Followers

Friday, December 7, 2018

ISU-ISU PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA




BAB  1

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Masalah

Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu Bangsa begitu salah satu  butir yang terdapat didalam teks sumpah pemuda, artinya bahwa bahasa Indonesia wajib di kuasai oleh semua warga Negara Indonesia baik lisan maupun tulisan, pada umumnya semua warga Indonesia yang sudah mulai belajar berbicara sebaiknya langsung dikenalkan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa nasionall disamping bahasa daerahnya, agar ketika sudah bisa berbicara dengan lancar maka tidak akan begitu keliru dengan bahasa nasionalnya.

            Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib di pelajari oleh semua siswa disekolah, mulai dari tingkat SD sampai SMA, dengan harapan siswa mampu memahami, menguasai dan dapat mengimplementasikan keterampilan berbahasa seperti menyimak, membaca, menulis dan berbicara dan ditingkat SMP dan SMA ditambah dengan mempelajari kesusastraan seperti membuat cerpen, puisi, resensi film dll, selama itu pula pelajaran bahasa Indonesia menemani mereka, tetapi jika melihat hasil nilai yang ditunjukkan ternyata masih rendah. lalu, mengapa nilai bahasa Indonesia masih rendah? semua ini jelas perlu dikaji lebih jauh baik oleh guru sebagai pemberi materi disekolah, kepala sekolah, orang tua,lingkungan bahkan pemerintah turut bertanggung jawab terhadap rendahnya Bahasa Indonesia dikalangan siswa.

            Dalam makalah ini penulis akan menguraikan” permasalahan yang dihadapi oleh siswa dan guru dalam mempelajari bahasa dan sastra Indonesia di tingkat SMA.

1.2  Rumusan Masalah

    adapun rumusan masalah nya :

  1. Apakah problematika pembelajaran bahasa indonesia di SMA ?
  2. Bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi guru dalam melaksanakan  pembelajaran bahasa Indonesia disekolah?
  3. Bagaimana penggunaan metode pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat SMA 

1.3 Tujuan

    a. Untuk mengetahui problematika  pengajaran Bahasa Indonesia  di SMA

    b. Untuk mengetahui cara  mengatasi masalah yang dihadapi guru dalam   melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia.

    c. Mengetahui pengunaan metode pembelajaran bahasa Indonesia.

1.4. Manfaat Penelitian

     a. setelah mengetahui prroblematika pengajaran bahasa Indonesia di SMA diharapkan guru atau siswa lebih memahami fungsi bahasa Indonesia.

     b. mendapatkan solusi dari masalah-masalah yang dihadapi guru dan siswa selama pembelajaran di SMA

     c. menggunakan metode pembelajaran bahasa Indonesia yang tepat.



BAB II

HASIL PENELITIAN



2.1 Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA / MA

           Belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi  dan belajar sastra adalah belajar  menghargai  dan nilai-nilai kemanusiaannya, oleh karena itu pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan  untuk meningkatkan kemampuan  berkomunikasi dalam  bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tertulis serta menimbulkan  penghargaan terhadap hasil cipta manusia Indonesia,

           

            kehadiran kurikulum 13 merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2006  atau KTSP (kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) telah membawa perubahan yang mendasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, pada kurikulum 2006, mata pelajaran bahsa Indonesia lebih mengedepankan pada keterampilan berbahasa(dan sastra) sedangkan dalam Kurikulum 13, pembelajaran bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menalar, perubahan ini terjadi dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa kemampuan menalar peserta didik Indonesia masih rendah



            Anggapan siswa selama ini  bahwa pelajaran Bahasa dan sastra Indonesia merupakan mata pelajaran yang gampang saja. Bahkan, tidak jarang siswa-siswa kita menganggap remeh mengenai keberadaan bahasa dan sastra Indonesia sehingga kerapkali mereka tidak terlalu antusias untuk mendalami atau menggeluti ilmu bahasa dan sastra Indonesia, padahal jika dikaji lebih mendalam, pelajaran bahasa dan sastra Indonesia  sebenarnya cukup sulit. Buktinya, banyak hasil UN yang rendah atau kurang bagus,



