberi kesan
mengulang cerita lama
E.
Alur cerita terasa biasa dan mudah ditebak si pembaca
kelanjutan ceritanya
41. Cermati
kutipan cerpen berikut!
"Penduduk
Dusun Seberang Sungai meminta kami membayar pajak," Pidin langsungpada
pokok persoalan.
"kenapa?"
tanya seorang lelaki berjenggot putih.
"Menurut
mereka, daerah pendulangan kami telah memasuki wilayah mereka," jawab
pidin.
"Apa
mereka lupa batas wilayah? Sudah
ketetapan pemerintah jika sungai kecil itumenjadi batas dusun dengan Dusun
Seberang Sungai?" potong Mah kimin.
"itu
sudah kami jelaskan. Tapi, mereka membantah Dan bersikeras menyodorkan
peraturan."
peraturan
apa?" burangsang. Mah Kimin.
"Kami
harus membayar sepuluh persen harga penjualan setiap pendapat satu emas.
Cerpen:"Batas", Helem Yahya
Ringkasan
kutipan cerpen tersebut yang tepat adalah ...
A.
Pendulang emas harus membayar pajak sepuluh persen dari
harga penjualan kepada Penduduk Dusun Seberang Sungai.
B.
Penduduk Dusun Seberang Sungai mengeluarkan pengaturan
baru yang berisi setiap pendulang emas harus menerima pajak.
C.
Setiap pendulang emas yang melewati batas penduduk Dusun
Seberang Sungai harus memberikan sebagian dari hasilnya.
D.
Pemerintah menetepkan bahwa Sungai kecil itu menjadi
batas antara penduduk dusun Seberang Sungai dengan Seberangnya.
E.
Pendulang emas setiap hari dalam mendulang selalu
melewati batas yang telah ditentukan pemerintah.
42. Perhatikan
puisi berikut!
Kami
dan Kalian
Kalian
tinggal dalam rumah kebodohan (1)
Karena
dalam rumah ini (2)
Tiada
cermin kaca buat memandang jiwa (3)
Kami
menghela napas panjang (4)
Dan
dari keluhan ini (5)
Terbitlah
bisikan bunga-bunga (6)
Karya:
Khalil Gibran
Kalimat
bermajas pada puisi di atas terdapat pada larik ke-....
A.
1 dan 2
B.
1 dan 3
C.
1 dan 6
D.
2 dan 3
E.
4 dan 6
43. Cermailah
kutipan novel berikut!
Hanya
beberapa jengkal di luar lingkaran tembok tersaji pemandangan kontras seperti
langit dan bumi. Berlebihan jika disebut daerah kumuh, tapi tak keliru jika
diumpamakan kota yang dilanda gerhana berkepanjangan sejak era pencerahan
revolusi industri.
Kutipan
novel tersebut mengandung majas ….
A. ironi D.
metafora
B. simile E.
personifikasi
C. repetisi
44. Bacalah
kutipan cerpen berikut!
Sepanjang
perjalanan pulang, pikiran saya tidak pernah lepas dari sahabat saya yang baik
itu. Saya malu. Saya sebagai sahabat, saya merasa belum pernah berbuat baik
kepadanya. Tidak pula yakin akan mampu melakukan seperti yang dilakukannya
untuk menolong saya di malam itu. Dia telah membuktikan bahwa keberanian dan
rasa tanggung jawab yang besar bisa timbul dari sebuah persahabatan yang tulus.
Mata saya kemudian melirik seragam dinas yang tersampir disandaran jok
belakang. Sebagai jaksa yang baru saja menangani satu kasus perdata, seragam
itu belum bisa membuat saya bangga. Nilainya jelas jauh lebih kecil dibanding
nilai persahabatan yang saya dapatkan dari sebuah seragam cokelat pramuka.
Namun dia tidak tahu, dengan seragam dinas itu, sayalah yang akan mengeksekusi
pengosongan tanah dan rumahnya.
Seragam, Aris Kurniawan Basuki
Amanat
tersurat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
A.
Berbuat baik pada sahabat sebelum terlambat.
B.
Kebaikan harus
dibalas dengan kebaikan.
C.