            Hakikatnya, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia disekolah ditujukan untuk menumbuhkan kepedulian kepada siswa, guru dan warga sekolah lainnya  terhadap keberadaan bahasa dan sastra Indonesia sebagai alat komunikasi       



            Dalam tulisan ini, penulis akan menguraikan hal-hal yang perlu dilakukan oleh pengajar atau pemerhati masalah pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia guna menciptakan atau mewujudkan suasana pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia



a. Problemátika pembelajaran Bahasa indonesia

         Pada dasarnya hubungan bahasa dengan sastra Indonesia serupa sisi mata sekeping uang logam saling berkaitan satu sama lain, artinya tidak dapat dipisahkan, sastra merupakan sistem  tanda yang mempunyai makna dengan bahasa sebagai mediumnya (pradopo, 1995),  rendahnya minat siswa untuk mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia disekolah. Setidaknya disebabkan oleh beberapa hal , yaitu :

  1. Permasalahan Pembelajaran

  1. Pada saat pembelajaran masih ada siswa yang memainkan alat komunikasi berupa handphone
  2. Buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh,
    2. Permasalahan guru
        a.  pembelajaran berpusat pada guru ( Teacher Center)
            pada proses pembelajaran sepeti ini guru hanya melakukan transper ilmu saja hal       ini akan menyebabkan guru menjadi lelah, mengakibat kan kebosanan pada siswa  hingga akhirnya interaktif antara guru dan siswa menjadi rendah.
       b. beban Administrasi guru
        Selama ini guru disibukkan oleh persiapan administrasinya yang cukup  menyita waktu dalam penyusunannya, sehingga kewajibannya masuk kelas untuk memberikan pelajaran terabaikan.
    c. metode pembelajaran monoton
     faktor lain yang menyebabkan kemampuan siswa rendah dalam berbahasa indonesia adalah  metode pembelajaran yang digunakan oleh guru , Poejinoegroho (2008 )  menyatakan bahwa para guru kurang kreativitas dalam menciptakan metode pembelajaran yang dapat menyenangkan siswanya.guru yang hebat adalah tidak hanya mengajar tetapi mampu membangkitkan kecintaaannya terhadap bahasa Indonesia. Banyak guru yang tidak cerdas sehingga tidak mampu membangkitkan semangat belajar, sehingga belajar bahasa Indonesia menjemukan.
    d. guru tidak bisa menulis
     Istilah “guru wajib digugu dan ditiru” sepertinya pribahasa itu benar adanya, artinya apapun yang dilakukan guru siswa mengikuti tetapi kegiatan yang positif tentunya, dan salah satu aspek ketrampilan berbahasa adalah menulis, siswa banyak yang tidak suka menulis bahkan membaca karena guru jarang memberikan contoh hasil dari membaca atau menulisnya, jika guru menunjukkan hasil karyanya  dari  menulis atau membaca,niscaya siswa sedikitnya akan termotivasi akan kegiatan yang sama karena dalam hal membaca dan menulis baik sastra ataupun non sastra, dan guru  selalu memberikan teori saja yang membuat siswa jenuh.

  1. Banyaknya program pemerintah yang sekarang sedang dilakukan
          diantaranya  Daring pembelajaran on in/in on in, PKG, penjaringan PLPG dengan  sistem on line 
  2. Penampilan guru
        senang kepada gurunya otomatis menyenangi pelajarannya, ungkapan itu bisa dibuktikan karena ternyata penampilan guru baik ketika menyampaikan pelajaran atau penampilan fisik berpengaruh terhadap pelajaran bahasa.
    3. Permasalahan siswa
    Siswa merupakan subjek utama ketika KBM , ada beberapa kendala dari siswa dalam mengajarkan pembelajaran Bahasa Indonesia

  1. siswa menyepelekan bahasa Indonesia karena merasa sudah mampu atau sudah bisa berbahasa Indonesia jadi tidak perlu dipelajari lagi.
  2. Kurangnya referensi siswa dalam bahan ajar
  3. siswa yang malas membaca buku (literasi rendah)
  4. kurang termotivasi dalam belajar karena berbagai faktor antara lain; lingkungan     sekolah, keluarga maupun lingkungan sekitar
  5. bersikap atau kebiasaan buruk dalam belajar misalnya sering menunda-nunda tugas, mengulur - waktu, membenci guru, tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak diketahuinya
  6. siswa lebih banyak menggunakan bahasa daerah secara lisan baik ketika KBM
       Bahasa  Indonesia merupakan bahasa Nasional sehingga seluruh warga Indonesia wajib   memahami dan mampu mengucapkan bahasa tersebut, sesuai dengan amanat UUD 45 bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan, dilain pihak ada bahasa daerah sebagai bahasa ibu yang tentunya sudah diperkenalkan juga kepada anak-anak sejak lahir oleh orang tuanya masing-masing,sehingga siswa lebih banyak menggunakan bahasa daerah secara lisan baik ketika KBM ataupun komunikasi sehari-hari disekolah, seperti siswa kami sebagian siswa lebih mudah menyampaikan ide atau gagasan atau ketika bertanya menggunakan bahasa daerah (sunda)

  1. Permasalah Kurikulum
    Keseragaman kurikulum
          kurikulum disusun pusat hanya ada satu macam, kurikulum itu berlaku untuk seluruh wilayah indonesia, termasuk daerah terpencil dan tertinggal, sekolah dan guru tidak diberi pilihan, untuk menyusun kurikulum sesuai dengan potensi atau keadaan daerahnya maisng-masing, selain itu materi yang terdapat didalamnya cukup banyak, sehingga materi tersebut harus diselesaikan oleh guru sesuai dengan isi silabus yang sudah disediakan, hal ini bisa mematikan kreatifitas dan memasung kemampuan guru dalam menyampaikan materi pembahasan sesuai kemampuannya
    Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam usaha pencapaian tujuan pendidikan, peran kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah sangatlah strategis. Bahkan kurikulum memiliki kedudukan dan posisi yang sangat sentral dalam keseluruhan proses pendidikan, serta kurikulum merupakan syarat mutlak dan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri, karena peran kurikulum sangat penting maka, menjadi tanggung jawab semua pihak yang terkait dala proses pendidikan.
  2. Permasalahan Model Pembelajaran

  1. Kurangnya  fariasi dalam model pembelajaran
  2. ketimpangan antara pembelajaran dengan kehidupan nyata.
    Penulis banyak menemukan ketimpangan atau kesalahan penulisan dalam kalimat, misalnya dalam surat Dinas, atau surat resmi lainnya. Atau dalam tutur langsung banyak para pejabat ketika berpidato sering terjadi kesalahan dalam penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar.

  1. Permasalahan Sarana/Fasilitas
      Sarana belajar
         Pemanfaatan sarana belajar yang baik akan memudahkan anak dalam melakukan aktivitas belajar sehingga anak lebih semangat dalam belajar, sebaliknya, dengan kurangnya sarana belajar, akan mengakibatkan anak kurang semangat dalam belajar hal ini tentu saja akan mempengaruhi prestasi belajar siswa.
         Sarana atau fasilitas belajar sangat mendukung terhadap perkembangan belajar siswa,  antara lain :
        a. Perpustakaan
             studi pustaka merupakan salah satu metode belajar yang memudahkan siswa untuk meningkatkan literasi, tapi jika buku-buku di perpustakaan tidak memadai atau tidak lengkap maka agak sulit meningkatkan  literasi disekolah.
         b. alat peraga tidak langsung
             alat peraga membantu meningkatkan kualitas belajar siswa dikelas, agar siswa semangat dalam menerima materi maka guru harus mempersiapkan alat peraga, selain guru itu sendiri, alat bantu lain juga dibutuhkan, seperti infocus, media gambar, media internet dll yang tentunya disesuaikan dengan mata pelajaran.
    B. MENGATASI PROBLEMATIKA DISEKOLAH
    1. Solusi Problematika Pembelajaran

  1. Generasi sekarang memang tidak pernah ketinggalan dengan teknologi terutama handphone sehingga siswa pun pada saat pembelajaran masih ada yang menggunakan handphone maka solusi dari penggunaan handphone tersebut  bisa dilibatkan dalam pembelajaran misalnya dengan mencari materi yang sedang diajarkan.
  2. Membuat bahan ajar sendiri untuk mengatasi buku yang sulit di dapatkan. Misalnya guru membuat modul pembelajaran Pengadaan bahan ajar dapat dilakukan  sendiri oleh guru atau pengajar. Menurut Suryosubroto (1983) dalam Made Wena (2009:233-234)