Saling menolong antarsahabat tanpa mengharapkan balasan.
D.
Persahabatan dan pekerjaan adalah dua hal yang tidak
dapat dicampuradukkan.
E. Keberanian
dan rasa tanggung jawab yang besar bisa timbul dari sebuah persahabatan yang tulus.
45. Bacalah
kutipan novel berikut!
Suatu
pagi, ketika murid-murid sedang
bermain-main dihalaman sekolah. Kepala Sekolah berkata, “Ini teman baru kalian. Nama keluarganya Takahashi. Dia akan
bergabung dengan anak-anak kelas satu.”
Anak-anak, termasuk Totto-chan,
memandangi Takahashi. Anak itu melepas topinya, membungkuk menghormat , dan
berkata malu-malu, “Senang berkenalan dengan kalian.”
Totto-chan:
Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi
Nilai
budaya yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah …
A.
Kerukunan antar siswa di sekolah.
B.
Siswa baru menjadi pusat perhatian.
C.
Tradisi membungkukkan badan untuk memberi hormat.
D.
Siswa bermain di halaman sekolah dengan rukun.
E.
Keapala sekolah memperkenalkan murid baru.
46. Bacalah
kutipan novel berikut!
Iseng saja, aku mendekat ke jendela kaca dan
menyentuh permukaannya dengan ujung telunjuk kananku. Hawa dingin segera menjalari
wajah dan lengan kananku tegak. Dari balik tirai tipis di lantai empat ini,
salju tampak turun menggumpal-gumpal seperti kapas yang dituang dari langit.
Ketukan-ketukan halus terdengar setiap kali gumpal salju menyentuh kaca di
depanku. Matahari sore menggantung condong ke Barat berbentuk piring putih
susu.
Tidak jauh, tampak The Capitol, gedung
parlemen Amerika Serikat yang anggun putih gading, bergaya klasik dengan tonggak-tonggak besar.
Kubah raksasanya yang berundak-undak semakin memutih ditaburi salju, bagai
mengenakan kopiah haji.
Negeri Lima Menara, A Fuadi
Kutipan
novel tersebut menunjukan tahapan....
A.
abstrak
B.
orientasi
C.
komplikasi
D.
evaluasi
E.
koda
47. Cermatilah
kutipan cerpen berikut!
(1) Sementara Kadek Sukasti, memilih tetap
tinggal dan duduk di beranda menemani Luh Manik. (2) Ia juga sedang berfikir
turut serta mencari kerja ke Jakarta. (3) Kebetulan, menurut ayahnya,
seorang saudara jauh yang dulu tinggal
di Denpasar, (4) sudah dua tahun ini pindah tugas di Jakarta. (5) Bisa saja ia
tinggal di sana, sementara menunggu pekerjaan.
Bunga Jepun, Putu Fajar Arcana
Bukti
latar tempat kutipan cerpen tersebut adalah beranda ditunjukan oleh nomor....
A.
(1)
B.
(2)
C.
(3)
D.
(4)
E.
(5)
48. Bacalah
kutipan cerpen berikut!
“Berguling! Berguling!” terdengar teriakannya
sembari melepaskan seragam cokelatnya untuk dipakai menyabet pinggung saya.
Saya menurut kepada kepanikan. Tidak saya rasakan kerasnya tanah persawahan
atau tunggak-tunggak batang padi yang menusuk-nusuk tubuh dan wajah saat
berguling. Pikiran saya hanya terfokus pada api dan tak sempat untuk berfikir
bahwa saat itu saya akan bisa mendapat luka yang lebih banyak karena gerakan
itu. Sulit dilukiskan rasa takut yang saya rasakan. Malam yang saya pikir akan
menyenangkan justru berubah menjadi teror yang mencekam!