  1. Solusi Problematika Guru

         pada era ini dalam melaksanakan profesinya, Guru dituntut  untuk meningkatkan  profesionalitasnya. Menurut para ahli profesionalisme  menekankan kepada penguasan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen beserta strategi penerapannnya.Maister (1997) mengemukakan bahwa profesionalisme bukan sekedar pengetahuan  teknologi dan manajemen tetapi lebih merupakan sikap.guru yang profesional dipersyaratkan mempunyai :

  1. Dasar ilmu yang kuat sebagai pengejewantahan ilmu terhadap masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan di era globalisasi.
  2. Penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset artinya tidak hanya mengedepankan konsep saja.
  3. Mengembangkan kemampuan profesi berkelanjutan, profesi guru merupakan profesi yang berkembang terus menerus dan berkesinambungan antara LPTK dengan prakter pendidikan.
  4. Mampu mengembangkan dan membangkitkan semangat siswa dengan saint dan teknologi.
  5. Guru harus memiliki literasi informasi, literasi media, dan literasi ICT yang nantinya akan berguna dalam mengembangkan kompetensinya
  6. Guru harus mempunyai ”Jurnal guru” yang berisi catatan harian kegiatan belajar bahasa Indonesia dikelas, agar bisa mengetahui kekurangan pembelajaran yang terjadi pada siswa setiap hari.
  7. Guru harus inovatif dan cerdas dalam menggunakan metode pembelajaran dikelas,agar siswa tidak jenuh dan bosan dalam belajar bahasa Indonesia, misalnya media pembelajaran, metode belajar,  
  8.   Mencari inovasi baru melalui membaca buku adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru dalam rangka meingkatkan kemampuannya.
  9. Mengikuti seminar atau MGMP bahasa Indonesia dan kegiatan lainnya yang dapat membantu meningkatkan pengetahuan berbahasa Indonesia.
  10. Guru mampu menyelesaikan Administrasi sekolah tanpa harus meninggalkan kelas dan siswanya dengan cara tidak dikerjakan dalam waktu singkat tetapi dikerjakan diwaktu senggang.
  11. Guru harus bisa membuat siswa senang belajar dengannya, artinya media dan metode belajar harus mampu memberikan semangat kepada siswa, guru tidak melulu menggunakan metode ceramah. Tapi menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu yang sesuai denga karakteristik siswa
  12. Guru harus meneliti kembali apa penyebab siswa tidak bersemangat dalam pembelajaran bahasa Indonesia, apakah karena pembelajaran yang monoton, tidak bervariasi, sehingga anak bosan dan jenuh mengikuti pelajaran, jika benar itu penyebabnya, maka guru harus memperbaiki diri mengubah pola pembelajaran yang membosankan.

  1. Solusi Problematika siswa

      Masalah yang diungkapkan dan dialami guru bahasa indonesia diatas, kemungkinan juga menjadi masalah disekolah/ satuan pendidikan lain.untuk mengatasi maslah yang dihadapi siswa dalam belajar bahasa indonesia maka  guru harus melakukan beberapa hal, diantaranya :

  1. Penggunaan bahasa daerah masih terbawa kedalam proses pembelajaran, untuk mngatasi hal tersebut siswa perlu diwajibkan menggunakan bahasa indonesia ketika KBM bahasa Indonesia berlangsung, siswa harus lebih banyak membuka kamus bahasa indonesia untuk mempelajari kosa kata bahasa indonesia,alangkah bagusnya jika siswa terbiasa mendengarkan atau tampil ke  depan menggunakan bahasa indonesia.
  2. Membaca buku, sepertinya merupakan hal yang menakutkan bagi siswa, sepertinya buku membuat siswa trauma, buku membuat siswa pusing kepala, membaca buku membuat siswa tidak gaul, membaca buku membuat siswa terpenjara oleh waktu, membaca buku membuat siswa tidak punya teman, oleh karena itu untuk memotivasi siswa membaca buku, maka guru mewajibkan siswa membaca buku misalnya :

  1. Membaca buku 1 bulan minimal 3 buku
  2. Memberi hadiah sebagai bentuk apresiasi
  3. Bersama-sama sebelum belajar dimulai membaca buku setiap hari.

  1. Untuk menghindari bahasa daerah yang dominan ketika KBM berlangsung, maka   guru mewajibkan siswa selalu menggunakan bahasa Indonesia di kelas atau dilingkungan sekolah.
  2. Siswa diwajibkan menjadi anggota perpustakaan, dengan harapan bisa sering membaca buku
  3. Libatkan siswa dalam pembuatan media pembelajaran, supaya siswa lebih menyenangi pembelajaran Bahasa Indonesia
  4. Gunakan handphone untuk mencari materi pada saat pembelajaran, jangan biarkan siswa menggunakan handphone untuk keperluan yang lain.
  5. Supaya tidak jenuh dengan pembelajaran silahkan lakukan ice break/selingan misalnya dengan permainan atau yang lainnya.
  6. Sekali-kali  ajak siswa belajar di luar kelas
  7. Siswa berkreasi
  8. Siswa belajar Ujian secara On Line

  1. Solusi Problematika  Kurikulum

Permasalahan kurikulum memang suka berganti-ganti oleh karena itu harus adanya kerja sama dan musyawarah antara guru mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah atau di MGMP.

  1. Solusi Problematika Model Pembelajaran

Model pembelajaran hendaknya bersahabat dengan pemakainya. Setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon, mengakses sesuai dengan keinginan. Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti serta menggunakan istilah yang umum. 

6.  Solusi Problematika Fasilitas/ Sarana

  Agar pembelajaran berhasil dengan baik dan maksimal, selain kompetensi guru dan siswa yang aktif, maka sarana dan prasarana dari sekolah juga sangat mendukung kegiatan KBM, untuk itu sebaiknya sarana dan prasana sekolah memadai sesuai kebutuhan siswa.

 Setiap mata pelajaran memiliki karakter yang berbeda dengan pelajaran lainnya. Dengan demikian ,masing-masing mata pelajaran juga memerlukan sarana pembelajaran yang berbeda pula, dalam menyelenggarakan pembelajaan guru pastinya memerlukan sarana yang mendukung kinerjanya sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan menarik, dengan dukungan sarana pembelajaran yang menarik dan memadai, guru tidak hanya menyampaikan materi secara lisan, tetapi juga dengan tulis dan peragaan sesuai dengan sarana dan prasarana yang telah disiapkan guru.

  1. Ruangan kelas
    Sangatlah memprihatinkan jika kita melihat banyak siswa yang harus belajar diluar ruangan, karena tidak kebagian ruangan kelas karena siswanya banyak sementara ruangan kelas sempit, atau karena tidak ada ruangan karena gedung sekolah rusak,sebaiknya jika sekolah membatasi penerimaan jumlah siswa sesuai jumlah ruangan agar tidak terjadi kelebihan muatan, sehingga belajarpun nyaman, atau ruangan kelas yang tidak bersih membuat malas belajar, siswa kadang malas membersihkan ruangannya sebaiknya siswa lebih rajin membersihkan ruangannya.
  2. Perpustakaan belajar
    Keberadaan perpustakaan sebagai sarana pendukung belajar disuatu sekolah selama ini menjadi sorotan, tujuan kegiatan perpustakaan adalah  untuk menumbuhkan minat baca pemustaka, memperkenalkan teknologi informasi, membiasakan akses informasi secara mandiri serta menumbuhkan bakat dan minat pemustaka,jika dilihat keterkaitan dengan proses belajar mengajar disekolah, perpustakaan sekolah memberikan sumbangan yang sangat berharga dalam upaya meningkatkan aktivitas serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran
  3. Adanya Pojok Literasi
    Pojok literasi adalah sebagai sumber untuk membaca selain perpustakaan atau tambahan untuk memotivasi siswa mau membaca. Pojok literasi berada di pojok-pojok ruang kelas.
  4. Mading hasil Karya Siswa
    Mading (majalah dinding) adalah salah satu tempat kreasi siswa untuk mengembangkan bakat atau hasil karya nya sehingga di fublikasikan kepada orang lain.
  5. Alat peraga
    Alat peraga merupakan alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa benda ataupun perbuatan dari tingkatannya paling kongrit sampai ke yang paling abstrak seperti : Film, gambar, slide, foto, sketsa, dan bagan.
  6. Membuat Pohon Bacaan
    Dibuatkan pohon bacaan supaya siswa bisa mengetahui berapa banyak buku yang sudah dibacanya.
  7. Laboratorium Bahasa
    Fungsi laboratorium adalah sebagai tempat untuk menguatkan / memberi kepastian keterangan (informasi) menentukan hubungan sebab – akibat (causalitas), membuktikan benar atau tidaknya faktor-faktor atau penomena tertentu
  8. Laboratorium internet
    Laboratorium internet untuk mendukung kemampuan mahasiswa dalam mengakses informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan pembelajaran bahasa, pembelajaran sastr, literasi,serta pengetahuan dan informasi umum .