Ketika
akhirnya api padam, saya rasakan pedih yang luar biasa menjalar dari punggung
hingga ke leher. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya, sementara sebagian
kain yang gosong menyatu dengan kulit. Sahabat saya itu tanggap melingkupi
tubuh saya dengan seragam cokelatnya saat melihat saya mulai menangis dan
menggigil antara kesakitan dan kedinginan. Lalu, dengan suara bergetar, dia
mencoba membuat isyarat dengan mulutnya. Sayang, tidak seorang pun yang
mendekat dan dia sendiri kemudian mengakui bahwa kami telah terlalu jauh
berjalan. Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya
di atas punggungnya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap
tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab jawab yang besar
seperti memberinya kekuatan berlipat. Sayang, sesampainya dirumah, bukan lain
yang didapatnya kecuali caci maki Ayah dan Ibu. Pipinya sempat pula kena tampar
Ayah yang murka.
Seragam,
Aris Kurniawan Basuki
Keterkaitan
isi kutipan cerpen tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah...
A.
Orang yang gemar menindas orang lain.
B.
Orang yang tanggap memberikan bantuan pada pihak yang
terkena musibah.
C.
Orang yang kehilangan pemikirannya karena panik.
D.
Orang yang merasa ketakutan.
E.
Orang yang gemar menimpakan kesalah pada orang lain
49. Cermatilah
kutipan resensi novel berikut!
Tema
persahabatan cerita yang disajikan dalam novel
5 cm menarik, yakni mengenai yang dibalut oleh petualangan. Bahasa yang
digunakan dalam novel ini adalah bahasa populer sehingga mudah untuk
dimengerti. Selain itu, alur cerita terasa mengalir sehingga pembaca merasa
penasaran dan ingin segera menyelesaikan buku ini. Novel ini pun penuh dengan
nilai-nilai yang mampu memotivasi pembaca agar bisa mengejar impian mereka dan
membuat jadi nyata. Disamping itu, novel
5 cm mempunyai karakter yang cukup kuat, yakni penuh dialog-dialog yang
filosofis dan berisi kisah-kisah yang inspirational. Dhirgantoro sangat fasih
dalam menggambarkan alur sehingga pembaca seolah turut serta menikmati
Rangkaian peristiwa yang dihadirkan dalam novel. Meskipun demikian, akhir
cerita novel ini terasa begitu dipaksakan dan kurang realistis, yakni
pembentukan keluarga antar tokoh utama dan penggambaran anak-anak mereka yang
sebaya dan mewarisi sifat-sifat orang tuanya.
Kalimat yang menyatakan kelemahan
karya sastra berdasarkan kutipan resensi novel tersebut adalah...
A. Masa ini penuh dengan nilai-nilai
yang mampu memotivasi pembaca.
B. Akhir cerita novel memenuhi rasa
keingintahuan pembaca atas rangkaian peristiwa yang terjadi.
C. Novel ini memiliki bagian resolusi
yang kurang logis dan terkesan terlalu dipaksakan.
D. Bahasa yang digunakan dalam novel
ini adalah bahasa populer sehingga mudah untuk dimengerti Meskipun tidak sesuai dengan tata bahasa.
E. Tema cerita yang disajikan menarik
yakni mengenai persahabatan yang dibalut oleh petualangan.
50. Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sekali hari aku datang pula mengupah Kakek. Biasanya
Kakek gembira menerimaku, karena aku suka memberinya uang. Tapi sekali ini
Kakek begitu muram. Di sudut benar ia duduk dengan lututnya menegak menopang
tangan dan dagunya. Pandangannya sayu ke depan, seolah-olah ada sesuatu yang
yang mengamuk pikirannya. Sebuah belek susu yang berisi minyak kelapa, sebuah
asahan halus, kulit sol panjang, dan pisau cukur tua berserakan di sekitar kaki
Kakek. Tidak pernah aku melihat Kakek begitu durja dan belum pernah salamku tak
disahutinya seperti saat itu. Kemudian aku duduk disampingnya dan aku jamah
pisau itu. Dan aku tanya Kakek,
“Pisau siapa, Kek?”
“Ajo Sidi.”
“Ajo Sidi?”
Kakek tak menyahut. Maka aku ingat Ajo Sidi, si pembual
itu. Sudah lama aku tak ketemu dia. Dan aku ingin ketemu dia lagi. Aku senang
mendengar bualannya. Ajo Sidi bisa mengikat orang-orang dengan bualannya yang
aneh-aneh sepanjang hari. Tapi ini jarang terjadi karena ia begitu sibuk dengan
pekerjaannya. Sebagai pembual, sukses terbesar baginya ialah karena semua
pelakupelaku yang diceritakannya menjadi model orang untuk diejek dan ceritanya
menjadi pameo akhirnya. Ada-ada saja orang-orang di sekitar kampungku yang
cocok dengan watak pelakupelaku ceritanya. Ketika sekali ia menceritakan
bagaimana sifat seekor katak, dan kebetulan ada pula seorang yang ketagihan
menjadi pemimpin berkelakuan seperti katak itu, maka untuk selanjutnya pimpinan
tersebut kami sebut pimpinan katak.
Tiba-tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatang Ajo Sidi
kepadanya. Apakah Ajo Sidi telah membuat bualan tentang Kakek? Dan bualan
itukah yang mendurjakan Kakek? Aku ingin tahu. Lalu aku tanya Kakek lagi. “Apa
ceritanya, Kek?”
“Siapa?”
“Ajo Sidi.”
“Kurang ajar dia,” Kakek menjawab.
“Kenapa?”
“Mudah-mudahan pisau cukur ini, yang kuasah tajam-tajam
ini, menggoroh tenggorokannya.”
“Kakek marah?”
“Marah? Ya, kalau aku masih muda, tapi aku sudah tua.
Orang tua menahan ragam. Sudah lama aku tak marah-marah lagi. Takut aku kalau
imanku rusak karenanya, ibadatku rusak karenanya. Sudah begitu lama aku berbuat
baik, beribadat, bertawakal kepada Tuhan. Sudah begitu lama aku menyerahkan
diri kepada-Nya. Dan Tuhan akan mengasihi orang yang sabar dan tawakal.”
Ringkasan yang tepat untuk kutipan cerpen tersebut
adalah...
A. Hari itu, aku
pergi ke surau, tetapi kakek tampak muram, bahkan begitu durja hingga tidak
menjawab salamku. Ketika kutanya apa yang terjadi, Kakek hanya diam, lantas aku
menerka-nerka bahwa mungkin Kakek seperyi ini karena Ajo Sidi, si pembual itu.
B. Hari itu, aku pergi ke surau,
tetapi kakek tampak muram, bahkan begitu durja hingga tidak menjawab salamku.
Setelah itu, Kakek menceritakan semuanya padaku tanpa kuminya, akhirnya aku
tahu bahwa perangai kakek disebabkan oleh Ajo Sidi. Bualan Ajo Sidi telah
membuat Kakek marah hingga ia mengatakan bahwa ia ingin menggoroh tenggorokan
Ajo Sidi.
C. Hari itu, aku datang untuk mengupah
Kakek. Biasanya, Kakek gembira menerimaku karena aku suka memberinya uang. Tapi
sekali ini Kakek begitu muram. Tidak pernah Kakek sedurja itu sebelumnya hingga
salamku tidak disahutinya. Setelah mengambil pisau dari dekat kaki Kakek, aku
baru tahu bahwa sebelum kedatanganku, Ajo Sidi telah tiba disana lebih dulu.
D. Aku hendak mengupah Kakek, tetapi
sekwli itu Kakek begitu suram, bahkan sangat durja hingga tak menjawab salamku.
Kuambil pisau dari dekat kaki kakek, pisau itu milim Ajo sidi, si pembual yang
selalu mengikat orang-orang di sekitar kampungku dengan bualannya. Aku diam,
lantas menerka-nerka bahwa mungkin Ajo Sidi-lah penyebab kedurjaan Kakek.
E. Aku hendak mengupah Kakek.
Biasanya, Kakek gembira menerimaku karena aku suka memberinya uang, tetapi
sekali itu Kakek begitu suram, bahkan sangat durja hingga tak menjawab salamku.
Kuambil dari dekat kaki Kakek, pisau itu milik Ajo Sidi, si pembual yang selalu
mengikat orang-orang di sekitar kampungku dengan bulannya. Setelah bertanya
pada Kakek, baru kutahu bahwa kekurangajaran Ajo Sidi-lah penyebab kemanrahan
Kakek hingga ia mengatakan ingin menggoroh lehernya.
============================== Selamat Mengerjakan ==================================
No comments:
Post a Comment