    BAB III
    PENUTUP

    Pada dasarnya pembelajaran bahasa Indonesia memiliki problema khusus nya berkenaan dengan karakter siswa  yaitu sikap terhadap bahasa Indonesia, problematika
    Terkait dengan sikap bahasa siswa kurang bergairah saat belajar bahasa Indonesia, dia merasa sudah bisa, dibandingkan pelajaran bahasa lain seperti inggris, pembelajaran bahasa indonesia dianggap elite. Guru harus memberikan teladan atau contoh yang baik pada siswanya. Terutama bagi guru bahasa Indonesia,harus tetap mencontohkan
     Berdasarkan uraian pada makalah ini, maka da beberapa hal yang perlu mendapaat perhatian bagi semua pihak, terutama yang berkaitan dengan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran  bahasa indonesia di tingkat SMA/MA,Solusi  mengatasi permasalahan terkait dengan problematika pembelajaran bahasa Indonesia di SMA/MA antara lain :

  1. Berhasil tidaknya pembelajaran disekolah – sekolah, termasuk pembelajaran bahasa Indonesia.
  2. Rendahnya nilai UN untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia disemua jenjang, disinyalir karena rendahnya siswa membaca buku.
  3. Pembelajaran bahasa Indinesia sebaiknya lebih ditekankan pada kegiatan pembelajaran berbahasa, bukan pembelajarann tentang bahasa dengan memperhatikan hal-hal berikut :
    1. sebaiknya pembelajaran lebih menekan kan pada pembelajaran berbahasa yang nyata melalui keterampilan berbicara dan menulis,
    2. menyimak dan membaca
    3. aspek kebahasaan (tata bahasa)
  4. Untuk mengatasi problematika yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran bahasa  dan sastra Indonesia di sekolah, perlu diciptakan hubungan kerja yang baik bagi semua pihak yang bersentuhan langsung dengan mata pelajaran bahasa Indonesia, untuk  itu aktivitas  guru dikelas ketika pembvelajaran bahasa Indonesiasebaiknya difokuskan untuk :
    1. mengarahkan aktivitas peserta didik.
    2. Memilih dan menyiapkan bahan pembelajaran
    3. Memeriksa hasil siswa
    4. Mengarahkan sistem berkomunikasi keilmuan,
    5. Berkoordinasi dalam menyiapkan latar kelas untuk mkegiatan berbahasa.

      DAFTAR PUSTAKA

      Badan  Standar Nasional Pendidikan. 2006, standar isi dan standar  kompetensi Lulusan               Tingkat Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah.Jakarta: PT Binatama Raya.
      Pribadi, Benny A. 2009, Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta; Dian Rakyat,.
      Pah,D.N. 1984. Interpersonal Commication. Jakarta : Proyek Pengembangan Lembaga Tenaga Kependidikan.
      Yulianto, Babang. 2008. Aspek Kebahasaan dan Pembelajaran. Surabaya; Unesa
                  University Press.
      Eggen,Paul, 2012 . Strategi dan Model pembelajaran; Jakarta; Pt Indeks.






.


1 comment: